Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Diantara Sedikitnya Rasa Malu Si Makir Dzulwajhain: ALLAH ‘AZZA WA JALLA MENJADI SAKSI ATAS SIKAP TALA’UB DAN SIKAP TALAWWUNMU KEPADA-NYA WAHAI ASY SYAIKH AL MUKARRAM DZULQARNAIN!!! (من قلة حياء الماكر ذي الوجهين: الله عز وجل شهيد على تلاعبك وتلونك إياه يا الشيخ المكرم ذا القرنين!!!)

Bismillahirrohmanirrohim. o

diantara kehebatan si makir dzulwajhain

DIANTARA KEHEBATAN SI MAKIR DZULWAJHAIN: ALLAH ‘AZZA WA JALLA MENJADI SAKSI ATAS PERMAINAN DAN  SIKAP TALAWWUNMU KEPADA-NYA WAHAI ASY SYAIKH AL MUKARRAM DZULQARNAIN!!!

من قلة حياء الماكر ذي الوجهين: الله عز وجل شهيد على تلاعبك وتلونك إياه يا الشيخ المكرم ذا القرنين!!!

Berikut ini nukilan fase taubatnya yang pertama. Banyak-banyak menyatakan istighfar dan menjadikan umat sebagai saksi dan menjadikan Allah sebagai saksi pula atas bukti taubatnya.

Bismillâhirrahmânirrahîm

Saya Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi. Akhi fillah Al-Akh Luqman Ba’abduh dan saudara-saudaraku para dai telah memberikan beberapa kritikan kepadaku, yaitu:

1. Tidak memperingatkan orang-orang awam dari Radio Rodja.

Maka, Saya beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dari perkataan yang telah Saya ucapkan itu.

Yang Saya yakini adalah memperingatkan dari Radio Rodja secara mutlak bagi kalangan umum dan selainnya tanpa perincian, dan Saya telah keliru pada rincian tersebut.

2. Pengulangan pertanyaan tentang Radio Rodja, padahal Syaikh Rabî’ hafizhahullâhtelah memutuskan masalah tersebut.

Saya beristighfar dan bertaubat kepada Allah dari menanyakan masalah, yang telah Syaikh Rabî’ putuskan tersebut, kepada Syaikh Muhammad Al-Imam.

3. Perkataan Saya tentang Yazid Jawas bahwa dia adalah seorang Salafy yang guncang.

Maka, Saya memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dari pemutlakan ini karena Yazid Jawas bukanlah seorang Salafy, melainkan seorangmubtadi’.

4. Yang Saya yakini adalah bahwa Al-Hajury merupakan mubtadi’ sesat, sedangkan Syaikh Abdurrahman Mar’iy dan Syaikh Abdullah Mar’iy adalah di antara masyaikhSalafiyyin. Saya beristighfar kepada Allah dari setiap kalimat yang dipahami bahwa Saya menyetujui peng-hizbiyah-an mereka berdua atau salah seorang di antara keduanya.

5. Di dalam ajaran Islam, tidak ada yang dinamakan “hukum karma”. Itulah keyakinan Saya. Adapun ungkapan Saya menyebutkan “karma” dan bahwa hal itu ada, Saya maksudkan berlandaskan penyebutan kebanyakan orang dengan maknanya yang benar dalam kandungan syariat Kita. Hal itu adalah kesalahan dari Saya dalam menggunakan lafazh tersebut, dan Saya memohon ampunan kepada Allah dari kesalahan itu.

6. (Perbuatan) yang Saya lakukan, dengan tidak melaksanakan perkataan Syaikh Al-Walîd Rabî’ -hafizhahullâh-, itu adalah kesalahan dari Saya, dan Saya memohon kepada Allah agar (Allah) memaafkanku.

7. Penyepelean tahdzîr terhadap Jam’iyyah Ihyâ` At-Turâts adalah perkara mungkar. Keyakinan Saya adalah wajibnya men-tahdzîr Jam’iyyah ini. Yang terjadi dari Saya berupa perkataan yang, dari (perkataan) itu, dipahami penyepelean tahdzîrterhadapnya, maka Saya rujuk dari hal tersebut serta beristighfar kepada Allah.

8. Penyifatan terhadap para dai, bahwa mereka hanya perhatian pada satu sudut pembahasan aqidah, yaitu sudut rudûd ‘bantahan’, adalah keliru dan batil. Saya beristighfar kepada Allah dari hal tersebut. Realitanya adalah bahwa mereka memperhatikan seluruh pembahasan aqidah pada pelajaran-pelajaran mereka sesuai dengan kemampuan.

9. Yang tersebut dalam ucapanku di masjid I’tisham berupa penyifatan jalan sebagian orang bahwa mereka berada pada jalan Khawarij dan hizbiyyin dalam membuat lari dari ilmu dan pelajaran para dai, Allah mempersaksikan bahwa Saya tidak memaksudkan para dai dalam hal tersebut, tetapi maksud Saya adalah sebagian orang yang namanya tidak Saya ketahui yang membuat lari dari pelajaran-pelajaran para dai. Saya beristighfar kepada Allah dari pemutlakan ini. Sangkaan Saya kepada saudara-saudara Saya adalah bahwa para Salafiyyin tidak membuat orang lari dari pelajaran-pelajaran para dai.

dzulqarnain mutalawwin 03

Gambar 1. Bukti screenshot point-point pernyataan taubat Dzulqarnain fase pertama

….
11. Bahwa Saya menampakkan rujuk di depan Syaikh Rabî’ dan menerima nasihat beliau, demikian pula di sisi Syaikh Hani`, kemudian ucapanku di sisi lain bahwa Saya tidak mengetahui kritikan terhadap Saya dan Saya dizhalimi, adalah batil dan keliru. Saya beristighfar dan bertaubat kepada-Nya dari ucapanku tersebut. Saya berjanji kepada Allah untuk tidak mengulangi hal tersebut.

12. Ucapanku bahwa ikrar para dai: Luqman dan kawan-kawannya, belum bertaubat dari kesalahan-kesalahan yang mereka terjatuh ke dalamnya pada kejadian jihad Maluku, adalah keliru dan batil, bahkan mereka telah mengumumkan taubat mereka dengan berbagai media. Saya beristighfar kepada Allah dan meminta maaf kepada mereka, sebagaimana Saya menasihatkan kepada siapa saja yang mencela Al-AkhLuqman, Al-Akh Muhammad As-Sewed, dan ikhwah lainnya dari para dai untuk bertakwa kepada Allah dan berhenti dari celaan tersebut karena hal tersebut adalah bentuk adu domba yang syaithan bersemangat dalam hal itu guna merusak di tengah manusia, menanamkan benih-benih perpecahan, dan merusak hal-hal yang diupayakan oleh para masyaikh dan para ikhwah dalam ishlah di antara mereka.

dzulqarnain mutalawwin laab1

Gambar 2. Bukti screenshot point-point pernyataan taubat Dzulqarnain fase pertama

……
22. Sesungguhnya Saya menulis dan memahami tulisanku dengan kelapangan dada tanpa ada paksaan. Saya mengingatkan manusia agar tidak terjatuh ke dalam kesalahan-kesalahan ini. Semoga Allah membalas kebaikan kepada siapa saja yang membantuku dalam taubat ini. Saya memohon kepada Allah agar menerima dariku.

23. Juga, Saya menegaskan bahwa, ketika menulis (tulisan) ini, Saya memperumpamakan diri sendiri, tidak memperumpamakan orang lain. Saya menegaskan pula bahwa, jika Saya mengulangi kesalahan-kesalahan ini, perkara Saya dikembalikan kepada masyaikh Kami, seperti Syaikh Rabî’ atau Syaikh ‘Ubaid hafizhahumallâh, agar mereka memberi hukum yang layak terhadap Saya.

Allah Jalla wa ‘Alâ menyaksikan bahwa Saya telah bertaubat dari kesalahan-kesalahan yang telah berlalu. Kesalahan lain apa saja yang Saya terjatuh di dalamnya, maka Saya akan rujuk dari (kesalahan) tersebut. Saya mensyukuri semua pihak yang menunjukkan kesalahanku agar Saya meninggalkan dan bertaubat dari (kesalahan) itu.

Saya mensyukuri Al-Akh Luqman akan semangatnya dalam dakwah Salafiyah. Saya memohon kepada Allah agar mengumpulkan Kami di atas ketaatan dan memberi taufik kepada Kami menuju segala kebaikan dan keshalihan dakwah Salafiyah di Indonesia dan selainnya.

Ditulis oleh
Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 H

dzulqarnain mutalawwin laab3

Gambar 3. Bukti screenshot pernyataan taubat Dzulqarnain fase pertama

——–

Home » Featured, Nasihat & Bantahan Ilmiah » Kalimat Rujuk dan Penjelasan
Kalimat Rujuk dan Penjelasan
Diposting: 12-06-2014 || 5,102 klik

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد سيد المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد،،،

فإني أنا ذو القرنين بن محمد سنوسي, قد أخذ علي أخي في الله/ لقمان باعبده، وإخواني الدعاة عدة ملاحظات وهي:

١- عدم تحذير العوام من إذاعة ردجا.

وإني أستغفر الله وأتوب إليه من ذلك الكلام الذي قلته. والذي أعتقده هو التحذير من إذاعة ردجا مطلقا للعامة وغيرهم بدون تفصيل. وقد كنت مخطئا في ذلك التفصيل.

٢- تكرار السؤال عن إذاعة ردجا رغم فصل الشيخ ربيع -حفظه الله- في المسألة.

وإني أستغفر الله وأتوب إليه من سؤال الشيخ محمد الإمام عن تلك المسألة التي فصلها الشيخ ربيع –حفظه الله-.

٣- قولي عن يزيد جواس أنه سلفي مزعزع.

وأني أستغفر الله وأتوب إليه من هذا الإطلاق فإن يزيد جواس ليس سلفيا بل هو مبتدع.

٤- الذي أعتقده وأدين الله به أن الحجوري مبتدع ضال وأن الشيخ عبد الرحمن مرعي والشيخ عبد الله مرعي من مشائخ السلفيين وأستغفر الله من كل كلمة يفهم منها إقراري بتحزيبهما أو بتحزيب أحدهما.

٥- لا يوجد في الإسلام ما يسمى «حكم كرما». هذا هو معتقدي. وتعبيري بكرما وأنها موجودة قصدت به على حسب إطلاق العامة بما تضمنته شريعتنا من المعاني الحقَّة، وهو خطأ مني في استعمال ذلك اللفظ، وأستغفر الله منه.

٦- ما صدر مني من عدم الامتثال لكلام شيخنا الوالد الشيخ ربيع -حفظه الله- هو خطأ مني وأسأل الله أن يعفو عني.

٧- التزهيد في التحذير من جمعية إحياء التراث أمر منكر. والذي أعتقده وجوب التخذير من هذه الجمعية. وما حصل مني من كلام يفهم منه التزهيد من التحذير منها فإني متراجع عنه وأستغفر الله منه.

٨- أن وصف الدعاة بأنهم إنما يهتمون بجانب واحد فقط من جوانب العقيدة وهو جانب الردود خطأ وباطل، أستغفر الله منه، لأن الواقع خلاف ذلك، فهم يهتمون بجوانب العقيدة كلها في دروسهم قدر المستطاع.

٩- وما ورد في كلامي في مسجد الاعتصام من وصف طريقة بعض الناس بأنهم على طريقة الخوارج والحزبيين، في التنفير من العلم، ودروس الدعاة، يشهد الله أني لم أقصد الدعاة في ذلك، ولكن قصدت بعض الشباب الذين بلغني عنهم أنهم ينفرون من دروس الدعاة، ولا أعرف أسماءهم، وأستغفر الله من هذا الإطلاق، وظني بإخواني السلفيين أنهم لا ينفرون من دروس الدعاة.

dzulqarnain mutalawwin 02

dzulqarnain mutalawwin 04

Gambar 4. Secreenshot Text arabic

……….

١١- إظهاري أمام الشيخ ربيع التراجع و قبول نصيحته وكذا عند الشيخ هاني بن بريك ثم قولي من جهة أخرى أنني لم أعرف الانتقادات علي وأنني مظلوم هذا باطل وخطأ واستغفر الله و أتوب إليه مما قلت، وأعاهد الله أن لا أعود إليه.
١٢- قولي بأن الإخوة الدعاة لقمان وأصحابه لم يتوبوا من الأخطاء التي وقعوا فيها أيام الجهاد في جزر ملوك خطأ وباطل، بل قد أعلنوا توبتهم بشتى الطرق، فأستغفر الله واعتذر منهم. كما أنصح من يطعن في الأخ لقمان والأخ محمد السويد وإخوانهما من الدعاة بتقوى الله و التوقف عن هذا الطعن فإنه من التحريش الذي حرص عليه الشيطان في الافساد بين الناس و بث بذور التفرق و إفشال ما سعى به مشايخنا و إخواننا من الإصلاح بينهم….

dzulqarnain mutalawwin laab2

Gambar 5. Secreenshot Text arabic

…….
٢٢- إنني كتبت وأنا أعي ما اكتب و عن سعة صدر لا عن إجبار، فأحذر الناس من الوقوع في مثل هذه الأخطاء، و جزى الله الخير كل من عاونني على هذه التوبة وأسأل الله أن يتقبل مني.
٢٣- كما أقرر أنني عندما كتبت هذا أمثل نفسي لا أمثل غيري، و أنا أقرر أنني إن عدت إلى مثل هذه المخالفات فمرد أمري إلى مشايخنا كالشيخ ربيع، أو الشيخ عبيد حفظهما الله، ليحكموا علي بما أستحقه.

والله جل وعلا شهيد علي أني تائب من أخطائي السابقة. وأي خطأ آخر وقعت فيه فإني متراجع عنه، وأشكر كل من يدلني على خطأي لأتركه، وأتوب منه.
وأشكر أخي لقمان على حرصه على الدعوة السلفية وأسأل الله أن يجمعنا على طاعته وأن يوفقنا لما فيه الخير والصلاح للدعوة السلفية في إندونيسيا، وغيرها.
كتبه
ذو القرنين بن محمد سنوسي
في يوم الأربعاء 23/ جمادى الآخرة 1435 هـ

ذو القرنين بن محمد سنوسي المتلون اللعاب الماكر الملبس المَكَسّرِي الإندونيسي تاب في المرة الأولى

http://web.archive.org/web/20140625132144/http://dzulqarnain.net/kalimat-rujuk-dan-penjelasan.html

dzulqarnain mutalawwin laab4

Gambar 6. Bukti screenshot text arabic

Berikutnya adalah fase kedua yakni taubat/rujuk dari taubat/rujuknya yang pertama (yang menjadikan Allah sebagai saksi kebenaran apa yang dia tulis dengan lapang dada tanpa paksaan) dan berlepas diri dari itu semua.
Menjadi bukti penguat akan tahdzir Syaikh Rabi’ terhadapnya sebagai La’ab, Makir, Mutalawwin. Allahul musta’an.

ثم تاب مرة ثانية من توبته الأولى فهو هنا يرد ما كتبه في توبته الأولى ولهذا قلت تاب من توبته الأولى ويعتبر رد ذي القرنين على ذي القرنين

Nasihat dan Penjelasan Guna Mengobati Sumber Fitnah

Sebagian nukilannya yang menunjukkan bukti betapa plintat plintutnya orang ini telah sangat parah sampaipun tanpa rasa takut memamerkan diri dengan keberaniannya dalam menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dienul Islam sebagai bahan permainan dan bunglon :
……

الشيخ رزيق القرشي يعرف تمام المعرفة أن الأخ لقمان ظالم لذي القرنين والأخ ذي الأكمل وأن الأخ لقمان متعنت فيتعذر حصول الإصلاح بذلك. (كما ذكر ذلك للشيخ عبد الهادي العميري)

Syaikh Ruzaiq Al-Quraisy sangat mengetahui bahwa Al-Akh Luqman telah menzhalimi Dzulqarnain dan Al-Akh Dzul Akmal serta bahwa Al-Akh Luqman keras kepala sehingga ishlah tidak akan tercapai disebabkan oleh hal itu (sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Ruzaiq kepada Syaikh Abdul Hadi Al-Umairy)…..

……
فأبرأ إلى الله من كل شيء تنازلت ورضيت من تقريرات أسامة عطايا ولقمان باعبده ومعهم وأرجع من كل ما نشر من ذلك

…..Oleh karena itu, saya berlepas diri kepada Allah dari segala sesuatu yang saya mengalah dan ridha dari dikte-dikte Usâmah ‘Athâyâ, Luqman Ba’abduh dan orang-orang yang bersamanya, serta saya rujuk dari setiap sesuatu yang tersebar dari hal itu…….

dzulqarnain laab

Gambar 7. Bukti screenshot fase kedua yakni taubat/rujuk dari taubat/rujuknya yang pertama

فهو ما زال متلونا ولعابا وماكرا وملبسا يمشي على طريقة الحلبي في الكيد والمكر وقد انكسر قرناه منذ زمان..
مكر ولعب وتلبيس ذي القرنين بن محمد سنوسي في توبته الأولى والثانية موجود باللغة العربية في الرابط السابق

Walaupun tulisan  Syaikh Yasin hafizhahullah adalah bantahan terhadap Abu Khalid Walid Maqram namun Subhanallah tulisan beliau tersebut ternyata menelanjangi dan membongkar kebatilan-kesesatan Dzulqarnain al Makassari hadahullah yang berani menjadikan Allah Ta’ala sebagai bahan permainan dan talawwunnya.
Betapa sangat mengerikannya makar kejahatan orang ini.

7. (الوقفة السابعة) : قول وليد مقرم : (((والله الشهيد على مانقول))) .انتهى.
أقول : أهكذا تفعل يا وليد من أجل أن ترضي عبد الرحمن بن مرعي وأتباعه ، فإني بعد أن قرأت كلام وليد مقرم اتصلت مباشرة بأخينا الفاضل مراد بافليع [صاحب دار الإمام الوادعي] وهو من نفس بلاد وليد مقرم ، فقلت له بالخبر فصدم ، وقال : وليد مقرم قال لي بذلك.
بل قال لي مراد بافليع : إن وليداً ندم لمَّا حضر الجلسة مع عبد الرحمن بن مرعي ، بل استدعي وليد مقرم لوجبة الغداء فبينما هو في منتصف الطريق ما طابت له نفسه ، فرجع ولم يحضر.
أهكذا يا وليد تقول : (((والله الشهيد على مانقول))) !! ، أمَا تعلم خطورة هذه الكلمة لمن قالها على خلاف الواقع.
ففي “رسائل وفتاوى أبا بطين” (ص: 182) : وسئل عن إقسام بعض الناس بقول : (الله يعلم ما فعلت كذا) ؟ فقال : إن كان القائل صادقاً في قوله فلا بأس ، وإن كان كاذباً في قوله : (الله يعلم ما فعلت كذا) ، وهو قد فعله ، أو : (الله يعلم ما صار كذا) ، وهو قد صار ، فهذا حرام.
ولو عرف القائل معنى قوله لكان قوله هذا كفراً ؛ لأن مقتضى كلامه أن الله يعلم الأمر على غير ما هو عليه ، فيكون وصفاً لله بالجهل ، تعالى الله عن ذلك علواً كبيراً . والله – سبحانه وتعالى – أعلم .انتهى.
وفي “مجموع فتاوى ورسائل العثيمين” (3/141) : وسئل غفر الله له : عن قول بعض الناس: (يعلم الله كذا وكذا) ؟
فأجاب بقوله : قول : (يعلم الله ) هذه مسألة خطيرة ، حتى رأيت في كتب الحنفية أن من قال عن شيء : يعلم الله والأمر بخلافه صار كافرًا خارجًا عن الملة ، فإذا قلت: (يعلم الله أني ما فعلت هذا) ، وأنت فاعله فمقتضى ذلك أن الله يجهل الأمر، (يعلم الله أني ما زرت فلاناً) وأنت زائره صار الله لا يعلم بما يقع ، ومعلوم أن من نفى عن الله العلم فقد كفر ، ولهذا قال الشافعي – رحمه الله – في القدرية قال : جادلوهم بالعلم فإن أنكروه كفروا ، وإن أقروا به خصموا ا. هـ.
والحاصل أن قول القائل : (يعلم الله) إذا قالها والأمر على خلاف ما قال فإن ذلك خطير جدًا وهو حرام بلا شك.
أما إذا كان مصيبًا ، والأمر على وفق ما قال فلا بأس بذلك ؛ لأنه صادق في قوله ، ولأن الله بكل شيء عليم ، كما قالت الرسل في سورة يس : {قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ} .انتهى.
وأنت تعلم يا وليد أن أتباع عبد الرحمن بن مرعي لا يزالون بك حتى أخرجت هذا البيان لترضيهم لا سيّما أنه خرج بعد مرور عشرين يوماً تقريباً من خروج مقالي ، فالتوبة التوبة يا وليد لا سيَّما وأنت في شهر رمضان. فعليك أن ترضي الخالق لا المخلوق.
وإلا فإنني أنتظر بياناً آخر منك مع كل وقفة.
نستغفر الله العظيم ، من الخطأ والزلل ، في القول والعمل . والحمد لله وحده ، وصلى الله وسلم على نبيّنا محمد وآله وصحبه.
كتبه : أبو العباس ياسين بن علي العدني
اليمن – عدن.
في ليلة الخميس الأول من شهر رمضان سنة 1436 هـ

7. Kritikan Ketujuh: Berkaitan dengan ucapan Walid Maqram: “Dan Allah menjadi saksi apa yang kami katakan.”

Saya katakan: Demikiankah seperti ini yang engkau lakukan demi untuk engkau membuat ridha Abdurrahman Mar’i dan para pengikutnya, wahai Walid?!!

Sesungguhnya saya setelah membaca ucapan Walid Maqram, saya langsung menghubungi saudara kita yang mulia yaitu Murad Baflai’ (pemilik penerbit Daar Al-Imam Al-Wadi’iy) yang dia ini berasal dari daerah yang sama dengan Walid Muqrim. Saya sampaikan berita tersebut, maka dia menyanggahnya dan mengatakan: “Walid Maqram mengatakan hal itu kepada saya.”

Bahkan Murad Baflai’ mengatakan kepada saya: “Sesungguhnya Walid menyesal ketika menghadiri majelis bersama Abdurrahman bin Mar’i. Bahkan ketika Walid diundang untuk jamuan makan siang, di tengah perjalanan dirinya merasa tidak enak sehingga pulang dan tidak mau menghadirinya.”

Demikiankah engkau mengatakan seperti ini, wahai Walid: “Dan Allah menjadi saksi apa yang kami katakan.”
Tidakkah engkau mengetahui besarnya bahaya ucapan seperti ini bagi siapa yang mengatakannya tetapi tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya?!

Disebutkan dalam Rasail wa Fatawa Aba Bathin hal. 18: Beliau ditanya tentang sumpah yang dilakukan oleh sebagian orang dengan ucapan, “Allah mengetahui saya tidak berbuat demikian demikian?” Maka beliau menjawab: “Jika orang yang mengatakannya jujur dalam ucapannya maka tidak mengapa. Namun jika dia dusta pada ucapannya ‘Allah mengetahui saya tidak berbuat demikian demikian’ padahal dia telah melakukannya, atau dia dengan mengatakan ‘Allah mengetahui hal itu tidak akan menjadi demikian-demikian’ padahal perkaranya telah terjadi demikian, maka yang seperti ini haram.

Seandainya orang yang mengatakannya mengetahui makna ucapannya itu tentu ucapan tersebut merupakan kekafiran, karena konsekuensi dari ucapannya tersebut adalah Allah mengetahui sebuah perkara tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, sehingga hal itu berarti mensifati Allah dengan kebodohan. Maha Tinggi Allah dari yang demikian itu setinggi-tinggi dan seagung-agungnya. WAllahu Subhanahu wa Ta’ala a’lam.”

Di dalam Majmu’ Fatawa wa Rasail Al-Utsaimin (3/141) disebutkan:
Beliau –semoga Allah mengampuninya– ditanya tentang ucapan sebagian orang, “Allah mengetahui demikian-demikian.”

Maka beliau menjawab:
“Ucapan ‘Allah mengetahui’ ini merupakan masalah yang sangat berbahaya, sampai-sampai saya melihat dalam kitab-kitab Al-Hanafiyah disebutkan bahwa siapa yang mengatakan tentang sesuatu bahwa Allah mengetahuinya, padahal perkaranya bertolak belakang, maka dia menjadi kafir dan keluar dari Islam.
Jadi jika engkau mengatakan, ‘Allah mengetahui bahwa saya tidak berbuat demikian’ padahal engkau telah melakukannya, maka konsekuensi dari hal itu adalah bahwasanya Allah tidak mengetahui perkara yang sebenarnya. Atau misalnya yang lain jika engkau mengatakan, ‘Allah mengetahui bahwa saya tidak mengunjungi si fulan’ padahal engkau telah mengunjunginya, maka konsekuensi dari ucapan itu adalah Allah tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Padahal telah diketahui bahwa siapa yang menafikan sifat ilmu dari Allah maka dia kafir. Oleh karena inilah Asy-Syafi’iy –rahimahullah– mengatakan tentang sekte Qadariyah (orang-orang yang mengingkari takdir –pent): “Bantahlah mereka dengan menanyai mereka apakah mereka menetapkan sifat ilmu bagi Allah, jika mereka mengingkari maka mereka kafir, namun jika mereka menetapkannya berarti otomatis terbantah keyakinan mereka.

Kesimpulannya bahwa ucapan seseorang “Allah mengetahui” jika dia mengucapkannya padahal perkaranya tidak seperti yang dia ucapkan, maka sesungguhnya hal itu sangat berbahaya sekali dan hal itu tanpa diragukan lagi haram hukumnya. Adapun jika dia benar dan perkaranya sesuai dengan yang dia ucapkan maka hal itu tidak mengapa, karena dia jujur dalam ucapannya, dan juga karena memang Allah mengetahui segala sesuatu, seperti yang dikatakan oleh para rasul yang disebutkan dalam surat Yasin:

قَالُوْا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ.

▪Para rasul itu mengatakan: “Rabb kami mengetahui bahwa kami benar-benar diutus kepada kalian.” (QS. Yasin: 16)
–selesai penukilan–

Dan engkau mengetahui wahai Walid, bahwa para pengikut Abdurrahman bin Mar’i terus menerus mendesakmu hingga akhirnya engkau pun mengeluarkan penjelasanmu ini demi engkau membuat mereka ridha, terlebih lagi diperkuat karena penjelasan itu muncul setelah kurang lebih 20 hari sejak keluarnya tulisan saya. Maka segeralah bertaubat dan bertaubat wahai Walid, apalagi engkau sedang berada di bulan Ramadhan. Jadi hendaknya engkau membuat ridha Sang Khaliq dan bukan membuat ridha makhluq. Kalau tidak, maka sesungguhnya saya menunggu darimu penjelasan yang lainnya bagi setiap kritikan di atas.

Kami memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung atas segala kesalahan dan ketergelinciran baik dalam ucapan maupun dalam perbuatan.

والحمد لله وحده وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه

Ditulis oleh: Abul Abbas Yasin bin Ali Al-Adany
Aden, Yaman Malam Kamis, awal bulan Ramadhan, 1436H

Sumber : Majmu’ah al Barakatu Maa’ Akaabirikum

WSI || http://forumsalafy.net/?p=11730

selesai penukilan

Jazahullahu khairan katsira kepada Syaikh Yasin hafizhahullah yang telah memberikan pelajaran Aqidah yang sangat berharga. Allah benar-benar memberikan kemudahan bagi kita untuk memahami betapa mengerikannya makar Dzulqarnain ini yang tak segan-segan menjadikan nama Allah Yang Maha Perkasa sebagai bahan tipu dayanya kepada umat.

Penutup
Jika pernyataan istighfar yang dinyatakan Dzulqarnain berulangkali dalam pernyataan taubatnya yang pertama (bahasa Arab) yang dia terjemahkan sendiri (!) dan dia posting sendiri (!) di situs resminya sendiri (!) dimana dengannya dia mempersaksikan Allah sebagai bukti ketulusan/kelapangan dadanya tatkala menulis saja begitu beraninya dia ingkari, dia jadikan sebagai bahan bermain-main dan berlepas diri kepada Allah (!!!!) daripadanya,  lalu bagaimana dengan bobot pernyataan-pernyataannya yang hanya menjadikan manusia sebagai saksi bagi pendusta bunglon separah ini?? Bukankah lebih tiada nilai lagi baginya untuk dibolak-balik sekehendak hawa nafsunya?

Maka Tandukan apa lagi yang akan engkau Dzulwarnainkan dihadapan umat manusia wahai Dzulwajhain setelah Allah menjadi saksi atas talawwunmu terhadapNya?!?!?! Allahu yahdik!

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Baca artikel terkait:

2 comments to Diantara Sedikitnya Rasa Malu Si Makir Dzulwajhain: ALLAH ‘AZZA WA JALLA MENJADI SAKSI ATAS SIKAP TALA’UB DAN SIKAP TALAWWUNMU KEPADA-NYA WAHAI ASY SYAIKH AL MUKARRAM DZULQARNAIN!!! (من قلة حياء الماكر ذي الوجهين: الله عز وجل شهيد على تلاعبك وتلونك إياه يا الشيخ المكرم ذا القرنين!!!)

  • abu shuhaib sugi

    Bismillah
    ,,,,,,,,,,,,,,Sungguh bagi seorang yg lurus jiwanya membaca mengikuti permasalah fitnah dakwah mlm di indonesia pasti akan menyimpulkan ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    ”’betapa jauhnya perbedaan antara Syaikh Robi’ hafidzohulloh dengan orang yg disebut sebagai Dzulqornain al makasari. ,,,,,,,,,,,,
    Beliau Syaikh Robi Berfatwa ,bersikap, membimbing umat dengan penuh kematangan ilmu kehati hatian tanpa paksaan tanpa mudah mengalah kepda yg bathil
    sedangkan orang yg satu ini(Amdz) semakin hari semakin menjadi jadi ,,fatwanya goyah berbalik berbelok,,dan dia akui sendiri dengan ungkapanya ” mengalah,”,”subhanalloh jika benar2 saat itu engkau mengalah berarti engkau sampaikan kepada ummat adalah kebatilan karena engkau mengalah kepada orang yg mendiktemu dengan kebathilan ,Allohul musta’an
    tapi dari tingkah laku mu wahai amdz yg sangt aneeh menujukkan engkaulah orang yg mudah kalah dengan hawa nafsumu, dengan ajakn2 orang2 yg menyerumu ,,, lalu bagaimana kalo seandainya saat ini orang yg mendiktemu yg mengajakmu orang yg pendusta, sedangkan engkau lebih ridho dengannya,,,,,,
    ,,,,,,,,

  • Abu Maryam

    Berarti surat taubat terbaru dari dzulqarnain ini bisa kita pahami kalau dia bertaubat dari semua point pada surat taubat pertama atas bimbingan syaikh Usamah Athoya.

    Jadi mauqif dzulqarnain skrg adalah :
    1. Orang awam boleh mendengar radio rodja
    2. Yazid Jawwas adalah salafy, tapi guncang
    3. Adanya hukum karma
    4. Tidak wajib mentahdzir ihyautturats
    5. Syaikh Robi’ menerima berita dusta, dan asatidzah mengirim kabar dusta
    6. Ustadz Luqman dkk belum bertaubat dari LJ
    7. Ulama tidak bersepakat atas tahdzir Abul Hasan AlMaribi, tahdzir adalah urusan ijtihadiyah. (komen: mirip Ali Hasan banget, ingat ucapan syaikh Robi’ ttg Dzulqarnain, “yamsyi ‘ala thoriqah Al Halaby…”)
    8. Batal mentahdzir Jafar Shalih.

    Itu setidaknya yg saya pahami dari tulisan dzulqarnain, “saya berlepas diri kepada Allah dari segala sesuatu yang saya mengalah dan ridha dari dikte-dikte Usâmah ‘Athâyâ, Luqman Ba’abduh dan orang-orang yang bersamanya, serta saya rujuk dari setiap sesuatu yang tersebar dari hal itu.

    Astaghfirullah…

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>