Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Ada Pihak Yang “ALERGI” Ketika Disebut Nama Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafizhahullah

Bismillahirrohmanirrohim. o

ada pihak yang alergi bila nama syaikh rabi disebut

ADA PIHAK YANG “ALERGI” KETIKA DISEBUT NAMA ASY-SYAIKH RABI’ BIN HADI AL-MADKHALI hafizhahullah

Pujian asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali  terhadap asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali

Pertanyan:
“Ada sebagian ikhwah yang ketika menasehati para pelajar baru tidak menyebutkan kepada mereka para Ulama’ kibar yang mengetahui Jarh tapi hanya menyebutkan Ulama’ kibar yang tidak ada khilaf pada mereka. Dia mengatakan: “Jika kamu menyebutkan seperti asy-Syaikh Rabi’ Al Madkhali dan yang lainnya dari Ulama’ kibar bisa jadi para pelajar baru akan lari darinya.”

Jawaban:

Asy-Syaikh Rabi’ TERMASUK ulama’ besar ahlus sunnah. Beliau bukan orang tercela yang malu untuk disebut namanya. Beliau juga bukan orang jelek yang harus tersembunyi jika kita menyebutnya. Semoga Allah memberikan husnul khatimah kepada kita semuanya dan beliau.

Asy-Syaikh Rabi’ salah satu a’lam (tokoh besar) sunnah di zaman, ini berdasarkan PERSAKSIAN PARA ‘ULAMA KIBAR; bukan berdasarkan persaksian kita. Beliau bukanlah orang yang kita malu untuk menyebutnya.

Tidaklah malu menyebut beliau kecuali orang yang “sakit” dan yang menyimpang kebanyakannya. Atau orang yang menyangka ijtihadnya benar padahal salah.

Asy-Syaikh Rabi’ termasuk a’lam (tokoh besar) yang disebut-sebut namanya pada zaman ini. Termasuk a’lam (tokoh besar) sunnah yang dibanggakan penyebutannya.

Beliau -semoga Allah menjaganya- seorang MUJAHID DALAM MEMBELA SUNNAH dan MENJAGANYA seperti saudara-saudaranya yang lain dari para ulama’ sunnah pada zaman ini.

Pada setiap waktu dan tempat kita tidak malu untuk menyebut para ulama sunnah.

Ini (ucapan pada pertanyaan tadi) adalah kalimat yang mungkar dan aneh sekali.
Kita memohon kepada Allah agar supaya menganugerahkan kepada kita pemahaman dalam agama dan jauh dari ujub dan hawa nafsu.

Sumber :
Pertemuan ke-33 bersama Fadhilatu asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
Ahad,  26 Rabi’uts Tsani 1436 H

Penerjemah : Abdullah Bantul

Miraath.Net – http://ar.miraath.net/fatwah/7724/07/meeting-with-sh-mohammed-haady-26-04-1436h

Majmu’ah Manhajul Anbiya

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>