SINDROM DAURAH TAHUNAN MMA ITU BERNAMA SINDROMA MALATAKUTI KESEPIANA

SINDROM DAURAH TAHUNAN MMA ITU BERNAMA SINDROMA MALATAKUTI KESEPIANA

Kutipan:

Apa yang dilakukan sebagian asatidzah dengan menyelenggarakan daurah tandingan terhadap daurah as-salafiyyah al-imam al-muzani yang kedua, kemudian pada hari-hari diselenggarakannya daurah, mereka mempublish daurah tandingan mereka. Apakah ini merupakan tindakan para hizbiyyin?

▫️Dijawab oleh:
📌 Asy-Syaikh Imad bin Ahmad al-Adeni hafizhahullah

Aduhai..
Putar ulang agenda tahunan
Suara sumbang Imad tuk mengekang
Intimidasi wajibnya taat pada junjungan
MMA Kiblat dakwah salafiyahan
Se-nusantara haruslah berhenti dakwahkan ketauhidan
Jika MMA adakan daurahan
Salafiyun harus tunduk pada titah yang dipertuan
Cap tandingan pantas disematkan
Jika adakan dakwah ketauhidan saat bersamaan
Padahal Imad, Kibar juga bukan
Dilempar kemana slogan yang selama ini didengung-dengungkan
Ataukah Keberkahan Bersama Kibar (Imad) Gadungan

Wahai Imad yang patut dikasihani
Setelah kalian memvonis dan mencaci hizbi haddadi ikhwani para duat Salafi
Jika Imad merasa salafi sejati kenapa takut tersaingi para hizbi
Jika Imad merasa di atas manhaj para Nabi kenapa terancam para Nol Putul ini
Jika Imad merasa bersama Kibar Rabbani kenapa takut tertandingi Haddadi Ikhwani
Duhai inikah Izzah pemilik manhaj Salafi
Ataukah justru membongkar busuknya hati
Kehinaan dagangan fitnah Luqmani

Daurah Muzani, Dakwahmu Ataukah Daganganmu?!

Engkau trus lantang menghujat
Label “Hizbi”, “Nol Putul” pun kau semat
Saudaramu dituding sesat
Karena ia menggelar daurah bermanfaat

Kini ketika dia bersuara
Mengajak umat kembali pada cahaya
Menghidupkan majelis tanpa cela
Tetiba kau berulang tahunan berkata: “Itu daurah tandingan, celaka!”

Wahai yang katanya di atas manhaj salaf
Apakah semarak dakwah bagimu justru malapetaka
Mengapa daurah menjadi bencana
Bila bukan engkau yang berdiri di atas panggungnya

Jika daurah dikata tandingan
Apakah daurahmu kau niatkan tuk menangkan persaingan
Atau hak dakwah hanya kau sendiri yang pegang
Sementara yang lain kau paksa diam dan menghilang

Wahai penyeru sunnah yang katanya bijak
Bukankah akal sehat mengajak
Jika saudaramu berdakwah dengan hujjah dan hikmah
Harusnya engkau gembira, bukan malah marah²

Berhentilah menebar syak dan dusta
Karena hati yang jujur tak akan bisa
Melihat cahaya lalu berkata: “Itu gelap gulita!”
Melainkan ia ucap syukur semata: “Alhamdulillah, dakwah bertambah semarak lagi mulia!”

Katamu dakwah harus satu suara
Tapi suara itu… hanya suaramu semata
Yang lain bicara—kau bungkam mulutnya
Lalu bilang, “Itu tandingan! Itu fitnah semesta!”

Saudaranya mengajar, mengajak bertauhid
Engkau berkata, “Itu pasar gelap yang takkan aku ikut.”
Seolah ilmu ditakar dengan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) Logo
Bukan dengan hujjah yang kokoh dan lurus mengalir dari para ulama tempo

Di mana kejujuran yang dulu kau senandungkan
Kini tergantikan oleh pamflet dan pengumuman
Jika pengajian tak ada stand dagangan,
Langsung dicap: “Itu saingan yang tak menguntungkan.”

Astaghfirullah… sejak kapan ilmu dikemas seperti produk promo
Ada bonus minyak wangi jika membeli satu kajian info
Apakah ini dakwah yang engkau warisi dari Imam Ahmad dan Sufyan Ats-Tsauri
Atau warisan dari mental pasar malam dan bisnis Luqman pribadi

Saudara
Dakwah bukan kompetisi lapak daganganmu
Bukan pula adu jumlah spanduk dan brosur mengambangmu
Dakwah adalah warisan Rasul yang berat nan agung
Bukan sekadar agenda padat demi rebranding yang mendesak menujung

Nasehat Tepat Ahmad Badukhin Tuk Imad Yang Lupa Sesaat

Wahai Imad
Bukanlah alasan karena tiket pesawat
Dibayar Luqman kau sikat para duat
Engkau bukan kibar umat
Padahal Syaikh Bukhari hakimnya para duat (https://t.me/sekelumitsejarah/2073)

Katakan kepada Imad dengan ucapan Ahmad Badukhin:

Dan tidak sepantasnya seorang penuntut ilmu untuk menjadikan dirinya sebagai tandingan bagi para ulama, atau berusaha masuk dalam masalah yang telah diangkat kepada seorang ulama yang diakui dan diridhai oleh Salafiyyin, dan mungkin saja dia tidak mengetahui hakikat perselisihan ini. (https://t.me/sekelumitsejarah/2046)

(ChatGPT humanizer, dengan banyak perubahan, penyesuaian dan tambahan di sini sana)

https://t.me/sekelumitsejarah/2072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *