Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Silsilah Pembelaan Terhadap Al Ustadz Dzulqarnain (3): Tahdzir, Konsekwensi & Pemandulannya, Membedah Gangguan Proses Berfikir Advokat Pembelanya

Bismillahirrohmanirrohim. o

Sisilah dzulqarnain 3

SILSILAH PEMBELAAN TERHADAP AL USTADZ DZULQARNAIN (3):

TAHDZIR, KONSEKWENSI & PEMANDULANNYA,

MEMBEDAH GANGGUAN PROSES BERFIKIR ADVOKAT PEMBELANYA

Pada makalah seri pertama telah kita paparkan penjelasan dari salah satu TUKANG OPLOS FATWA (demikianlah tuduhan Akmal Al Bintany, pembela Al ustadz Dzulqarnain hadahumallah) dimana Asy Syaikh Nazar As Sudany menegaskan TIDAK BOLEHNYA MENGAMBIL ILMU DARI ORANG YANG TELAH DITAHDZIR SECARA GLOBAL OLEH MASYAIKH YANG MEMANG MEMILIKI KOMPETENSI KEAHLIAN DALAM MASALAH INI.

Silsilah Pembelaan Terhadap Al Ustadz Dzulqarnain (1): Cara Menyikapi Jarh Global Dari Seorang Ulama Yang Diakui Keilmuannya – http://tukpencarialhaq.com/2014/10/20/silsilah-pembelaan-terhadap-al-ustadz-dzulqarnain-1-cara-menyikapi-jarh-global-dari-seorang-ulama-yang-diakui-keilmuannya/#more-6950

Lihatlah wahai Akmal!

Bagaimana cara beliau (Asy Syaikh Nazar adalah teman UDA) MENGAJARI AHLUSSUNNAH UNTUK MENGOPLOS FATWA (seperti tuduhan kejimu!) TIDAK BOLEH MENGAMBIL ILMU padahal ulama HANYA mentahdzir secara global saja!!

Tidak ada BUKTI REKAMAN dan tidak pula ada TAHDZIR SECARA RINCI seperti yang terjadi terhadap Al ustadz Dzulqarnain yang engkau tolak mentah-mentah larangan mengambil ilmu daripadanya!!

Lihat dan bacalah pula tema pembahasannya, TIDAK ADA PEMBAHASAN TERHADAP ORANG YANG DITAHDZIR SECARA RINCI, tidak pula tema keberadaan REKAMAN BUKTI fatwa LARANGAN MENGAMBIL ILMU dari orang yang ditahdzir tersebut pun tidak pula membahas adakah vonis tabdi’ terhadapnya sebagaimana hilah kalian (agar umat tetap bisa belajar menuntut ilmu kepada Al ustadz Dzulqarnain) apakah dia sudah divonis sebagai Ahlul bid’ah?!

Iya, temanya hanyalah CARA MENYIKAPI JARH GLOBAL DARI SEORANG ULAMA YANG DIAKUI KEILMUANNYA!!

Maka bagaimana bisa kalian menjadi marah dan murka, menuduh ulama dan asatidzah yang menyampaikan tahdziran masyaikh terhadap Al ustadz Dzulqarnain, MENEGAKKAN KONSEKWENSI JARH MUFASSAR DARI TIGA MASYAIKH (dan bukan HANYA JARH GLOBAL SEORANG ULAMA seperti yang dibahas oleh Syaikh Nazar!) terhadap Al ustadz Dzulqarnain yakni tidak bolehnya mengambil ilmu darinya sebagai sebuah sikap LANCANG TERHADAP ULAMA & TUKANG OPLOS FATWA?!!

Kemudian fatwa dioplos oleh sok ulama…..

Gambar 1. Kemudian fatwa dioplos oleh sok ulama…..

Subhanallah….siapa kamu siapa mereka?!

Asy Syaikh Nazar telah berbicara dalam masalah “oplos mengoplos fatwa” sebagaimana tudingan busukmu “kemudian fatwa dioplos oleh sok ulama” dan serangan kejimu “Saya tanyakan kepadamu wahai tukang oplos: Adakah mandat kepadamu untuk mengoplos fatwa ini?…Yang mengeluarkan fatwa itu kalian atau Syaikh Rabi’?”

Barangsiapa yang belum mengetahui tentang Syaikh Nazar “sang pengoplos fatwa ulama“ (sebagaimana tudingan jahat si Akmal) maka silakan membuka makalah pada link berikut ini:

http://tukpencarialhaq.com/2013/06/08/siapakah-syaikh-hasan-athaaullah-athaallah-as-sudani/

Asy Syaikh Hani’pun juga telah berbicara dalam konteks TUKANG OPLOS FATWA sebagaimana tuduhan kejinya “kemudian fatwa dioplos oleh sok ulama” :

http://tukpencarialhaq.com/2014/09/06/penegasan-syaikh-hani-tentang-dzulqarnain-bin-muhammad-sunusi-al-makassari/

Sungguh tuntutan yang luar biasa kepada Asy Syaikh Hani’ (yang membawa berita tahdziran Asy Syaikh Rabi’ kepada Al ustadz Dzulqarnain) tatkala Akmal menyatakan dalam serangan kejinya:

“Saya tanyakan kepadamu wahai tukang oplos: Adakah mandat kepadamu untuk mengoplos fatwa ini?…Yang mengeluarkan fatwa itu kalian atau Syaikh Rabi’?”

Itu jawaban pertama.

Kedua,

Telah berlalu penjelasan yang disampaikan oleh Asy Syaikh Hani’ hafizhahullah terkait tahdzir Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah pada makalah:

http://tukpencarialhaq.com/2013/12/14/tahdzir-asy-syaikh-robi-bin-hady-al-madkhaly-terhadap-dzulqarnain/

Dan diantara isinya adalah peringatan keras Asy Syaikh Rabi’ tentang rencana Dzulqarnain dkk untuk mendatangkan Masyaikh Yaman  (terkhusus Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Al Wushaby hafizhahullah) dimana beliau secara tegas menyatakan:

“Katakan kepada Masayikh Yaman agar mereka tidak pergi memenuhi undangannya. Orang ini suka main-main dan meniru cara-cara Al-Halaby di dalam melancarkan makar.”

Ya Syaikh apakah boleh saya sampaikan hal ini kepada Masayikh Yaman

Gambar 2. .. “Ya Syaikh, apakah boleh saya sampaikan hal ini kepada Masayikh Yaman?” MAKA BELIAU MENGULANG-ULANG PERKATAAN TERSEBUT dan mengatakan: “Sampaikan dariku!”

Lihatlah peringatan sangat keras dari Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah tersebut wahai advokat pembela!

Apakah tujuan tahdzir syadid disisimu –wahai Akmal!!-  yang berisi pelarangan keras Asy Syaikh Rabi’ terhadap Masyaikh Yaman (terhadap sikap main-main dan cara makar Al Halaby pada diri Al ustadz Dzulqarnain) agar tidak menghadiri undangan Dzulqarnain tersebut jika engkau masih merasa bolehnya membela dan menghasung manusia untuk duduk berkumpul meramaikan majelis ilmunya Dzulqarnain ?!

Apakah engkau akan berkata bahwa yang terlarang itu hanyalah MENDATANGKAN Masyaikh Yaman!! Tidak ada pelarangan terhadap ikhwah Salafiyin UNTUK MENGAMBIL ILMU, bukan pula pelarangan terhadap kawan-kawannya Al Ustadz Dzulqarnain untuk MENGADAKAN DAURAH MENDATANGKAN MASYAIKH DARI SAUDI UNTUK MELAKUKAN PEMBELAAN & MENYEBARLUASKAN PUJIAN TERHADAPNYA?!!

Lalu apa buah ilmu yang membekas di hati-hati sanubari kalian dari alasan beliau berucap yang sedemikian keras: “Orang ini suka main-main dan meniru cara-cara Al-Halaby di dalam melancarkan makar jika engkau masih menegakkan hilah bolehnya mengambil ilmu dari orang yang suka bermai-main dalam urusan dien dan makar?!”

http://tukpencarialhaq.com/2013/12/25/asy-syaikh-rabi-barangsiapa-yang-tampak-darinya-talaub-wajib-ditahdzir-plus-audio/

Apa pula makna yang bisa kalian petik dari ucapan yang ditegaskan berulangkali oleh Asy Syaikh Rabi’ tatkala ditanya oleh Asy Syaikh Hani’ hafizhahumallah:

“Lalu saya bertanya kepada beliau: “Ya Syaikh, apakah boleh saya sampaikan hal ini kepada Masayikh Yaman?” MAKA BELIAU MENGULANG-ULANG PERKATAAN TERSEBUT DAN MENGATAKAN: “SAMPAIKAN DARIKU!”

Apa arti semua peringatan dan pengulangan itu bagi kalian wahai para pembebek dan advokat pembela???!!

Sesungguhnya budak itu hanyalah mengerti dengan bahasa cambuk, adapun orang yang berakal sehat tentulah akan bisa memahami dari kalimat-kalimat yang terucap.

Betapa kami tidak menyangka bahwa ada yang mengaku berdiri di barisan ulama Kibar, tidak memiliki thariqah yang menyendiri dari jalan yang ditempuh para ulama kibar tetapi tatkala ditegakkan peringatan betapa sangat berbahayanya orang ini (sampaipun Asy Syaikh Rabi’ berungkali menyampaikan peringatannya!!!) kemudian datang orang-orang yang mengaku mencintai beliau meneriakkan BOLEHNYA MENGAMBIL ILMU kepada al ustadz Dzulqarnain dan sebaliknya, menghantam dengan tuduhan keji sebagai LANCANG DAN TUKANG OPLOS FATWA kepada mereka (ulama dan asatidzah) yang memperingatkan bahayanya mengambil ilmu dari orang yang telah disifati sebagai suka main-main dan meniru cara-cara Al-Halaby di dalam melancarkan makar!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Ataukah tahdzir tersebut hanyalah ucapan/tulisan kosong tanpa makna kecuali hanya tereja sebagai susunan kata TANDUKNYA TELAH LAMA PATAH, URUSANNYA TIDAK AKAN PERNAH SELESAI, LA’AB MUTALAWWIN MAKIR atau yang semakna dengan itu? Ulama telah menjatuhkannya dan engkau wahai Akmal hendak berupaya mengangkat dan memuliakannya dalam keadaan kalimat rujuk telah menjadi bahan permainan?!

Ketiga,

Sungguh sangat menakjubkan bahwa setelah menikam secara khabits asatidzah dan masyaikh yang memperingatkan bahayanya dan melarang untuk mengambil ilmu dari Al ustadz Dzulqarnain sebagai TUKANG OPLOS FATWA & ORANG YANG LANCANG masih pula orang ini berkelit bahwa dirinya tidak sedang melakukan pembelaan terhadap Al Ustadz Dzulqarnain (dengan alasan bahwa dirinya sebelumnya sudah berlepas diri dari beliau)!!

Bara’ antik. Berlepas diri tetapi tetap menuntut ilmu

Gambar 3. Bara’ antik. Berlepas diri tetapi tetap menuntut ilmu

Subhanallah, bara’ macam  apa ini yang dengannya dia menegakkan hilah bebasnya menghadiri, meramaikan majelis ilmunya Al ustadz Dzulqarnain dan menyerang orang-orang yang membawa fatwa tahdzir Asy Syaikh Rabi’ terhadap beliau?!

Bukankah ini justru merupakan bukti transformasi ilmu Dzulwajhain MLM?

Di satu sisi berteriak telah bara’ berlepas diri,  di kesempatan lainnya menegaskan bolehnya mengambil ilmu dari orang itu dan menyerang ulama dan asatidzah yang melarangnya dalam keadaan Asy Syaikh Rabi’ jelas-jelas melarang Masyaikh Yaman menghadiri acaranya Al Ustadz Dzulqarnain hadahullah.

Jika orang-orang berilmu setingkat Masyaikh Yaman saja DILARANG UNTUK DATANG ke acaranya Al ustadz Dzulqarnain dengan peringatan keras “Orang ini suka main-main dan meniru cara-cara Al-Halaby di dalam melancarkan makar” , maka bagaimana mungkin Ahlussunnah bisa menerima logika error advokat pembelanya bahwa TIDAK ADA LARANGAN (bagi umat) UNTUK MENGAMBIL ILMUNYA?!

Ilmu macam apa yang nekat hendak engkau ambil sementara ulama sudah memperingatkan keras “Orang ini suka main-main dan meniru cara-cara Al-Halaby di dalam melancarkan makar”?!

Kami tidak menyangka bahwa ada Ahlussunnah yang mengharapkan kebaikan diri dan diennya bisa merasa aman mengambil ilmu darinya sementara di depan matanya telah terpampang hujjah dan bimbingan ulama bahwa Asy Syaikh Rabi’ telah memperingatkan bahaya main-mainnya dan makar ala Al Halaby-nya Al Ustadz Dzulqarnain kepada para Masyaikh Yaman!!!

Iya mirip pepatah melepas kepalanya tetapi memegangi ekornya! Mengaku benci/bara’ (tetapi rindu majelis ilmunya). Sungguh merupakan atraksi koleksi bukti antik dari tanda-tanda keajaiban isi dunia. Wallahul musta’an.

Keempat,

Hilahnya dalam menolak LARANGAN MENGAMBIL ILMU adalah tidak adanya bukti audio pelarangan tersebut dan bahkan menolak berita hasil pertemuan asatidzah dengan Asy Syaikh Rabi’ yang disampaikan oleh Al Ustadz Afifuddin terkait tidak bisanya Al ustadz Dzulqarnain diambil ilmunya karena Asy Syaikh Rabi’ menuntutnya untuk jujur dalam taubatnya!!

http://tukpencarialhaq.com/2014/02/06/asy-syaikh-rabi-belum-mencabut-tahdzirnya-terhadap-dzulqarnain-al-makasari/

Simak audionya di bawah ini:

https://archive.org/download/SyRabiMempersyaratkanTaubatYangJujur/Sy%20Rabi%20Mempersyaratkan%20Taubat%20yang%20jujur.mp3

Dan lihatlah bagaimana orang ini mengingkari klarifikasi konsekwensi dari tahdzir beliau:

Ana minta suara Syaikh Rabi’

Gambar 4. Ana minta suara Syaikh Rabi’

Baiklah, kita akan sejenak mengikuti aliran berfikirnya…

Contoh riil bukti la’abnya sang advokat

Gambar 5. Contoh riil bukti la’abnya sang advokat, di satu sisi menuntut bukti audio ucapan Syaikh Rabi’  tetapi juga menelan mentah-mentah berita Syaikh Hani’ walau tanpa ada bukti suara Asy Syaikh Rabi’

Kami tanyakan, siapakah yang membawakan tahdzir Asy Syaikh Rabi’  sebagaimana yang engkau nukil di atas???

Bukankah Asy Syaikh Hani’ hafizhahullah???

Apakah beliau membawakan bukti rekaman suara Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah sehingga engkau begitu percaya diri bahwa itu benar-benar ucapan Asy Syaikh Rabi’?!

Lalu apa yang membuatmu meradang, menolak keras klarifikasi asatidzah kepada Asy Syaikh Rabi’, menghujatnya sebagai TUKANG OPLOS FATWA, LANCANG tatkala Asy Syaikh Hani’ pun juga menegaskan TIDAK BOLEHNYA MENGAMBIL ILMU dari orang yang berbahaya yang telah disifati oleh Asy Syaikh Rabi’ sebagai suka main-main dan meniru cara-cara Al-Halaby di dalam melancarkan makar dalam keadaan Asy Syaikh Hani’ tidak membawa bukti suara Asy Syaikh Rabi’ seperti yang kamu tuntut??!

“….Demi Allah –saya tidak mentazkiyah seorang pun dari mereka di sisi Allah– kita tidak melihat dari mereka kecuali sifat nasehat. Harapan kita pada Dzulqarnain –semoga Allah memperbaikinya– HENDAKNYA DIA MEMANFAATKAN KESEMPATAN INI DAN HENDAKNYA DIA BERSIKAP JUJUR, BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM RUJUKNYA KEPADA SAUDARA-SAUDARANYA.

HANYA SAJA KITA TIDAK MELIHAT –WALIYADZUBILLAH– KECUALI SUKA MELAKUKAN TIPU DAYA. Di muhadharah melalui telepon dahulu SAYA BERBICARA DALAM KEADAAN SAYA TIDAK MENGETAHUI BAHWA DIA DAN TEMAN-TEMANNYA TELAH MELAKUKAN BERBAGAI KELAKUAN BURUK DI BELAKANG SAYA.

NAMUN ALHAMDULILLAH GURU KITA ASY-SYAIKH RABI’ DAN MASAYIKH KITA MEREKA MENDAPATKAN BERITA YANG MENYELURUH, DAN JIKA ADA SESUATU YANG BARU MAKA KALIAN AKAN MENDAPATINYA MELALUI ASATIDZAH KALIAN, SEMOGA ALLAH MENJAGA MEREKA.

SUDAH, KITA TELAH SELESAI MEMBAHAS TENTANG DZULQARNAIN, dan Dzulqarnain kalian jangan disibukkan lagi dengannya, dan PADA KALIAN TERDAPAT PERKATAAN MASAYIKH DAN ULAMA.

Dan saya telah mengatakan berulang kali bahwa asatidzah yang bersama kalian terus berhubungan dengan Masayikh.

Jadi jika ada sesuatu yang baru maka mereka akan mengabarkan.

DI SINILAH BARU BISA KITA MENGATAKAN: “TUNTUTLAH ILMU!” KARENA KALIAN TELAH MENGETAHUI YANG BENAR DAN YANG SALAH KALIAN WASPADAI, DAN KALIAN TERUSLAH DALAM MENUNTUT ILMU.

TIDAK TEPAT JIKA KITA MENGATAKAN KEPADA KALIAN: “BELAJARLAH, BELAJARLAH, KALIAN TIDAK PERLU WASPADA DAN TIDAK PERLU MENGINGATKAN YANG LAIN!”

Jadi hendaklah kalian menuntut ilmu, tempuhlah jalannya dan bersungguh-sungguhlah, DI SAMPING TETAP MEWASPADAI KESALAHAN DAN MENJAUHI ORANG-ORANG YANG MENYELISIHI AS-SUNNAH.”

di sinilah baru bisa kita mengatakan tuntutlah ilmu

Gambar  6. …di sinilah baru bisa kita mengatakan: “tuntutlah ilmu!” karena kalian telah mengetahui yang benar dan yang salah kalian waspadai, dan kalian teruslah dalam menuntut ilmu.

Maka tampaklah dengan keempat poin di atas penampakan virus La’ab, Mutalawwin dan Makir memang benar-benar telah menular kepada advokat pembela Al ustadz Dzulqarnain demi untuk berkelit, mengelak memandulkan pun menolak tahdziran Asy Syaikh Rabi baik secara halus maupun terang-terangan. Allahul musta’an.

Artikel Terkait:

 

 

 

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>