MENGHINA TERHINA (2)
(Balada Masmuk Dan Man Huwa)
https://t.me/sekelumitsejarah/1958
Jauh² ke Yaman sana
Ternyata …
Man Huwa gelarnya
Di sisi Ulama Kibar kita
Ndak papa
Gagah dalam menghina Nol Putulnya
Membebek si Penjahat Perang
Setidaknya bisa tampil di akun yutubnya
Dan bisa dilihat wajah² murid dari negeri asalnya
Walau tlah difatwa oleh Baginda Plagiatornya
Ndak boleh dijadikan sarana dakwahnya
Umumkan taubat pula sebagai bukti kesalahannya
Carut marutkah
Bukankah demikian memang yang keluar dari lisan paduka
NAMAKU SIAPA? TANYA DIRI SENDIRI⚠️
Di sebuah forum dunia, tersebar angin perkenalan.
Satu nama ditanya, “Masmuk?” katanya,
Seakan bagi para Luqmani sapaan pantas jadi bahan tawa dan hina.
Padahal perkenalan itulah awal dari semua cerita.
Di sisi lain, ada yang merasa tinggi di puncak,
Tapi nama mereka belum pernah menggema di telinga ulama kibar.
Bahkan saat sang ustadz sudah lama duduk di majelis syuyukh,
Mereka masih sibuk mengetuk-ngetuk pintu kampus yang tak kunjung terbuka.
Wahai para penghina,
Apakah kalian lupa bahwa dikenal tidak sama dengan dikenalinya kebenaran?
Sebab ada yang ramai disebut, tapi bisu dari nilai,
Dan ada yang tak disapa, tapi berat ilmunya menembus zaman.
☝️🚦Dulu, saat Syaikh Rabi’ mengingatkan tegas yang bisa kita simpulkan dengan bahasa bebas:
“Awas, di Jakarta ada wajah-wajah Ikhwani yang bertopeng Salafi!”
👆Siapa yang menyampaikan kabar itu?
👐BUKAN ABBAS,
👐BUKAN ARAFAT,
👐BUKAN PULA DEDENGKOT PLAGIAT yang kini sibuk menabuh genderang fitnah.
🤝 NOL PUTUL dalam kamus hinaan lisan mereka bertiga.
Lucu memang,
Yang dulu diam dalam sarang musuh,
Kini tampil seolah pelindung dakwah murni.
Padahal jejak langkahnya tertulis jelas,
Berkarat bersama kitab yang dicetak ulang tanpa izin,
Dipromosikan sebagai ilmu “warisan ulama”, padahal hanya hasil fotokopian plagiat dengan diam-diam.
Kemudian daurah digelar,
Vonis diumbar,
Label dipasangkan bak perang sticker anak sekolah.
Tapi apa yang terjadi saat vonis² itu disampaikan ke hadapan ulama sejati?
“Siapa dia?”
Tanya Syaikh Bukhari.
Lalu sunyi menggelayutlah berbagai vonis yang dipasang angkuh di chanel Daurah Muzani seperti kabut di padang pasir disergap sepi.
Ah, bagaimana bisa menuntut orang lain menyebut nama,
Jika dirimu sendiri masih perlu mencari jati diri?
(Bersama puisi ChatGPT dengan berbagai perubahan dan tambahan, Jejak Sejarah, Kita Lawan Arogansi Opini)
PESAN DI KESUNYIAN PAGI
Kutipan:
4. Dengan data-data yang semakin lengkap dan jelas saya berusaha untuk bertanya kepada syaikh Rabi’ tentang al-Sofwah dan Muhammad Khalaf serta al-Muntada yang ada di London. Dengan demikian lengkaplah sudah gambaran Muhammad Khalaf dan al-Sofwa. (Lihat ucapan Syaikh Rabi’ di Mukadimah)
…
Yogyakarta, 3 Juli 1999
Disusun oleh Ustadz Muhammad Umar as-Sewed (Cirebon)
Selengkapnya ||
https://salafy.or.id/persaksian-al-ustadz-muhammad-umar-as-sewed/
Mereka sinis menghina:
“Masmuk? Siapa namamu?”
Padahal sejarah menjawab lebih lantang:
“Siapa kalian, sebelum semua ini bergulir?”
🏆Mereka lupa,
👎🏾Yang menghina sebelum belajar adab akan terhina sebelum diakui umat.
🏹Yang mengejek sebelum mengenal medan di negeri ini akan tertinggal dalam catatan sejarah kelam.
✅Menghina orang yang sudah lebih dulu berjuang adalah menertawakan diri sendiri dalam cermin yang retak.
☝️Jejak sejarah tidak pernah lupa,
Siapa pembuka jalan dan siapa pengekor yang datangnya terlambat kesiangan.
1⃣DATA PRIMER SEJARAH DAKWAH SALAFIYAH DI INDONESIA
BUKU PUTIH 01
MEMBANTAH TUDUHAN MENJAWAB TANTANGAN
File PDF download di sini
✅Terverifikasi
Ditulis oleh Pelaku Sejarah Dakwah Salafiyah, BUKAN Pelaku Sejarah Dakwah Sururiyah Ikhwaniyah
https://t.me/sekelumitsejarah/1725
2⃣DATA PRIMER SEJARAH DAKWAH SALAFIYAH DI INDONESIA
BUKU PUTIH 02
MERUNTUHKAN SYUBHAT HIZBIYYUN
File PDF download di sini
✅Terverifikasi
Ditulis oleh Pelaku Sejarah Dakwah Salafiyah, BUKAN Pelaku Sejarah Dakwah Sururiyah Ikhwaniyah
3⃣DATA PRIMER SEJARAH DAKWAH SALAFIYAH DI INDONESIA
TRANSKRIP DIALOG SYAIKH RABI’ AL-MADKHALI DENGAN USAMAH MAHRI (1996)
https://t.me/sekelumitsejarah/674
Firman Allah Ta’ala:
ٱسۡتِكۡبَارًا فِى ٱلۡأَرۡضِ وَمَكۡرَ ٱلسَّيِّئِ وَلَا يَحِيقُ ٱلۡمَكۡرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهۡلِهِۦ
Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. (Fathir: 43)
Seperti pepatah
Jika bukan karena dijilat api
Takkan dikenal wangi aroma gaharu
Jika bukan karena hinaan Nol Potol Luqman Ba’abduh Al-Jemberi
Takkan dikenal terjemahan Ruwaifi hinaan Sifr ‘ala Syimalnya Arafat al-Muhammadi
📅 1 September 1996M
✅Syaikh Rabi’ : Apakah telah sampai kepada kalian kitab An-Nashrul ‘Aziz?
✳️Usamah: Ya, telah sampai pada kami
✅Syaikh Rabi’: An-Nashrul ‘Aziz Bukan Jama’ah (maksudnya kitab Jama‟atun Wahidah Laa Jama’aat…)
✳️Usamah: ANTUM TELAH MEMBERIKAN KEPADA KAMI 15 KITAB, SYAIKH. DAN TELAH KAMI BAGI KEPADA DU’AT SALAFIYYIN¹, Jazakumullahu khairan
✅Syaikh Rabi’: Dari kitab An-Nashrul ‘Aziz?
✳️Usamah: Sebelum liburan kami telah mengambil dari antum 15 kitab
✅Syaikh Rabi’: Mereka bisa mengambil faedah?
✳️Usamah: Kami telah mengambil faedah yang banyak, jazakumullahu khair ya Syaikh
✅Syaikh Rabi’: Alhamdulillah, akan tetapi Quthbiyyun tidak bisa mengambil faedah
✳️Usamah: Ya, mereka tidak mengambil faedah dan tidak mau ilmu
✅Syaikh Rabi’: Allahu Akbar
✳️Usamah: Benar, Allahul Musta’an semoga Allah memberi hidayah pada mereka
✅Syaikh Rabi’: Kamu senang di sana (Indonesia)?
✳️Usamah: Ya
✅Syaikh Rabi’: Kamu mau tinggal di sana atau mau kembali ke Jami’ah (Universitas)?
✳️Usamah: Kami akan kembali ke Jami’ah, Insya Allah
✅Syaikh Rabi’: Kapan kamu akan kembali?
✳️Usamah: Insya Allah seminggu atau sepuluh hari lagi
✅Syaikh Rabi’: Ya, dan jangan terlambat
✳️Usamah: Kami akan datang dengan membawa kabar, Insya Allah
✅Syaikh Rabi’: Apabila kamu dan teman-temanmu datang, tulislah segala sesuatunya
✅Usamah: Insya Allah
…
Lajnah Khidmatus Sunnah wa Muharabatul Bid’ah
Ahad, 1 September 1996M/ 17 Rabi’uts Tsani 1417H
File bukti PDF transkrip_dialog_ulama_robi_bin_hadi
4⃣DATA PRIMER SEJARAH DAKWAH SALAFIYAH DI INDONESIA
PERSAKSIAN USTADZ MUHAMMAD SEWED
Kutipan:
4. Dengan data-data yang semakin lengkap dan jelas saya berusaha untuk bertanya kepada syaikh Rabi’ tentang al-Sofwah dan Muhammad Khalaf serta al-Muntada yang ada di London. Dengan demikian lengkaplah sudah gambaran Muhammad Khalaf dan al-Sofwa. (Lihat ucapan Syaikh Rabi’ di Mukadimah)
5. Terakhir saya menemui Muhammad Khalaf sepulang dari Madinah dengan maksud menegur dan memperingatkan sekaligus melihat apakah dia bergabung dengan sururiyin dan menyebarkan paham sururiyah itu dengan sadar atau tertipu.
…
Yogyakarta, 3 Juli 1999
Disusun oleh Ustadz Muhammad Umar as-Sewed (Cirebon)
Selengkapnya ||
https://salafy.or.id/persaksian-al-ustadz-muhammad-umar-as-sewed/
