Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Apakah Ilmu Jarh Wa Ta’dil Telah Mati

Apakahjarhwatadiltelahmati1

APAKAH ILMU JARH WA TA’DIL TELAH MATI

Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah

Berikut ini adalah tanya jawab dengan Syaikhuna Muhammad Al-Imam hafizhahullah pada dars setelah maghrib yang bertepatan dengan hari Kamis 25 Jumaadal Ula 1435 H.

Penanya: Apakah ilmu jarh wa ta’dil telah mati dengan wafatnya para perawi hadits?

Asy-Syaikh:

Ilmu jarh wa ta’dil adalah ilmu yang tetap ada hingga kiamat. Allah akan senantiasa membangkitkan orang-orang yang akan menegakkannya dari hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dan ilmu ini tidak ada yang mampu memikulnya dan menerapkannya dengan baik kecuali orang yang kokoh dalam ilmu syari’at. Demikian juga siapa yang menunaikan hak ilmu ini dengan semestinya berupa pengetahuan tentang kaedah-kaedah dan ketentuannya. Maka siapa yang dia berjalan di atas ketentuan ini, dia –bihamdillah– termasuk orang yang akan berhasil pada perkara ini.

Jadi ulama jarh wa ta’dil tidak dibatasi pada suatu masa saja. Bahkan tidak ada sebuah masa pun kecuali Allah akan senantiasa membangkitkan dari para ulama hadits yang menjadi ulama jarh wa ta’dil. Dan ulama jarh wa ta’dil mereka telah diketahui baik di masa lalu maupun di masa ini bahwasanya mereka adalah orang-orang yang khusus dan pilihan dari para ahli ilmu yang ada, mereka adalah orang-orang khusus di kalangan para ulama.

Jadi tidak setiap ulama Ahlus Sunnah mampu untuk menerapkan jarh wa ta’dil. Bahkan banyak para ulama yang tidak menyibukkan diri dengan perkara ini karena beberapa hal dan sebab. Oleh karena inilah engkau jumpai sangat sedikit sekali yang memikul perkara ini.

Jadi sebagaimana yang telah engkau dengar bahwa jarh wa ta’dil adalah ilmu yang sempurna dan bidang ilmu tersendiri –bihamdillah rabbil alamin– dan teranggap sebagai salah satu ilmu syariat dan ilmu yang para ulama telah berijma’ tentang kemanfaatannya dan perlunya untuk menempuhnya berdasarkan kaedah-kaedahnya, walhamdulillah. Dan ini adalah perkara yang kita ridhai bagi kita pada dakwah kita, yaitu dengan dakwah kita mengambil bagian dari jarh wa ta’dil sesuai dengan rambu-rambu syariat dan kaedah-kaedahnya yang tetap terjaga, wallahu a’lam.

Alih bahasa: Abu Almass

Sumber:
http://www.sh-emam.com/show_fatawa.php?id=939

#####################################################

Dengarkan Audio:

atau download di sini

Sumber: http://forumsalafy.net/?p=2342

 

 

 

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>