
BENARKAH KHAWARIJ SAUDARA KITA???!!!!!
(Syubhat Muhammad Ali Ishmah Adalah Syubhatnya Dedengkot Hizby Takfiri Khariji Adnan Ar’ur)
Pengantar
Seperti yang telah diketahui, telah disebarkan melalui akun facebook dengan nickname Muhammad Ali Ishmah (MAI) sebuah status tentang KHAWARIJ ADALAH SAUDARA KITA…
Berikut bukti screenshotnya:
Gambar 1. Status Muhammad Ali Ishmah, Mereka (Khawarij) adalah saudara kita…
Sehingga sangat penting untuk kita ungkapkan sebuah pembuktian bahwa pernyataan tersebut adalah batil dan mencocoki syubhat yang diteriakkan oleh salah satu dedengkot Hizby Takfiri Khariji, Adnan Ar’ur hadahullah.
Adapun sosok Adnan Ar’ur sendiri telah dipaparkan tahdziran para ulama Ahlussunnah terhadapnya berikut contoh-contoh bukti kaidah dan pemikirannya yang menyimpang pada link berikut ini:
Gambar 2. Ittaqillah…Pendusta Khawarij Takfiri bukanlah saudara kita wahai MAI!!!
Saatnya sekarang kita menyimak pembahasan terkait kebatilan Syubhat Muhammad Ali Ishmah (MAI).
Dan sengaja pada judul kita tampilsertakan nama Muhammad Ali Ishmah agar nantinya jika akun MAI tersebut mengARSIPkan bantahan ini (agar nampak adil, padahal kita berharap dia untuk berani bersikap lelaki dengan mengakui kesalahannya dan rujuknya) pada akun facebooknya maka para pembacanya langsung memahami bahwa bantahan tersebut tertuju pada yang empunya facebook sendiri.
———
Muqaddimah
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah :
“Umat ini telah sepakat dalam mencela kelompok Al Khawarij dan memvonis mereka sebagai kelompok sesat, dan terdapat silang pendapat didalam pengkafiran mereka, sebagaimana 2 (dua) pendapat yang dikenal pada Madzhab Maliki dan Hambali, dan juga dalam Madzhab Syafi’i, terdapat silang pendapat didalam mengkafirkan mereka (Al Khawarij)”.
{Majmu’ Fatawa 27/557}
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Syubhat yang berbahaya serta bantahan atasnya terhadap pendalilan “Syaikh” Adnan Ar’Ur terhadap atsar ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu :
إخوَانُنا بَغَوا علَيْنا
“(Mereka; Khawarij) saudara kami yang memberontak kepada kami”
(Sebagaimana dalam rekaman kasetnya,) telah ditanyakan kepada “Syaikh” Adnan Ar’Ur sebagaimana dalam rekaman kaset yang berjudul :
بَراءَة السَّلفيِّين من مَطاعنِ المَدْخليِّين (2/2(
“Berlepas dirinya ‘Salafiyyin’ dari celaan-celaan Al Madkhaliyyin” kaset ke 2 side 2.
Tentang perkataannya :
“Al Khawarij saudara kami”
Maka dia menjawab :
“Iya, aku telah mengatakannya, dan aku tetap berpendapat demikian sampai hari kiamat.
APAKAH MEREKA HENDAK MEMPERDAYAIKU DENGAN ADANYA ULAMA YANG MEMPERMASALAHKANNYA? SEBAGAIMANA TELAH MEMPERDAYAIKU DARI KITAB-KITAB SYAIKH NASHR (AL ALBANI)? TIDAKLAH AKU MENDENGAR YANG LEBIH BODOH DARI INI!!
(Bukankah) Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu telah berkata TENTANG KHAWARIJ:
” إخواننا بغوا علينا “
“MEREKA SAUDARA-SAUDARA KAMI YANG MEMBERONTAK KEPADA KAMI” ??
Ini yang pertama,..maka sabar !!
Yang kedua,..(bukankah) muslim itu saudaramu ??
-selesai ucapan (baca: syubhat) Adnan Ar’Ur-
—————————–
BANTAHAN :
Sungguh “Syaikh” Adnan Ar’Ur telah berangan-angan lemah bahwasanya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata tentang Khawarij :
“Mereka saudara kami yang memberontak kepada kami”
Kemudian berdalilkan perkataan Ali radhiyallahu ‘’anhu tersebut dengan perkataannya bahwa :
KHAWARIJ ADALAH SAUDARA KITA !!
Padahal sesungguhnya Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakan kalimat tersebut kepada AHLUL JAMAL (orang-orang yang terlibat pada perang Jamal yang diantara mereka para sahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum ajma’in yang mana dalam hal ini mereka berijtihad, dan merekalah ahlu ijtihad, dan kami menjaga lisan kami terhadap para sahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum ajma’in , -pen) BUKAN kepada kelompok Khawarij.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam ‘Mushannaf’ nya (15/256) Al Baihaqy dalam ‘Sunan’nya (8/172,183) dan Abul Arab dalam ‘Al Mihan’ (105,106)
Dari Abul Bakhtary berkata:
Ali radhiyallahu’ anhu ditanya tentang Ahlul Jamal, “Apakah mereka orang-orang musyrik?”
Beliau berkata : “Bahkan mereka lari dari kesyirikan.
Ditanya lagi : “apakah mereka munafiq?”
Beliau berkata : “Sesungguhnya orang-orang munafiq itu tidaklah mengingat Allah kecuali sedikit,”
Ditanya lagi: “maka apakah (keadaan) mereka?”
Mereka adalah saudara-saudara kami yang melampaui batas kepada kami”
Adapun tentang Khawarij, maka telah diriwayatkan dari Abdurrazzaq (10/156) dan Ibnu Abi Syaibah (15/332) dan Ibnu Nashr dalam ‘Ta’dhzim Qadr Ash-Shalah’ (591-594) dan Al Baihaqi (8/174) dari Thariq bin Syihab berkata :
“Aku berada di sisi Ali radhiyallahu ‘anhu, maka ditanyakan tentang Ahlu An Nahrawan (orang-orang Khawarij yang diperangi oleh Khalifah Ali radhiyallahu ‘anhu di Nahrawan) apakah mereka orang-orang musyrik ?
Beliau berkata : ” (tidak) bahkan mereka lari dari kesyirikan”.
Ditanya lagi : “apakah mereka orang-orang munafiq ?”
Beliau berkata: “Orang-orang munafiq tidaklah mengingat Allah kecuali sedikit”
Mereka berkata lagi : “Kalau begitu apakah (keadaan) mereka ?”
Beliau berkata : “Mereka adalah suatu KAUM yang memberontak kepada kami”.
Pada sanad yang diriwayatkan oleh Abdurrazzaq ada inqhitha’ (keterputusan sanad) akan tetapi pada riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Nashr sanadnya tersambung dan shahih, dan inilah lafadz kalimat (beliau -‘Ali- yang benar) sebagaimana yang anda lihat, bukan kalimat ( إخواننا : saudara kami) (akan tetapi beliau menggunakan lafadz ‘قوم’ : kaum)
Dan telah disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahillah dalam Al Bidayah wan Nihayah (10/591) dengan lafadz ( إخواننا : saudara kami) yang ditujukan kepada orang-orang Khawarij, AKAN TETAPI beliau (telah salah dan) menyangka telah berbuat baik, ketika beliau membawakan dengan sanadnya dari (Kitab Al Khawarij) oleh Al Haitsam bin ‘Ady dari Ismail bin Abi Khalid, dan Al Haitsam ini riwayatnya mungkar sebagaimana pada biografinya dalam kitab “Tarikh Baghdad” (14/50), dan yang menunjukkan atas kemungkaran (periwayatannya) sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Nashr dalam kitabnya yang telah lewat penyebutannya hal. 593 tentang atsar tersebut, akan tetapi dari jalur periwayatan Waki’ dari Ismail bin Abi Khalid dengan sanadnya, disebutkan dengan lafadz ” قوم حاربونا” : Suatu kaum yang memerangi kami.
Dan sanadnya shahih, maka ini menunjukkan bahwa lafadz ” إخواننا بغوا علينا” : mereka saudara kami yang memberontak kepada kami” dari kemungkaran Al Haitsam.
1. Oleh karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam “Risalah Fadhlu Ahlul Bait wa Huququhum” halaman. 29 :
“Telah shahih dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dari sikap beliau diantaranya :
Ketika memerangi Ahlul Jamal beliau tidak mencela anak keturunan mereka, tidak merampas harta mereka (tidak menjadikannya ghanimah), tidak menghabisi mereka yang terluka, tidak mengejar yang lari, tidak membunuh yang ditawan, dan beliau menshalati korban yang terbunuh pada kedua belah pihak baik pada perang Jamal maupun Shiffin dan beliau berkata ‘إخواننا يغوا علينا’ : Saudara kami yang melampaui batas kepada kami’ dan beliau menjelaskan bahwa mereka bukanlah orang-orang kafir ataupun munafiq.
Mengikuti apa yang telah difirmankan dalam Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Allah Ta’ala menyebut mereka dengan nama ‘إخوة’ : saudara, dan menjadikan mereka sebagai orang-orang beriman yang berperang dan melampaui batas.
Sebagaimana yang di firmankan oleh Allah Ta’ala dalam QS. Al Hujurat 9 ;
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Hujurat 49:9)
Beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) juga berkata di halaman 31:
Tidaklah sama antara yang wafat (setelah diperangi) kemudian dishalati atasnya dan disebut dengan nama ‘إخواننا’ dengan orang-orang yang wafat (setelah diperangi) dan TIDAK dishalati atasnya, bahkan dikatakan :
‘Orang-orang yang sia-sia usahanya dalam kehidupan dunia sedangkan mereka menyangka telah berbuat baik’
Dan beliau berkata: “Merekalah orang-orang Ahlu An Nahrawan (Khawarij yang berperang melawan pasukan Ali radhiyallahu anhu).”
Maka inilah perbedaan antara Ahlu Al Harura (Harury/Khawarij) dengan selain mereka sebagaimana yang telah disebutkan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pada pemerintahan beliau dengan ucapan dan perbuatan, sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya dan inilah yang benar, yang tidak ada tandingannya bagi siapa yang diberi hidayah kepada Petunjuk-Nya”
Begitupula yang dikatakan oleh beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) dalam “Majmu’ Fatawa” (27/518) juga pada Kitab “Minhajus Sunnah” (4/497) dan (7/407) dan ini dari ketelitian serta kecermatan beliau rahimahullah (setelah taufiq dari Allah,-pen).
2. Dan diantara pendapat yang mendukung pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Al Qurtubi dalam tafsirnya (16/323-324).
Dan jika kita mengasumsikan bahwa perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyaallahu ‘anhu ditujukan kepada Khawarij, maka kami katakan kepada Adnan Ar’Ur :
Apakah perkataan Ali radhiyallahu ‘anhu ini untuk menerjang sekat Al Wala’ wa Al Bara’ ataukah beliau mengucapkannya untuk maksud yang lain?
(Atau) apakah perkataannya ini untuk menguatkan Al Wala’ dalam bingkai Ukhuwah/Persaudaraan yang diikuti dengan rasa Mahabbah/Cinta dan Kasih Sayang pada kasus mereka ini?
Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Adnan Ar’Ur dalam penentangannya terhadap Salafiyyin?
Sungguh Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakannya untuk mengangkat dari sifat kekufurannya saja, karena orang mukmin membenci mereka karena Allah dan itulah yang dituntut, maka mereka menanyakan tentang keIslaman dan kekufuran mereka, maka jawabannya sesuai dengannya. Maka dimana posisi ucapan Adnan Ar’Ur disini ??
Maka rujuklah -jika anda mau- kitab “At Tamhid” oleh Ibnu Abdil Barr rahimahullah (23/336) atas jawaban yang (kita) perselisihkan ini, apakah perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ini ditujukan kepada Khawarij atau jika tidak, maka telah engkau ketahui perkataan beliau ini ditujukan kepada Ahlul Jamal seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (15/277-292) dengan sanad yang shahih dari Muhammad bin Ali Al Baqir bahwa:
“Ada seorang yang menyebut-nyebut di sisi Ali tentang Ahlul Jamal sampai menyebutkan tentang kekufuran mereka, maka Ali radhiyallahu ‘anhu pun mengingkarinya”
Dan diperjelas lagi, apa yang disebut berikut ini :
-Bahwa nash-nash telah mutawatir tentang diperintahkannya memerangi Khawarij serta dibongkar dan diingkarinya mereka, maka tidaklah dinisbatkannya terhadap atsar tersebut (kepada kaum Khawarij).
Dan seandainya atsar tersebut shahih dan benar ditujukan kepada kaum Khawarij (maka bagaimana) di hadapan mereka dari hadits-hadits dan atsar-atsar yang sulit untuk mereka tolak ??
Yakni diantaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“طوبى لمن قتلهم أو قتلوه
– “Beruntunglah orang-orang yang membunuh mereka (Khawarij) atau yang dibunuh oleh mereka.
“هم شر الخلْق والخليقة “
– “Mereka seburuk-buruk makhluk yang diciptakan”
” لئن أدرَكْتهم لأقنُلَنهم قَتْلَ عاد “
– “Andai aku menjumpai mereka, sungguh aku akan memerangi mereka sebagaimana memerangi kaum ‘Aad”
” مَن لقيهم فَلْيقتُلهم، فإنَّ في قَتْلهم أجراً لمن قتَلَهم يومَ القيامة “
-“Barangsiapa yang menjumpai mereka maka bunuhlah, karena sesungguhnya padanya ada pahala di hari kiamat”
Semua hadits di atas diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
(Catatan: pada setiap kalimat “memerangi”, “bunuh” dan semisalnya harus dibawah naungan penguasa/pemerintah, bukan masing-masing individu,-pen)
الخوارج كلاب النار
– Al Khawarij adalah anjing-anjing neraka
Diriwayatkan oleh Tirmidzi (3000) Ibnu Majah (176) dan selain mereka berdua dengan sanad yang shahih.
Dan nash-nash tentang hal ini sangatlah banyak, bahkan tidaklah didapati (jumlah) semisalnya serta penjabaran hadits-hadits dalam menjelaskannya kecuali terhadap kelompok Khawarij ini.
3. Kemudian, kaum salaf berlepas diri dari ahlul bid’ah sebagaimana yang nampak pada Al Qadariyyah di masa Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu anhuma dan tidaklah beliau pernah mengucapkan :
“Mereka ini saudara kita! Dan kalian wahai orang yang disibukkan dengan membantah saudara kalian! Kalian ini telah membuat lari, kurang adab dan hikmah !” Dan seterusnya…
Bahkan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwasanya Abdullah bin ‘Umar berkata kepada orang-orang Qadariyyah:
“Jika kalian menjumpai mereka, khabarkan kepada mereka bahwa saya berlepas diri dari mereka dan mereka berlepas diri dari saya”.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Syaibah (7/557) bahwa Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berlepas diri dari orang-orang Khawarij.
Apakah akan kita katakan bahwa beliau berlepas diri dari saudaranya??!
Jika Adnan Ar’ur tetap bertahan dalam menyebutkan Khawarij dengan ‘إخواننا’ ; SAUDARA KAMI, maka sahabat Rasulullah menyebut mereka (Khawarij) dengan ‘Musuh-musuh Allah’ dan memerintahkan untuk memerangi mereka (Khawarij).
Dan diantara mereka (sahabat Rasulullah) ada yang memerintahkan untuk memerangi anaknya atau maulanya (yang jadi Khawarij) ketika mereka bertemu sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d (4/301) Ahmad (4/355,382) Ibnu Abi ‘Ashim dalam ‘As Sunnah’ (906) Al Lalika’i dalam Syarah Ushul I’tiqad (2312) dengan sanad yang dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam ‘Fi Dzilalil Jannah’.
Dalam Shahih Bukhari (4728) dari Mus’ab berkata :
“Adalah Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu menyebut mereka dengan ‘Al-Fasiqun’ (orang-orang Fasiq) dan INILAH “Syaikh” Ar’Ur MENGANGGAP MEREKA SAUDARA??!
Dan Imam Bukhari berkata dalam Shahihnya (12/282 Al Fath) :
“Adalah Ibnu ‘Umar menyebut mereka dengan sejelek-jelek makhluk Allah, SEDANGKAN “Syaikh” Adnan Ar’Ur MENGANGGAP MEREKA SAUDARA??!
Dan para sahabat berlindung (kepada Allah) dari kejelekan mereka sementara Adnan Ar’Ur MENGANGGAP MEREKA SAUDARA??!
Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dalam tafsirnya (242) dengan sanad yang hasan tentang kisah Kelompok Khawarij di negeri Syam….
(Dimana salah seorang sahabat yakni Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu yang menyebutkan tentang Khawarij :
“Anjing-anjing Neraka, Anjing-anjing Neraka, Anjing-anjing Neraka 3X dan seburuk-buruk makhluk yang dibunuh di bawah kolom langit 2X, dan sebaik-baik orang yang dibunuh oleh mereka 2X, beliau mengucapkannya sambil menangis dan berkata “Semoga Allah menyelamatkan kita dari mereka, semoga Allah melindungi aku dan kalian dari mereka”.)
Dan sesungguhnya pendalilan Adnan Ar’Ur dengan perkataan Ali bin Abi Thalib ini mengingatkanmu dari pengikut pendapat yang ganjil yang meninggalkan dalil-dalil yang muhkam/jelas kepada dalil dalil yang samar/mutasyabih, yang mana Allah Ta’ala telah berfirman tentang mereka :
فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ ِ
Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya” (QS. Ali ‘Imran 3:7)
KALAU BEGITU, MENGAPA DIA MEMPERTENTANGKAN DALIL DALIL YANG JELAS DAN MUTAWATIR TERSEBUT (DALAM MENCELA KHAWARIJ DAN BERLEPAS DIRINYA PARA SAHABAT) MENUJU KEPADA ATSAR YANG YATIM (SEBATANG KARA) INI??
-selesai-
Sumber:
http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=19889
WA Ittiba’us Sunnah – SAS
Artikel terkait:
- Penjelasan Hakekat Kedustaan & Kepalsuan “PENYEJUK” dari Selebaran Gelap yang Disebarluaskan oleh Larva-larva Fitnah Fanatikus Mubtadi’ Al-Imam
- Allahu Akbar!! Terbongkarlah Kedustaan dan Kepalsuan Selebaran Fanatikus Mubtadi’ Muhammad Al Imam Atas Nama Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Hafizhahullah
- Jawaban Tegas Atas Penyebaran Selebaran Gelap Oleh Para Pembela Fanatik Mubtadi’ Muhammad Al-Imam Yang Diatasnamakan Asy-Syaikh Muhammad bin Hady Hafizhahullah
- Rekomendasi Asy-Syaikh ‘Ubaid Al Jabiry Terhadap Asy-Syaikh Raid Alu Thahir Hafizhahumallah
- Permisalan Tentang Para Penyeru Persatuan Kaum Muslimin Secara Umum Tanpa Memperhatikan Kelurusan Akidah dan Manhaj Mereka
- Bantahan Terhadap Muhammad Al Imam Yang Membolehkan Shalat di Belakang Sekte Ibadhiyah
- Kolaborasi Halabiyun: Kumpulan Thullabul Hawa’ dan Syuhada Al Iskandar
- WALLAHI DIKAU PENDUSTA WAHAI HARIS ACEH!! [Haris Aceh Menggendong Pelitakadzdzab Thullabul Ahwa’]
- Benarkah Asy Syaikh Muhammad bin Hadi & Asy Syaikh Abdullah Al Bukhari Hafizhahumallah Memberikan Udzur Kepada Muhammad Al Imam???
- (Dengan Khutbah Iednya) Muhammad Al Imam Tidak Meninggalkan Satu Celahpun Bagi Masyaikh Yaman untuk Membelanya!!
- Sekilas Tinjauan Terhadap “Watsiqah at-Ta’ayusy” yang disepakati oleh Muhammad al-Imam dengan Rafidhah Hutsiyun
- Menghancurkan Benteng Reot Lagi Rapuh dari Para Pembela Al Imam & Watsiqah Kufurnya Bersama Pemberontak Najis Khawarij Hutsiyun Rafidhah Yaman (3) – (Bantahan Terhadap Nuruddin As Suda’iy)
- Menghancurkan Benteng Reot Lagi Rapuh dari Para Pembela Al Imam & Watsiqah Kufurnya Bersama Pemberontak Najis Khawarij Hutsiyun Rafidhah Yaman (2) – (Bantahan Terhadap Nuruddin As Suda’iy)
- Perbedaan Yang Sangat Jauh, Antara “Watsiqah” Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’ah dengan “Watsiqah” Muhammad Al-Imam
- Indonesia: Mengambil Pelajaran dari Sejarah Pengkhianatan Syiah Rafidhah Menjatuhkan Ibukota Baghdad Yang Berujung Pembantaian Kaum Muslimin, Banjir Darah
- [BUKA MATA 5] Di Balik Tahdzir Terhadap Syaikh Hani, Ada Tahdzir , Tuduhan & Celaan Bertubi-tubi al Imam & al Wushabi Terhadap Asy Syaikh Rabi’ al Madkhali!!
- Berita Dusta Watsiqah Lovers: Syaikh Muhammad Bin Hadi Membela Al Imam & Watsiqah Kufurnya (Mereka Telah Berani Berdusta Atas Nama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Apalagi Terhadap Muhammad bin Hadi)
- Muhammad Al Imam Al Mubtadi’ Mempersaksikan Bahwa Dirinya Adalah Mutalawwin, Sesat, Mengkhianati Allah, Rasul-Nya & Hamba-hamba-Nya Yang Beriman!!!!
- Allah Akan Singkap Kedok Para Pendusta..
- Benarkah Tidak Perlu Memperbanyak Membaca Kitab-kitab Manhaj
- Membongkar Kedok Tahdzir (Bathil!!) Masyaikh Yaman Terhadap Syaikh Hani
- Terbaru! Tazkiyah Syaikhain Kepada As Syaikh Abu Ali Hani bin Buraik Hafizhahullah, Pasca Tahdzir 7 Ulama Yaman.
- Sambutan Asatidzah Salafiyyin Terhadap Al-Ustadz Saifuddin Zuhri, Lc (Purwokerto) Hafizhahullah
- Ingat!! Sikap Tegas Syaikhain Terhadap Mubtadi’ Al Imam
- Pujian Asy Syaikh Rabi’ kepada Asy Syaikh Ubaid hafizhahumallah
- Menghancurkan Benteng Reot Lagi Rapuh dari Para Pembela Al Imam & Watsiqah Kufurnya Bersama Pemberontak Najis Khawarij Hutsiyun Rafidhah Yaman (1) – (Bantahan Terhadap Nuruddin As Suda’iy)
- Audio Kajian Rutin Purwokerto & Pernyataan Taubatnya Al Ustadz Saifuddin Zuhri Berikut Pernyataan Berlepasdiri dari Rodja, Dzulqarnain dan Penyimpangan-penyimpangannya Serta Jawaban Untuk Membungkam Tuduhan Keji
- Benarkah Jarh Wa Ta’dil Merupakan Pintu Yang Buruk Bagi Para Penuntut Ilmu
- Menepis Tuduhan Dusta Terhadap Asy-Syaikh Hani hafizhahullah
- Syubhat yang Ditebar dan Bantahan Atasnya
- Tuduhan dan Jawaban: Asy Syaikh Hani Menyerukan Paham Khawarij Pemberontak???
- Apakah Ini Perkataan Orang Yang Dipaksa Ataukah Orang Yang Memang Menginginkan Kesesatannya dan Menyambut Gembira Saudaranya Para Rafidhah Al Hutsiyyin???!!!!
- Penegasan bahwa Muhammad Al Imam Mubtadi’ Sesat & Bencana Watsiqah Kufur-Dzalim-Jahat-Bid’ah-Batil Lagi Dusta
- Jawaban Ilmiah Atas Syubhat-syubhat Seputar “Watsiqah” (Kesepakatan) Muhammad Al-Imam dengan Rafidhah Hutsiyun
- Jenis Manusia Yang Menangis karena Al Imam & Perjanjian Kufurnya Bersama Rafidhah Hutsyiyun
- Jeritan Ahlussunnah di Fiyusy 03: Makar dan Kedzaliman Al Mughoffal Abdurrahman Al Adeni
- Kewajiban Untuk Membela Ahlul Haq & Menerangkan Kebatilan Isi Perjanjian Kufur Syaikh Al Imam Bersama Rafidhah Serta Mentahdzir Siapa Saja Yang Masih Terus Membela & Mendukungnya
- Keberkahan Bersama Ulama Kibar (Pembelaan Terhadap Asy Syaikh Hani’ bin Braik Hafizhahullah)
- Keberkahan Bersama Ulama Kibar (Pembelaan Terhadap Asy Syaikh Hani’ bin Braik Hafizhahullah)
- Benarkah Ulama Ada Yang kibar dan Ada Juga Yang Selain Kibar
- Apakah Syaikh Utsman As Salimi Menyimpang?
- Asap Hitam Fitnah Yaman
- Salafiyun Tidak Terkejut dengan Tahdzir 7 Masyaikh Yaman Terhadap Syaikh Hani Hafizhahullah
- Menjawab Alasan & Syubhat Muhammad Al-Imam’ dalam “IZALATU AL-ISYKAL”
- Sejenak Membedah Kedunguan Mughoffal Lokal Makir (MLM): Ternyata Masyaikh Fiyusy Adalah “LUQMANIYUN”!!!
- Kepalsuan Abdul Hadi al Umairi
- Kritik Ilmiah Terhadap Muhammad Al Imam: “KITA TIDAK AKAN BERPERANG KECUALI APABILA DIUTUS NABI dan MENGUCAPKAN NASH (TEKS DALIL YANG PASTI) UNTUK MEMERANGINYA”
- Sejenak Membedah Kedunguan MLM, Menyaksikan Jejak-jejak Teror & Kedzaliman Al Mughoffal Abdurrahman Al Mar’i Terhadap “Luqmaniyun” dari Berbagai Negara
- Membedah Syubhat “JIHAD” Dalam Keyakinan Syaikh Muhammad al Imam
- Bantahan Syubhat al Imam: “Kami tidak akan berperang hingga diutus seorang Nabi mengatakan kepada kami, ‘Berperanglah’!”
- Bantahan Al Allamah As Syaikh Al Luhaidan Hafizhahullah Terhadap Syubhat Syaikh Muhammad Al Imam
- Sandiwara Fiyusy: Tuduhan Keji Al Mughoffal Abdurrahman Al Mar’i Terhadap Ghuraba Sebagai Jihadi (Al Qaidah)
- Tragedi Fuyusy, Bukti Nyata Makar & Terror Al Mughoffal Abdurrahman Al Mar’i Terhadap Para Ghuraba dari Berbagai Negara Yang Membuat Ahlussunnah Menangis
- MLM Mencabik-cabik Kejujuran Di Siang Bolong Konspirasi Tanpa Malu Untuk Menipu Dunia (Haram Ditiru!!!)
- Jeritan Ahlussunnah Di Fiyusy (02): Menyumbat Mulut Kotor Kadzdzabun MLM Yang Menari-nari Di Atas Penderitaan Para Ghuroba Dari Berbagai Negara Yang Sedang Diteror Oleh Si Lalim Mughoffal Abdurrahman Al Mar’i
- Catatan Terhadap Tulisan Abbul Abbas Muhammad Jibril Asy-Syihry
- Sikap Ahlussunnah Dalam Menyikapi Tahdzir Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri Hafizhahullah Terhadap Asy-Syaikh ‘Abdurrahman Al-Adany Hadaahullah
- Benarkah Asy-Syaikh Rabi’ Al-Madkhali Setuju Dan Mendukung Kitab “Al-Ibanah” Karya Al-Imam??
- Jawaban Syaikh Hani bin Buraik Atas Tazkiyah Syaikh Washiyullah Abbas Terhadap Muhammad Al Imam
- Nasehat Emas Syaikh Ubaid Kepada Anak-anaknya atas Fitnah Syaikh Abdurrahman
- Jeritan Ahlussunnah dari Fiyusy Atas Kezhaliman Al Mughaffal Abdurrahman Al Adany (Bag. 1)
- Benarkah Para ‘Ulama Kibar Di Saudi Tidak Berjihad Melawan Rafidhah??!
- Kritik Ilmiah Terhadap Al-Bura’i dan Al-Imam
- Menyingkap Hakekat Syaikh Al Bura’i Sang Penggembos
- Tahdzir Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafizhahullah terhadap Muhammad Al-Imam dan Abdurrahman Al-Mar’ie
- Dakwah Kita Dakwah Taklim Saja, Benarkah??
- Awas Racun Syubhat!!: Demi Alasan “Maslahat” Dakwah Akhirnya Mendiamkan Kebathilan & Membungkam Mulut Para Ulama Yang Menyampaikan Al Haq!!
- FATWA Asy-Syaikh al-Muhaddits al-Mujahid Rabi’ bin Hadi al-Madkhali Hafizhahullah Bagi Penduduk Yaman Untuk BERJIHAD MELAWAN MUSUH-MUSUH ISLAM : HUTSIYYIN (RAFIDHAH)
- Klarifikasi & Jawaban Asy Syaikh Muhammad Ghalib Hafizhahullah Atas Penyebaran Audio Beliau Oleh Pembela Al Ustadz Dzulqarnain Yang Digunakan Untuk Menghantam Asatidzah Ahlussunnah Yang Menyebarkan Fatawa Ulama Yang Membantah Asy Syaikh Muhammad Al Imam
- Tanggapan Yang Lurus Asy Syaikh Muhammad bin Rabi’ Atas Tuntutan Syaikh Hani’ Agar Asy Syaikh Al Bura’i Membuktikan Tuduhannya (Persaksian Ulama Untuk Membungkam Hujatan Halabiyun & Pembela Fanatik Al Ustadz Dzulqarnain Terhadap Asy Syaikh Hani’)
- Sejarah MLM dan Kondisi Terakhir “Taubatnya” Dzulqarnain
- Kompilasi Tanya Jawab Manhajiyah
- Pembelaan & Dukungan Masyaikh Kibar Terhadap Dakwah Asy Syaikh Hani [Jawaban Yang Membungkam & Bukti Kegagalan Makar-Penggembosan Yang Dilancarkan Oleh MLM & Advokat Pembelanya]
- Benarkah Syaikh Hani’ bin ‘Ali bin Buraik Mencaci Maki Markiz-Markiz Dakwah Dan Para Ulama’???
- Membereskan Perusuh/Penggembos (Yang Menggerogoti Agama dari Dalam) Lebih Penting & Didahulukan!!
- Mengapa Penggembos Dakwah Ditahdzir dan Dihajr Serta Dijauhi Majelis Ilmunya?!
- Engkau Menerima Jarh wa Ta’dil Ketika Membeli Tomat, Namun Menolak Dalam Urusan Agama
- Sambaran Petir Bagi Hizbiyyun: Syaikh Shalih Fauzan Mendustakan Berita Bahwa Beliau Mentahdzir Syaikh Rabi’ dan Aqidahnya
- Mereka Yang Diberi Kebaikan Dalam Menghadapi Fitnah
- Tetaplah Bersama Ulama Kibar Dalam Menghadapi Fitnah (Syaikh Al-Imam)
- Salafiyun Semangat Menuntut Ilmu dan Tidak Meremehkan Kitab Rudud
- Jawaban Mantab Nan Terbimbing Untuk Membungkam Alasan “TERPAKSA” Para Pembela Isi Perjanjian Syaikh Al Imam Dengan Rafidhah Yaman (Bag. 3)
- Bukti Yang Terang Benderang Akan Kedustaan Si Pendusta Khabits MLM Farhan Aceh a.k.a Armusalli
- Jawaban Yang Mantab Atas Tahdzir Asy Syaikh Utsman As Salimi dan Komunitas MLM (Mutalawwin La’aab Makir)
- Mengenal Lebih Dekat Farhan Aceh Yang Mentahdzir Asy Syaikh Hani’ Bin Buraik Hafizhahullah
- Jawaban Mantap Nan Terbimbing Untuk Membungkam Alasan Para Pembela Isi Perjanjian Syaikh Al Imam dengan Rafidhah Yaman Oleh Para “Ahli Hikmah & Mashlahat” (Bag. 2)
- Menjawab Tahdziran Farhan Aceh Terhadap Asy Syaikh Hani’ Bin Buraik & Ustadz Luqman Ba’abduh
- Penegasan Syaikh Hani Tentang Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi al Makassari
- Jawaban Mantap Nan Terbimbing Untuk Membungkam Alasan Para Pembela Isi Perjanjian Syaikh Al Imam dengan Rafidhah Yaman Oleh Para “Ahli Hikmah & Mashlahat”
- Bimbingan Dan Harapan Terkait Fitnah Isi Perjanjian Asy Syaikh Al Imam Dengan Pentolan Hutsiyun
- Lagi-lagi Fatwa Palsu: Asy Syaikh Rabi’ Melarang Menyebarkan Vonis Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri!!
- Bantahan Para Ulama Ahlussunnah Terhadap Isi Perjanjian Asy Syaikh Al Imam dengan Pentolan Rafidhah Hutsiyun (Bag. 4)
- Bantahan Para Ulama Ahlussunnah Terhadap Isi Perjanjian Asy Syaikh Al Imam dengan Pentolan Rafidhah Hutsiyun (Bag. 3)
- Bantahan Para Ulama Ahlussunnah Terhadap Isi Perjanjian Asy Syaikh Al Imam dengan Pentolan Rafidhah Hutsiyun (Bag. 2)
- Bantahan Para Ulama Ahlussunnah Terhadap Isi Perjanjian Asy Syaikh Al Imam dengan Pentolan Rafidhah Hutsiyun (Bag. 1)
- Sekarang di Medan Dakwah Terdapat Orang-orang Yang Memakai Baju Salafiyah untuk Memerangi Ahlus Sunnah



Jazakumullahu khairan katsiran.
Semoga ikhwah di Medan segera seluruhnya mengetahui fitnah dan syubhat yang ditebarkan oleh Muhammad Ali Ishmah al Medani hadahullah.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita tetap istiqomah di atas manhaj salaf yang mulia ini, aaamiin.