Membedah Akidah Batil Zakir Naik Yang Dibela Benarkan Sururi Rodja Firanda: BOLEH MENYEBUT ALLAH TA’ALA DENGAN BRAHMA

Membedah Akidah Batil Zakir Naik Yang Dibela Benarkan Sururi Rodja Firanda: BOLEH MENYEBUT ALLAH TA’ALA DENGAN BRAHMA

KESERUPAAN FITNAH AKIDAH KARMA “ISLAMI” (= AL-JAZA’ MIN JINSIL ‘AMAL) DENGAN BRAHMA “ISLAMI” (= AL-KHALIQ) DAN WISNU “ISLAMI” (=RABB)

🖍Ubah kata kuncinya di dalam kutipan:
🔏 Karma Brahma, Wishnu
🔏 Budhdha Hindu

13 (Tiga belas) tahun yang lalu…

Satu Kutipan Tuk Bungkam Fitnah
Nah, sekarang… kita kembalikan lagi pada definisi Karma. Asal-usulnya, ternyata, dari agama Buddha, dengan istilah dan makna yang khusus. Secara aqidah, kita langsung mengerti harus bagaimana; keberadaannya dapat kita tolak sementah-mentahnya. Secara akar, ia datang dari keyakinan lain. Bagaimana mungkin kita perlu mendiskusikan: apakah buah apel itu bisa muncul di pohon duren?

Apa yang ada dalam Islam, tak akan ada dalam Buddha. Pun ajaran Buddha tak akan ada dalam Islam. Kalaupun ada kemiripan, hakikinya tetap tidak sama. Karena ruh dari aqidahnya sudah berbeda.

Baca: Website Resmi Budhdha Tolak Keras Klaim Sepihak Hukum Karma Islami

PENELITIAN MENGENAI MAKNA HARFIAH ‘BRAHMA’ DALAM BAHASA SANSKRIT MENURUT KAMUS OXFORD SANSKRIT – BAHASA INGGRIS DAN KAMUS LAINNYA

Catatan :- Penelitian ini murni ditujukan untuk mengklarifikasi makna ‘Brahma’ dalam bahasa Sansekerta yang bertentangan dengan apa yang dianggap umat Hindu sebagai dewa yang mereka sembah (‘Brahma’). Ini untuk memperjelas bahwa ada makna dasar dan asli dari kata ini (‘Brahma’) yang berbeda dari apa yang umumnya digunakan atau dipahami oleh umat Hindu dan yang lainnya selain mereka. Ini akan semakin menyoroti ketidaktahuan dan kesesatan yang dianut oleh Tn. Naik (dan Sururi Halabi Rodjai Firanda, pen.)

1⃣ Kamus Oxford Bahasa Sanskerta-Inggris

🚦Tentang Brahma

[ secara harafiah berarti ‘pertumbuhan’, ‘ekspansi’, ‘evolusi’, ‘perkembangan’, ‘ Pembengkakan jiwa atau ruh ‘] curahan hati yang saleh atau ucapan hati dalam memuja para dewa. Brahma atau satu roh impersonal yang ada dengan sendirinya, satu jiwa universal (atau satu hakikat dan sumber ilahi yang darinya semua ciptaan memancar atau yang dengannya mereka diidentifikasi dan kepadanya mereka kembali).

Yang ada dengan sendirinya, yang mutlak, yang abadi (biasanya bukan objek pemujaan), melainkan objek mediasi dan pengetahuan;

Brahma atau satu roh universal impersonal yang terwujud sebagai pencipta pribadi dan sebagai yang pertama dari tiga serangkai dewa pribadi

1. Brahma, m. pendeta (lihat asura-, kn-, mata-br0); n. roh yang ada dengan sendirinya, yang absolut, R.
2. Brahma, dalam perbandingan dengan brahman. – perhatikan bahwa dalam turunan berikut nom. m. (Brahma) digunakan untuk roh yang impersonal dan nom. m. (Brahma) untuk dewa yang personal.

Pers Clarendon
Sir Monier Williams MA, KCIE
Hon. DCL OxON, Hon LLD Calcutta, Hon PH.d GOTTINGEN, Hon Fellow
University College dan terkadang fellow Balliol College Oxford

dengan kolaborasi     

Profesor E. Leumann PH.d, Universitas Stausbugg
Profesor C. Cappeller PH.d, Universitas Jena dan cendekiawan lainnya

===

2⃣ Kamus Bahasa Sanskerta – Bahasa Inggris oleh VS Apte

🚦Brahma – Roh Tertinggi

Brahman – 1. Berkaitan dengan Brahman atau Sang Pencipta atau Roh Tertinggi.
2. Bersifat Brahmin, milik para Brahmana.
3. Berkaitan dengan pengetahuan atau studi suci
. 4. Ditetapkan oleh Weda.
5. Suci, Sakral, Ilahi.

Hal. 396.

Brahmavath – a. Memiliki pengetahuan spiritual.
Brahmanee – Istri Brahman
Brahmaan – a. Berkaitan dengan Brahma- m. Julukan Wisnu.

Hal. 394.
Oleh – Vaman Shivram Apte.
Alamat: Utama 9, Blok III, Jayanagar, Bangalore – 5600011.
8, Kamar Mahalaxmi, Jalan Warden, Mumbai – 400026.
ISBN- 81-208-004403 (kain)
– 81-208-0045-1 (kertas)
Pendahuluan ditulis oleh VS Apte,
Tempat: Poona
Tanggal: 15 Februari 1890. 

===

3⃣ Kamus Sanskerta – Inggris oleh McDonnell.

Brahman – Jiwa Universal Tertinggi,
Dewa utama dalam Panthon India (yang merupakan bentuk pribadi terakhir dari dewa absolut impersonal Weda, yang bersifat netral);

Arthur Anthony McDonnell, Universitas Oxford

4⃣ Kamus Sanskerta – Inggris oleh Vidyasagar

Deskripsi : Sabda-Sagara atau Kamus Sansekerta-Inggris Komprehensif, terutama berdasarkan Kamus Sansekerta-Inggris HHWilson

BRAHMAN – DEWA PERTAMA DARI TIGA SERANGKAI HINDU, dan pencipta dunia yang aktif.
2. Seorang Brahman
3. Pendeta yang mengawasi atau memimpin upacara pengorbanan.
4. Salah satu dari Weda astronomi.
5. Salah satu pelayan utama Jina
6. Penyebab dan hakikat ilahi dunia, yang darinya semua makhluk ciptaan seharusnya berasal dan kepadanya mereka kembali, Tuhan yang tidak dikenal.
7. Praktik pengabdian yang keras. Pengetahuan suci.

Pandit Kulapati Jibananda Vidya Sagar.
Edisi Pertama, 1900.
Hal. 520. 

=========

Kesesuaian Antara Brahma Di Dalam Trinitas Hindu Dengan Al-Khaliq Di Dalam Islam

BRAHMA ADALAH AL-KHALIQ

(Zakir Naik – Sururi Rodjai Firanda):

“Bahwasanya Zakir Naik berkata: Brahma dikenal sebagai pencipta yang dalam bahasa arab bermakna Khaliq. KITA UMAT ISLAM TIDAK AKAN MEMBANTAH JIKA ALLAH DIKATAKAN KHALIQ (BRAHMA, pen.).

YA BENAR. Jadi maksud Zakir Naik -wallahu a’lam bishawab-:

Kalau ada seseorang menyebut Tuhan (dalam bahasa sansekerta) BRAHMA (MAKA) TIDAK ADA LARANGAN DALAM ISLAM karena BRAHMA artinya apa? Pencipta.
Sama dengan ucapan Pencipta. Pencipta itu bukan dalam bahasa arab. Kita menyebut Allah dengan Pencipta boleh apa tidak?! Boleh.

Nah, BRAHMA itu dalam bahasa arab BRAHMA artinya Pencipta.

⛓‍💥🔨https://youtu.be/MVHq6FE8g3U?si=Mlxch2SOL7wvo1nT

Baca: Website Resmi Budhdha Tolak Keras Klaim Sepihak Hukum Karma Islami

Ketika membuka kamus bahasa Inggris-Sanskerta, saya menemukan yang berikut ini… Ini seharusnya menjelaskan apa arti harfiah dari Brahma? Itu bukan ‘Sang Pencipta’ tetapi lebih tepatnya berarti ‘Roh Tertinggi’ dalam bahasa tersebut. Namun, bukan urusan kita jika dewa yang disembah umat Hindu disebut sebagai pencipta, maksud saya hanya untuk menunjukkan bahwa arti harfiah dari Brahma adalah sesuatu selain ‘Sang Pencipta’ karena nama ini telah diizinkan oleh Zakir Naik untuk Menyebut Allah Ta’ala.

5⃣ Kamus bahasa Inggris – bahasa Sanskerta

Keterangan:
Leksikon ini menawarkan bantuan yang efektif kepada siswa, dalam mempraktikkan penerjemahan ke dalam bahasa Sanskerta terbaik untuk ungkapan dan idiom modern, dengan beberapa padanannya, dan berbagai nuansa makna. Leksikon ini mencakup banyak istilah agama, sastra, mitologi, sains, yang akan mengarah pada pengetahuan yang benar tentang adat istiadat timur, kebiasaan berpikir, ajaran agama, dan ketaatan seremonial, yang pada akhirnya meningkatkan simpati timbal balik antara Timur dan Barat.

Sir M.Monier-Williems
Diterbitkan: Motilal Banarsidass Oktober 1989

⚠️Perhatikan kata ‘Pencipta’ dan Anda akan menemukan berbagai kata berbeda dalam bahasa Sanskerta untuk kata ‘Pencipta’ tetapi ‘Brahma’ tidak ditemukan di mana pun.
Jadi terjemahan:

Pencipta – a. Uthpadakah, Dhata, m.
Vidhata, Sruk, SrushtiKarta, Bhavanah, -(Dari Dunia),
Jagadkartha, Jagadsashta, LokKrut.
Hal. 145.

Tetapi jika Anda memeriksa kata ‘Spirit’, inilah yang akan Anda lihat:

ROH:
1. Aatma.  
2. (Roh Tertinggi) – Brahma n.
3. Dalam terjemahan Alkitab modern, Roh Kudus diterjemahkan oleh PAVITRATHMA.

Halaman 765,
Kamus Bahasa Inggris – Bahasa Sanskerta Monier Williams.
Jalan Bunglow, Jawahar Nagar, Delhi, 1100007.
24 Race Course Road, Bangalore, 5600001.
120 Royapettah High Road, Mylapore, Madras 600004.
ISBN- 81-208-0454-6 
Kata Pengantar: East-India College, HaileyBury, 5 November 1851.

Literal Meaning Of Brahma

Jelaslah Brahma menurut akidah Hindu memiliki makna, definisi dan keyakinan khusus tersendiri.

Menyamakan Brahma dengan Al-Khaliq, salah satu dari nama-nama Asmaul Husna https://asysyariah.com/arti-nama-allah-al-khaliq/ adalah sejelas-jelas pengelabuan akidah, pembodohan akidah dan penyesatan dari akidah shahihah tanpa diragukan.

Halabiyun merilis kembali pembelaan Sururi Halabi Rodjai Firanda terhadap akidah Batil Zakir Naik:

🔥 BOLEH⚠️
Dalih Firanda, boleh menyebut Allah dengan Brahma sebagai Khabar, maka kita tanyakan, Al-Khaliq Khabar dari siapa dibandingkan asal muasal khabar tentang Brahma mu sang ‘pencipta’ itu??!

Dalil Al-Khaliq adalah khabar di dalam Al-Qur’an:

1⃣ Al-Hasyr: 24

هُوَ اللّٰهُ الۡخَـالِـقُ الۡبَارِئُ الۡمُصَوِّرُ‌ لَـهُ الۡاَسۡمَآءُ الۡحُسۡنٰى‌ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُ

“Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk rupa. Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana”

🏹 Pertanyaan kepada Zakir Naik dan Sururi Firanda:

Apakah engkau meyakini bahwa ayat di atas, al-Khaliq Sang Pencipta, Pembentuk rupa, Pemilik nama-nama yang indah, Yang Mahaperkasa, Yang Mahabijaksana itulah pula Brahma yang kepadanya apa² yang ada di langit dan bumi bertasbih kepadanya?!!

2⃣ Fussilat: 37

وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.”

🏹 Pertanyaan kepada Zakir Naik dan Sururi Firanda:

Apakah al-Khaliq Sang Pencipta matahari dan bulan di dalam ayat ini itulah pula nama lain dari Brahma yang kepadanya kaum mukminin, muslimin menyembahnya?!!

3⃣ Az-Zumar: 62

اَللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍۙ وَّهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ”.

“Allah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu”.

🏹 Pertanyaan kepada Zakir Naik dan Sururi Firanda:

Apakah engkau meyakini bahwa al-Khaliq di dalam ayat ini adalah Brahma yang menciptakan segala sesuatu?!!

4⃣ Yasin: 81

اَوَلَيۡسَ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنۡ يَّخۡلُقَ مِثۡلَهُمۡؔ بَلٰی وَهُوَ الۡخَـلّٰقُ الۡعَلِيۡمُ

“Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.”

🏹 Pertanyaan kepada Zakir Naik dan Sururi Firanda:

Apakah di dalam ayat di atas, al-Khaliq yang menciptakan langit dan bumi adalah Brahma?!!

Sekali lagi,

☝️Ketika membaca ayat² suci di atas, apakah kamu wahai Zakir dan Firanda meyakini bahwa Allah, Al-Khaliq yang bersumber khabar langsung Allah Yang Maha Suci di dalam Al-Qur’an = BRAHMA, khabar kaum Hindu polyteisme -yang tak pernah terbasuh wudhu dan tak tahu tata cara bersuci dan bersyahadat- tentang salah satu berhala sesembahannya sebagai Pencipta alam semesta dan segala isinya?!

Ataukah -engkau- wahai Zakir Naik dan Firanda sedang mempropagandakan bahwa walaupun agamanya berbeda-beda tetapi Tuhannya tetap satu jua?! Allah Ta’ala dan itulah pula nama lainnya adalah Brahma?!
Na’udzubillah minal ahmaq wadh dhalal.

Telah benar Rasulullah ﷺ yang bersabda,

وجُعِلَ الذِّلَّةُ والصَّغارُ على مَن خالف أَمْرِي ، ومَن تَشَبَّهَ بقومٍ فهو منهم.

“Akan ditimpakan kehinaan serta kerendahan atas seseorang yang menyelisihi perintahku. Dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka.”

📚 HR. Bukhari (2914) secara Mu’allaq, dan Imam Ahmad (5115) secara Maushul, serta dihasankan oleh Al-Allamah Al-Albani dalam Jilbab Al-Ma’rah hlm. 204.

https://t.me/forumsalafy/20799

Baca artikel terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *