Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Tahdzir Kepada Al-Irsyad Semakin Mendunia (Kehizbiyyahannya)!!

Fatwa Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafidzahullohu Ta’ala Mengenai Jum’iyah Al-Irsyad Indonesia
Mei 30th, 2007 at 11:15 (Abu Maulid Menulis, Fatwa Ulama)
بســــم الله الرحمن الرحيم
عليكم السلام ورحمة الله وبركاته   وبعد
Ketahuilah, bahwa sungguh saya tidak memperbolehkan bekerja sama dengan kelompok-kelompok politik atau hizbiyah manapun seperti Nadwatul Mujahidin di Kairala. Bahkan Saya sudah memperingatkan dari mereka (mentahdzir mereka), karena telah nyata bagiku bahwa kelompok tersebut tidak berada di atas Sunnah, dan juga Kelompok-kelompok politik yang aku tidak melihat (ada kebaikan) bekerja sama dengan mereka, dan demikian juga kelompok Ahlil Hadeeth Birmingham  di Britania yang dipimpin oleh Abdul Hadi Al-Omri dan Jum’iyah Al-Irsyad Indonesia yang didirikan oleh Ahmad As-Surkati.
—————————


Fatwa datang dari Syaikh Ubaid Al Jabiri Hafidzahullohu Ta’ala pada tanggal 15 Mei 2007
Soal:
Apa pendapat Anda tentang usaha membentuk kelompok atau jamaah islamiyah (organisasi keislaman) atau lembaga-lembaga islamiyah untuk tujuan dakwah kepada Alquran dan As-Sunnah serta Aqidah salafus sholih, semoga Alloh menambahkan ilmu anda dan semoga bermanfaat bagi kita semua, semoga Alloh membalas kebaikan Anda.
Syaikh menjawab:
Jika suatu negeri peduli terhadap As-Sunnah dan Ahlinya, dan negeri itu mengikuti As-Sunnah maka tidak dibolehkan membentuk/mendirikan kelompok dengan nama Jamaah Islamiyah sekalipun. Akan tetapi, dibenarkan tujuan islami membentuk/membuat lembaga-lembaga khusus untuk kepentingan menyebarkan Sunnah. Dan apabila negeri itu bukan negeri Islam, atau negeri Islam tetapi tidak mempedulikan Sunnah, maka tidak ada larangan-insya Allah-membentuk kelompok/jamaah untuk menegakkan sunnah atau membentuk lembaga-lembaga dengan cara sistematis.
Soal:
Kami tinggal di negeri nonmuslim dan kami tidak mendapati seorang imam dan jamaah, maka apakah disyari’atkan bagi kami untuk menjadi anggota salah satu kelompok (organisasi) seperti Nadhwatul Mujahidin?Semoga bermanfaat bagi kita, semoga Allah melimpahkan berkah kepada anda, dan semoga Alloh membalas Anda dengan sebaik-baik balasan.
——–Dari Az-Zubair Muhammad Manatudiy—Kairala (India).—–

Syaikh menjawab:
بســــم الله الرحمن الرحيم
عليكم السلام ورحمة الله وبركاته   وبعد
Ketahuilah, bahwa sungguh saya tidak memperbolehkan bekerja sama dengan kelompok-kelompok politik atau hizbiyah manapun seperti Nadwatul Mujahidin di Kairala. Bahkan Saya sudah memperingatkan dari mereka (mentahdzir mereka), karena telah nyata bagiku bahwa kelompok tersebut tidak berada di atas Sunnah, dan juga Kelompok-kelompok politik yang aku tidak melihat (ada kebaikan) bekerja sama dengan mereka, dan demikian juga kelompok Ahlil Hadeeth Birmingham  di Britania yang dipimpin oleh Abdul Hadi Al-Omri dan Jum’iyah Al-Irsyad Indonesia yang didirikan oleh Ahmad As-Surkati.
Aku menyebutkan pada fatwa itu dan yang lainnya dengan jalan yang sistematis agar memberikan keprihatinan khusus kepada siapa yang berwenang di negeri itu.
Dan aku menambahkan di sini bahwa jamaah seperti itu sebaiknya diurus oleh orang-orang yang berbudi pekerti mulia dan berdiri diatas manhaj salafus sholih yang Haq, serta tazkiyah dari para ulama yang menyaksikan keshohihan manhaj mereka.
Dan untuk menjernihkan hal tersebut itu, serta mengakhiri perselisihan maka aku menegaskan bahwa aku tidak menginginkan menjadi penguasa yang memerintah dan melarang siapapun yang berada dibawah panji-panji (kelompoknya). Namun, aku hanya berkeinginan bahwa jama’ah (kelompok-kelompok yang ada) mengajarkan Hukum Syariat dari Alquran dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus sholih, serta jauh dari politik. Maka itu semua bisa tercapai dengan berhimpunnya beberapa lembaga yang mengajarkan kaum muslimin tentang hukum Alloh sebagaimana yang telah aku gambarkan dan telah aku tekankan. Dan tidaklah mengherankan jika Nadwatul Mujahidin merubah perkataanku ini, karena ia adalah kelompok politik.
Selasa, 28 Robi’ul Awwal 1428
Fatwa datang dari Syaikh Ubaid Al Jabiri Hafidzahullohu Ta’ala pada tanggal 15 Mei 2007

*Diterjemahkan secara bebas oleh Al-Akh Abu Aqil hafidhahullah
Sumber: http://salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?forum=9&topic=6033

**********************************************************
QUESTION FORWARDED TO SH. OBAID HAFIDAHU ALLAHبســــم الله الرحمن الرحيمالســـلام عليكم ورحمة الله وبركاته،شيخنا بارك الله فيكم، إنه ظهرت في الآونة الأخيرة فتوى باسم سماحتكم بين المسلمين في كيرالا وفي جميع مواقع الجاليات المليبارية حول العالم، وقد قام بنشرها وإشاعتها العاملون في ندوة المجاهدين بكيرالا، ويحتجون بها على مشروعية تأسيس تنظيمات أو أحزاب إسلامية مثل ندوة المجاهدين والانضواء تحت لوائها، وفيما يلي نص الفتوى المنشورة:الســــلام عليكم ورحمة الله وبركاته،ما قول سماحتكم في شرعية تأسيس جماعة أو جمعية إسلامية أو مراكز إسلامية للدعوة إلى الكتاب والسنة وعقيدة السلف الصالحين، زاد الله علمكم ونفعه لنا ولكم وجزاكم الله خيرا.
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته، وبعد…
فإن كانت الدولة تهتم بالسنة وأهلها وهي على السنة فلا يجوز إنشاء جماعة بمسمى جماعة إسلامية، ولكن يجوز تحت مظلة الجهة المختصة بالشئون الإسلامية فيها إنشاء مراكز للسنة، وأما إذا كانت الدولة غير مسلمة، أو مسلمة وليس لها اهتمام بالسنة فلا مانع إن شاء الله من إنشاء جماعات للسنة أو مراكز بالطرق النظامية.
عبيد الجابري
الأحد 16/محرم/1428هـ
السؤال: نحن نعيش في دولة غير مسلمية وفي حالة انعدام الإمام والجماعة، فهل يشرع لنا الانضواء تحت واحدة من الجماعات القائمة مثل ندوة المجاهدين ؟ أفيدونا بارك الله فيكم، وجزاكم الله عنا خير الجزاء،،،
إبنكم المطيع/ الزبير محمد ماناتودي
كيرالا ـ الهند
ARABIC TEXT OF THE FATWA
بســــم الله الرحمن الرحيم
عليكم السلام ورحمة الله وبركاته   وبعد…..
إعلم أني لا أجيز التعاون مع إي جماعة سياسية أو حزبيه مثل ندوة المجاهدين بكيرلا بل أحذر منها لأنه ثبت عندي أنها ليست على السنة ومن الجماعات السياسية التي لا أرى التعاون معها ولا الانضواء تحتها جماعة أهل الحديث في برمنجهام ببريطانيا التي من رؤوسها عبد الهادي ألعُمري وجمعية الإرشاد في إندونيسيا التي أسسها أحمد السركتي.
2-  ذكرت في تلك الفتوى وغيرها بالطرق النظامية وهذا يعني موافقة جهات الاختصاص في الدولة.
3-   وأزيد هنا أن يقوم على تلك الجماعة أخيار فضلاء على المنهج السلفي الحق وان يكونوا مزكين من علماء مشهود لهم بصحة المنهج.
4-  وايضاحا لما سبق وقطعاً للجاج اقول ليس مرادي جماعة يكون لها الامر والنهي وان ينضوي تحت لوائها من شاء من الناس وانما مرادي جماعة تدرس الاحكام الشرعية من الكتاب والسنة وعلى فهم السلف الصالح وبعيدة عن السياسة فهي بمثابة مركز يتبعة مدارس يتعلم فيها لمسلمون احكام الله على ما وصفنا وقيدنا ولا غرابة ان تحرف ندوة المجاهدين كلامي لانها جماعة سياسيه.
الثلاثاء 28/ ربيع الاخر/1428
جاء من عبيد الجابري‏ بتاريخ 15/05/07،
ENGLISH TRANSLATION OF THE FATWA
Bismillahi Rahmani RaheemAlaikomussalam wa Rahmatullahi wa Barakatuhu… to proceed,Know that I don’t see it is permissible to cooperate with any of hizbee or siyasee groups like Kerala Nadwathul Mujahideen. Instead, I have given warning against them, because it has been established with me that this group is not upon Sunnah. Likewise, Jamiyyatu Ahlil Hadeeth of Birmingham in Britain headed by Abdul Hadi al-Omri and others, and Jamiyyathul Irshad of Indonesia which was founded by Ahmed assarkati are among the Siyasee groups that I deem not permissible to join or cooperate with them.In that Fatwa and others I mentioned ‘by the systematic ways’ and it means approval of the concerned Authorities of that country.Moreover I wish to add here that such Jama’a should be maintained by righteous and noble persons upon the true way of the pious predecessors. Their credibility must be  pronounced (tazkiyah) by Scholars in terms of the veracity of Manhaj.To clarify the aforesaid and to end the dispute let me say that I didn’t mean a group that keeps authority to order and prohibit and whoever wishes amongst the people can gather under its banner. My intention is only a Jama’a which teaches the rulings of Sharia from Quran and Sunnah upon the understanding of the pious predecessors, and that keep distance itself very far from politics. Then it will have same function  as a centre only and some institutions will come under it in which Muslims can learn the Regulations (Ahkaam) of Allah and this will be in accordance with what I described and stipulated. It is not strange that Nadwathul Mujahideen distorted the sense of my words because it is a Siyasee group.
Tuesday, 28/Rabeeul Akhir/1428
recieved from Sheik Obaid al Jabiree on 15.05.2007
(translated & forwarded to me by akheena abu talal zubair ibn muhammed (hafidhahullah)-to whom shaykhana ubaid hafidhahullah  gave this fatwa)
To read about Shaykh Al Allaamah Ubaid Al Jaabiree hafidhahullah’s previous fatwa on KNM: http://www.salafitalk.net/st/printthread.cfm?Forum=6&Topic=1372
The reality of jamiat ahle hadeeth,UK: http://salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=3384
Jamiat Ahle Hadees India: http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=4477
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=5797
“Oh Allah, I seek refuge in You lest I misguide others, or I am misguided by others, lest I cause others to err or I am caused to err, lest I abuse others or be abused, and lest I behave foolishly or meet with the foolishness of others”. (Abu-Dawud, Ibn Majah, Nasa’i, At-Termithi see also Al-Albani, Sahih At-Tirmithi 3/152 and Sahih Ibn Majah 2/336)

Sumber: http://antosalafy.wordpress.com/2007/05/30/fatwa-syaikh-ubaid-al-jabiri-hafidzahullohu-taala-mengenai-jumiyah-al-irsyad-indonesia/

Comments are closed.