Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Hukum Mengucapkan Lafaz “Sayyidina Muhammad” Pada Saat Menyebut Nama Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam

Bismillahirrohmanirrohim. o

hukum mengucapkan lafaz sayyidina

Hukum Mengucapkan Lafaz “Sayyidina Muhammad” Pada Saat Menyebut Nama Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam

 

Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor4276

Pertanyaan 3:
Apakah boleh mengucapkan lafaz “Sayyidina Muhammad” pada saat menyebut nama Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, selain dalam Al-Quran dan Sunnah, seperti shalawat Ibrahimiyah atau yang lainnya?

Jawaban 3: Sepengetahuan kami, bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat tasyahud tidak ada lafaz sayyidina, yakni: ( Allahumma Shalli `Ala sayyidina Muhammad.. dst).

Begitu juga ketika azan dan iqamah, tidak boleh diucapkan lafaz tersebut. Ini Karena lafaz sayyidina tidak ada di dalam hadits shahih ketika Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengajarkan para sahabat beliau tata cara bershalawat, azan dan iqamah. Selain itu, ibadah harus berdasarkan dalil.
Oleh karena itu, tidak boleh menambah sesuatu yang tidak disyariatkan Allah Subhanahu wa Ta`ala.

Namun, jika menambah lafaz tersebut diluar salat, maka itu diperbolehkan, berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam,

Aku adalah tuannya anak Adam pada hari kiamat dan tidak ada kebanggaan

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Ketua
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Anggota
Abdullah bin Qu’ud

Anggota
Abdullah bin Ghadyan

Url sumber: http://alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=id&View=Page&PageID=2239&PageNo=1&BookID=3

?????????
⚔?Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
? Klik ➡️JOIN⬅️ Channel Telegram:
? http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com

 

 

 

 

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>