Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Abdurrahman bin Mar’i Memotong Kucuran Bantuan Dana Bagi Muridnya Yang Bersama Ulama’ (Kibar)

Bismillahirrohmanirrohim. o

Abdurrahman bin Mar i potong kucuran bantuan untuk muridnya yg bersama ulama kibar

Abdurrahman bin Mar’i Memotong Kucuran Bantuan Dana

Bagi Muridnya Yang Bersama Ulama’ (Kibar)

Ditulis oleh :
(Asy-Syaikh) Abul Abbas Yasin bin ‘Ali Al-‘Adeny -hafidzohullahu ta’ala-

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين، و أصلي و أسلم على النبي الكريم، و على آله و أصحابته الأطهار الميامين.

Amma ba’du,

Wahai salafiyyin yang ada di setiap tempat, sungguh kami -bihamdillahi ta’ala- tidak datang suatu hari melainkan semakin yakin atas kesesatan Abdurrahman bin Mar’ie, yaitu dari kelakuan-kelakuannya dan perkataan-perkataannya.

Dan sekarang inilah dia, diperlihatkan kepada manusia kejahatan dari kejahatan-kejahatannya, kejelekan dari kejelekan-kejelekannya, dan kelicikan dari kelicikan-kelicikannya, yaitu: bahwa ia memotong bantuan dana yang diberikan oleh orang-orang baik untuk para penuntut ilmu.

Yaitu disebabkan karena mereka berjalan bersama bimbingan Ulama: seperti Asy-Syaikh Robi’ Al-Madkholy, Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry, Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholy dan Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhory -hafidzohumullahu ta’ala-.

Dalam judul ini saya memiliki tiga point :

1. Pertama: Saya ingatkan kepada saudara-saudaraku para penuntut ilmu yang diputus baginya bantuan, saya ingatkan mereka dengan Firman Allah Ta’alaa:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦)أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (155). (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (156). Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (157). (QS. Al-Baqarah ayat 155-157)

Maka orang-orang yang kokoh haruslah Allah uji mereka dengan hal ini, telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab “Shahih” dari hadist Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- ia berkata:

“Rasulullah ﷺ pernah keluar pada suatu hari atau suatu malam ketika itu ternyata beliau bersama Abu Bakr dan Umar, kemudian beliau ﷺ berkata: ” Apa yang membuat kalian berdua keluar dari rumah kalian pada saat ini?”. Mereka berdua berkata: ” rasa lapar Yaa Rasulullah”. Beliau berkata:

” Dan saya juga demi jiwaku yang ada ditangan-Nya benar-benar apa yang membuat aku keluar sama seperti apa yang membuat kalian keluar”.

Telah berkata Syaikh kami Al-Imam Al-Wadi’iy dalam kitab “Dzammul Masalah” :

فإنني أنصح لأهل السنة أن يصبروا على الفقر، فهي الحال التي اختارها الله لنبيه محمد ﷺ

” Maka sungguh aku nasehatkan kepada Ahlus Sunnah untuk senantiasa bersabar dalam keadaan KEFAKIRAN, karena itu adalah keadaan yang Allah pilihkan kepada Nabi-Nya Muhammad ﷺ ”. 
–selesai penukilan–.

Sesungguhnya ada suatu kaum dari manusia -yang aku dan kalian berlindung kepada Allah dari mereka- mereka mengira bahwa siapa saja yang kokoh di atas kebenaran maka ia tidak akan mendapatkan ujian dan musibah, mengira bahwa manusia akan menerima atasnya, mengira bahwa Bumi akan terhampar untuknya secara tiba-tiba…, kemudian ketika dia mendapati mereka tertimpa musibah maka dengan segera mereka tidak meninggalkan kebenaran dan menelantarkan orang-orang yang benar.

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullahu-:

الصبر على الفقر مرتبة لا ينالها إلا الأكابر

“Sifat sabar di atas kefakiran merupakan martabat yang tidak didapatkan martabat itu kecuali orang-orang yang besar (ilmunya).” –Selesai penukilan– (Dari kitab “Al Bidayah wan Nihayah” 10/363)

Dan terakhir coba ingat kembali kisah Imam tersebut, yaitu Abu Utsman ‘Affan bin Muslim -rahimahullah- ketika beliau kokoh dalam menghadapi fitnah pemakhlukan Al-Quran, kemudian dikatakan kepadanya: wahai Syaikh sungguh Amirul Mukminin berkata:

“Sesungguhnya kamu jika tidak menjawab pertanyaan orang yang menyerumu kepadanya (Al-Quran makhluk) akan dipotong darimu apa yang mengalir di atasmu (harta)” .

Lalu beliau abaikan menjawab pertanyaan penguasa kepada kebathilan, dan berkata ‘Affan kepada mereka:

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (٢٢)

“Dan di langit terdapat rezeki kalian dan apa yang ia janjikan kepada kalian”. (QS. Adzariyat: 22)

Dan akhirnya ia diberi setiap bulannya seribu dirham.  Berkata Imam Adz-Dzahabi dalam kitab ” Siyar A’laam Nubalaa” ( 10 / 245) :

“Cerita ini menunjukan atas kebesaran ‘Affan dan tingginya keadaan ‘Affan bagi daulah, karena sungguh yang lainnya diuji, ditangkap serta dipenjara, sedangkan ‘Affan maka mereka tidak memperlakukannya selain memotong dirham darinya”. —selesai penukilan–.

Akan tetapi begitu cepat datangnya kelapangan, telah dikatakan oleh Al-Khotib Al-Baghdady dalam kitab “Tarikh” (12/ 271):

” Sesungguhnya ‘Affan bin Muslim ketika pulang ke Rumahnya beliau dapati istrinya dan yang berada di dalam rumahnya mencelanya, dan ketika itu di dalam rumahnya terdapat sekitar 40 orang,” “kemudian terdengarlah ketukan pintu dari seorang pengetuk pintu, lalu masuklah kepadanya seorang pria dan bersamanya kantong yang berisi seribu dirham. Maka si pengetuk pintu tersebut berkata:

” Wahai Abu Utsman semoga Allah mengokohkanmu sebagaimana agama ini kokoh”. Dan kejadian ini terjadi setiap bulannya. —selesai penukilan–.

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR…!!, inilah sebuah keringanan yang datang setelah keberatan, kemudahan yang datang setelah kesulitan, dan kelapangan yang datang setelah kesempitan.

رويدك إن بعد الضيق مخرج  ***  وصبرك عنده أبهى وأبهجْ .

“Pelan-pelanlah kamu karena sungguh akan datang setelah kesempitan jalan keluar *** dan kesabaranmu baginya lebih baik dan lebih membahagiakan”.

وكم من كربة عظمت وجلت  ***  وعند حلولها الرحمن فرّجْ

” Berapa banyak dari kesusahan membesar dan mengerikan *** dan ketika Allah bebaskan darinya terasa nyaman”.

2. Kedua: yaitu bantahan terhadap fanatikus Abdurrahman bin Mar’ie, maka aku katakan kepada kalian wahai para fanatikus, wahai para penyeru ” Mana kesamaan antara Abdurrahman bin Mar’ie dan Hajury ?”

Jawabannya: Bukankah Hajury memotong kucuran dana bantuan dari para penuntut ilmu yang mereka berjalan bersama para Ulama seperti: Asy-Syaikh Robi’ bin Hady, Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry, Asy-Syaikh Muhammad bin Hady, dan Asy-Syaikh Al-Bukhory.

Wahai siapa yang belum mengetahui, ketahuilah.. dan wahai yang telah mengetahui maka ingatlah.

3. Ketiga: yang aku tujukan kepada orang-orang yang baik dari kalangan sudagar, yaitu orang-orang yang menginfakkan harta-hartanya yang besar bagi para penuntut ilmu, dengan mengharap keridhoan Allah ta’alaa. maka aku berdoa kepada Allah ta’alaa semoga Allah memberikan keberkahan bagi mereka pada harta-harta mereka, dan semoga Allah berikan kepada mereka balasan yang besar.

Akan tetapi bisa jadi sebagian saudagar mengira kepada sebagian menusia bahwa ia adalah orang baik, kemudian mereka memberinya dari harta tersebut, tapi ternyata ia gunakan harta tersebut dalam kebathilan.

Berkata Al-Imam Al-Wadi’iy dalam kitab “Dzammul Mas’alah” :

“Harta itu yang jelek pemindahannya terdapat dua macam:
Salah satunya adalah para saudagar, karena mereka tidak meninjau apa yang mereka infakkan pada tempat-tempat infaq yang syar’i, bahkan terkadang sebagian mereka tidak menunaikan zakat, dan sebagian mereka mengeluarkan hartanya tidak pada tempat-tempat pemberian yang syar’ie, yaitu dengan mendukung hizbiyyah yang telah memecah kaum muslimin dan melemahkan kekuatan mereka.

والتجار بصنيعهم هذا لا يدرون أنهم يعاونون على الباطل

Dan para saudagar dengan perbuatan mereka ini, TIDAK MENGETAHUI bahwa mereka telah membantu mereka di atas kebathilan”. –selesai penukilan–.

Maka semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kokoh di atas kebenaran, dan semoga Allah jadikan kita termasuk orang-orang yang bersabar atas kekejaman makhluk-Nya.

Aden-Yaman.
Pada malam sabtu, 9 Jumadal Ulaa 1436 H.

Sumber :
Majmu’ah Manhajul Anbiya’ | Al-Ustadz Abu ‘Amr Ahmad Alfian حفظه الله
Alih Bahasa:
Abu Kuraib Bin Ahmad Bandung حفظه الله [FBF 1]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>