Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Ketika Para Ulama Dijadikan Lelucon dan Tertawaan…

KETIKA ULAMA DIJADIKAN LELUCON & TERTAWAAN

(TAMBAHAN PENTING 14/09/07)

Topik kita kali ini masih seputar sepak terjang Qiblati “Agus Hasan” Al-Ikhwani. Sebelum kita membeberkan FAKTA menyakitkan sebagaimana judul di atas, akan kami tunjukkan bukti “kehebatan” majalah Qiblati yang dipimpin oleh Agus Hasan Bashari si penerjemah Fatwa Keji Hizbul Irsyad Penghina Para Ulama Pewaris Para Nabi yang tentunya bekerjasama dengan para Irsyadi.
Sekadar mengingatkan, setelah diblow-upnya dan diungkapkannya bukti-bukti tikaman Irsyadiyyun yang bekerjasama dengan Agus Hasan Qiblati dalam menerjemahkan fatwa keji Majelis Ifta’ dan Tarjih Al Irsyad maka dengan tergopoh-gopoh Agus Hasan berupaya mencuci tangan dari kejahatan tersebut dengan berdalih :
“Dengan penuh amanah ilmiyah saya terjemahkan dan saya lengkapi dengan komentar-komentar singkat yang bermanfaat namun sayang, pada tahun 2004 buku itu terbit – dengan judul Himpunan Tiga Risalah  -, tanpa menyertakan komentar-komentar saya – dan itu sah-sah saja karena hak sepenuhnya ada pada jam’iyyah -, padahal di bagian akhir risalah tersebut ditekankan penetapan bulan berdasarkan hisab. Maka demi kemaslahatan bersama dan memotifasi aktivitas ilmiyah berikut ini saya kutipkan Fatwa tersebut beserta komentar (catatan) saya, yang saya tulis sebagai bahan perbandingan dan koreksi…” (Qiblati Vol.02/No.01/10-2006M, hal.24)

Walaupun demikian, ternyata catatannya yang dinyatakan sebagai “komentar singkat yang bermanfaat” tersebut hanya menekankan kebenaran rukyatul hilal daripada metode hisab. Agus Hasan sama sekali tidak menyentuh fatwa tikaman-tikaman keji dan brutal Majelis Ifta’ dan Tarjih Al Irsyad yang diterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia! Na’am, Agus Hasan sama sekali tidak memberikan catatan ataupun komentar tentang kekejian terhadap para ulama pewaris para nabi! Inilah yang dinyatakannya dengan PD (Percaya Diri” sekali sebagai “  Dengan penuh amanah ilmiyah saya terjemahkan..”. Sekali lagi, atas nama amanah ilmiyah Agus Hasan menerjemahkan tikaman-tikaman keji Hizbul Irsyad terhadap para ulama pewaris para nabi!! Ya Subhanallah, ke mana larinya rasa takutmu kepada Allah dan di mana pula engkau tanggalkan “kesalafiyyahanmu” – wahai Agus Hasan – sehingga tanganmu mampu mengerakkan pena menuliskan tuduhan-tuduhan keji terhadap para ulama pewaris para nabi hasil fatwa Majelis fta’ dan Tarjih Hizbul Irsyad? Berapa rupiah dirimu dibayar wahai Agus Hasan oleh Farouk Badjabir dan teman-teman Hizbul Irsyadmu? Apakah engkau juga telah menceritakan kejahatan kejimu ini kepada Syaikh mamduh yang selama ini membiayaimu? Betapa dirimu sama sekali tidak menunjukkan rasa takut kepada Allah apalagi menyesal  dus apalagi mengikrarkan taubatnya  dari  sikap brutalnya ini!! Kepada hizbi jahat seperti inilah Irsyadiyyun Abu Salma dengan bangga menasabkan dirinya dengan berkata: “Guru dan Ustadz Saya:…Ustadz yang mulia, Agus Hasan Bashori –semoga Alloh menjaganya-, seorang da’i yang giat dari Malang. Saya banyak mengambil manfaat dari beliau terutama dalam masalah bantahan-bantahan terhadap para penyeleweng.”
Orang yang tidak punya bagaimana dia akan memberi? Bilamanakah perahu layar akan berjalan di atas daratan? Tentu dengan kelicikannya Abu Salma akan dengan mudah menjawab:”Bila dipasangi roda, as dan gardan!! Yassalam!

Ternyata makar lainpun telah disiapkan ustadznya untuk mencuci tangan dari FAKTA kekejian di atas.
Dari penjelasannya itu kita akan memahami bahwa Agus Hasan telah membuat catatan-catatan singkat akan tetapi tidak ikut diterbitkan dalam buku Himpunan Tiga Risalah terbitan PP.Al-Irsyad Farouk Badjabir, artinya sebagaimana penjelasannya, ketika buku itu terbit tahun 2004 (tepatnya bulan Oktober 2004 sebagaimana bukti yang kita pegang):
http://img405.imageshack.us/img405/1603/coveragusbashariirsattiff6.jpg
Agus Hasan Bashari telah membuat catatan/komentarnya (hanya saja tidak ikut diterbitkan), demikian pengakuannya sendiri di majalahnya  sendiri (Qiblati). Tetapi tampaknya kelicikannya tidaklah begitu “canggih”! Di Qiblatinya  dia menganyam kedustaan  di Qiblati pula dirinya menuai kehinaan!  Perhatikanlah bukti FAKTA di bawah ini:
http://img490.imageshack.us/img490/4764/qiblatbashorilicikiumatym2.jpg
Tertulis: “Malang, Rabu 22-05-1426 H 29-06-2005 M Dibaca ulang pada 26 Agustus 2006”
Siapapun orang yang bisa membaca akan dengan mudah memahami bahwa buku terjemahannya  diterbitkan bulan Oktober 2004 semenntara catatan/komentas singkat “bermanfaatnya” ternyata ditulis pada 29-06-2005;  Benar, ditulis DELAPAN BULAN SETELAH BUKU TERJEMAHANNYA DITERBITKAN!!

Agus Hasan Qiblati Terperosok Helah Sendiri

Haihata..haihata kedustaan hanyalah akan berbuah kehinaan dan kerendahan!! Walaupun setelah akh Abdul Ghafur menulis dengan mengungkapkan kecurangan dan kelicikan Agus Hasan di atas yang “tidak canggih” ini,  dirinya harus menerima konsekwensi  ancaman  (secara langsung) pembunuhan  dari  salah  seorang kru Qiblati  (bagian Marketing  dan Iklan) sekaligus informan Abu Salma, yakni Abu ‘Aliy!! Tampaknya,  setelah  kalah  bukti  dan hujjah akhirnya preman Sururi yang gerah dan marah.
Semoga Allah membalas makar kejahatan mereka dengan balasan yang setimpal, amin.
Walaupun para bawahannya berupaya sekuat helah untuk berkelit, para ustadz mereka jelas beraliansi dengan Abdullah Hadrami pembela takfiri-ba’asyiri bom bunuh diri (baca transkrip Bedah Buku Abduh ZA di kota Malang) dan Turatsi Khalid Syamhudi beserta Zainal Abidin (lebih jelas, lihat sepak terjang da’i ini bersama Al-Sofwa Al-Muntada Al-Hizbi;

Al Sofwa Al Muntada & Pendukungnya

Klik pula  http://turotsi.wordpress.com/ )

http://fakta.blogsome.com/go.php?http://img183.imageshack.us/img183/7282/qiblatiturotsihadromi1ad9.jpg
Baru-baru ini Qiblati telah sukses mendatangkan para ulama Mekah, termasuk kehadiran mufti Masjidil Haram Fadhilatu Syaikh DR. Abdurrahman Al-Qassas.
http://img469.imageshack.us/img469/7040/qiblatiundangulamaop0.jpg

“Lebih dari itu semua sejak saat ini beliau secara resmi menjadi mustasyar (penasihat) bagi majalah Qiblati yang tercinta ini. Tatkala yang mulia mufti Masjidil Harammenjadi penasihat Qiblati, maka ini bagi kami artinya sangat banyak, minimal ini menunjukkan bahwa kita berada di atas manhaj yang benar –insya Allah – dan kita berjalan dengan langkah yang benar.” (Qiblati, ed.11 tahun II-Agustus 2007, rubrik Assalamu’alaikum).
Maka mulai edisi tersebut yang tertulis:
http://img168.imageshack.us/img168/3815/qiblatipengantarredaksipd8.jpg
Penasehat: MUFTI Masjidil Haram Syekh DR.Abdurrahman al-Qassas!!

Demikianlah, Qiblati mengukuhkan diri menjadi satu-satunya majalah dengan penasehat MUFTI Masjidil Haram, Yassalam!
Dan sekarang saatnya kita simak isi majalah yang “sudah selayaknya kita bergembira, bersuka cita dengan adanya kepercayaan yang diberikan kepada kita ini.” (ibid)
Inilah cara Qiblati bersuka cita dan mereka ingin menunjukkan kepada semua pembaca majalahnya bukti keakraban serta kedekatan Agus Hasan Bashari beserta kru Qiblatinya dengan para Masyayikh…
1. Pada saat rihlah (tamasya) ke Air Terjun Coban Rondo Batu, Syekh Mamduh meminta kepada Syekh Khalid untuk membacakan sebagian ayat-ayat al-Qur’an karena suara beliau sangat indah dan merdu. Maka Syekh Khalid segera membuka mushhaf dan membaca dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya:
“Dihalakan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah:187)
Karuan saja para masyayikh langsung tertawa sebab ayat yang dibaca tentang hubungan suami istri di malam hari di bulan Ramadan, bukan tentang keajaiban alam ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka Syekh Mufti mengomentari bahwa kasus Syekh Khalid mirip dengan yang disebutkan oleh Ibnul Jauzi tentang orang-orang pandir, mereka membaca al-Qur’an tidak pada tempatnya,…”
Komentar:
Tidak perlu komentar lebih panjang lagi, demikianlah kewibawaan ulama di sisi Qiblati yang mesti dipublikasikan agar diketahui oleh segenap umat Islam!! Entah, apakah Syaikh Khalid membawakan ayat tersebut semata karena ingin menciptakan suasana yang lebih santai dan segar ataukah “kepandiran” (baca:bahan tertawaan) Qiblati yang dipertontonkan?! Wallahul musta’an.
Benar-benar kisah yang dipublikasikan “tidak pada tempatnya!”
 
2.Di Villa Masyayikh Batu ada satu kolam renang yang sangat indah. Para Syekh tidak pernah memanfaatkannya kecuali sekembalinya dari penutupan daurah. Syekh Khalid lansung menceburkan diri ke dalam kolam dan beliau sangat mahir dalam berenang. Berbeda dengan Syekh Khalid, Syekh Yusuf yang berbadan subur alias gemuk itu begitu menceburkan diri ke dalam kolam, langsung menggigil kedinginan dan megap-megap karena selama hidupnya tidak pernah berenang sama sekali. Karena berbadan besar dan gaya renangnya tidak karuan maka airpun banyak termuntahkan dari kolam, maka Syekh Mamduh dengan senyum lebar mengomentarinya: “Wah, kita hari ini sedang menonton contoh kecil dari gelombang Tsunami.”
Pada waktu itu Syekh Mufti, Syekh Mamduh dan Syekh Misy’al lebih asyik menikmati makan siang di ruang lesehan pinggir kolam, mereka bertiga memanas-manasi Syekh Khalid dan Syekh Yusuf untuk terus mandi biar tidak ikut makan siang yang lezat itu. Karena Syekh Yusuf tidak pandai berenang maka beliau terus menurus meminum air kolam, melihat hal itu Syekh Mufti berkomentar: “Antum harus membaca do’a:
الحمدلله الذي أطعمنا و سقانا
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum pada kami.”
(Cerita Unik, ibid, hal.15)
Komentar:
Benar-benar Qiblati telah “menelanjangi” sosok fisik para ulama yang mereka undang sendiri. Saya tidak ingin ada diantara pembaca yang memiliki pemikiran bahwa Qiblati sengaja mencari Villa yang ada kolam renang  yang sangat indah agar dapat menceritakan secara gamblang kepada para pembacanya gambaran fisik para ulama yang mereka undang, siapa yang “berbadan subur alias gemuk”, siapa yang pandai berenang dan tentu saja siapa pula ulama yang “menggigil kedinginan”, “megap-megap” karena “gaya renangnya tidak karuan” dan tentu saja “terus menerus meminum air kolam!”
Adalah kisah yang benar-benar unik bahwa Irsyadiyyun illegaliyyun, tetangga sebelah (Abu Salma) yang lantang berkoar-koar menuding kami menggunakan cara-cara agen CIA dalam menulis artikel! Kalau dia jujur tentu akan mengakui bahwa reportase majalah kebanggaan ustadznya ini mirip dengan cara kerja agen rahasia (tidak hanya CIA!) pada umumnya! Mereka harus menjelaskan secara detail “para buruan” yang dibidiknya! Bentuk fisiknya, tingkah lakunya dan seterusnya dan seterusnya yang tidak akan pantas diberitahukan dan disiarkan kepada masyarakat. Hanya saja CIA memiliki sedikit kelebihan  dibandingkan Qiblati. CIA tahu benar kepada siapa “laporan rahasia” tersebut mesti diceritakannya. Adapun Qiblati? Tentu saja mempublikasikan “laporan rahasia” tersebut “tidak pada tempatnya!” Entah, apakah Qiblati ingin mengokohkan diri sebagai majalah yang “mirip dengan yang disebutkan oleh Ibnul Jauzi tentang orang-orang pandir, mereka membaca al-Qur’an menceritakan suatu kisah yang tidak pada tempatnya,…”
Apa perlunya umat mengetahui kisah-kisah Masyayikh seperti ini? Dengan tingkah laku kalian seperti ini, sungguh kami sangat kuatir bahwa posisi tidurnya serta apapun aktifitas gerakan para ulama juga kalian rekam dalam video yang pada saatnya nanti akan kalian pertontonkan kepada umat!!
Apakah engkau –wahai Qiblati- hendak mengajak segenap kaum muslimin agar menertawakan para ulama?! Allahu yahdikum!
 
Ada kisah Masyayikh lain yang diceritakan Qiblati dengan lebih “sarkasme” (gaya bahasa kasar), “nekat dan lucu”, “ngebut namun meliuk-liuk”, “seperti sopir mabuk”, “sopir yang ugal-ugalan” yang “sangat mungkin bisa mengantarkan ke rumah sakit!” dimana “semua gerakan nekat dan lucu itu kita rekam dengan video!!”
3. Ketika pergi ke Watu Ulo dari kota Jember, kami mengendarai 2 mobil. Rombongan masyayikh dengan sopir Abu Hasan dan rombongan Qiblati dengan Abu Salma. Karena Abu Hasan jatuh sakit maka sopir diambil alih oleh Syekh mamduh tanpa terencana. Kami mengira beliau sudah mahir, mengingat di Makkah kalau mengendarai mobil sangat lihai. Kami berada di belakang mobil masyayikh. Tiba-tiba kami sangat terkejut melihat mobil syekh Mamduh berjalan ngebut namun meliuk-liuk, ke kanan dan ke kiri. Sepertinya sopirnya mabuk, padahal tidak mabuk, Maklum, kebiasaan di Saudi menggunakan setir kiri. Debu dan sampah sering kali berhamburan mengotori kaca depan mobil kami setiap kali mobil Syekh keluar dari aspal. Kita yang sudah ngantuk kelelahan mendadak melotot, berdebar-debar campur tawa sepanjang perjalanan. Betapa tidak, mobil Syekh kalau ke kanan terlalu ke kanan sampai melewati marka jalan dan kalau ke kiri terlalu minggir hingga jauh keluar dari badan jalan. Sampai hampir saja menabrak seorang petani yang sedang berjalan sambil mengayun-ayunkan sabitnya. Semua gerakan nekat dan lucu itu kita rekam dengan video. Saat mobil berhenti kita dekati Syekh dan kita rekam dari dekat, Syekh pun tersenyum dan melambaikan tangan, karena tidak mengerti yang kita maksudkan. Saat kita beristirahat di villa, rekaman itu kita tunjukkan. Semua Syekh tertawa, apalagi pada saat nampak wajah Syekh dari dekat, beliau mendengar suara komentar dari penyuting: “Inilah supir yang ugal-ugalan itu!” Alhamdulillah kami tiba dengan selamat. Malam itu, akhirnya kami merawat “bang sopir” kita dengan baik agar esok harinya bisa mengantar pulang dengan aman, daripada disopiri syekh yang bisa membuat jantung deg-degan atau sangat mungkin bisa mengantarkan ke rumah sakit!
Komentar:
Qiblati, demikiankah cara kalian membalas budi pada orang yang telah menyuapi dan memberikan lapangan pekerjaan pada kalian? Adakah umat yang percaya bahwa Agus Hasan Bashari-lah yang mampu mendatangkan para ulama Mekah? Bukankah ini semua hasil lobi dan perjuangan Syaikh Mamduh? Apakah Qiblati mampu terbit dan berjalan jika Syaikh Mamduh tidak mendanainya?! Haihata…haihata…
Suatu kisah yang sangat mendebarkan, mobil yang dinaiki oleh para masyayikh Mekah yang berjalan zig-zag dengan membahayakan NYAWA para penumpangnya (baca:PARA ULAMA MEKAH!) serta pemakai jalan lainnya dan kalian wahai Qiblati masih mampu berdebar debar “CAMPUR TAWA SEPANJANG PERJALANAN?!”
Wallahi, demi Allah ini adalah sikap yang sungguh sungguh sangat dan sangat keterlaluan serta melampaui batas!!”
Ada saatnya bergurau dan ada pula saatnya kita harus bersikap sebagai  orang yang beradab!! Apalagi adab dan sopan santun terhadap para ulama!!
Bukanlah kisah lucu yang pantas ditertawakan ketika nyawa para ulama Mekah menjadi taruhannya! Dan bukan pula sikap lucu yang patut mengundang tawa ketika pejalan kaki hampir mati tertabrak mobil kalian! Dengan cara “tidak beradab” seperti inikah kalian ingin menunjukkan kepada umat betapa cintanya kalian kepada para ulama dan betapa dekat serta akrabnya kalian kepada mereka?!
Bukankah sikap “sopir ugal-ugalan”, “ngebut namun meliuk-liuk”, “seperti sopir mabuk” dan mengemudi tanpa SIM adalah pelanggaran wahai Qiblati? Lalu di mana letak “keLUCUan” itu sebagaimana ungkapan kalian?! Dan semua kisah memilukan (baca:pelanggaran tata tertib lalu lintas) yang membahayakan nyawa seperti ini kalian anggap sebagai “kisah unik” yang pantas diketahui oleh umat?! Sungguh sepantasnya bagi kalian untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala bahwa semua “ugal-ugalan” ini tidak berurusan dengan polisi! Tidak berakhir di Rumah Sakit!! Adakah semua tragedi ini sesuatu yang lucu wahai Qiblati Al-Ikhwani?! Ataukah kalian ingin mempublikasikan berita besar para Masyayikh Mekah di Indonesia? Ataukah kalian memang ingin menghancurkan muruah orang yang menyuapi dan menggaji kalian selama ini? La haula wala quwwata illa billah.
Tetapi sungguh kami tidak terkejut dengan sikap “luar biasa sopan” yang “di luar kebiasaan kesopanan” ini! Sebuah sikap yang sama sekali tidak ada korelasi dan kaitannya dengan sikap majalah yang menggembar-gemborkan dirinya kepada umat sebagai majalah yang “menyatukan hati dalam sunnah Nabi!!”
Bukankah ustadz kebanggaan kalian (Agus Hasan) telah mengajarkan uswah untuk bersikap kurang ajar dan biadab kepada para ulama pewaris para Nabi? Tentu kalian belum lupa bagaimana orang ini bersama PP.Al-Irsyad menikam dan melecehkan kehormatan para ulama pewaris para nabi!
Haihata..haihata adakah air comberan nan bau akan menghasilkan air minum nan menyehatkan?!
Tidak perlu bagi anda sekalian untuk membeli Qiblati majalah “ugal-ugalan” seperti ini, bagi siapa saja yang tidak percaya dengan tulisan kami, walhamdulillah cukup klik di sini sebagai bukti FAKTAnya:
http://img184.imageshack.us/img184/3467/qiblatiunik1cd4.jpg
Tampaknya, (tanpa kami bermaksud menggurui) para ulama harus lebih berhati-hati jika diundang oleh Qiblati Al-Ikhwani jika tidak ingin kisah-kisah pribadi mereka dipublikasikan oleh Qiblati sebagai bahan lelucon dan tertawaan para pembacanya. Tetapi kami percaya, bagi para pembaca yang masih memiliki akhlak dan kesopanan terhadap para ulama tentu sepakat dengan kami bahwa semua kisah di atas bukanlah “kisah unik” tetapi kisah tentang Majalah Pandir yang menceritakan suatu kisah yang tidak pada tempatnya! 
Tetapi Qiblati tentu memiliki “senjata ampun nan licin” untuk melegalisasi kisah-kisah yang menjatuhkan muruah dan kewibawaan para ulama, apa itu? Tulisan…
“Penasehat: MUFTI Masjidil Haram Syekh DR.Abdurrahman al-Qassas!”
Apakah Syaikh Mufti masjidil Haram juga menghalalkan Kinan komik bergambar Sabung Ayam sebagaimana terdapat pada halaman “mim” dan “nun” di majalah “ugal-ugalan” ini?
Haihata…haihata jika kalian berbangga-bangga dengan “nebeng’ para ulama maka kalian akan celaka!
Taktik klasik bahwa hizbiyyin selalu “nebeng’ para ulama untuk melariskan dagangan hizbiyyahnya!
Pada akhirnya, tentu saja Qiblati harus berterima kasih kepada  Chalid Bawazer gembong Irsyadiyyun liar yang telah menyediakan apartemen Inez selama 3 hari serta L-DATA (Lembaga Dakwah dan Taklim) Al-Ikhwani Jakarta yang menyediakan 1 tenaga professional selama 10 hari! Siapa dia? Saudara kandung Abu Hamzah Agus Hasan al-Qamari sendiri, yakni Abu Salma al-Qamari M.Syu’aib al-Faiz yang merangkap menjadi Staf Redaksi Qiblati!
http://img168.imageshack.us/img168/6921/qiblaticholidldataikhwasm6.jpg
Benar-benar FAKTA sinergi KLIK hizbiyyah yang NYATA.
Pertanyaan sangat sederhana kepada Qiblati yang telah memproklamirkan diri bersuka cita karena Mufti Masjidil Haram dicantumkan sebagai penasehat majalah ini. Kita telah mengetahui bahwa Qiblati lahir dari “rahim” L-DATA Al-Ikhwani Jakarta via L-DATA Cabang Jogjakarta (PP.Taruna Al-Qur’an) yang dikendalikan langsung oleh Umar BudihargoAl-Ikhwani.
http://img67.imageshack.us/img67/7831/qiblatibudiargouu2.jpg
http://img201.imageshack.us/img201/7452/qtrimsketimjogjaky2.jpg
Simak bukti kiprah Umar Budihargo (baca: saudara seperjuangan Agus Hasan Bashari) yang setelah menyerahkan pengelolaan majalah yang dilahirkan Tim Taruna Al Qur’an Lempongsari Jogjakarta kepada tim Malang kemudian menerbitkan majalah lainnya yang bermerk “Swaraqur’an”:
http://img480.imageshack.us/img480/6039/swaraquranfeb07nmredaksgp4.jpg
http://img488.imageshack.us/img488/6347/swaraqurandukunghizbilz4.jpg
Simak  pula kemeriahan promo terang benderang harokah Ikhwanul Muslimin sebagai induk semang Agus Hasan dan saudara kandungnya (Muhammad Sueb Al Faiz) walaupun selama ini mereka berlindung di balik topeng Salafy (apakah mampu mereka berkelit dan berhelah dari FAKTA kita ini?), yakni L-DATA Pusat di website mereka:
L-DATA (Lembaga Dakwah dan Ta’lim) dan Jaringannya
Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : Aldakwah – Mukadimah.htm
[Catatan : Website aldakwah.org aktif penuh 2003-2004, kini artikel lama hilang per Februari 2007]
Keterangan : nampak Aldakwah dengan nama LEMBAGA DAKWAH DAN TAKLIM (L-data). Berikut isi file :

Berangkat dari latar belakang tersebut, maka berdirilah LEMBAGA DAKWAH DAN TAKLIM secara resmi di Jakarta pada hari Rabu, 10 Ramadhan 1421 H bertepatan dengan tanggal 6 September 2000 M, dengan akte notaris H.M. AFDAL GAZALI, SH. no. 48 dan terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tanggal 9 Januari 2001 untuk ikut berpartisipasi mengemban kewajiban dakwah, dengan harapan semoga Allah memberikan taufik, keikhlasan dan kebenaran.

Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

1. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id_005buku_islam_resensi_index.htm
[Catatan : Situs aldakwah.mweb.co.id pernah aktif tahun 2003, tahun 2007 sudah mati]
Keterangan : Tafsir Fi Dhilalil Qur’an karya Sururi tulen, Sayyid Quthb dipromosikan L-Data/Aldakwah/DDII, menunjukkan pemikiran organisasi tersebut semakin nyata, campur aduk dan cenderung pada Ikhwanul Muslimin. Berikut isi file :

TAFSIR FI ZHILALIL QUR`AN
Dibawah Naungan Al-Qur`an
Sayyid Quthb, Jilid I 408 halaman./Rp 69.000,-

2. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id_009info_2002_index.php_idn_06.html
Keterangan : Nampak Direktur Lembaga Dakwah dan Taklim yakni Muhammad Yusuf Harun MA.
Berikut isi file :

Ramadhan 1421 bersama L-DATA
Lembaga Dakwah dan Taklim yang berdiri bulan ramadhan1421 H, usia yang masih sangat muda tidak menghalangi lembaga untuk memberikan kontribusi seoptimal mungkin untuk Islam dan kaum muslimin khususnya Indonesia. Beberapa kegiatan dan aktifitas yang telah dilaksanakan antara lain acara pengantar berbuka puasa, nama ini diambil memang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan selama bulan Ramadhan 1421 H, bulan yang penuh berkah dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
… sensor …
Diantara pembicara dalam acara tersebut adalah:
1.DR. Salim Segaf Al-jufri, seorang pakar syari’ah yang juga dosen Pasca Sarjana IAIN Syarief Hidayatullah Jakarta, serta Dosen Universitas Imam Muhammad ibn Saud (LIPIA) Jakarta.
2.Ust. Muhammad Yusuf Harun, MA, yang merupakan Direktur Lembaga Dakwah dan Taklim, juga Dosen di Universitas Imam Muhammad ibn Saud (LIPIA) Jakarta.
3.Ust. Zainal Abidin, Lc, salah seorang da’I dari yayasan Al-Sofwa Jakarta.
… sensor …
Untuk bulan Ramdhan yang sebentar lagi akan menjelang L-DATA juga akan mengadakan acara yang sama, bekerja sama dengan Radio As-Syafi’iyyah Jakarta. Silahkan ikuti Dioalog Ramadham bersama L-DATA setiap hari bulan Ramadhan mulai pukul 17.00-16.00, insya Allah ada Kuis berhadiahnya setiap hari.(habib)

3. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id010buletin2001index.phpidn_49.htm
Keterangan : Nampak L-data/Aldakwah.org/DDII banyak mengadopsi pikiran Yusuf Qaradlawi.
Berikut isi file :

Zakat, Zakat Fitrah, Hukum, Dan Hikmahnya
Makna Dan Hukum Zakat Secara Umum
… sensor …
Oleh Abdurrauf AR.
Referensi: Fiqh Zakat, oleh Yusuf Al-Qardhawi, Majalah As-Sunnah, Ahkam “Idul Fitri Wa Yaliha Zakatul Fitri, Oleh Yusuf Bi Abdillah Al-Ahmad.

kontak berlangganan | webmaster
Copyright © 2001 Lembaga Dakwah dan Taklim. All rights reserved.
Jl. Gudang Peluru Raya B1 no. 8 Tebet, Jakarta – 12830, Indonesia
Telp. +62-21-8312566, Fax. +62-21-8296210

4. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id_009info_2002_index.php_idn20.html
Keterangan : Muhammad Yusuf Harun MA adalah direktur L-Data/Aldakwah.org. Sedangkan ikhwani/politikus Didin Hafidhuddin, Untung Wahono, Faried Ahmad Okbah (tokoh al Irsyad), Muhammad Said, dibiayai L-Data, yang isi websitenya penuh dgn artikel Ikhwani. Maka berhati-hatilah dgn L-Data/Aldakwah/DDII dan kroninya. L-Data Jogjakarta yakni PP Taruna Al Qur’an.
Berikut isi file :
Peresmian Lembaga Studi Islam dan Bahasa Arab
Lembaga Dakwah dan Taklim
di Cibinong Kab. Bogor
Lembaga Dakwah dan Taklim yang bergerak dibidang dakwah dan pendidikan Islam, pada hari senin, 30 Juli 2001 meresmikan Lembaga Studi Islam dan bahasa Arab (L-SIA) yang berlokasi di komplek PUSDAI Cibinong kab. Bogor.

Acara dihadiri oleh wakil dewan penasehat L-DATA: DR. Umar bin Abdullah Bamahsoon, pejabat pemda, MUI, Dewan Dakwah Islamiyah, tokoh masyarakat dan pendidik, serta undangan lainnya. Juga hadir beberapa mahasiswa penerima beasiswa dari L-DATA diantaranya DR. K.H Didin Hafidhuddin, Msc, yang baru saja menyelesaikan Doktornya di IAIN Syarief Hidayatullah Ciputat, Untung Wahono, Faried Ahmad Okbah, Muhammad Said, yang sedang menyelesaikan program Pasca Sarjana mereka.
Dalam amanatnya Direktur Lembaga Dakwah dan Taklim Bpk. M. Yusuf Harun, MA, yang juga sedang meyelesaikan Doktoralnya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak PUSDAI serta pemerintahan kabupaten Bogor yang memberikan dukungan sehingga terujudnya Lembaga Studi Islam dan bahasa Arab (L-SIA). Dengan adanya L-SIA ini diharapkan Bahasa Arab akan semakin memasyarakat ditengah-tengah kaum muslimin, khususnya dikalangan masyarakat bogor dan sekitarnya.
Untuk angkatan pertama ini L-SIA baru bisa menampung 60 mahasiswa dari 261 orang yang mendaftar. Insya Allah dalam waktu dekat Lembaga akan menambah dan membuka program pendidikan untuk mahasiswi (khusus putri).
Mahasiswa yang diterima tidak dipungut bayaran apapun yang berarti pendidikan di L-SIA adalah gratis, sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Lembaga Ust. M. Yusuf Harun, MA, bahkan setiap mahasiswa akan mendapatkan tunjangan pendidikan sebesar Rp. 70.000,- perbulan.

5. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : majalah.aldakwah.org_artikel.php_art_ziarah_edisi_006_urutan_01.html
Keterangan : nampak Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah secara operasional berada dibawah Lajnah Al-Khairiyyah Jakarta, dibiayai Jam’iyyah Ihya Turats/Turots Islamy Lajnah Janub Syarq Asia yg berpusat di Kuwait, AL-Haramain Al-Khairiyyah Saudi Arabia. Ponpes ini tergabung dengan jaringan Sururi lainnya, Pondok Pesantren Tahfiz Al-Aziziyyah Lombok, Pondok Pesantren ‘Ali Al Irsyad Salatiga (Ali Saman/Yusuf Ba’isa), dan Pondok Pesantren Al-Furqan Riau.
Berikut isi file :

PONDOK PESANTREN IBN TAIMIYYAH
Dakwah—- Disebuah desa nan jauh dari keramaian kota, suasana tenang sejuk nan asri dikelilingi pepohonan, berdiri areal bangunan yang boleh dibilang amat megah. Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah… nama yang cukup dikenal masyarakat. Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah berlokasi di desa Pasir Tengah, kira-kira 8-9 km dari kota Bogor. Tepatnya dikaki gunung Salak dengan jalan bebatuan yang besar-besar. Pondok ini secara operasional berada dibawah Lajnah Al-Khairiyyah Jakarta.
Pondok yang berareal 1,5 hektar ini, secara fisik berdiri pada tahun 1993 dibangun atas bantuan para muhsinin dari Kuwait melalui Jam’iyyah Ihya Turats Islamy Lajnah Janub Syarq Asia. Pada tahun 1995 pondok ini mulai menerima murid dan menandai operasinya pendidikan. Pada awalnya, santri di pondok pensatren Ibnu Taimiyyah berjumlah 18 orang, dan hingga tahun 1997-1998 berjumlah 118 santri. Dan saat ini, santri Ibnu Taimiyyah berjumlah 355 santri. Seluruh santri di Pondok pesantren Ibnnu Taimiyyah mendapatkan tunjangan dari para muhsinin dari Kuwait melalui Jam’iyyah Ihya Turats Islamy Lajnah Janub Syarq Asia, dan dari para muhsinin Saudi Arabia melalui AL-Haramain Al-Khairiyyah serta dari keluarga Al-Marhumah Aisyah Nashir Khumais dari Emirat Arab.
TENAGA PENGAJAR
Tenaga pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah adalah para alumnus Madinah, Fakultas Syariah LIPIA Jakarta, Pondok Pesantren Tahfiz Al-Aziziyyah Lombok, Pondok Pesantren AL-Irsyad Sala Tiga, dan Pondok Pesantren Al-Furqan Riau.

6. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : Aldakwah – Mukadimah.htm
Keterangan : nampak Aldakwah dengan nama LEMBAGA DAKWAH DAN TAKLIM (L-data).
Berikut isi file :
7. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_iklan_daftarkaset.htm
Keterangan : Nampak daftar da’i yang direkomendasikan kaset-kasetnya, sehingga jelas dianggap seide, semanhaj dengan jaringan L-Data/AlDakwah/DDII, yakni Yazid Jawwas, Yusuf Baisa (Al Irsyad), Fariq Qosim Annuz Lc (al Sofwa), Drs Hartono Ahmad Jaiz, Agus Hasan Bashori MA (al Sofwa), Badrus Salam Lc, Abu Q (Abu Qatadah), Mustafa A (Mustafa Aini), Ahmad Rafi’I Lc, Abdul Hakim Abdat, Moh Umar Assewed (Adapun nama Moh Umar Assewed disana, beliau tidak ada kaitannya dengan L-data sama-sekali, hanya kasetnya tetap diperjualbelikan disana TANPA RIDLONYA), Daud Rosyid (Ikhwani pengurus Al Haramain), Ahzami S (Dr Ahzami Samiun, pembesar PKS, Alharamain), Fadlan Abu Yasir Lc (Ikhwani tukang ruqyah majalah Ghoib, red), Badrus Salam Lc, Asmuji Muhayyat Lc, Farid Ahmad Okbah (AL Irsyad ,  Zaenal Abidin Lc, Abu Ihsan Al Atsary Al-Maidani, Ainur Rofiq Ghufron Lc (PP Al Furqan Gresik), Masrur Ahmadi, Ari Ginanjar Agustian ‘penemu ESQ’, Muhammad Yusuf Harun MA, Muhammad Wujud, Abu Bakar Basyir.Inilah bukti campur aduknya paham L-Data/AlDakwah/DDII, mulai Abu Bakar Ba’asyir teroris, AL Irsyad, Orang At Turots, Al Sofwa, Ikhwani Ahzami Samiun, Mut’azilah jadi satu.
Berikut isi file :
No
Judul Kaset
Nama Penceramah
1
3 Landasan Utama
Ust Yazid Jawwas
2
3 Landasan Utama
Ust Yusuf Baisa
4
Adab & Metode interaksi Dg Al-Qur’an
Ust Abdul Aziz Lc
5
Adab Pernikahan Menurut Islam
Ust Ibrahim Said
6
Adab-Adab Memelihara Sunnah
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
8
Ahlaq Muslim
Ust Fariq Qosim Annuz Lc
16
Aliran & Paham Sesat Di Indonesia
Ust Hartono AJ & Ust Abu Deedat
17
Aliran-aliran Sesat
Hartono AJ, Mustafa A, Amin J, Abu Qatadah
19
Al-Qur’an Kalamullah Bukan Mahluk
Ust Badrus Salam Lc.
20
Al-Wala’ Wal Bara’
Ust Agus Hasan Bashori MA.
22
Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah
Ust Ahmad Rafi’I Lc
23
Aqidah Salaf & Nasehat Untuk Para Da’i
Ust Agus Hasan Bashori MA.
24
Aqidah Yang Haq dan Bathil
Ust Abdul Hakim Abdat
26
Arti & Konsekwensi Amanat
Ust Agus Hasan Bashori MA.
28
Arti Ibadah Dlm Islam
Ust Abdul Hakim Abdat
30
Bahasa Jurnalistik
Bpk Fadhillah Zaidi
32
Bantahan Thd Pernyataan Nur Cholis Masjid
DR. Daud Rosyid & Ridwan Saidi
33
Beberapa Golongan Sesat
Ust Amin Djamaluddin
34
Beberapa Kesalahan Dlm Mendidik Anak
Ust Qurtifa W, Bambang, DR Ahzami Samiun
38
Bersemayamnya Allah di Arsy
Ust Badrus Salam Lc.
39
Biarkan kami mati Syahid
Ust Agus Hasan Bashori MA.
40
Bid’ahnya Maulid Nabi & Nisfu Sa’ban
Ust Abdul Hamid Lc
44
Darah Kebiasaan Wanita
Ust Ibrahim Said
46
Dialog Dengan Jin (2)
Ust Asmuji Muhayyat Lc
47
Dialog Dengan Jin (3)
Ust Supandi
51
Emansipasi Wanita
Ust Moh Suaib Al-Faiz Lc
52
Emansipasi Wanita Dln Perspektif Islam
Ust Farid Ahmad Okbah Dll
53
Etika Pergaulan
Ust Fariq Qosim Annuz Lc
55
Giat dlm beribadah
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
56
Golongan Selamat (Firqotun Najiyah)
Ust Abu Qotadah
58
Hak & kewajiban Orang Tua dan Anak
Ust Zaenal Abidin Lc
59
Hak & Kewajiban Suami Istri
Ust Yazid Jawwas
60
Hak Muslim Terhadap Muslim Lain
Ust Agus Hasan Bashori MA.
61
Hak-hak Rasulallah Yg Harus di Penuhi
Ust Yazid Jawwas
62
Hakikat Ahmadiyah
Ust Farid A. Okbah MA
63
Hakikat Cinta Rasulallah SAW
Ust Zaenal Abidin Lc
64
Hakikat Hijrah Rasulallah SAW
Ust Mujayyin Abdul Wahab
65
Hakikat Islam Jama’ah
Ust Hartono Ahmad Jaiz MA.
66
Hakikat Jama’ah Tabliq
Ust Abu Ikhsan Al-Medany
67
Hakikat Jaringan Islam Liberal
Ust Agus Hasan Bashori MA.
68
Hakikat Manhaj Ahlussunnah Wal J.
Ust Firdaus Sanusi
69
Hakikat Manhaj Salaf
Ust Zaenal A. Lc & Abu Haidar
70
Hakikat Manhaj Salaf
Ust Badrus Salam Lc.
71
Hakikat Manhaj Salaf
Ust Mohammad Lutfi
76
Hal-hal yg membatalkan ke-Islaman
Ust Zaenal Abidin Lc
78
Hukum & Keutamaan Ramadhan
Ust Abdullah Haidar
85
Hukum Tasyabbuh (Menyerupai Orang Kafir)
Ust Ainur Rofiq Ghufron Lc
86
Ibadah di Usia Senja
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
88
Ilmu Tajwid & Tahsin Tilawah
Ust Khairul Muttaqin Al-Hafid
89
Ilmu-Ilmu Al-Qur’an (UlumulQur’an)
Ust DR. Ahzami Samiun
97
Isbal Menurut Islam
Ust Yusuf Baisa
98
Istianah Kpd selain Allah
Ust Badrus Salam Lc.
100
Istri-Istri Rasulallah SAW
Ust Zaenal Abidin Lc
102
Jalan Menuju Kebahagiaan Abadi
Ust Zaenal Abidin Lc
103
Kaidah Ilmu Fiqqih
Ust Aman Abdurrahman Lc
104
Karakteristik Istri Sholihah
Ust Zaenal Abidin Lc
105
Kebangkitan Islam Abad 15 Hijriyah
Ust Agus Hasan Bashori MA.
108
Kehidupan Alam Kubur
Ust Qurtifa Wijaya S.Ag
109
Kemudahan Beramal dalam Islam
Ust Yazid Jawwas
110
Kesempurnaan Islam
Ust Abdul Hakim Abdat
111
Kesempurnaan Islam & Bid’ah
Ust Abdul Hakim Abdat
112
Kesempurnaan sifat-sifat Allah
Ust Badrus Salam Lc.
114
Keutamaan Mempelajari Agama Islam
Ust Zaenal Abidin Lc
115
Keutamaan Ramadhan
Ust Ahmad Rafi’I Lc
117
Keutamaan Surat Al-Baqarah
Ust Zaenal Abidin Lc
119
Kewajiban berbakti kepada Orang Tua
Ust Moh Suaib Al-Faiz Lc
121
Kiat Khusu’ Dalam Sholat
Ust Abu Ikhsan Al-Medany
122
Kiat Membina Keharmonisan Keluarga
Ust Mahsun Al-Mundiri
123
Kiat Menghafal Al-Qur’an
Ust Masrur Ahmadi
124
Kiat Menjadi Istri Yg Sholihah
Ust Abu Haidar
125
Kisah-kisah Nyata
Bpk Ari Ginanjar Agustian
126
Konsekwensi Dua Kalimat Syahadat
Ust Yusuf Baisa
127
Konsekwensi kalimat Tauhid
Ust Abdurrauf MA.
128
Konsep Hidup Bahagia
Ust Zaenal Abidin Lc
129
Kriteria Busana Muslimah
Ust Ibrahim Said
130
Kriteria Ibadurrahman
Ust Moh Suaib Al-Faiz Lc
131
Menejemen Media Masa
Bpk Ahmad Mabruri MA.
132
Mengimani perbedaan Pria & Wanita
Ust Agus Hasan Bashori MA.
133
Mengutamakan Hidayah
Ust Faris A. Okbah MA.
135
Metodologi Salaf Dlm Menerapkan Sunnah
Ust Agus Hasan Bashori MA.
138
Mutiara Tafsir Ayat-Ayat Puasa
Ust Agus Hasan Bashori MA.
139
New English Phone
English Britis
140
Niat dalam Islam
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
141
NII Dalam Timbangan Aqidah
Ust Suroso Abdussalam
143
Pelajaran Tauhid
Ust Moh Yusuf Harun MA.
146
Pengakuan Mantan Biarawati
Maria Anastasia
147
Pengaruh Bid’ah Terhadap Pelakunya
Ust Abu Haidar
152
Penyimpangan Aqidah Ikhwanul Muslimin
Ust Abdurrahman Attamimi
154
Perbedaan Ant. Dakwah Salaf & Hizbiy
Ust Abu Ikhsan Al-Medany
156
Pesan-pesan untuk suami istri
Ust Ari Wibowo Lc
159
Pintu-Pintu Rizki
Ust Mahsun Al-Mundiri
160
Pluralisme Dlam Perspektif Islam
Ust Agus Hasan Bashori MA.
161
Prinsip – Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah W. J.
Ust Zaenal Abidin Lc
162
Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
Ust Yazid Jawwas
163
Rintangan setelah kematian
Ust Zaenal Abidin Lc
164
Risalah Ramadhan
Ust Zaenal Abidin Lc
165
Rokok Dalam Tinjauan Medis & Normatif
Ust Agus Hasan Bashori MA.
167
Segera menuju kebaikan
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
168
Sejarah Ka’bah
Abdullah
173
Sifat Sorga dan Neraka
Ust Mohammad Wujud
174
Sifat Wudlu & Sholat Nabi SAW.
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
175
Sifat Wudlu Nabi SAW
Ust Yazid Jawwas
176
Syarkh Arbain Annawawi No:10
Ust Badrus Salam Lc.
177
Syarkh Arbain Annawawi No:23
Ust Badrus Salam Lc.
178
T. Jawab Wanita & Permasalahannya
Ust Ibrahim Said
179
Tafsir Surat Al-Fatihah
Ust Zaenal Abidin Lc
180
Taklim Radio Dakta
Ust Abdul Hakim Abdat
181
Tanda-tanda Ahli Bid’ah
Ust Yazid Jawwas
182
Tanda-tanda Cinta Rasulallah SAW
Ust Yazid Jawwas
186
Taubat & Istighfar
Ust Moh Iqbal Ghozali Lc
187
Tauhid dan Syirik
Ust Yazid Jawwas
188
Tauhid Dasar Aqidah seorang Muslim
Ust Zaenal Abidin Lc
190
Tawassul Yg disyariatkan & Yg dilarang
Ust Yazid Jawwas
191
Tazkiyatun Nafs
Ust Yusuf Baisa
192
Tazkiyatun Nafs
Ust Zaenal Abidin Lc
193
Tehnik Distribusi & Sirkulasi
Bpk Adi Suratno
194
Tehnik Editing
Bpk Purnama Kusumaningrat
195
Tehnik Menulis Berita & Wawancara
Bpk Priyantono Umar
196
Tehnik Reportase
Bpk Hilmi Hidayat
197
Terapi Gangguan Jin Dg Ruqyah & Do’a
Ust Fadlan Lc
198
Toleransi Dalam Islam
Ust Mudrika Lc
199
Undangan Yg Wajib di Hadiri & di Hindari
Ust Ibrahim Said
200
Urgensi Jurnalistik
Ust Mahfud Sidiq MA.
201
Urgensi Musyawarah & Istikharah
Ust Badrus Salam Lc.
202
Urgensi Syariat Islam
Ust Abu Bakar Basyir
204
Wanita Muslimah bersama Rabnya
Ust Agus Hasan Bashori MA.
205
Wasiat Ali Bin Abi Thalib
Ust Yazid Jawwas
206
Waspada thd bahaya sihir
Ust Zaenal Abidin Lc
207
Zuhud Dalam Islam
Ust Yazid Jawwas
208
Pendidikan Bahasa Arab Internet
Ust Abdurrosyid Dkk
209
Arti Ikhlas & Syirik
Ust Abdul Hakim Abdat
210
Ilmu Dalam Perspektif Islam
Ust Abdul Hakim Abdat

8. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_513.htm,
.Keterangan : Menunjukkan Mahfudz Shiddiq kontributor L-Data/Aldakwah.org yang produknya Majalah Al Dakwah dipimpin Muhammad Yusuf Harun, MA (penerjemah Al Sofwa), mengacu pada pikiran Sururi Tulen, Hasan Al Banna.
Berikut isi file :

Akhlak: Berbeda pendapat dalam koridor Islam
Dipublikasi pada Thursday, 01 April 2004
Topik: Artikel Islam
Oleh: Ust. Mahfudz Shiddiq
Aldakwah.org—
…..
Sampai di sini dapat kita fahami pandangan Imam Syahid Hasan Al Banna yang mengatakan bahwa khilaf (perbedaan) fiqhiy dalam masalah-masalah furu’iyyah tidak boleh menjadi sebab perpecahan, permusuhan, dan kebencian. Setiap mujtahid telah memperoleh balasannya. Sabda Nabi : “Jika seorang hakim berijtihad dan ijtihadnya benar maka memperoleh dua pahala, dan jika ijtihadnya salah ia memperoleh satu pahala”.

Salafus-shalih menempatkan perbedaan pendapat ini sebagai salah satu bentuk rahmat Allah. … 

Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

9. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_30.htm, Keterangan : menunjukkan Musthofa ‘Aini, Lc da’i Al Sofwa, berpemahaman Quthbiyyun, mengambil tulisan Muhammad Quthb, penjejak Sayyid Qutb.
Berikut isi file :

Aqidah Landasan Pembangunan Sistem Ilahi
Dipublikasi pada Wednesday, 29 January 2003
Topik: Artikel Islam
Oleh: Musthofa ‘Aini, Lc. *)
… sensor…
*) Alumni Univ. Islam Madinah & Mahasiswa Pasca Sarjana di Univ. Muhammadiyah Jakarta
Wallahu A`lam.
Referensi :
– Madkhal lidirasatil `aqidah al-Islamiyah, karya Dr. Utsman Jum`ah Dlumairiyah.
Laa ilaha illallah : aqidah wa syari`ah wa manhaju hayat, karya Muhammad Qutb.
– Syarah Aqidah Wasithiyah, oleh Ibnu Utsaimin.
– Beberapa buku Sirah Nabawiyah.
Semua Artikel yang ditampilkan di situs ini Merupakan Hak Milik masing-masing penulisnya. Ditampilkan disitus ini untuk tujuan Dakwah dan bukan untuk Tujuan Komersial
Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

10. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_365.htm,.
Keterangan : menunjukkan L-Data/AlDakwah yang orang-orangnya sebagian besar juga da’i Al Sofwa, merujuk pada pendukung politikus, Didin Hafidhuddin, eks presiden PK, dan pengambil pikiran Sayyid Quthb
Berikut isi file :

Hidup Mulia dan Mati Syahid
Dipublikasi pada Thursday, 19 June 2003
Topik: Kisah & Hikmah
DR. Didin Hafidhuddin
Aldakwah.org—-Ketika ajal akan menjemput Sayid Qutb—
… sensor…
Allahu yarhamhu, Sayyid Qutb ingin mengajarkan kaum muslimin sesudahnya, bahwa hidup mulia denga mati syahid itu merupakan dua hal yang menyatu dan tidak bisa dipisahkan… sensor…
Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

11. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_273.htm, Keterangan : menunjukkan Drs. Mahfuzd S (Shiddiq), kontributor AlDakwah/L-Data/DDII adalah seorang yang merujuk pada pikiran Hasan al Banna.
Berikut isi file :
Pribadi Dambaan Umat
Dipublikasi pada Monday, 05 May 2003
Topik: Artikel Islam
Ust. Drs. Mahfuzd S
AlDakwah.org—-
… sensor…
Ini pula sebabnya Ustadz Hasan Al-Banna meletakkan pemahaman (Al-Fahmu) di awal dalam proses pembinaan ummat. Al-Qur’an mendahulukan ilmu daripada keyakinan dan kepatuhan, karena keyakinan dan kepatuhan adalah cabang dari pemahaman…
… sensor…
Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

Lebih jelasnya, Mahfudz Shiddiq yang dipromosikan oleh L-DATA induk semang duo Qiblati bersaudara, (Agus Hasan dan Muhammad Su’aib Al-Faiz sebagai utusan dari L-DATA Jakarta yang juga tercantum secara resmi di dalam daftar peserta Dauroh Ma’had Al-Irsyad Surabaya) adalah PEMBESAR PARTAI IKHWANUL MUSLIMIN!! Adapun buktinya, biarlah Hizbul Ikhwan sendiri yang menjelaskan jabatannya (dan kami berlepas diri dari gambar-gambar manusia yang nongol di website ini):

www.pk-sejahtera.org/2006/index.php?op=isi&id=3508

www.pk-sejahtera.org/2006/index.php?op=isi&id=3568

12. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip 

Nama File didalamnya : www.aldakwah.org_modules.php_name_News_file_article_sid_274.htm, Keterangan : nampak Farid Ahmad Okbah pembesar Al IRsyad, menyebut-nyebut Hasan Al Banna. Nyata bahwa dia adalah kontributor ElData/Aldakwah.org/DDII sekaligus tokoh Al Irsyad yang mengambil pikiran Al Banna, sururi tulen.
Berikut isi file :
Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Yang Sebenarnya?
Dipublikasi pada Tuesday, 06 May 2003
Topik: Artikel Islam
Ust. Farid Ahmad Okbah
AlDakwah.org—

Landasan langkahnya adalah Ittiba’ (mengikuti) Rasulullah SAW. dan tidak menambah-nambah (berbuat bid’ah). Inilah yang dikatakan oleh Hasan Al Banna bahwa banyak orang mengaku pengikut Nabi Muhammad SAW., tetapi pengakuan tidak berarti hingga dia betul-betul melaksanakan perintah Allah SWT. dalam firman-Nya: 
…sensor…
Demikianlah kriteria-kriteria yang meskipun tidak mencakup secara keseluruhan, namun diharapkan cukup untuk sekedar mendekatkan kita pada bentuk dan warna Ahlu Sunnah Wal Jamaah.. Hingga ketika berhadapan dengan kelompok lain, adalah mudah untuk mendefinisikan mereka, apakah termasuk Ahlus Sunnah Wal Jamaah atau tidak, Wallahu a’lam.
…sensor…

Copyright © Lembaga Dakwah dan Taklim (L-Data) 2002
Jln. Kebon Nanas Utara II, RT. 004/04, No. 12, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur telp. +62-021-8199992 fax. +62-021-8517706

13. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : aldakwah.mweb.co.id_005buku_islam_resensi_index.htm
Keterangan : Tafsir Fi Dhilalil Qur’an karya Sururi tulen, Sayyid Quthb dipromosikan L-Data/Aldakwah/DDII, menunjukkan pemikiran organisasi tersebut semakin nyata, campur aduk dan cenderung pada Ikhwanul Muslimin.
Berikut isi file :
TAFSIR FI ZHILALIL QUR`AN
Dibawah Naungan Al-Qur`an
Sayyid Quthb, Jilid I 408 halaman./Rp 69.000,-

Copyright © 2001 Lembaga Dakwah dan Taklim
Jl. Gudang Peluru Raya B1 no. 8 Tebet, Jakarta – 12830, Indonesia
Telp. +62-21-8312566, Fax. +62-21-8296210

14. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_berita_news.php_id_83052.htm,.
Keterangan : nampak Pimpinan Lembaga Bahasa Arab Taruna al-Qur’an, Khudori, Lc. sedang memuji LIPIA
Berikut isi file :
Khudori, Lc. Pimpinan Lembaga Bahasa Arab Taruna al-Qur’an Umat Islam Indonesia sering mengalami kerancuan dalam memahami al-Quran dan Sunnah. Hal ini disebabkan lemahnya pemahaman mereka terhadap bahasa Arab. Padahal al-Qur’an dan Sunnah jelas berbahasa Arab. Inilah salah satu faktor kekurangan dan kelemahan sebagian besar umat Islam di Indonesia. Fenomena inilah yang melatarbelakangi berdirinya LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) Jakarta. Didirikan pada tahun 1980. Pendirinya pemerintah Saudi Arabia. Sebagai wujud hubungan baik dan kerja sama antara Kerajaan Saudi Arabia dan Indonesia. Dan merupakan cabang Universitas Islam Imam Muhammad ibnu Saud, Riyadh, di Indonesia. Tujuan utamanya menyebarluaskan dakwah Islamiyah dan bahasa al-Qur’an khususnya. Selain itu mencetak ulama dan da’i yang bisa Bahasa Arab dan wawasan Islam secara benar dari sumber aslinya. Semula, LIPIA bernama LPBA (Lembaga Pengajaran Bahasa Arab). Maka dari itu, hanya membuka progam bahasa Arab. Namun, seiring dengan tuntutan dan kebutuhan umat Islam Indonesia, maka dibukalah Fakultas Syariah (Hukum Islam). Hal ini mengingat pentingnya mencetak intelektual Muslim yang betul-betul memahami dan mendalami ilmu agama. Untuk menjaga kualitasnya, maka yang berminat ke Fakultas Syariah ini harus mampu menghafal Qur’an minimal 3 juz. Progam pendidikan lainnya: I’dad Lughawi (persiapan bahasa) selama 4 semester, Takmili (Bahasa Arab pra Universitas) selama satu tahun. Kemudian Ta’hilul Mu’alimin (Pendidikan Diploma Guru Agama dan Bahasa Arab) satu tahun dan Fakultas Syari’ah selama 8 semester. Untuk Fakultas Syariah sejak setahun yang lalu telah memperoleh akreditasi dengan status disamakan dengan IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sistem pendidikan di LIPIA sengaja dirancang dengan jadwal kuliah yang sangat ketat. Untuk itu, tiada waktu tanpa membaca, menghafal al-Quran, menulis, serta murojaah (mengulang hafalan). Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan lulusannya yang berstandar internasional. Maka dari itu, pengajarnya sebagian besar dosen-dosen berkualitas dari Timur Tengah yang berkomunikasi dengan bahasa Arab. Khusus Fakultas Syariah, pengajarnya doktor-doktor dari berbagai disiplin ilmu syar’i lulusan perguruan tinggi terkemuka di Timur Tengah. Mereka yang berhasil belajar di LIPIA patut berbangga. Selain kualitas pendidikannya patut dibanggakan, fasilitasnya pun cukup menggiurkan. Selain sarana fisiknya berstandar Timur Tengah, semuanya serba gratis. Mulai dari biaya pendidikan, buku literatur, biaya hidup, hingga fasilitas asrama yang representatif.

Untuk mewujudkan dai yang berkualitas, maka LIPIA menyediakan perpustakaan yang cukup besar dan representatif. Puluhan ribu judul buku telah menjadi koleksinya. Sehingga merupakan perpustakaan terlengkap di Indonesia, khususnya literatur Islam dan Arab. Dan telah menjadi rujukan untuk ilmu keislaman, bahasa dan sastra Arab. Selain itu, juga dilengkapi dengan fasilitas laboratorium bahasa dengan peralatan canggih. LIPIA juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi umum dan Islam terkemuka di Indonesia. Yaitu dengan memberikan bantuan buku-buku pengajaran bahasa Arab, mushaf al-Quran, dan buku bacaan Islam lainnya. Selain itu, juga mengadakan seminar dan workshop tentang pengajar bahasa Arab.Yang jelas, LIPIA diibaratkan bagaikan istana yang melayani umat. Mahasiswa LIPIA berasal dari Sabang sampai Merauke. Bahkan dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Laos, dan Amerika Serikat. Juga dari Afrika, seperti Somalia dan Negeria. Oleh karena itu, mahasiswa dari berbagai bahasa dan etnis ini dilatih menjalin Ukhuwwah Islamiyah yang kuat. Caranya lewat berbagai kegiatan ekstra kurikuler seperti pertandingan olah raga, rihlah (Tamasya), mukhoyyam (berkemah), dan berbagai kegiatan lainnya. Sejak dua tahun lalu, 2000, LIPIA telah membuka progam I’dad Lughawi khusus Tholibat (mahasiswi). Masa pendidikan selama 4 semester dengan fasilitas pendidikan yang sama. Penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan setiap tahun ajaran, antara bulan Juli dan Agustus . LIPIA tiap tahunnya kebanjiran pendaftar. Paling tidak 1000 pendaftar. Padahal daya tampungnya hanya 100 mahasiswa. Maka dari itu, seleksinya sangat ketat. Hal ini berkat kualitas dan fasilitas yang memang mewah untuk ukuran lembaga pendidikan di Indonesia. Bagi peminat harus memiliki kemampuan dasar Bahasa Arab dan usia tidak lebih dari 23 tahun. Dan dapat menghubungi kampus LIPIA, jalan Buncit Raya Jakarta Selatan, telepon (021) 7814486.

Taruna Alquran © 2001, [email protected] This Site is powered by phpWebSite © Saran ke : [email protected]

15. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_sq_cat.php_catid_5_catname_ArsipBerita.htm
Keterangan : , nampak di website TarunaAlQur’an ini nama-nama sbb : Umar Budihargo Lc, MA, pengasuh PP Taruna Alquran Yogyakarta , Khumaidi Lc, KH Fuadi, Mufti Labib,  Bustan adalah da’i Taruna AL Qur’an
Berikut isi file :

:: taruna-alquran.org :: Swara Quran- Swara Insan Qurani
08-11-2004 11:44:29
ARSIP BERITA
Pengajian Ustadz Umar Budihargo 24.01.2003
JAMAAH Taruna Alquran paket C dan C-1, Kamis (23/1) mendengarkan pengajian Ustadz Umar Budihargo Lc, MA. Dalam pengajiannya, pengasuh PP Taruna Alquran Yogyakarta ini menyampaikan pelajaran tentang haji. Berdasarkan SMS yang diterima Bambang Riyanto (Sekretariat PP Taruna Alquran), jamaah paket C dan C-1 melakukan ibadah umroh, dimulai sekitar pukul 14.00 hingga 17.00 waktu setempat. Paket reguler Taruna Alquran, Kamis mengikuti salat Istisqo’ di Masjid Nabawi dan dilanjutkan ziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar Madinah. (Ono)-a KR Jumat, 24-01-2003 , Kolom – Berita Singkat
Ziarah ke Kebun Kurma 27.01.2003
JAMAAH paket reguler bimbingan Taruna Alquran, Sabtu (25/1) mengadakan pengajian yang diasuh Ustadz Khumaidi Lc, KH Fuadi dan Mufti Labib, serta dipandu Ustadz Bustan. Selanjutnya rombongan melakukan ziarah ke kebun kurma dan percetakan Alquran. Sekretariat PP Taruna Alquran, Bambang Riyanto, menginformasikan jamaah tahap II gelombang 1 berjumlah 156 orang yang berangkat Jumat sore dari Bandara Adisucipto, pada Sabtu sore sudah sampai di Jeddah. Tahap II gelombang 2 berjumlah 38 orang berangkat Sabtu. (Ono)-n

16. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_sq_cat.php_catid_4_catname_InfoHaji.htm
.Keterangan : , nampak Ridwan Hamidi Lc sebagai da’i resmi KBIH Taruna Al Qur’an, dibawah binaan Umar budihargo Lc, MA
Berikut isi file :
INFO HAJI
Ringkasan Informasi Perjalanan Haji KBIH Taruna Al-Quran 27.01.2003
Jamaah haji Taruna Al-Quran paket B yang diberangkatkan jum’at dan sabtu lalu, telah selesai melakukan umrah sunnah yang dibimbing langsung oleh ust. Umar budihargo Lc, MA,. Dan senin pagi mereka mengikuti pengajian yang disampaikan oleh ust. Umar budihargo pula, kondisi jamaah paket B Taruna Al-quran ini masih cukup segar bugar, memiliki semangat ibadah yang tinggi, lagipula fasilitas hotel sangat mendukung tak lebih dari 100 m dari arah Masjidil Haram. Perlu diketahui sampai saat ini ada 459 orang jamaah haji khusus Taruna Al-quran (non reguler) yang masuk Makkah dan satu orang meninggal.
Manasik Perdana Calhaj 2004 KBIH Taruna Al-Quran 01.02.2003
Suasana tampak khusyu’ mewarnai pelaksanaan manasik haji KBIH Taruna Al-Quran untuk calon jamaah haji tahun 2004. sebanyak 331 orang memadati ruang Mendut di hotel Garuda untuk mengikuti acara ini. Dalam tausiahnya Ust. Ridwan Hamidi Lc, menguraikan arti penting pelaksanaan ibadah haji yang benar-benar sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw.

17. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_sq_art.php_artid_15.htm,
Keterangan : nampak nama Didik Haryanto Lc sbagai pengajar Taruna Al Qur’an, dibawah asuhan Umar Budiargo Lc MA .
Berikut isi file :

Ingin Membumikan Alquran di Indonesia
oleh Redaksi SQ 18.01.2003, updated 18.01.2003
(Suara Merdeka)SLEMAN-Pondok pesantren secara sederhana dan umumnya berarti tempat orang (santri) tinggal untuk melakukan/menempuh pendidikan agama, khususnya Islam. Salah satunya dilakukan Pondok Pe-santren (Ponpes) Taruna Alquran. Namun demikian, sesuai dengan nama dan misinya di ponpes yang berbasis utama di Jl Lempongsari 4 A Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten, Sleman, DIY ini, para lulusannya kelak diharapkan memiliki sikap dan jiwa yang Qur’ani.
Sabtu, 23 November 2002 Jawa Tengah – Kedu & DIY
“Pokoknya, dengan segala apa yang diajarkan dan dituntunkan di sini kami menginginkan tindak-tanduk dan pemikiran santrinya akan berdasarkan segala apa yang diajarkan oleh Alquran,” kata staf pengajar, Ustaz Didik Haryanto Lc. Para santri yang terdiri satas santri pria dan wanita belajar di tingkat Taman Kanak-kanak (raudhaul atfa), SLTP (tsanawiyah) dan tingkat SLTA (aliyah).

Ponpes yang didirikan pertama tahun 1995 di wilayah Kabupaten Bantul itu juga membuka program Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Islam (PGTKI) dan program Pondok Mahasiswa.

Mahasiswa peserta program pondok ini diberi kebebasan mengatur waktu antara kegiatan di ponpes dan di kampus masing-masing. Dalam hal ini, mahasiswa hanya mengikuti kegiatan di pondok di luar kegiatan di perguruan tingginya. Lebih dari itu, bagi mahasiswa dengan prestasi tertentu juga tersedia kesempatan untuk belajar di luar negeri, khususnya di negara-negara Timur Tengah.

Yang menarik, semua jenis dan tingkat pendidikan yang digelar bisa diikuti secara cuma-cuma alias gratis. Padahal pada tahun ini misalnya, terdapat 546 santri yang mestinya memerlukan anggaran operasional yang tidak sedikit.

546 Santri
Ustaz Didik Haryanto, atas nama pimpinan lembaga tersebut bercerita, sejak awal pendiriannya, Ponpes Taruna Alquran bertujuan memperbanyak jumlah kader dai dan ulama di Indonesia. Dari situ kelak diharapkan bisa mengurangi keprihatinan akibat keterbatasan kemampuan mempelajari dan atau memahami Alquran. Padahal dari kitab suci umat Islam itulah segala kehidupan manusia di dunia diatur.

Hal ini dikatakannya, karena kenyataan sampai sekarang masih banyak orang Islam yang belum bisa membaca-tulis Alquran ataupun memahami isi serta kandungannya.

Karena itu, pengasuh ponpes itu bertekad mengasuh santri-santri hingga kelak bisa ikut membumikan Alquran, khususnya di Indonesia. Dikatakan, saat ini mereka sedang mendidik 546 santri di bawah asuhan 10 orang ustaz dan ustazah.

Bagaimana caranya? Untuk itu pondok yang dipimpin Ustaz Umar Budiargo Lc MA tersebut menyediakan fasilitas materi pendidikan dasar-dasar Islam, tauhid, tafsir, hadis, fikih ibadah, tahfidzul Quran, dan bahasa Arab.

Selama bulan Ramadan, santri yang sudah berhasil menghafal Alquran (ada sembilan orang) diberi tugas mengimami salat tarawih di pondok. Dalam hal ini karena tiap kali tarawih dibacakan ayat-ayat suci Alquran satu juz pada 10 hari pertama puasa. Tarawih yang utama di ponpes dimulai pukul 02.00 dini hari (sebelum sahur).

Pada sepuluh hari puasa kedua, salat tarawih digelar dua kali. Tarawih lainnya setelah salat isya seperti kebanyakan dilakukan masyarakat. Dengan demikian setelah 10 hari kedua puasa, mereka berhasil mengkhatamkan Alquran. Selanjutnya para santri libur dari segala kegiatan yang pada umumnya dimanfaatkan untuk pulang ke rumah orang tua atau kampung masing-masing.

Di antara sejumlah pondok pesantren lainnya, Ponpes Taruna Alquran Yogyakarta memiliki aktivitas menarik berupa adanya Divisi Radio yang dipancarkan dari basis di Jl Lempongsari 4 A. Radio yang dipancarkan sejak pukul 03.00 sampai 22.00 melalui gelombang 96,7 FM juga dikhususkan untuk menyiarkan segala kegiatan yang berkaitan dengan kitab suci Alquran. Seperti kegiatan belajar membaca, mengaji, tafsir, terjemah dan dialog interaktif seputar Alquran. Tidak ada nyanyi-nyanyi ataupun lagu-lagu. Walaupun kasidah atau nasyid.

Pertanyaannya, dari mana pengasuh Ponpes Taruna Alquran membiaya semua kegiatan tersebut? Itu karena adanya sejumlah divisi usaha. Selain Divisi Radio (Taruna Alquran), yaitu Divisi Percetakan dan Penerbitan (Sari Ilmu), Divisi Majalah Swara Quran, Divisi Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, Baitul Maal, Divisi Klinik dan Pengobatan (Klinik Taruna Husada), Divisi Penyulingan Minyak Atsiri, Divisi Perikanan, Divisi Rotan, toko besi dan kelontong. (Asril-20k)

18. Alamat Sumber : File dalam CD bukti, nama file sururi.zip
Nama File didalamnya : www.taruna-alquran.org_sq_art.php_artid_37.htm,
Keterangan : nampak Ridwan Hamidi Lc dan Umar Budihargo Lc, MA sedang melaksanakan agenda KBIH Taruna Al Qur’an
Berikut isi file :
Artikel / Info Haji
Perjalanan II – KBIH Taruna Al-Quran
oleh Redaksi SQ 04.02.2003, updated 08.02.2003
Seusai melakukan umrah sunnah dengan mengambil miqat di Tan’im, jamaah paket B Taruna Al-Quran bertolak menuju kota Madinah, demikian pula jamaah Taruna Al-Quran paket C & C-1.
Perjalanan II – KBIH Taruna Al-Quran
Dari Tgl. 30 Januari – 04 Februari 2003

Kamis, 30 Januari 2003
Seusai melakukan umrah sunnah dengan mengambil miqat di Tan’im, jamaah paket B Taruna Al-Quran bertolak menuju kota Madinah, demikian pula jamaah Taruna Al-Quran paket C & C-1. menurut rencana mereka diberangkatkan pada pukul 02.00 siang hari ini kamis 30/01/03 waktu setempat, perjalanan Makkah Madinah ini memekan waktu sekitar 5-6 jam, maka diharapkan kamis malam mereka telah tiba di kota nabi itu. Sedangkan koper bagasi diberangkatkan lebih dulu guna kelancaran perjalanan.
Sementara itu, jamaah Taruna Al-Quran paket Reguler yang bertolak dari Madinah dua hari lalu, telah tiba di Makkah rabu 29/01/03 pukul 18.15 waktu setempat. ketika jamaah reguler ini singgah di Madinah, mereka mendapat tempat yang jauh dari masjid Nabawi, dengan persediaan air yang sering terlambat, dan banyak pula jamaah reguler ini yang tak mendapat jatah bantal dan selimut sewaktu di Madinah. Demikian halnya di Makkah ini, mereka mendapat tempat di Awwali daerah Misfalah yang terletak kurang lebih 2-3 km dari Masjidil Haram, dengan kamar yang cukup sederhana, dan al-hamdulillah persediaan air mencukupi.

Rabu, 05/02/2003
Jamaah Taruna Al-Quran paket A yang diberangkatkan senin sore 03/01/03 menggunakan pesawat GA 9801,dari bandara Soekarno Hatta menuju Jeddah dibandara Internasional King Abdul Aziz, selanjutnya mereka diberangkatkan ke Madinah.
Sebagaimana kabar dari tanah suci, oleh Ust. Ridwan Hamidi Lc, melalui SMS, bahwa selasa malam telah tiba di kota Nabi dengan selamat, dan rabu pagi 05/02/03 sejumlah 41 jamaah paket A telah menunaikan shalat subuh perdana di Masjid Nabawi, yang dilanjutkan dengan menikmati sarapan pagi.

Kamis, 06/02/03
Hari ini kamis pagi 06/02/03 Jamaah paket A berada di hotel Sheraton al-Haritsi, baru selesai mengikuti pengajian di hotel Thoyibah. Jamaah paket A ini direncanakan besok melakukan ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Madinah, saat ini (Kamis siang) tengah dalam perjalanan menuju Masjid Quba. Adapun tempat-tempat yang akan dikunjungi; Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Khandak, dan Pasar Kurma,
Sementara itu agenda rutin jamaah paket B & C melakukan pengajian pagi berjalan lancar, kemarin giliran Ust. Umar Budihargo Lc, MA., beliau menyampaikan pentingnya meletakkan niat yang tepat dalam setiap amalan seorang muslim termasuk didalamnya niat berhaji. Sedangkan kemarin paket reguler mengadakan pengajian di lantai 3 Masjidil Haram, dan untuk hari ini pengajian diadakan di Masjid dekat hotel.

Ahad, 02 Februari 2003
Jamaah paket B & C Taruna Al-Quran, kemarin hari sabtu 01/02/03 keberangkatannya dari Makkah telah tiba di Madinah dan langsung ditempatkan di hotel Taibah, hotel besar yang terletak persis di depan Masid Nabawi, tepatnya didepan pintu Umar bin Khatthab, sehingga dalam aktivitasnya tak usah repot-repot naik angkot. Kemudian ba’da Ashar diadakan pengajian oleh Ust. H. Umar Budihargo Lc, MA. Dalam pengajiannya beliau menyampaikan tentang hikmah pelaksanaan ibadah haji, serta menekankan dan mengarahkan jamaah mengenai upaya-upaya yang perlu dilakukan selama mereka masih berada di tanah suci, agar kemabruran haji dapat tercapai.
Kegiatan jamaah Taruna Al-Quran paket reguler cukup baik dan lancar. Pada 02/02/03 Ahad siang ini mereka melakukan ziarah ke tempat bersejarah di sekitar Makkah, dan dilanjutkan menunaikan umrah.
Jamaah Taruna Al-Quran paket Reguler kemarin Ahad 02/02/03 melakukan ziarah di tanah suci Makkah, ke jabal Rahmah, Arafah, Mina, Muzdalifah, dan umrah sunnah.”- Demikian contoh fikroh Ikhwaniyyah yang dimuntahkan L-DATA dan disebarluaskan oleh induk semang Agus Hasan dan Muhammad Sueb Al-Faiz, duo bersaudara penguasa Qiblati yang bertopeng Salafi.
Wahai Agus Hasan bertopeng Salafi dan segenap pembebek mesra kalian!
Dengan bukti FAKTA di atas, jawablah dengan kejujuran iman kalian!
Apakah Mufti Masjidil Haram juga ridha dengan Tafsir Fi Dzilalil Qur’an yang dipromosikan oleh lembaga anda? Apakah Mufti Masjidil Haram juga ridha dengan berbagai artikel dan pemahaman Ikhwani yang dipublikasikan dan disebarkan oleh lembaga anda? Apakah Mufti Masjidil Haram ridha dengan para tokoh Partai Ikhwanul Muslimin yang memenuhi lembaga anda? Apakah Mufti Masjidil Haram juga ridha dengan lembaga yang menjadi corong fikrah Sayyid Quthb, Hasan Al-Banna, Qaradhawi dan selainnya? Ataukah semua pertanyaan ini hanyalah fitnah belaka? Siapa yang mampu mengingkarinya?! Jika demikian, apalah arti penampilan kalian di depan masyayikh sebagai Ahlussunnah yang mendakwahkan manhaj Salaf? Adakah korelasi antara dakwah Ikhwani kalian dengan dakwah Ahlussunnah?!  

(Dokumen) Data Rahasia Seputar Daurah Masyayikh -bagian kedua

Sungguh bukti dan FAKTA telah mendustakan pengakuan kalian! Allahu yahdikum.
FAKTA, kisah FAhit ulama meKah yang nyaTA!
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Tambahan FAKTA Penting:
Qiblati lecehkan ulama Yaman. Pembaca sekalian rahimakumullah, bukanlah suatu hal yang menggembirakan jika kami harus mengupdate artikel ini “HANYA” untuk membuktikan bahwa Qiblati sungguh – sungguh merupakan majalah yang sangat – sangat jahat sebagaimana judul yang kami pilih untuk artikel ini. Update ini adalah bukti lain yang menunjukkan bahwa kebenaran dalil/hujjah dari
AlQur’an dan Sunnah serta perkataan para ulama hanyalah sesuatu yang tidak memiliki harga dan nilai jika dibandingkan dalil caci maki dan umpatan! Kitapun yang telah membaca kisah tersebut, Qiblati menyebutnya sebagai “Nukat/cerita unik” dan kami lebih pas menyebutnya sebagai sebuah Syari’ah yang di“anekdot”kan agar pembacanya bisa tersenyum ataupun tertawa! Anekdot keji terhadap syari’ah yang tidak lebih dari “qila wa qola” (orang Jawa menyebutnya sebagai “kulak jare dodol jare” ) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya! Tidak sepatutnya bagi orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya menjadikan kedustaan sebagai wasilah dakwah apalagi mempublikasikannya sebagai sebuah lelucon untuk ditertawakan!
Dan yang sangat menyakitkan lagi, ulama Yaman-lah yang sekarang ini dijadikan maskot kedunguan Qiblati yang telah mentahbiskan Mufti Masjidil Haram sebagai penasehatnya!
Kami tampilkan satu contoh saja dan silakan pembaca membaca contoh lainnya sebagaimana bukti FAKTA yang kami sertakan…
“Seseorang dari mesir dikenal suka ngeyel (suka membantah dalil). Suatu hari ia mendebat seorang syekh dari Yaman:”Menapa kalian harus mencuci bekas jilatan anjing sebanyak 7 kali, dan mengapa salah satunya harus dengan tanah?!” Syekh dari Yaman itu menjelaskan dengan alQur’an, namun orang Mesir itu tetap ngeyel, tidak terima. Begitu pula saat dijelaskan dengan Hadits dan perkataan ulama ia tetap tidak terima. Maka dengan spontan ulama Yaman itu mengatakan:”Begini saja, kita berbuat begitu – diantara alasannya – karena kamu dan manusia lain kalau mencacimaki orang mengatakan: “Anjing lho!” atau, “Dasar anak anjing kamu!” Maka orang Mesir itupun mengangguk-angguk tersenyum dan menerima. (AH)*
Kita berhak bertanya kepada Qiblati:
Dimana keunikan dari hujjah “kemungkaran” ini? Apakah lambang Nukat di bagian kiri yang berbentuk bulatan dengan jenggot di bagian bawah dengan mulut yang tersenyum? Ataukah karena lebih diterimanya “fatwa ngawur” ulama Yaman yang kehabisan hujjah dalam menghadapi mad’unya? Tunjukkan siapa ulama Yaman yang ngawur tersebut agar kalian tidak dicap sebagai barisan pendusta sebagaimana kedustaan ustadz Abdurrahman Tamimi dan pembebek mesranya Abu Salma dalam mengibuli umat atas nama dakwah salafiyyah yang mubarokah? Jika tidak, maka sungguh kalian telah menggunakan “ulama Yaman” sebagai simbol kehinaan dan kerendahan dan bahan tertawaan kalian!! Ataukah kedustaan adalah kenikmatan di sisi kalian?! Semoga kalian segera bertaubat kepada Allah atas penghinaan kalian terhadap kehormatan ulama Yaman dan jauh lebih besar dari itu semua adalah syariat Islam yang kalian jadikan sebagai anekdot yang sama sekali tidak unik apalagi lucu!! Tentu saja, semua bualan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan slogan Qiblati “Menyatukan Hati dalam Sunnah Nabi”!
Berikut FAKTA kekejian anekdot di atas: 
http://img116.imageshack.us/img116/6803/qiblatiolokulamayamanen4.jpg
Jadi, jangan coba-coba mengibuli umat dengan menyatakan bahwa anekdot tak lucu ini adalah fitnah FAlsu dan taK nyaTA sebagaimana igauan Abu Salma CTPAT centeng Chalid “Kelinci Bersikat Gigi” Bawazeer dan Surkati kolaborator lotre halal penjajah kafir harbi Belanda yang sekarang ini getol diperjuangkan oleh Irsyadiyyun menjadi pahlawan Nasional.
http://alirsyad.net/index.php?option=comcontent&task=view&id=79&Itemid=2
Ataukah ini semua adalah bukti dakwah bijaksana bijaksini nan lemah lembut (walaupun kepada kafir harbi penjajah sebagaimana yang diuswahkan oleh Syaikh “Salafi” Surkati!) yang selama ini kalian gembar-gemborkan kepada umat?!
http://img530.imageshack.us/img530/9338/surkatipenjajahah3.jpg  
Kepada segenap Irsyadiyyun, bukan kepada pemerintah RI anda sekalian mengajukan permohonan kepahlawanan itu! Tetapi mintalah royalti (bukankah royalti adalah kepiawaian ustadz Abdurrahman Tamimi?) kepada pemerintah Belanda agar menganugrahinya sebagai pahlawan karena sikap kooperatifnya serta jasa-jasanya menjadi guru/Syaikh dari para pejabat kafir penjajah Belanda! Dan bukanlah pemublikasian FAKTA kehizbiyahan serta kejahatan hizbiyyah ini begitu mudahnya mereka syubhatkan sebagai sebuah “kegemaran untuk mencari-cari kesalahan sesama Ahlus Sunnah”! Demi Allah kami berlepas diri dari sikap yang tercela tersebut. Bagaimana dikatakan sebagai kegemaran untuk mencari-cari kesalahan saudara sesama Ahlus Sunnah sementara kesalahan (baca:kejahatan hizbiyyah) tersebut dipublikasikan sendiri dan diperjualbelikan sendiri oleh hizbiyyun secara luas kepada umat dengan berbagai media yang mereka miliki baik media cetak maupun elektroniknya. Tanpa perlu kita cari-cari kesalahannya, toh kejahatan hizbiyyah tersebut disebarluaskan oleh hizbiyyun sendiri!! Di sana ada sebuah kewajiban bagi kita semua untuk meluruskan, membongkar dan membantah syubhat serta kejahatan hizbiyyah yang mereka tebarkan sebatas ilmu dan kemampuan yang kita miliki. Adakah seorang muslim yang memiliki sedikit saja kecemburuan terhadap agama ini yang mampu berdiam diri dan tertidur nyenyak manakala kejahatan hizbiyyah ditebarkan dan dilemparkan kepada umat? Semoga saja para pembaca bisa membedakan SYUBHAT EMAS antara “mencari-cari kesalahan saudaranya” dengan perkara membantah dan membongkar “kesalahan” (baca: kejahatan hizbiyyah) yang disebarkan, dipublikasikan serta dijualbelikan sendiri oleh hizbiyyun ke tengah-tengah masyarakat. Sekali lagi, “nebeng” perkataan ulama Ahlus Sunnah adalah jurus kuno hizbiyyun ketika tidak mampu lagi menghadapi hujjah dan bukti Ahlus Sunnah. Kalimatul Haq Urida bihal bathil, kalimat yang haq akan tetapi kebathilanlah yang dimaukannya. Allahu a’lam.
(Abdul Hadi)

Comments are closed.