Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Makar&Pengkhianatan Terhadap Masyayikh Yordan

MAKAR DAN PENGKHIANATAN SURURIYYUN-IKHWANIYYUN-SURKATIYYUN TERHADAP KAUM MUSLIMIN SERTA UPAYA MEREKA DALAM MENIPU & MEMPERMAINKAN MASYAYIKH URDUN

 

Sampai saat ini, Daurah Masyayikh Yordan yang mereka selenggarakan telah berlangsung 5* kali :

Daurah I: 9-13 Pebruari 2001 atau 15-19 Dzulqa’dah 1421

Daurah II: 17-21 Maret 2002 atau 3-7 Muharam 1423

Daurah III: 25-29 Juni 2003 atau 24-28 Rabiutstsani 1424

Daurah IV: Desember 2004 atau Syawal 1425

Daurah V: 14 sore-18 Pebruari 2006

Mereka katakan bahwa salah satu bukti kecintaannya terhadap dakwah Salafiyyah dan Ulamanya adalah bukti upaya mereka berkali-kali mendatangkan murid-murid Ahlul Hadits, Syaikh Al-Albani dari Yordania!

Mereka katakan pula bahwa kesediaan hadir Masyayikh Yordan adalah salah satu bukti keSalafiyyahan mereka!

Merekapun tidak lupa menyatakan bahwa:”Kalau benar tuduhan kalian bahwa kami adalah Hizby-Sururi, apakah mungkin Hizbiyyin-Sururiyyin mau repot-repot (dengan mengeluarkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit) mendatangkan ulama-ulama Ahlussunah untuk memberikan nasehat dan bimbingan dalam acara Daurah Masyayikh?!

Abdurrahman Tamimi berkata penuh percaya diri (seolah-olah kedoknya tiada diketahui):.3323

Sungguh kita telah merasakan manfaat daurah-daurah kita ini dan para dai juga telah banyak mengambil pelajaran darinya hingga banyak orang-orang yang marah tapi ribuan orang banyak yang mengambil faedah darinya. Dan daurah ini merupakan salah satu sebab tersebarnya dakwah yang diberkahi ini di negeri kita hingga membuat murka orang-orang harakah, takfiriyyin, sufiyyin serta para pengaku salafiyyah. Mereka semua menjerit, mengeluh dan menujukan tuduhan-tuduhan dusta lagi palsu kepada para ulama serta dai-dai salafiyyah. Setiap orang yang tidak bergabung dengan mereka dijuluki tidak paham waqi’/fakta, dan para ulama dituduh dengan tuduhan dusta, menjauhkan manusia dari mereka, mencaci serta meendahkan ulama. Demikian jembatan yang memanjang dari celaan dan cercaan kepada para ulama umat ini.”( Muqaddimah Daurah Ke – 5 Oleh Ust Abdurrahman at-Tamimi, Salafindo.com)

Kalaulah tuduhan itu adalah tuduhan dusta dan fitnah, tentulah bukan bukti ilmiyyah yang diserta. Bukankah begitu bapak direktur?

Syaikh Muhammad Musa Nashr berkata:

Ini saatnya bagi seorang Muslim untuk berfikir dengan akalnya dan menggunakan akalnya secara baik dan meninggalkan taklid. SUATU HAL YANG MEMBUAT SAYA HERAN ADALAH, APAKAH KALIAN MEMPERCAYAI BAHWA ORANG-ORANG YANG TERLIBAT DENGAN HIZBIYAH AKAN MENCINTAI ULAMA DAN MURID-MURID MEREKA? APAKAH MEREKA AKAN MENGUNDANG MURID-MURID YANG TELAH BELAJAR KEPADA ULAMA-ULAMA BESAR INI, SUPAYA HADIR DAN MEMBERIKAN CERAMAH? Apakah kalian mempercayai hal ini?? Hal ini adalah dua hal yang saling berlawanan yang tidak mungkin dapat bersama”

( Nasehat Syaikh Ali Hasan Dan Syaikh Musa Nashr Ketika Dauroh Di Masjid Brixton, Abusalma.bahaya.net)

Kita katakan:

Mungkinkah ya ikhwah bahwa orang-orang yang terlibat Hizbiyyah akan mengundang murid-murid ulama besar supaya hadir dan memberikan ceramah?! Dan mungkinkah ya Ikhwah bahwa hal itu adalah bukti kecintaan mereka terhadap dakwah Salafiyyah dan ulamanya?!

Kita akan melihat bukti kepastiannya….dan bukan kemungkinannya!!! Yang jelas, bukti kehadiran Syaikh Salim di acara Dauroh Jum’iyyah Hizbiyyah Ihya’ut Turots cabang Jahra Kuwait dan di kesempatan lainnya bintang tamu berikutnya (baca:guest star) adalah Abu Ishaq Al-Huwaini (bukti riil berupa foto spanduk ”selamat datang” terlampir) di tempat yang sama merupakan satu poin jawaban yang telak bahwa Fakta yang kita pegang adalah bukti yang Pasti (dan bukan lagi kemungkinan!) bahwa Hizbiyyin terbukti telah mendatangkan dan mengundang murid-murid ulama besar supaya hadir dan memberikan ceramah untuk melegalkan dakwah Hizbiyyahnya!!

Beberapa kejadian “unik” Pasca Daurah Masyayikh Yordan ke-1 di Indonesia sejak bulan Dzulqa’dah 1421/Februari tahun 2001 (terakhir, Sururiyyun mengadakannya pada bulan Pebruari 2006). Ma’af jika beberapa kejadian harus kami ulang karena untuk memudahkan penekanan waktu dengan kedatangan Masyayikh Yordan ke Indonesia/Markaz mereka.

 

1. Al-Irsyad mengadakan Daurah para da’i secara marathon di 5 pulau (Madura:28 Dzulhijjah 1421H s/d 1Muharram 1422H; Lombok:2 s/d 5 Shafar 1422H, Irian Jaya:17 s/d 20 Shafar 1422H; Banda Aceh: 2 s/d 5 Rabiul Awal 1422H; Banjarmasin: 28 Rabiuts Tsani s/d 2 Jumadil Ula 1422H) yang diisi oleh Quartet Hizbul Irsyad: ABDURRAHMAN TAMIMI (pemegang Surat Kuasa 4 Masyayikh Yordan, ketika itu baru memegang Surat Kuasa dari Syaikh Salim dan Syaikh Ali Hasan), MUBARAK BAMU’ALIM (wakilnya di Ma’had Al-Irsyad), FARID OKBAH (Takfiri Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad) dan YUSUF BA’ISA1 (wakil Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad) (alirsyad-alislamy.or.id_majelis-dakwah_pelatihan-da’i.htm)

Catatan penting:

Abdurrahman Tamimi dan Mubarak Bamu’alim mendatangkan Masyayikh Yordan bulan Februari 2001. HANYA SATU BULAN SETELAH ITU, MEREKA SUDAH BERANI berkeliling Indonesia bersama gembong Sururi yang menerjemahkan dan menyebarkan selebaran keji Syayiji (Yusuf Utsman Baisa) dan Takfiriyyun Farid Okbah untuk mentraining dai-dai Al-Irsyad-plus!! Apakah kita masih percaya dengan “bualan mereka” bahwa Si Pembesar Hizby tidak kenal dan tidak memiliki hubungan “kekerabatan”(baca:manhaj!) dengan Farid dan Yusuf?

Ingatlah pula wahai saudaraku bahwa Farid ini juga menyebarkan “virus” bahwa Salman Al-Audah dengan buku terkenalnya Al-Firqatun Najiyah adalah Ahlussunnah!! Dia juga merujuk pada pendapat Hasan Al-Banna ketika membahas Ciri-ciri Ahlus Sunnah!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kedok Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad ini terbongkar ketika menulis artikel “Siapakah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Yang Sebenarnya?”, dipublikasikan pada Tuesday, 06 May 2003 di situs LDATA Ikhwanul Muslimin (aldakwah.org/modules.php?name=News&file=article&sid=274). Artinya sudah 2/3 kali ya Ikhwah Hizbul Irsyad-nya Surkati mendatangkan Masyayikh Urdun dan Nakhoda Dakwahnya masih memiliki “nafsu Hizbiyyah” yang keterlaluan sehingga berani menjadikan Salman Al-Audah si gembong besar Sururiyyun Internasional lapis pertama sebagai rujukan ciri-ciri Ahlussunnah!!

Bukankah hal ini merupakan istihza’ terhadap para ulama Ahlussunnah?!

 

2. Yazid Jawaz (DDII, Ihya’ dan Haramain), Mubarok Bamu’allim (Al-Irsyad), Abu Ihsan (Ihya’) bergabung dengan Muhammad Yusuf Harun (LDATA Al-Ikhwani), Geis Abad (Sekretaris Majelis Pendidikan dan Pengajaran Al-Irsyad “illegal” Farouk) dan Masdun Pranoto (Sekretaris Jenderal PP.Al-Irsyad “illegal” Farouk Badjabir) serta Presiden PK Al-Ikhwani, Hidayat Nurwahid menerbitkan buku terjemah Tafsir Ibnu Katsir pada bulan Rabi’ul Awal 1422H/Juli 2001 yang dicetak oleh Pustaka Imam Syafi’i (lihat promo penerbit ini di situs resmi Al-Sofwa)

catatan penting:

Masyayikh Yordan Daurah ke-1 bulan Dzulqa’dah 1421/Pebruari 2001 dan mereka terang-terangan berkoalisi dengan Presiden Ikhwani HANYA 5 BULAN SETELAH DAURAH MASYAYIKH PERTAMA!!

Abu Salma berupaya menipu umat dengan berkilah bahwa da’i-da’i Sururi pujaannya tidak tahu menahu persekongkolan ini. Kita tegaskan bahwa bukti Tafsir hasil Rifqan Sururi-Ikhwani yang kita pegang adalah cetakan kedua tahun 2003, sementara cetakan pertamanya adalah tahun 2001, ada selang waktu yang cukup lama 2 tahun (24 bulan!). Seminggu dua minggu atau sebulan dua bulan adalah alasan yang sangat relevan menyikapi “ketidaktahuan ini” apalagi untuk sebuah mega-proyek yang mendapatkan imbal jasa atas jerih payahnya. Adapun setelah 24 bulan?! Tidak mengetahuinya ? Bagaimana dengan komunitas Hizbiyyin-Sururiyyin-Ikhwaniyyin dari Sabang sampai Merauke yang menyambut dan membeli dengan antusias Tafsir Ibnu Katsir yang melibatkan Ustadz-Ustadz Sururi kaliber Nasional mereka ?! Apakah kesemuanya “tertidur nyenyak” sehingga tidak ada seorangpun yang membaca dan mengetahui bahwa nama-nama da’i mereka yang tertulis di Kitab Tafsir yang mereka pegang dan miliki bercampurbaur dengan gembong Ikhwani dan Takfiri-Irsyadi?! Dua tahun –wahai saudaraku kaum Muslimin- mereka mengaku “tertidur lelap” di hadapan buku “heboh” hasil karya mereka sendiri, sampai kemudian mereka terbangun dan terbelalak dari mimpi indahnya karena beberapa anak ingusan memamerkan lembaran koalisi “kantong berisi kita khan jumpa lagi” ini ?!

Ataukah kalian –wahai Hizbiyyun- sudah terlalu sering dan terbiasa melihat dan menyaksikan koalisi ustadz Sururi dan Ikhwani (sebagaimana bukti-bukti yang telah lalu) sehingga (walaupun) membaca berkali-kali MOUH (Memorandum of Understanding Hizbiyyah) koalisi “Lintas Manhaj” para da’i pujaan hati tetapi toh kecemburuan seseorang yang “mengaku bermanhaj Salafy” tidak tergerak setitikpun?! Lalu apa sebenarnya materi Al-Wala’ wal Bara’ yang selama ini diajarkan oleh para ustadz pujaan hati dan PERASAAN itu?! Ah, akrobat Hizbiyyah para da’i lintas manhaj itu mah udah biasa atuh (logat Sururi di daerahnya Abu Haidar)!! Apakah salah kalau Ustadz kondang kami mengajarkan rifqan-rifqanan kepada kami ?!

Sungguh Allah adalah sebaik-baik saksi atas semua penyimpangan Hizbiyyah ini.

Yazid Jawaz, da’i-da’i Al-Sofwa (misal : Abu Qatadah, Abdul Hakim Abdat) dan LDATA memiliki hubungan erat dengan DDII, padahal DDII memiliki organisasi “militer” bernama KOMPAK yang (di daerah konflik) didominasi dan dikendalikan oleh orang-orang Khawarij pasukan Laskar Mujahidin dan pimpinan teroris2 (Abubakar Ba’asyir) menjadi penasehatnya! Itu dari segi SDM (Sumber Daya Manusia)nya.

Adapun sumber pendanaannya? Ternyata kelompok Sururinya Yazid Jawaz dengan kelompoknya DDII ini juga memiliki SDK (Sumber Daya Keuangan) yang sama. Kedua kelompok Hizbiyyah tersebut sama-sama keluarga Besar Dinar Hizbiyyah, baik Ihya’ut Turots atau Lajnah Khairiyyah Al-Mustarakah, Hai’ah Ighatsah, Jam’iyyah Darul Birr, Syarikah Ar-Rajhi Riyadh (lihat juga sumber dana Al-Irsyad) dan beberapa organisasi lainnya. Lebih lengkapnya, lihat sumber dana DDII di buku “Menunaikan Panggilan Risalah Dokumentasi Perjalanan 30 Tahun Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia” yang disusun oleh Lukman Hakiem dan Tamsil Linrung, hal.45-46.

Wahai Yazid Jawas si da’i kondang! Bukankah antara komunitas Sururimu dengan tetangga sebelahmu yang engkau sendiri sering mengisi di Masjid kebanggaannya (Al-Furqan Kramat Raya) dan Masjid ini sangat “ma’ruf” di kalangan Sururi Jabotabek sebagai salah satu sumber taklim mereka ternyata masih satu keluarga besar ?!! Bahkan pengumuman resmi Daurah Dirasah Islamiyah V pada tanggal 15-24 Juli 2000 di Bandung (assunnah.or.id/berita/kegiatan/dauroh3.php) dimana bergabung para komandan lapangan Hizbiyyun seperti:Abu Umar Basyir (pengajar di Ma’had Bukhari Solo), Abu Haidar (mudir yayasan Ihya’us Sunnah Bandung), Fariq Anuz (pengajar di Islamic Centre Jeddah), Abu Ihsan (pengajar di Ma’had Jamilurrahman), Khalid Syamhudi (mudir Ma’had Jamilurrahman), Aunur Rafiq (Ma’had Al-Furqan Gresik) dan engkau wahai Yazid tertulis keterangan:”PENGAJAR DI MASJID AL-FURQAN JAKARTA)!!! Kolonisasi dedengkot-dedengkot Hizby telah tersaji!! Hal yang lebih surprise lagi adalah pada halaman 12-13 buku resmi DDII tersebut terdapat nama-nama orang yang pernah/masih menjadi pengurus di DDII yang tidak asing lagi bagi kita yaitu H.Husein Umar, KH.Didin Hafidhudin (dedengkot partai Ikhwani), Amien Rais (ex kandidat Presiden dari salah satu parpol pluralisme), Muzayyin Abdul Wahab (lihat pembahasan Al-Sofwa), Geys Amar (orang Al-Irsyad juga khan ?), Yahya Muhaimin, dll.

Demikianlah kenyataan yang ada di depan mata, betapa semuanya ternyata masih “kerabatnya” Yazid Jawaz! Abdul Hakim Abdat ! Abu Qatadah!! ’Aal…Hizby!!

Allahul Musta’an.

 

3. Abdullah Hadrami (Sururi) yang juga dipakai sebagai Khatib Jum’at di Masjid Al-Irsyad Surabaya (tempat daurah Masyayikh Yordan) tahun 1425H/2004 NEKAD memimpin do’a politik bagi Presiden PK-Al-Ikhwani hanya beberapa waktu sebelum Daurah Masyayikh Yordan yang ke-4 dilaksanakan!! Hasilnya? Do’anya terhadap Hno1 “terkabul” bukan?! Orang inipun masih terus dipakai oleh MABES Abdurrahman Tamimi sebagai Khatib Jum’ah tahun 2005 dan 2006.

Catatan penting:

Daurah Masyayikh Yordan telah berlangsung 3 kali!! Dan Saudara muda Abdurrahman Tamimi ini masih punya nyali untuk menunjukkan kepada umat jiwa keIkhwaniannya dengan bergabung bersama Presiden Ikhwani!! Bahkan mendo’akannya!!

Kalau dia berkilah telah bertaubat dari Persekongkolan itu, maka cukuplah bukti kaset/CD taubat yang kita pegang sebagai bukti bahwa orang ini terus berusaha menanamkan talbis dan tadlis yang jauh lebih besar kepada umat dengan perkataannya bahwa “perselisihan diantara kita hanyalah karena salah paham saja”!!

Wahai kaki tangan Ihya’ut Turots!! Masyayikh Salafiyyin telah membongkar kedok Hizbiyyah dan upaya kalian dalam menyebarkan perpecahan dengan “iming-iming” “dinar Hizbiyyah” kalian dan kalian masih mampu untuk menyatakannya hanya sebagai kesalahpahaman?!

Wahai serdadu bayaran Jum’iyyah Irhabiyyah Al-Haramain!! Jum’iyyah Al-Sofwa As-Sururiyyah!! Ulama kami telah mentahdzir organisasi kalian dan kalian “masih punya nyali” untuk menyatakannya sebagai buah dari kesalahpahaman?!Ya, kesalahpahaman antara Syaikh Bin Baz dengan Muhammad Surur!! Antara Syaikh Al-Albani dengan Sururiyyun!! Antara Syaikh Rabi’ dan Syaikh Muqbil dengan Ihya’ut Turots dan Abdurrahman Abdul Khaliq!! Antara berpuluh-puluh Masyayikh salafiyyin dengan beratus-ratus serdadu bayaran dan abdi setia jaringan organisasi Hizbiyyah Internasional yang siang malam menjajakan dinar Hizbiyyahnya untuk membeli Kehormatan dan manhaj Salafiyyin!!

Wahai kaki tangan Al-Sofwa Al-Muntada!! Bukankah salah satu sumber dana yang direkomendasikan oleh Salman Al-Audah kepada Muhammad Khalaf-Bos kalian itu adalah Ihya’ut Turots?! Bukankah kalian terbukti mempromosikan gembong-gembong Sururiyyun Internasional, bersekongkol dan bersekutu dengan kelompok Hizbiyyah lainnya untuk mengHizbiyyahkan umat dan -engkau wahai Hadrami!- masih punya “nafsu” untuk menyatakannya hanya sebagai kesalahpahaman?!

Wahai Hizbul Irsyad!! Penjajah Belanda telah banyak berjasa dalam membantu kesulitan-kesulitan Surkati dan jasa itu terbalaskan dengan status Surkati yang diangkat sebagai “Syaikh” bagi para pejabat penjajah Belanda kafir!! Dan ingat pula upaya Surkati dalam mempersaudarakan kalian dengan Khurafiyyun, Syi’ah, Anjing-Anjing Neraka dan melecehkan dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai Wahabisme, Wahabi-Musyaddid serta berbagai sepak terjangnya yang menyerang “manhaj Salaf” dan kalian masih punya muka untuk menyatakannya hanya sebagai kesalahpahaman?!

Apakah “ketegasan” Salafiyyin untuk tidak terkecoh dan terbuai dengan pengakuanmu sebagai murid Syaikh Utsaimin Rahimahullah karena melihat sepak terjang Sururimu yang terlalu kentara; melihat kemesraanmu bersama “temen-temen” Ikhwanimu di KPP (Pajak) Batu bahkan engkaupun diundangnya ke sana untuk “liqa’” dan “mentarbiyah” mereka; melihat kedekatanmu saat tampil bareng dengan “Haidar Bawazer” seorang tokoh Ikhwani yang “tidak asing lagi” bagi para “pemain lama” di kota Malang3; menyaksikan betapa eratnya engkau bersama “rekan-rekan” Ikhwani ke sana ke mari mempromosikan buku “la Tahzan” milik “virus Aids” Al-Qarni yang engkau katakan (ketika berduet dengan Haidar saat menjawab pertanyaan “Bagaimana pendapat ustadz tentang Aidl Al-Qarni?”) sebagai: “Ulama yang Shaleh”!!

Tidakkah lebih jujur jika virus Aids Al-Qarni itu engkau katakan dengan kalimat pujian yang lebih lengkap:”Ulama (kesa)yang(an) (Abdullah) Shaleh (Hadrami)!!! Adakah yang masih ragu bahwa orang ini adalah Sururi?!

Ucapanmu wahai Abdullah Hadrami:”..Karena kalau kita mau jujur, ternyata semuanya sama, ajarannya, kitabnya sama, gurunya sama, semuanya sama. Perpecahan tidak ada, yang ada hanyalah mungkin kesalahpahaman, kesalahpahaman. Mungkin itu terburu-buru menghukumi sebelum tabayyun dan yang lainnya.”

Dan tentu saja “gacoan” baru Sururi semacam Abu Qatadahpun bisa berpromosi seperti dirimu sebagai murid Syaikh Muqbil Rahimahullah seperti pamflet yang ditempelkan oleh pasukan bodrexmu!! Hanya saja kalian berdua menutup rapat-rapat kata kunci “durhaka”, ya murid-murid Syaikh Utsaimin dan Syaikh Muqbil Rahimahumallah yang “durhaka”, itulah kalimat selengkapnya!!

Apakah anak-anak ingusan itu engkau suruh bertabayyun dulu kepada Surkati di liang kuburnya wahai Sururi untuk memastikan bahwa tulisannya di Adz-Dzakhirah yang sesat dan menyesatkan itu benar-benar tulisannya?! Cukuplah koalisi dakwah Hizbiyyah kalian, wala’ kalian dan pembelaan kalian terhadap Al-Sofwa, At-Turots, Al-Haramain, LDATA, Ikhwanul Muslimin, MMI-Khawarij, DDII-KOMPAK-Laskar Mujahidin, tulisan Surkati di Adz-Dzakhiirah sebagai hujjah atas kalian!! Bukankah halaman-halaman buku-buku kebanggaan Hizbul Irsyad telah kita cantumkan dengan jelas?! Bukankah fakta Surkati sebagai “sahabat” dan “Syaikh” pejabat penjajah kafir Belanda juga kita tuliskan dengan jelas halamannya?!

Dan bukankah bukti persekongkolan komunitas Sururiyyin yang kalian “go-publik”kan juga kita cantumkan sumbernya?! Kenapa anak-anak ingusan itu harus tabayyun dulu kepada kalian jika kalian sendiri yang mempublikasikannya?? Dari sumber kalian sendirilah fakta dan data itu berasal!!

Sekian ratus Ustadz di seluruh Indonesia di pihak Salafiyyin dan lebih banyak lagi serdadu-serdadu bayaran Hizbiyyin (termasuk dirimu!) di pihakmu wahai Ustadz Pramuka!! Dan engkau katakan bahwa permusuhan dan peperangan ini sebagai hasil dari : “kesalahpahaman, kesalahpahaman. Mungkin itu terburu-buru menghukumi sebelum tabayyun dan yang lainnya”.

Engkau dusta wahai Abdullah Hadrami!! Engkau dusta!! Dan engkau dusta!! Sungguh Allah adalah sebaik-baik saksi atas kedustaanmu ini!!

Dan engkau akan tahu bahwa Masyayikh Salafiyyin sekaliber Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi dan Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafidhahumallah yang dikenal oleh Salafiyyin sebagai Masyayikh yang -Walhamdulillah- tidak bisa didekati apalagi dikibuli oleh Hizbiyyin dan antek-anteknya (walaupun mereka menyamar sebagai Salafy!) ternyata termasuk pula yang engkau tuju dengan ucapanmu:” Mungkin itu terburu-buru menghukumi sebelum tabayyun dan yang lainnya”.

Kita katakan sekali lagi:”Engkau benar-benar Hizby penyesat umat dan pendusta besar!”

Dan lihatlah wahai saudaraku bahwa walaupun Daurah Masyayikh Yordan yang terakhir sudah dilaksanakan ternyata penyesat umat ini benarbenar telah MEMPERMAINKAN MASYAYIKH YORDAN! Kalau anda bertanya, apa buktinya? Maka silakan merujuk pada bukti transkrip Bedah Buku Siapa Teroris? Siapa Khawarij? Di kota Malang di mana da’I suu’ ini bergabung bersama gembong Ikhwani (Abduh ZA) dan gembong Takfiriyyun MMI-NII Halawi Makmun menyerang salafiyyin dan dakwahnya!! Benar-benar da’i yang pandai berhujjah dengan perasaan ini sangat berbahaya bagi umat!

 

4. Pesantren Al-Irsyad Tengaran terbukti mempropagandakan majalah Al-Bayan-London edisi Muharam 1424H/2003M.

Catatan penting:

Berarti Daurah Masyayikh sudah berlangsung 2 atau 3 kali dan mereka MASIH SANGAT BERANI untuk terus menjadi corong kesesatannya Sururiyyin internasional!!

Adalah ujian besar bagi Dakwah Salafiyyah Al-Mubarakah bahwa Masyayikh Yordan pada daurah yang ke-5 kalinya (atas undangan Hizbiyyun Indonesia!) ternyata pada tanggal 20/01/2006 pagi telah diagendakan untuk mengisi di Ma’had Al-Irsyad Tengaran (sebagaimana yang dipropagandakan oleh situs Ma’had Al-Irsyad Surabaya) yang telah kita buktikan sebagai salah satu corong Media Sururi Internasional, Al-Bayan!!

Dan lihatlah wahai saudaraku kaum Muslimin yang menghendaki kebenaran, bahwa pimpinan majalah yang memusuhi dan dimusuhi Masyayikh Salafiyyin (DR. Adil bin Muhammad As-Salim) ini namanya juga termaktub di kitab Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha karya Syaikh Abu Ibrahim bin Sulthan Al-Adnaniy di halaman 189)!!

Bahkan Pesantren inilah (di masa kepemimpinan Yusuf Baisa) merupakan sumber fitnah Quthbiyyah-Sururiyyah-Turotsiyyah yang sangat keras permusuhannya terhadap Manhaj Salaf!! Bahkan gembong Sururi sekaliber Abdurrahman Abdul Khaliq-pun didatangkan untuk menyebarkan kesesatan di negeri ini!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Dan…-sekali lagi Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un- Masyayikh Yordan telah dijadwalkan untuk mengisi di salah satu pusat fitnah yang terbesar di negeri ini!! Allahul Musta’an. Hanya kepada Allah kita mengadu.

 

5.Pesantren yang sama juga bekerjasama dakwah dengan Lajnah Khairiyyah Al-Mustarokah/Ihya’, Al-Sofwa, dan At-Turots Kuwait. Inilah bukti bahwa Hizbul Irsyad benar-benar berhubungan “dinar Hizbiyyah” dengan Jum’iyyah-Jum’iyyah Hizbiyyah!

Apakah engkau –wahai Abdurrahman pendusta!- masih berkelit mengaku tidak memiliki hubungan Hizbiyyah dengan Pesantren “Al-Irsyad Abdurrahman Abdul Khaliq” ini?!

 

6. Lulusan Pesantren ini (tahun 1421/1422H) didistribusikan ke berbagai yayasan/pesantren di berbagai penjuru daerah di Indonesia yang dikenal membela dan mengibarkan dakwah Hizbiyyah (At-Turots,Yayasan As-Sunnah, Al-Irsyad, Hidayatullah,dll)

Maka dengan jadual acara Daurah Masyayikh Yordan di Ma’had Al-Irsyad Tengaran yang telah dipublikasikan terang-terangan di situs Salafindo.com, terhapus sudah keraguan (orang-orang yang ragu!) bahwa antara Ma’had Al-Irsyad Tengaran sebagai peletak dasar dan pelopor gerakan Hizbiyyah-Quthbiyyah-Sururiyyah-Turotsiyyah di Indonesia dengan Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya benar-benar memiliki hubungan historis dan manhaji!! Lagi-lagi bukti terang-benderang betapa Abdurrahman Tamimi dan kelompoknya sungguh-sungguh merupakan Pendusta Besar yang menjadi motor gerakan Hizbiyyah di negeri ini!! Walaupun bersembunyi di belakang kesalafiyyahan Masyayikh Yordan!!

 

7. Menyebarluaskan VCD Daurah Masyayikh Yordan di Masjid Istiqlal yang merupakan hasil kerjasama antara Yazid Jawaz (gembong DDII, Ihya’, Al-Sofwa dan Al-Haramain Al-Hizbiyyah), Mubarak Bamu’allim (Ma’had Al-Irsyad Surabaya sang Wakil setia Abdurrahman Tamimi), Zaenal Abidin (gembong Al-Sofwa). Diterbitkan oleh Pustaka/Maktabah Abdullah yang juga menerbitkan buku-buku dan VCD ceramah da’i-da’i Sururiyyin lainnya (Abdul Hakim Abdat, Mubarak, Abu Qatadah, dll).

Selain menjadi pemegang kuasa penerbitan acara Daurah Masyayikh Yordan, -Alhamdulillah- kita mendapatkan bukti bahwa Pustaka Abdullah juga berusaha menyesatkan umat dengan VCD berjudul ‘’Vidio Biografi Syaikh Bin Bazz” yang telah ditelaah oleh da’i kondang Sururiyyun seperti Fariq Anuz dan Aris (Munandar?). Apakah keistimewaan VCD ini? Yusuf Qaradhawi sebagai gembong besar Ikhwani disusupkan kedalamnya dan sungguh hal ini sudah cukup sebagai bukti alangkah jahatnya Sururi!! Syaikh Bin Bazz-pun dijadikan senjata ampuh untuk mentalbis umat!! Dan Subhanallah, serapat apapun mereka menyembunyikan kedok Hizbiyyahnya, semirip apapun baju dan wewangian Salafy yang dipakai dan dikenakannya, toh Hizby tetaplah Hizby!! Nafsu Hizbiyyahpun tidak akan mampu mereka sembunyikan walaupun Syaikh Bin Bazz Rahimahullah yang dijadikan kedok Salafynya!! Allahu Akbar!! Wajah Qaradhawi adalah buktinya!!

Sungguh bagi kita (utamanya kaum Muslimin awam) betapa VCD Maktabah Abdullah ini sangat berbahaya!! Jangan sampai kaum Muslimin menelan mentah-mentah syubhat di dalamnya, antara lain:

>>VCD ini seolah-olah atas persetujuan Syaikh Bin Bazz! Gambar-gambar dan foto-foto beliau Rahimahullah!!

Orang awam akan berkata:”Jadi boleh sebenarnya memfilmkan kehidupan dan gambar-gambar para ulama Ahlussunnah, Syaikh Bin Bazz aja ada filmnya! Apalagi ulama yang dibawah beliau …Kalau saja mereka adalah Salafiyyin yang sedikit “memiliki rasa hormat” atas beliau Rahimahullah, maka tentu saja akan ilmiyyah jika melengkapi dan menayangkan bukti bahwa film semacam ini diridhai oleh beliau Rahimahullah!! Apakah Syaikh bin Bazz Rahimahullah merasa bangga dan tertolong oleh film-film Maktabah Abdullah Al-Hizby?!

>>Bisa saja orang awam berkata:”Kalian dusta wahai Salafiyyin!! Ternyata Ikhwanul Muslimin tidaklah membenci dakwah Salafiyyah dan da’i-da’inya!! Buktinya? Di VCD Syaikh Bin Bazz Maktabah Abdullah As-Sururi juga menayangkan komentar dan pujian DR.Yusuf Qaradhawi, seorang ulama besar Ikhwanul Muslimin yang memuji-muji Syaikh Bin Bazz dan tidak ada satu katapun yang memusuhi beliau apalagi menyakiti dakwah beliau!!

Kita katakan:”Kalian dusta dan Hizby penyesat wahai Maktabah Abdullah!”

>>Syubhat lainnya:”Ternyata jenggot gaul (pendek, cepak dan rapi) itu ada juga dasarnya, bahkan mencukur habis jenggot ada pula dasarnya!! Buktinya? di VCD Syaikh Bin Bazz Maktabah Abdullah, para ulama dan orang-orang yang berkenan memberikan komentar dan pujian terhadap Syaikh Biz Bazz ada juga yang seperti itu!!”

>>Yang lebih parah lagi (naudzubillah) jangan sampai ada kaum Muslimin yang berkeyakinan bahwa Yusuf Qaradhawy adalah salah satu ulama Ahlussunnah !! Buktinya? Wajah dan suara “beliau” juga ada di VCD Syaikh Bin Bazz keluaran Maktabah Abdullah!!

Sekali lagi kita katakan:”Sungguh kalian –wahai Maktabah Abdullah- benar-benar Hizby penyesat umat!!

Catatan penting:

> Al-Sofwa adalah kepanjangan tangan dari Al-Muntada London. Organisasi ini secara terbuka menyatakan bekerjasama dengan Ihya’ut Turots, Al-Haramain, Hidayatullah (Hizby), LDATA Al-Ikhwani dan para da’inya.

Undang Undang Dasar Organisasi ini pula yang berani berdusta atas nama Rasulullah dan Salaful Ummah dengan pernyataannya bahwa membuka aib dan kesesatan suatu kelompok:”BUKAN BERASAL DARI PETUNJUK NABI DAN BUKAN PULA TELADAN DARI PARA SALAFUL UMMAH”(alsofwah.or.id/index.php?pilih=hal&id=2)

>Zainal Abidin ini pula yang dipublikasikan oleh situs L-DATA sedang “ASYIK” berkoloni-ria dengan Salim Segaf Al-Jufri (pejabat tinggi di PK Al-Ikhwani) dan Muhammad Yusuf Harun penguasa LDATA Al-Ikhwani (aldakwah.mwebco.id/009info/2002/index.php?idn=06).

>Bahkan gembong-gembong Sururi Internasional-pun berusaha dicekokkannya kepada umat dan dicampurbaurkan dengan nama-nama para Ulama Salafy semacam Syaikh Al-Albani (bukti terlampir) ! Dan sungguh hal ini benar-benar talbis Iblis yang dilancarkan oleh Al-Sofwa Al-Muntada untuk menyesatkan umat!! Berapa tahun kalian wahai serdadu-serdadu bayaran Al-Sofwa menikmati dan menegakkan punggung-punggung kalian diatas semua kejahatan keji ini?! Menjadi boneka dan corong-corong Hizbiyyahnya?! Menjadi pembela kesesatannya?! Ujung-Ujungnya…Duit!! Ya, UUD!!

Apakah kalian wahai Hizbul Irsyad masih bisa berkelit UNTUK menyatakan tidak memiliki hubungan dengan Al-Sofwa dan At-Turots serta para serdadu bayarannya? Tidakkah kalian mau menerima kenyataan secara “ikhlas” bahwa saudara kami yang di Kuwait telah menjelaskan dengan gamblang tentang si Quthbiy dedengkot Al-Irsyad, Yusuf Ba’isa yang datang ke Kuwait dan langsung mengajukan dana kepada Ihya’ut Turots Kuwait bagi stasiun pemancar radionya?! Bagaimana pula dengan dana Ihya’ut Turots yang diterima oleh PP. Al-Irsyad?! Menjelaskan secara rinci alur distribusi majalah Sururi As-Sunnah dari negeri ini ke Kuwait?! Sebenarnya, rekomendasi kalian di Salafindo.com terhadap “Ustas” Ahmas Faiz gembong Ihya’ saja sudah cukup sebagai bukti kedustaan isi Mubahalah-Haddadiyyah Abdurrahman Al-Kadzab!!

Lebih-lebih lagi setelah kalian wahai Ma’had Al-Irsyad dan Abdurrahman Al-Kadzab mempublikasikan jadual acara bahwa Masyayikh Yordan-pun ternyata pada tanggal 19 Pebruari 2006 dijadwalkan mengisi di Ma’had Bukhari At-Turotsy (walaupun pada akhirnya diurungkan dan diganti berkunjung ke sarang Ihya’ut Turots Indonesia di Ma’had Jamilurrahman dan Ma’had Bin Bazz)!!

Semakin nyata permusuhan ini!!

Semangkin jelas peperangan ini!!

Benar-benar kalian satu shaf dan satu manhaj!!

Sekali lagi, (dengan bukti nyata ini) sungguh Abdurrahman Tamimi adalah jenis manusia yang tidak memiliki rasa malu sedikitpun ketika dengan gagahnya menantang bermubahalah dengan mengatakan:” :”…MEREKA TELAH MENGATAKAN TENTANG KAMI DAN TENTANG MA’HAD KAMI BAHWASANYA KAMI MEMPUNYAI HUBUNGAN DENGAN YAYASAN AL-SOFWAH DI JAKARTA DAN AT TUROTS…”

>Telah kita ketahui pula bahwa LDATA adalah organisasi Ikhwani yang merekomendasikan kaset seorang gembong teroris Takfiri NII Abubakar Ba’asyir (aldakwah.org_iklan_daftar kaset.htm, kaset no.202), merekomendasikan Tafsir “Fi Dzilalil Qur’an” milik gembong Ikhwanul Muslimin sekaligus pelopor gerakan pengkafiran terhadap pemerintah Muslim, Sayyid Quthb (aldakwah.mweb.co.id/005buku_islami/resensi_index.htm) dan hampir semua kaset da’i-dai’i sururi.

>Farid Okbah (gembong Al-Irsyad dan kaki tangan Ba’asyirNIIKhariji) dan bekas Presidan Ikhwani DR.Didin Hafidhudin adalah 2 orang yang diberi beasiswa oleh L-DATA Al-Ikhwani, aldakwah.mweb.co.id_009info_2002_index.php_idn20.htm (berita 30 Juli 2001, 5 BULAN SETELAH DAURAH MASYAYIKH YANG KE-1)

Adapun jaringan da’i-da’i Hizbiyyin-Sururiyyin-Takfiriyyin yang berta’awun Hizbiyyah dengan organisasi Ikhwani ini adalah: Farid Okbah (Takfiri Nakhoda Dakwah Al-Irsyad); Zainal Abidin (gembong Al-Sofwa penerjemah Daurah Masyayikh Yordan di Istiqlal) dan Khalid Syamhudi (gembong Ihya’ut Turots)-lihat aldakwah.mweb.co.id/009info/2002/index.php?idn=33 dalam acara bedah buku “Mengapa Memilih Manhaj Salaf:Studi Kritis Solusi Problematika Umat” karya Syaikh Salim Al-Hilaly. Tentu saja penerjemahan tersebut tidak akan terwujud kecuali Khalid Syamhudi-Gembong Ihya’ut Turots ini telah “ditazkiyah” terlebih dahulu oleh Abdurrahman Tamimi untuk menerjemahkannya!!!! Dan perhatikanlah wahai saudaraku bahwa acara ini terselenggaran hasil kerjasama antara organisasi Ikhwani LDATA dengan organisasi Sururi LBIA Al-Atsary!! Memang, Sururi adalah anak kandung Ikhwanul Muslimin!; Musthofa Aini (Quthbiyyun-Gembong Al-Sofwa), Amin Jamaludin (Sururi), Abu Qatadah (Sururi si Pedang Tumpul Haus akan Fulus), Hartono Ahmad Jaiz (spesialis aliran sesat tapi dia sendiri tersesat di Sarang Sururi, “murid” Yazid Jawaz yang menyatakan bahwa Mubtadi’ Ihya’ut Turots-Abdurrahman Abdul Khaliq adalah seorang ulama) dan Farid Ahmad Okbah meramaikan Ta’awun Hizbiyyah antara LDATA dengan DDII di markas besarnya, masjid Al-Furqan Kramat Raya 45 Jakpus pada tanggal 7 Juli 2002-lihat aldakwah.mweb.co.id/009info/2002/index.php?idn=23.

Perhatikan ya Ikhwah, telah 2 kali mereka menyelenggarakan daurah Masyayikh (daurah ke-2 dilaksanakan pada 3-6 Muharram 1423/17-20 Maret 2002) atau hanya 4 bulan setelah Daurah masyayikh ke-2 mereka adakan, ternyata anggota komunitas Sururi ini secara gagah berani saling bersimbiosis “fulusalisme” dengan organisasi Ikhwani dan DDII yang telah kita singkap hakekat nyata sepak terjangnya bersama Jama’atul Jihadnya Ba’asyir!! Kalau kita perhatikan, beberapa kegiatan LDATA tampak bekerjasama erat dengan Al-Furqan DDII.

8. Al-Irsyad Farouk Badjabir (pengundang Masyayikh Yordan ke Indonesia) mengangkat kembali seorang takfiri (Farid Okbah) dan Quthby (Yusuf Ba’isa) sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majelis Dakwah periode 2002-2007. Merekalah pemegang kendali dan Nakhoda kapal Hizbul Irsyad yang sesungguhnya!!

Catatan penting:

Daurah Masyayikh telah berlangsung 1 atau 2 kali!! Dan Hizbul Irsyadnya sang Al-’Allamah Syaikh Salafy Surkati As-Sudani masih punya nyali untuk mengangkat “sampah-sampah dakwah” sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majelis Dakwah Organisasi Salafy Irsyadi Surkati!!

Sampai tahun ini (2006M) daurah Masyayikh telah berlangsung selama 5 kali dan Takfiri Farid Okbah serta Qutby Yusuf Ba’isa masih bertengger menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad!! Adakah manfaat dari Daurah masyayikh Yordan yang mereka laksanakan berkali-kali?!

Inilah realisasi nyata seruan dakwah Pan Islamisme Surkati:” DAN KELOMPOK KHAWARIJ, MESKIPUN MEREKA EKSTRIM, DIA MASIH KHARIJIYNA/SAUDARA KITA Masing-masing itu kaum Muslimin, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mencari ridha Allah. “(Majalah Adz-Dzakhirah, juz 1, Muharram 1342H, hal.5). Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

 

9. Abdurrahman Tamimi ketika berpidato di Muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-1 tanggal 13-15 Jumadil Akhir 1425H melancarkan fitnah dan kedustaan bahwa :

a.Ahmad Surkati terpengaruh oleh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (Majalah Neo Adz-Dzakhiirah, Ed.10/Th.II/2004/1425H, hal. 13-14) PADAHAL dia adalah pengagum berat Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Yahudi! (Majalah Adz-Dzakhirah, juz 7,1342H/1924M, hal.319-320)

 

b.Barisan terdepan dari kelompok-kelompok Hizbiyyah adalah PK Al-Ikhwani ((Majalah Neo Adz-Dzakhiirah, Ed.10/Th.II/2004/1425H, hal.14) PADAHAL Markas Dakwahnya (Masjid Al-Irsyad Surabaya) telah mendatangkan Quartet Hizbul Ikhwan lapis pertama di Jawa Timur!!!

>>Gubernur Ikhwani Jawa Timur, Rafi’ Munawar Lc sebagai Khatib Jum’at Tahun 2004 (lihat Daftar Khatib Jum’ah Masjid Al-Irsyad Surabaya tahun 2004/1425H), tahun 2005 dan tahun 2006!!

Catatan penting:

2004M/1425H adalah tahun yang sama ketika mereka mengadakan Daurah Masyayikh yang ke-4! SUDAH TIGA KALI YA IKHWAH (bulan Desember 2004 untuk ke-4 kalinya) MEREKA MENDATANGKAN MASYAYIKH YORDAN dan mereka masih sangat luar biasa berani untuk menghadirkan Gubernur Ikhwanul Muslimin agar mendakwahi dan menceramahi para Jama’ahnya!! Astaghfirullahal ‘Adzim!!

>>Moch.Sholeh, Lc. Nama lengkapnya, H.Muhammad Sholeh Drehem, Lc,MAg. Direktur Ma’had Ukhuwah Islamiyah Surabaya. Ketua IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) Jatim, dilantik tanggal 10-7-2005. Ikadi.org (situsnya) dipimpin oleh Didin Hafidhudin (bekas Presidan Ikhwani), Ahzami Sami’un, Hidayat (bekas Presiden Ikhwani), Rahmat Abdullah, Nurmahmudi (bekas Presiden Ikhwani). Ikadi jelas-jelas merupakan sayap propaganda partai Ikhwanul Muslimin Indonesia.

Alangkah pentingnya kedudukan Muhammad Sholeh Drehem ini di markas besar “Salaf-i” Surabaya (Masjid Al-Irsyad) sehingga mulai tahun 2004, 2005, dan 2006 dipakai sebagai Khatib Jum’at!! Lihatlah betapa daurah ke-5 sudah diagendakan secara jelas tetapi merekapun sungguh sangat heroik sehingga berani mengagendakan pula gembong besar Ikhwanul Muslimin Jawa Timur, Rafi’ Munawar dan Muhammad Shaleh Drehem sebagai Khatib tahun 2006!!

>>Agung Cahyadi, lengkapnya Agung Cahyadi, MA. Orang yang dipakai oleh MABES Abdurrahman Tamimi ini sebagai Khatib Jum’at tahun 2004 merupakan salah satu dedengkot Partai Ikhwanul Muslimin Jawa Timur!! Karena itulah dia sempat menjadi “kuda hitam” dalam pemilihan Ketua Dewan Syari’ah Jatim walaupun pada akhirnya harus puas sebagai “kuda hitam” karena hanya mendapatkan dukungan 5 suara saja. Ketika maju menjadi salah kandidat dalam bursa pemilihan Ketua Umum, lagi-lagi dia harus puas hanya sebagai “kuda hitam” saja karena hanya mampu mendulang 6 suara (bukti terlampir).

Jadi apa yang kita harapkan dari orang-orang yang mengaku dan berkampanye dimana-mana untuk memperjuangkan penegakan syari’at Islam ini?! Belum lagi berhasil mengambil alih kekuasaan di negeri ini, belum lagi Khalifah “angan-angan” itu tergenggam, merekalah yang justru menjadi pelopor pertama dan utama untuk menghancurkan syari’at Islam yang mulia !! Pelopor dan pelaku setia demokrasi ala Amerika di Ameriki!! Pelopor keluarnya wanita-wanita muslimah di jalan-jalan dengan teriakan-teriakan protes, demonstrasi dengan berbagai atribut keIslamannya!! Perendahan kehormatan dan martabat mulia bagi Muslimah yang sangat dilindungi oleh syari’at Islam yang mulia! Campurbaur pria dan wanita!! Inikah model syari’at Islam yang mereka perjuangkan?! Bukan, bahkan Islam berlepas diri dari cara-cara seperti itu!! Allahul Musta’an.

>>Ahmad Mudzoffar Jufri, lengkapnya bergelar MA. Dia adalah “Kyai Tertinggi’ di partai Ikhwani Jawa Timur, menjabat sebagai Ketua Dewan Syari’ah. Dipakai oleh MABESnya Abdurrahman Tamimi sebagai Khatib Jum’at tahun 2004!!

Kesemuanya adalah bukti tak terbantahkan adanya koalisi terang benderang antara Markas dakwah “Salafy” sebagaimana ucapan Syaikh Salim Al-Hilaly di Amerika dengan dedengkot Ikhwanul Muflisin Jawa Timur. Rifqan dan mawaddah Hizbiyyah. Allahu yahdikum.

Catatan penting:

Sudah 4 kali ya Ikhwah, mereka yang mengaku Salafy dan menolong dakwah Salaf dan mencintai ulama Salaf dan…dan…ini mengundang Masyayikh Yordan!! Apa boleh buat, betapa nafsu Hizbiyyah ternyata jauh lebih besar dari ilmu dan atsar kedatangan Masyayikh Yordan!! Tetap saja mereka undang gembong-gembong Ikhwanul Muflisin!! Akankah mereka berkilah “tidak tahu” sebagaimana tragedi Tafsir Ibnu Katsir?! Ya, selama 3 tahun tertidur lelap tanpa tahu siapa khatib Jum’at yang sedang berceramah di depannya!! Bahkan di dalam rumahnya sendiri!! Ataukah tidak bisa membaca daftar Khatib Jum’at yang terpampang setiap hari di depan mata ?! Kalau demikian keadaannya, alangkah bersyukurnya anak-anak ingusan itu, walaupun rumahnya sangat jauh dari rumah bapak-bapak itu, tiada pernah pula dia hadir shalat Jum’at di Masjid megah itu, tetapi toh dia masih mampu “mengeja“ nama-nama dedengkot Ikhwani tersebut sehingga mampu menyumbangkan 3 lembar (hanya 3 lembar !) informasi tersebut agar dapat berbagi pengetahuan dengan saudara Muslimin lainnya. Walhamdulillah.

 

c.Tidak cukup itu, bahkan Al-Irsyad yang dipimpin oleh Chalid Bawazeer (yang dipuji oleh Syaikh Salim sebagai si “Tangan Putih yang banyak menolong dakwah Salafiyyah” BERANI-NEKAD Mengadakan acara Malam Bina Iman Tauhid (MABIT) 2005 yang diisi (lagi-lagi) oleh Gubernur Ikhwanul Muslimin!! Sebuah acara yang untuk ke-2 kalinya diadakan oleh Perguruan Al-Irsyad Surabaya (Infoalirsyad-edisi 77).

Catatan penting:

SUDAH EMPAT KALI YA IKHWAH MEREKA MENDATANGKAN MASYAYIKH YORDAN!! Dan mereka MASIH NEKAD LUAR BIASA berselingkuh dengan Gubernur Ikhwani!! Acara MABIT Al-Irsyad Surabaya yang mengundang Gubernur Ikhwani ini diadakan awal tahun 2005. PADAHAL BARU AKHIR TAHUN 2004 DAURAH MASYAYIKH KE-4 MEREKA ADAKAN!!

Dan jangan sampai lupa -wahai kaum Muslimin- bahwa Gubernur Ikhwanul Muslimin juga terdaftar di Khatib Jum’at 2005 dan 2006, tahun yang sama dengan acara Daurah Masyayikh Yordan yang ke-5 kalinya!!

Inilah bukti nyata bahwa Masyayikh Yordan benar-benar berada di dalam permainan jahat mereka!!

Sungguh kalian –wahai Hizbiyyun Ahlul Batil!- adalah pemain watak yang handal lagi…LICIK!! Allahu yahdikum.

 

10. PP.Al-Irsyad “illegal” Farouk Badjabir selaku pengundang Masyayikh Yordan pada bulan Sya’ban 1425H/Oktober 2004 telah menerjemahkan dan menerbitkan buku Himpunan Tiga Risalah yang melecehkan dan memerangi para ulama pewaris Para Nabi dengan penghinaan yang sungguh-sungguh sangat keji dan jahat! 2 bulan kemudian (Desember 2004- mereka mendatangkan Masyayikh Yordan!! Inilah ‘KADO ISTIMEWA” untuk menyambut Daurah Masyayikh Yordan yang ke-4!!

Lihatlah bahwa DAURAH TELAH BERLANGSUNG UNTUK KETIGA KALINYA dan mereka masih pula BERANI TERANG-TERANGAN MENIRUKAN GAYA AHLUL BID’AH DENGAN MENGIBARKAN PEPERANGANNYA TERHADAP ULAMA PEWARIS PARA NABI!!

Inilah rentetan dari sikap yang tidak terkendali setelah sebelumnya pada tanggal 4 Juni 2004 mereka di-KO oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan pada bulan Juni 2005 di-KO lagi oleh Mahkamah Agung RI sehingga memaksa Al-Irsyad Jawa Timur pimpinan Chalid Bawazeer yang sangat dipercaya Masyayikh Yordan pada 19 Juni 2005 memelopori pembangkangan dan penentangan terhadap keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta dan Mahkamah Agung yang meng-ilegalkan- organisasi Al-Irsyad pimpinan Farouk Badjabir (infoalirsyad.com/edisi82/index-9.html).

11. Tidak kalah parahnya, PW Al-Irsyad Jatim (yang menjadi motor dalam mendatangkan Masyayikh Yordan ke Indonesia) YANG TELAH MENGADAKAN DAURAH MASYAYIKH YORDAN SELAMA 4 KALI, pada tanggal 11 Agustus 2005 di Masjid Al Hilal Jalan Purwodadi Surabaya NEKAD MENDATANGKAN DAN MENGUMPULKAN BERBAGAI KELOMPOK HIZBIYYAH yang dihadiri oleh tokoh-tokoh dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga SwadayaMasyarakat (LSM), antara lain : Dewan Da’wah Islam Indonesia (DDII), Al Irsyad, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Korps Muballigh Bulan Bintang, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), GPI (Gerakan Pemuda Islam), ELDASI, YAPMI, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ba’asyir-Takfiri-NII dan FOSI.

(Info Al-Irsyad – edisi 84.htm)

Persis (Persatuan Islam). Salah satu dedengkotnya di Jawa Timur adalah Ustadz Hud Abdullah Musa, MA. Dia adalah Wakil Ketua Dewan Syari’ah Partai Ikhwanul Muslimin negara bagian Jawa Timur!! Lagi-lagi kita harus ketemu dengan dedengkot-dedengkot Ikhwanul Muflisin di komunitas Al-Irsyad! Dan kami berharap agar para pembaca tidak sampai jenuh dengan (lagi-lagi) kenyataan Ikhwani tersebut!!

GPI adalah organisasi yang telah “mengerahkan pasukan berani matinya ke Irak untuk membela kekuasaan Saddam Husein Ba’atsy Sosialis-Komunis.

Adapun MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) adalah organisasi Khawarij “legal” pimpinan Abubakar Ba’asyir. Ba’asyir menjadi penasehat KOMPAK yang menjadi “sayap militer” DDII. Pendanaan DDII berasal dari Ihya’ut Turots Kuwait, Rabithah, Darul Birr dan Hai-ah Ighatsah sama sebagaimana sumber dana kelompok Sururi lainnya seperti Al-Irsyad dan At-Turots Jogja’ As-Sunnah Grup, Al-Sofwa dan Pesantrennya gembong Ikhwani, Mudzakir Arif. Kita sangat berharap bahwa organisasi semacam Rabithah “segera menyadari” dengan siapa saja mereka selama ini berta’awun. Agus Hasan Bashari sebagai contoh, telah kita ketahui “saham” kejahatannya ketika bersama Al-Irsyad menerjemahkan dan menerbitkan buku yang menyerang sejahat-jahatnya terhadap para ulama pewaris para Nabi!! Dan orang ini sekarang telah menyusup “mencari makan” di Rabithah!!

FOSI adalah organisasi yang menggunakan sistem cuci otak dalam merekrut anggotanya, banyak dipengaruhi oleh filsafat.

Do’akan Azhari Mati Syahid. Ba’asyir memang di dalam penjara, tetapi “fatwa” dan pemikirannya yang sesat dan menyesatkan terus disebarkan kepada umat melalui media-media massa. “… kalau benar yang tewas itu DR. Azhari, kita do’akan dia mati syahid. Dia kan berbuat begitu dalam rangka membela Islam” kata Ba’asyir sebagaimana ditirukan Hasyim Abdullah, orang kepercayaannya”. Ucapan ini pula yang dinyatakan oleh dedengkot NII lainnya, Fauzan Al-Anshari.

Kita katakan:”Wahai guru besar para teroris takfiri NII!! Engkau dusta!! Tidaklah Islam terbela (sedikitpun!) oleh tingkah laku barbar kalian yang mencoreng moreng wajah Islam yang mulia ini!! Dan jangan lagi engkau menipu umat –wahai Ba’asyir!- hanyalah Islam ”gaya Kharijimu” yang terbela dengan tindakan-tindakan biadab itu!!”

Bolehnya Bom Bunuh Diri4. Gembong NII ini juga menyatakan:”Niat Azhari sudah baik, yakni untuk membela Islam. Istimata diperbolehkan selama menguntungkan Islam dan kaum Muslimin. Saya berpendapat, tindakan mereka tidak haram. Tapi penerapannya tidak tepat“, jelasnya (Jawa Pos, Minggu 20 Nov, 2005, hal.3).

Kita katakan:”Wahai gembong teroris takfiri NII!! Mereka adalah anak didikmu ataupun mereka adalah anak didik dari anak didikmu!! Orang-orang yang telah mengalirkan darah, kekacauan dan kematian di negeri kaum Muslimin!! Kaum musliminlah yang paling terluka akibat tindakan biadab kalian!! Dan engkau do’akan dia syahid wahai Ba’asyir?! Mengapa? Karena dia adalah hasil didikan kelompokmu!! Karena mereka adalah penerus dan “eksekutor” cita-citamu!! Kaum Musliminpun tidak luput dari serangan biadab kalian!! Bisa saja kalian mendo’akan “keluarga besar Khawarij Anjing-anjing neraka kalian” agar mati syahid!! Tetapi dengan mantap dan yakin kita do’akan kabar gembira bagi saudara-saudara kalian itu agar menjadi Kilaabun Naar!! Anjing-Anjingnya Neraka!! Sejelek-jelek bangkai di kolong langit ini!!

Sungguh telah shahih perintah Rasulullah agar membunuh Anjing-anjing Neraka-Khawarij!! Keutamaan dan kemuliaanlah bagi orang-orang yang berhasil melakukannya!! Telah melaksanakan wasiat Rasulullah Shalalahu ‘Alaihi wa Salam!!

Masihlah segar ingatan kami, diawal-awal tahun 90-an, ustadz-ustadz kami telah memperingatkan umat dari bahayanya “pemikiran” Ba’asyir dan “ibukota negara NII” yakni Ngruki dengan pemikiran-pemikiran Khawarij pemberontak penerus cita-cita Kartosuwiryo yang terkubur bersama matinya gembong pemberontak ini. Kita katakan “pemikiran” karena ketika itu kalian belum memegang “persenjataan”. Umat “masih terlelap” dari bahaya laten yang mengancam mereka.

Di awal 90-an itu pula, muncullah fitnah Sururiyyah sebagai anak kandung Ikhwanul Muslimin yang berupaya keras mencabik-cabik dakwah Salafiyyah di seluruh dunia dengan gembong-gembongnya antara lain Muhammad Surur sendiri, Salman Al-Audah, Safar Hawali, Abdurrahman Abdul Khaliq dengan membawa pemikiran-pemikiran Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb dan gembong Ikhwani lainnya. Al-Muntada Indonesia dibentuk sebagai kepanjangan tangan Al-Muntada London milik Muhammad Surur. Pecahnya perang teluk dengan pencaplokan negara Kuwait oleh pasukan Tartar Modern pimpinan Saddam yang Komunis semakin jelas nampak antara barisan dakwah Salafiyyah melawan dakwah Sururiyyah-Ikhwaniyyah. Al-Muntada Indonesia terpaksa harus berganti nama menjadi Al-Sofwa untuk mengelabui umat mengenai jati diri mereka yang sebenarnya. Dakwah mereka tentu saja membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit untuk merekrut dan menghidupi para pasukan bayarannya. Al-Sofwa yang menonjol, Ihya’ut Turots adalah salah satu penyokong dananya, disamping juga mereka langsung menanam agen-agen bayaran seperti Yusuf Ba’isa, Ahmas Faiz, Abu Nida’. Al-Haramain-pun tidak turut ketinggalan dalam memasok dana kepada berbagai kelompok Hizbiyyah di negeri ini. Majalah As-Sunnah, At-Turots Jogja, Al-Irsyad baik pesantrennya maupun organisasinya, DDII, maupun Ngruki adalah institusi yang telah bekerjasama “dinar” dengan Ihya’ut Turots, Haramain, Al-Sofwa baik secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Belum lagi da’i-da’i bayaran maupun institusi dan person-person yang jelas-jelas Ikhwanul Muslimin, Mudzakir Arif contohnya yang dijamin penghidupannya setiap bulan atau mendapatkan bantuan finansial. Eratnya hubungan Anis Matta dan Muhammad Khalaf adalah bukti lain saling berkelindannya hubungan diantara faksi-faksi Hizbiyyah di negeri ini.

Terjadinya konflik agama di Ambon dan Poso “memaksa” DDII membentuk mantel organisasi bernama KOMPAK. Di lapangan, KOMPAK tidak lain merupakan sayap militer DDII. Telah kita sebutkan bahwa sebagaimana sumber pendanaan kelompok Sururi-Ikhwani lainnya yang berasal dari Ihya’, Haramain, Hai-ah, Darul Birr maka pendanaan KOMPAK-DDII juga berasal dari sumber yang sama. Padahal KOMPAK ini dikuasai dan dikendalikan oleh kelompoknya Ba’asyir sehingga banyak yang terkecoh menyangka bahwa KOMPAK adalah MMI-NII. Persenjataan yang “wah” merupakan wujud pendanaan dari Jum’iyyah “Hizbiyyah” yang “wah” pula. Omong kosong kalau berasal dari donatur dalam negeri saja, berapa mereka mampu menyumbangnya?! Keterkaitan KOMPAK dengan Umar Al-Farouk dan dominasi MMI-NII atau apapun namanya patutlah menjadi catatan tersendiri berkaitan dengan gerakan pengeboman dan pembunuhan di negeri ini yang dituduhkan kepada anak didik Ba’asyir atau anak didik hasil didikan Ba’asyir dan kelompoknya ataupun hasil dari pengakuan ”heroik” mereka sendiri.

Belum lagi Ba’asyir “terkenal”, Salafiyyin telah memperingatkan bahayanya!

Belum lagi “terbukti” bahayanya Ikhwanul Muslimin di negeri ini dengan Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb-nya, Masyayikh Salafiyyin telah bertahun-tahun menjelaskan bahaya dan kesesatannya!!

Belum lagi Ihya’ut Turots, Al-Haramain terbukti berkaitan dengan terorisme, Masyayikh Salafiyyin telah jauh-jauh hari mentahdzirnya!! Walaupun Sururiyyin-Ikhwaniyyin terus menikmati suapan dinarnya dan Ma’had ‘Ali yang menjadi “backing” untuk melegalkannya.

Farid Okbah mengingkari fitnah Sururinya!!

Yazid Jawaz pilih bergabung dengannya!!

Ngruki-pun ikut mencicipinya!!

Abdul Hakim Abdat tentram “mentakhrij” nikmatnya!!

Abdurrahman Tamimi adalah “backing” legalitas dinarnya!!

DDII-KOMPAK memelihara Laskar Mujahidin mereka!!

Belum lagi umat mengetahuinya, KOMPAK telah kita pahami hakekat Sururi dan NII-nya!! Sururi dari dinar Hizbiyyahnya dan NII dari para pemegang senjatanya!!

12. Keterlibatan secara terang benderang agen-agen bayaran Jum’iyyah Hizbiyyah Ihya’ut Turots dengan ujung tanduknya, Majalah As-Sunnah At-Turasty Al-Kuwaity mulai dari publikasi, promosi, pemuatan acara Daurah Masyayikh Yordan pertama kali sampai yang terakhir (dan kita masih sangat ingat bahwa Surat Kuasa yang pertama kali dipegang oleh Abdurrahman Tamimi dari Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Al-Hilaly dimuat di majalah Sururi ini, bahkan harus dimuat dua kali karena diralat!) serta peliputan acara tersebut untuk kemudian ditranskripnya ceramah para Masyayikh5. Ikhwan kita di Kuwait telah memberikan kesaksiannya bahwa majalah Hizby ini dikirim ke Kuwait melalui Ihya’ut Turots cabang Indonesia, kemudian dikirim ke Ihya’ut Turots Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia) dan dibagikan kepada masyarakat Indonesia di Kuwait. Bagan ringkasnya sbb:
Redaksi As-Sunnah —–IT cab.Indonesia —– IT Kuwait (Lajnah Janub Syarq Asia)—– Masyarakat Indonesia di Kuwait.

 

Inikah wahai Abdurrahman bukti kecintaan kalian “Kami menyebarkan dakwah salaf, mencintai ahli hadits. Tiap tahun mahad kami mendatangkan murid-murid syaikh albani rahimahullah. Kami cinta dakwah salaf, memperjuangkan dakwah salaf di Indonesia”?! Inikah wahai barisan pendusta bukti yang kalian gembar-gemborkan kepada umat bahwa Masyayikh Yordan mencintai kalian?!! Bukti Kesalafiyyahan kalian?! Inikah hasil dari dakwah yang katanya Salaf?! Inikah komunitas yang mengaku dengan bangganya :

Alhamdulillah al-Ustad Abu Auf Abdurrahman bin Abdul Karim At-Tamimi as-Salafi, dan Abu Ahmad Cholid bin Aboud Bawazir mendapat undangan resmi dari markas al-Imam al-Albani Yordania untuk menghadiri muktamar masyayikh salafiyyin ke-2 , yang insya Allah akan diadakan pada akhir bulan april 2005 M.
Alhamdulillah atas kepercayaan masyaikh kita terhadap mahad yang mereka cintai, Ma’had Ali al-Irsyad surabaya”.

(http://Salafindo.com/viewberita.php?ID=24&PHPSESSID=d5d38ed59e245e7eb76c62ec1c9bab8d)

Adalah kesaksian (salah seorang Ustadz yang diundang dan hadir secara resmi) yang ”sangat mengerikan” bahwa Daurah yang bertitel ”Daurah Syar’iyyah Masyayikh Yordan” dengan mendatangkan murid-murid senior dari Ahli hadits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah, bahwa pada Daurah ke-4 tahun 2004 terungkap fakta di penutupan daurah tersebut, setelah sambutan dari Abdurrahman Tamimi, ternyata dilanjutkan oleh tampilnya seorang Takfiri-Ba’asyiri, Farid Okbah Ketua Majelis Dakwah PP. Al-Irsyad Illegal Farouk Badjabir-Chalid Bawazer di forum yang dihadiri oleh Ustadz-Ustadz ”Salafy” seluruh Indonesia di Wisma Erni Lawang!! Ya, Farid Okbah secara terang benderang ternyata memiliki kedudukan dan pengaruh yang luar biasa di sisi acara Daurah Masyayikh Yordan yang ke-4!! Ini adalah bencana!! Ini adalah malapetaka!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Bahkan ini semua adalah bukti yang sangat besar dan nyata atas PENGKHIANATAN kalian -wahai Hizbiyyun-Sururiyyun-Ikhwaniyyun-Turotsiyyun- terhadap MASYAYIKH YORDAN6!! Watak yang sungguh tidaklah pantas dimiliki oleh seseorang yang menyatakan dirinya sebagai du’at Salafiyyin!!

Kalian Dzulwajhain wahai Mumayyi’un-Bungloniyyun!! Grand Design Hizbiyyin-Sururiyyin Indonesia dalam menikam dan mempermainkan Masyayikh Yordan!! Upaya untuk menghancurkan reputasi Masyayikh Yordan!! Dan jauh lebih besar dan lebih penting adalah upaya kalian selama bertahun-tahun untuk menyesatkan umat!! Mencekoki mereka dengan berbagai macam kedustaan dan Hizbiyyah!! Atas nama dakwah Salafiyyah!! Sungguh kejahatan di atas kejahatan!!

Benarlah apa yang dinyatakan oleh Syaikh Muhammad Musa Nashr bahwa orang-orang yang terlibat dan berwala’ dengan Hizbiyyah tidaklah mungkin memiliki kecintaan kepada para ulama besar dan murid-muridnya!! Bagaimana mereka mencintai sementara para ulamanya dipermainkan dan didustai?! Persekongkolan mereka dengan gembong-gembong Ikhwani adalah bukti tidak terbantahkan betapa cinta mereka hanyalah cinta “monyet” belaka!! Adapun mungkinkah para “pecinta monyet” itu mengundang dan menghadirkan murid-murid ulama besar untuk berceramah? Mungkin saja hal ini terjadi dan buktinya? Telah 5 kali mereka menghadirkannya!!

Setelah terungkapnya semua fakta ini, apakah kalian masih mampu berucap bahwa Salafiyyin Indonesia memusuhi dan memerangi Masyayikh Yordan?! Bahkan pengungkapan fakta-fakta ini adalah wujud nyata dari ketidakrelaan kita atas berbagai tipu daya dan kelicikan yang kalian lancarkan kepada Masyayikh Yordan!!7 Dan jauh lebih besar daripada permasalahan Masyayikh Yordan adalah upaya kalian dalam mencekoki umat dengan berbagai tipu daya dan berita dusta yang teru kalian lancarkan!! Untuk kemudian umat kalian talbis dan sesatkan bahwa Daurah yang kalian selenggarakan adalah bukti kecintaan kalian terhadak dakwah salafiyyah dan para ulamanya!! Tidak, sekali-kali tidak!! Bahkan ini merupakan bukti betapa jahatnya kalian terhadap ulama dan umat!! Bukti makar dan pengkhianatan terhadap kaum Muslimin!! Bukti nyata kerjasama Hizbiyyah-Sururiyyah-Ikhwaniyyah di ”siang bolong”! Propaganda dusta dan tipu daya atas nama dakwah Salafiyyah!!

Dan kami ingatkan lagi kepada saudaraku Kaum Muslimin akan bahaya mereka, tentang kejahatan dan pengkhianatan koalisi Hizbiyyin-Kuburiyyin-Ikhwanul Muslimin di Afghanistan terhadap Salafiyyin yang menyebabkan terbunuhnya Syaikh Jamilurrahman As-Salafy (yang nama beliau dicomot secara batil oleh Ma’had Jamilurrahman yang tidak lain merupakan kaki tangan gerakan Ikhwanul Muslimin dari faksi Hizbiyyah Ihya’ut Turots). Benar bahwa mereka berbeda pendapat dalam berbagai masalah, tetapi jika menghadapi Salafiyyin mereka bersatu padu!!

Asy-Syaikh Abdul Malik Ramadhani Hafidhahullah menuturkan:”Ketika Afghanistan membentuk pemerintahan sementara, sedikitpun mereka (Mujahidin itu) tidak merubah ajaran syirik penyembahan terhadap kubur dan ajaran Khurafat lainnya(Ingat keyakinan Surkati:”KHURAFIYNA-peny)”! Bahkan mereka memerangi Ahli Tauhid demi membela Thaghut mereka! Konspirasi yang mereka lakukan terhadap Imarah (Pemerintah) Kunar Al-Islamiyyah adalah salah satu buktinya! Padahal itulah satu-satunya daerah di Afghanistan yang menegakkan ajaran Tauhid, ditegakkan shalat lima waktu dengan sempurna dan ditegakkan pula hukum Syari’at! Belum ada daerah yang sangat keras memerangi obat-obatan terlarang seperti yang dilakukan di daerah Kunar tersebut…Lalu datanglah Daulah Ikhwanul Muslimin yang tidak henti-hentinya mencelakakan salafiyyin, mereka menghancurkan daerah tersebut dan membunuh pemimpinnya, seorang Syaikh Salafy bernama Jamilurrahman Rahimahullah. Mereka mengeleksi dua dosa besar sekaligus, yaitu Syirik dan membunuh jiwa manusia tanpa alasan yang benar”(Madarikun Nazhar dalam Mereka Adalah Teroris, hal.163-164)

Ya, pasukan koalisi gabungan Kuburiyyun-Hizbiyyun-Ikhwaniyyun beramai-ramai membunuh dan membantai Syaikh Jamilurrahman Rahimahullah beserta kaum Muslimin Kunar secara bengis dan sadis karena mereka dinilai sebagai penghalang Jihad, pemecahbelah persatuan, agen Kuffar, dan berbagai macam tuduhan keji lainnya!!

Maka janganlah anda tertipu dan terkecoh wahai saudaraku jika Ikhwanul Muslimin di negeri ini berkoar-koar sedang memperjuangkan Syari’at Islam!! Hakekatnya yang sedang mereka perjuangkan adalah menumbangkan pemerintahan dan menggantinya dengan Pan Islamisme yang menyesatkan!! Merekalah yang paling bersemangat menghancurkan syari’at Islam yang mulia!! Merekalah pengawal demokrasi dan demontrasi barat yang setia!! Merekalah yang mencemarkan kehormatan wanita-wanita Muslimah!! Menggiringnya agar berteriak-teriak di jalan-jalan!! Bercampurbaur pria dan wanita!! Untuk apa?! Ambisi kekuasaan tujuan semata!! Tidak lebih!! Pengkafiran adalah jalan lempang bagi mereka untuk merebut kekuasaan! Atas nama Jihad!! Na’udzubillah. Merekalah yang mencoreng-moreng wajah Islam yang mulia ini!!

Hati-hatilah wahai saudaraku dengan segala hal yang ”berbau Ikhwanul Muslimin”, mereka jahat dan sangat jahat terhadap kaum Muslimin!! Demi ”percobaan” kekuasaan yang menjadi incaran, pengkafiran pemerintah dan pembunuhan umat-kalau perlu- adalah bumbu penyedapnya!!

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-’Aqil menuturkan:”Kami pernah berjumpa dengan salah seorang da’i Al-Ikhwanul Muslimun dari Syiria di kota Madinah ini.

Kami bertanya:

APA YANG KALIAN DAPATKAN? TELAH TERBUNUH RATUSAN RIBU JIWA. RATUSAN RIBU WANITA DIROBEK-ROBEK KEHORMATANNYA, KEMUDIAN KALIAN LARI? MEREKA BERKATA:”KAMI HANYA MELAKUKAN PERCOBAAN”. PERCOBAAN APA?! TAKUTLAH KALIAN KEPADA ALLAH WAHAI SAUDARAKU! ENGKAU MENCOBA-COBA SEMENTARA YANG TERBUNUH RATUSAN RIBU ORANG, APAKAH KALIAN TIDAK MEMILIKI AKAL?! ENGKAU MENCOBA SEMENTARA RAUSAN RIBU JIWA DIBANTAI?!” (Mereka Adalah Teroris, hal.167)

Wahai Abdurrahman Tamimi dan Chalid Bawazeer!! Sponsor dan komandan lapangan Hizbiyyun-Sururiyyun!! Tidaklah upaya kalian dalam menyembunyikan borok Hizbiyyah kalian di depan Masyayikh Yordan dan berlindung di belakang nama mereka akan mampu pula mengecoh dan menipu kaum Muslimin Indonesia!!

Daftar Khatib Jum’at tahun 2004-2006 (3 tahun berturut-turut wahai Hizbiyyun pendusta!)8 di markas besar kalian, yang telah kita pegang adalah bukti nyata persengkongkolan jahat kalian dengan gembong-gembong Ikhwanul Muflisin!! Inikah atsar dari upaya mendatangkan Masyayikh Yordan berkali-kali ke tempat kalian?! Ataukah bukti terang-benderang kejahatan kalian yang mengaku sebagai ”Salafiyyin” yang menolong dan membantu dakwah yang mulia ini dengan cara ”menipu dan mempermainkan” Masyayikh Yordan”?! Lebih penting dan lebih besar lagi adalah menipu dan mengibuli seluruh kaum Muslimin!!

Prinsip persaudaraan Surkati dengan Syi’ah!! Penganut Khurafat!! Khawarij anjing Neraka!! Adalah bukti yang membungkam kalian atas pengakuan dusta kalian sebagai Salafiyyun!!

Tarian Pan Islamisme Jamaluddin Al-Afghani Al-Irani Ar-Rafidhi yang di-amini oleh Surkati adalah bukti yang membungkam tarian lidah dusta kalian!!

Persekongkolan kalian dengan kroni-kroni Ihya’ut Turots dan Al-Sofwa adalah bukti tak terbantahkan betapa Daurah Masyayikh yang kalian adakan adalah realisasi ta’waun Hizbiyyah ini!!

Masyayikh Yordan adalah maskot permainan kalian!!

Jahat nian…

Katakan terus terang dan jantan kepada Masyayikh Yordan bahwa: “Tidak ada secuilpun atsar kedatangan kalian bagi kami walaupun telah empat bahkan lima kali kalian –wahai Masyayikh Yordan- kami hadirkan untuk menasehati kami!! Anak-anak ingusan itu telah membongkar kedok kami yang sebenarnya!! Kedok Hizbiyyah-Sururiyyah-Ikhwaniyyah-Turotsiyyah yang selama ini kami sembunyikan di hadapan umat!”

“Kami tetaplah menjadi Hizby!! Komplotan kami adalah para Ikhwani!! Kharijipun akrab dengan kami!! Bukankah Dinar Hizbiyyah kami dan Dinar Hizbiyyah mereka adalah sama?!!”9

Alangkah tragisnya bahwa (Abdurrahman) Tamimi melegalkannya dengan alasan “dana itu dikumpulkan dari Muslimin”!!

Muslimin siapa wahai Pendusta?! Jangan sesatkan umat dengan pembelaanmu ini!! Muslimin Sururiyyin? Muslimin Khawarij? Muslimin Takfiriyyin? Muslimin yang mengajarkan memberontak kepada penguasa Muslim? Muslimin Demokrasi?! Muslimin yang melecehkan dan memerangi Masyayikh Salafiyyin sebagai ulama haid dan nifas? Muslimin “Ikhwanul Muslimin”? Muslimin Quthbiyyin? Muslimin ”Syi’ah” sebagaimana yang bisa kita buktikan? Muslimin pemecahbelah umat? Atau Muslimin yang mana?…

Dan lihatlah wahai saudaraku kaum Muslimin, betapa orang yang diundang ini salah satunya sangat kita kenal sebagai Pendusta Besar, Al-Kadzab dengan bukti-bukti yang kita hadirkan dan satu orang lainnya ternyata memimpin persatuan diantara jama’ah-jama’ah Hizbiyyah dan memelopori pembangkangan terhadap keputusan Mahkamah Agung!! Allahumma Ya Allah, hanya kepadaMu kami mengadu dan berlindung dari kejahatan mereka.

Tidak cukup dengan penghinaan yang dilancarkan oleh Husen Maskati-nya Farouk Badjabir-Chalid Bawazer terhadap Ketua Mahkamah Agung dan Jaksa Agung, langkah selanjutnya –mereka- justru sepakat untuk menentang keputusan Lembaga Peradilan Negara, padahal mereka sendirilah yang memutuskan untuk menggunakan jalur ini!! Kalau mereka tidak memiliki rasa malu –karena pengakuan mereka sebagai Salafiyyin- kepada Masyayikh Yordan dan kepada umat, sungguh sikap menentang pemerintah secara terang-terangan seperti ini semakin menjadikan umat tersadar bahwa tidaklah cukup suatu pengakuan semata! Di sana harus ada kejujuran dan ketulusan dalam membuktikan pengakuannya. Apakah mengejar “label salafy” hanya ketika menjadi penguasa organisasi? Dan ketika tumbang maka gaya Khariji tiada lagi tersembunyi? Tentu ini adalah sikap yang harus dikoreksi.

Tiada rasa bosan untuk mengingatkan dirimu –wahai Abdurrahman pendusta- dengan ucapanmu sendiri sebagai bentuk kesempurnaan dari kehinaan dakwah Hizbiyyah-Dustaiyyahmu :

Akan tetapi segala puji bagi Allah, kekuatan mereka hancur berkeping-keping sehingga hilang dan lenyaplah kekuatan mereka. Tersingkaplah keburukan mereka, permusuhan diantara mereka sendiri sangat sengit, mereka bercerai-berai, dan ini adalah pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Sesungguhnya Allah tidak akan memperbaiki perbuatan orang-orang yang merusak.

Sekalipun mereka melakukan suatu perbuatan yang mereka inginkan untuk mengelabui manusia…dan sekalipun mereka merubah kulit-kulit (baju-baju) mereka untuk menjelekkan dan mengacaukan….dan sekalipun mereka membaguskan penampilan mereka, untuk menyembunyikan kejelekan mereka.

Semua itu –dan selainnya- sekali-kali tidak akan ada kelangsungannya atau perbaikannya, sekali-kali tidak akan berjalan bersamanya amal kebenaran yang jelas, justru ia akan hilang dan meleleh serta tidak akan kembali”

 

Dan jangan kalian lupa bahwa artikel ini adalah salah satu realisasi dari tantangan kalian:

SILAKAN ANDA JELASKAN INI SEMUA KEPADA PARA ULAMA SALAF, DAN JANGAN ANDA SEMUA SEMBUNYIKAN PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN KAMI, SEBENTAR LAGI PARA ULAMA DARI MARKAS AL-IMAM AL-ALBANI AKAN DATANG…”

(Salafindo.com – Situs Resmi Mahad Ali Al-Irsyad Surabaya.htm, jawaban terhadap Abu Intan, Jakarta, 26/08/2005 11:09:36 WIB).Allahu yahdikum.

(Bab Penutup bundel artikel Badai Fitnah Dakwah Ihya’ut Turats, disusun oleh al-akh Ibrahim al-Andunusi dan al-akh Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji)

1 Bahkan telah terjadi” koalisi manhaj” yang sebenar-benarnya antara Gembong Quthbiyyin (Yusuf Ba’isa) dengan dedengkot Irsyadiyyin (Chalid Aboud Bawazer) ketika Yusuf Ba’isa menikahkan anaknya (Maryam) dengan Ahmad, anak dari “si Tangan putih yang menolong dakwah”, Chalid Bawazer!! Sungguh merupakan strategi dakwah yang luar biasa.

2 Abduh ZA Al-Ikhwani berusaha menggugat penamaan Khawarij sebagai teroris dalam bukunya (Siapa Teroris?…). Seolah-oleh teroris dan terorisme hanyalah terkait dengan pengeboman dan berbagai bentuk kekacauan fisik di masyarakat. Dia lupa bahwa tidaklah seorang yang berfikrah Khawarij itu berani menunjukkan eksistensinya dengan cara melakukan teror secara fisik kecuali teror pemikiran telah mencengkeram otaknya terlebih dahulu!! Ya, Abduh ZA telah lupa dengan keberadaan Al-Irhabul Fikri!! Pemahaman dan pemikiran Khawarij pada diri seseorang (walaupun masih dalam bentuk pemahaman saja) sudah merupakan bukti bahwa orang tersebut telah dicengkeram oleh terorisme pemikiran Khawarij!

3 dr. Haidar Bawazer ini pernah berkata di depan salah seorang Ikhwan Malang (Akh Suwaifi) bahwa: ”Syaikh Rabi’ adalah agen CIA di Arab Saudi!”. Ikhwaniy! Hat Burhanakum inkuntum shadiqun!! Jangan karena kedok kesesatan tulisan-tulisan gembong-gembong besar Ikhwanul dibongkar oleh Syaikh Rabi’ Hafidhahullah dan kalian tidak mampu membantahnya secara ilmiyyah maka kalian kemudian melemparkan jurus “maling teriak maling!”

4 Farid Nu’man dalam bukunya Ikhwanul Muslimin Mendhalimi..,hal.258-259 berkata:”Imam Nawawi berkata,”Para ulama sepakat akan dibolehkannya mempertaruhkan nyawa dalam jihad dengan cara duel (mubarazah) atau pun yang semacamnya. Juga termasuk syahid, orang yang mati dalam perang melawan orang kafir karena terkena senjata orang kafir, jatuh dari tunggangannya, atau terkena senjata sendiri yang berbalik arah seperti yang terjadi pada Amir”. Jadi Imam Nawawi mengkategorikan syahid bagi orang yang terkena senjatanya sendiri….Imam Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughni,”Jika seorang mati syahid karena senjatanya sendiri yang berbalik arah kepadanya, maka ia sama saja mati karena senjata musuh. Demikianlah ulama terdahulu yang membolehkan aksi-aksi seperti bom syahid, hanya saja pada masa mereka belum dikenal bom seperti sekarang. Namun substansinya sama saja”

Kita katakan:”Ini adalah kecurangan yang luarbiasa dan kedustaan yang sangat dahsyat yang dinisbatkan kepada dua Imam besar, Imam Nawawi dan Imam Ibnu Qudamah Rahimahumallah! Alangkah jauhnya perbedaan antara “senjatanya sendiri yang berbalik arah kepadanya”(Apakah terkandung padanya kesengajaan?!!!!) dengan “melekatkan bom pada tubuhnya” untuk membinasakan dirinya sendiri bersama musuh-musuhnya! Apakah terbersit setitikpun pada kisah Amir yang dibawakannya itu kesengajaan dirinya untuk menancapkan senjata miliknya ke tubuhnya sendiri? Adapun bom yang memang sebelum berangkat sudah dilekatkan rapat-rapat ke tubuhnya sendiri untuk kemudian diledakkannya?! Bagaimana mungkin Imam Nawawi dan Imam Ibnu Qudamah menghalalkan bunuh diri? Dan bagaimana mungkin kedua Imam besar tersebur tidak mengetahui perbedaan antara “senjata yang berbalik arah” sehingga dirinya sendiri yang terbunuh dengan “membunuh dirinya dengan senjatanya sendiri”? Talbis dan penipuan gaya Ikhwani. Allahul Musta’an.

5 Bahkan keterlibatan dedengkot-dedengkot Ihya’ At-Turots Indonesia tidak lagi tersembunyi ketika acara Daurah Masyayikh yang ke-5/2006!! Abu Nida’, Arif Syarifudin, Afifi At-Turotsy yang berganti baju menjadi Afifi Abdul Wadud, Ma’had Bukhari, Ma’had Jamilurrahman, Ma’had bin Bazz, Ma’ah Al-Irsyad Tengaran yang menjadi agen Majalah Sururi Internasional, Al-Bayan yang kesemuanya jelas-jelas merupakan agen Ihya’ At-Turots Indonesia. Allahul Musta’an.

6 Sebelum acara Daurah ke-5 2006, Alhamdulillah telah dikirimkan via pos ke Markaz Al-Albani/Albani Center, PO.BOX 2699, Amman, Jordania, Post Code:1371 4 bundel bukti file: 1..AL-IRSYAD (Informasi dari Pihak Al-Irsyad serta Kerjasamanya dengan Ihya’ At-Turots dan Al-Sofwa), 2. AT-TUROTS.NETWORK (Informasi Screen Shot dari Situs Resmi At-Turots Al-Islami Yogyakarta dan Hubungannya dengan Ihya’ At-Turots Kuwait & Al-Haramain –tanggal 05/11/2004 sudah dimatikan- serta Nama-Nama Da’i yang Terlibat Jaringan Hizbiyyah ini), 3. AL-SOFWAH (Informasi Nama-Nama yang Terlibat Jaringn Al-Sofwah yang di dalamnya ada Ikhwani-Sururi-Pendukung Al-Banna-Qaradhawi-Sayyid Quthb-Politikus-Teroris serta Kerjasamanya dengan At-Turots, Al-Haramain-IIRO/Haiatul Ighatsah & Hidayatullah), 4.SURURI (Informasi Koneksitas para Da’i Al-Sofwah-AtTurots- Al Haramain- Jama’ah Takfir wal Jihad- DDII- LDATA/AlDakwah- PKS/Ikhwanul Muslimin dan Jaringannya).

Telah kita kirimkan pula risalah yang berisi bukti-bukti bagaimana Sururiyyun selaku penyelenggrara daurah masyayikh Yordan ternyata tidak mengambil sedekitpun manfaat dari kedatangan Masyayikh Yordan. Mereka tetap terang-terangan terus berhubungan dengan gembong-gembong Ikhwanul Muslmin dan da’i-da’i Sururiyyin lainnya. Bukti ini telah dikirimkan kepada Masyayikh Yordania melalui fax dan e-mail.

Alhamdulillah bukti-bukti tersebut telah diterima oleh Masyayikh Yordan. Hal-hal yang membuktikannya:

-Telah dikirimkan kembali ke alamat Ustadz Usamah: 1 bundel fotokopi file Al-Irsyad berserta daftar khatib Jum’ah masjid Al-Irsyad tahun 2004, 2005 dan 2006 yang berisi dedengkot-dedengkot Ikhwanul Muslimin jawa Timur lapis pertama yang dipakai oleh Markas Abdurrahman Tamimi dan Chalid Bawazer serta copian hasil fax yang diterima oleh masyayikh Yordan lengkap tertulis di atasnya “From Syariah1 To Syaikh Yordan , Date: 01/11/2006 Time:16:21:50, Time: 12:44:08, Time:12:44:08, Time:1

+6:21:50, Time 16:58:10”,

-Pengirim copy-an bundel bukti dan hasil fax tersebut adalah Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Jl. Sultan Iskandar Muda 46, Surabaya Telp.3298993 (padahal bundel-bundel bukti tersebut hanya dikirimkan kepada beberapa Masyayikh di Madinah, Masyayikh di Yaman dan Masyayikh Yordania. Adapun ma’had Al-Irsyad Surabaya tidaklah dikirimi bukti tersebut). Dari mana mereka mendapatkannya? Sementara copy fax yang dikirimkan balik tersebut jelas-jelas tertera ““From Syariah1 To Syaikh Yordan , Date: 01/11/2006 Time:16:21:50, Time: 12:44:08, Time:12:44:08, Time:16:21:50, Time 16:58:10”?

-Hal ini diperkuat lagi dengan transkrip bahasa Arab (yang disisipkan bersama bukti-bukti copy-an yang dikirimkan balik) berupa isi ceramah Syaikh Ali Hasan dalam pembukaan Daurah ke-5 di Wisma Erni Lawang yang (lagi-lagi) berisi pembelaan terhadap Ahmad Surkati As-Sudani! Allahul Musta’an.

Hal di atas menunjukkan kecerobohan Ma’had Al-Irsyad!! Dengan bundel yang dikirimkan kembali ke alamat Ustadz Usamah dengan pengirim Ma’had Al-Irsyad Surabaya menunjukkan bahwa Masyayikh Yordan telah menerima dan membaca bukti-bukti yang kita kirimkan tentang pihak penyelenggara daurah dan orang-orang di sekelilingnya yang tidak lebih dari Hizbiyyun-Sururiyyun-Turotsiyyun-Ikhwaniyyun!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

7 Sekali lagi, berbagai bukti Hizbiyyahnya kelompok yang mendatangkan dan menyelenggarakan acara daurah ini telah dikirimkan dan sampai kepada Masyayikh Yordan! Sesungguhnya sangatlah sulit bagi kita untuk memastikan bahwa bukti-bukti dan hujjah yang telah dikirimkan ke alamat Masyayikh Yordan telah diterima, hanya saja (sikap ceroboh ma’had Ali Al-Irsyad!!) dengan mengirimkan balik bukti-bukti tersebut berupa copy fax yang diterima oleh Markaz Al-Albani plus pembelaan Syaikh Ali Hasan terhadap Surkati di daurah ke-5 telah meyakinkan kita bahwa bukti dan hujjah telah sampai ke Masyayikh Yordan. Segala puji bagi Allah yang telah menyingkap tabir kesamaran ini. Walhamdulillah.

8 Alangkah lama waktu hanya untuk mendapatkan 3 lembar “harta karun ini”, sungguh kesabaran telah mendapatkan ganti kenikmatan tiada terkira dari Allah Ta’ala atas kemudahan mendapatkan bukti ini. Mission impossible bagi sementara orang, namun kesemuanya terwujud atas kehendak dan kekuasaan Allah semata, adakah yang mampu menghalangiNya? Walhamdulillah.

9 Sementara Abdullah Taslim berusaha mentalbisnya dengan mengatakan:” dana yang dimiliki yayasan-yayasan tersebut bukan berasal dari para pengurusnya, akan tetapi dari kaum muslimin yang benar-benar ingin menyumbangkan harta yang mereka miliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya, maka tidak ada hubungannya antara bantuan harta tersebut dengan penyimpangan manhaj yang ada yayasan-yayasan tersebut”(Konsultasi Ustadz:Fitnah Sururiyyah, February 17th, 2006 4:09 pm, mus$$$.or.$$)

Kita katakan lagi:”Bagaimana mungkin engkau nekad menyatakan demikian, padahal kita bisa buktikan bahwa ustadz-ustadz “salafy” yang engkau rekomendasikan itu benar-benar berhubungan dengan gembong-gembong Ikhwanul Muslimin!! Bahkan Farid Okbah Takfiry Ketua Majelis Dakwah organisasi Al-Irsyad Demokrasy mendapat kehormatan tampil memberikan sambutan di penutupan acara Daurah Masyayikh Yordan yang ke-4 di Wisma Erni Lawang!! Tentu saja berbagai penyimpangan itu ada kaitannya dengan dinar Hizbiyyah yang dihimpun oleh organisasi-organisasi Hizby itu!!

Engkau minta bukti nyata lainnya wahai Abdullah Taslim yang mengaku dengan bangganya telah bermukim selama 7 tahun di Madinah?

Ustadz-ustadz “Salafy-mu” semacam Aunur Rafiq, Agus Hasan Bashari, Muttaqin Sa’id, Anwar Harun, Muhammad Shafwan, Muhammad Arif Lc., Masrur Zainuddin, Ainul Haris; Apa yang memotifasi mereka sehingga beramai-ramai datang ke Pondok Pesantren Darul Istiqamah Makasar yang dikuasai oleh gembong besar Ikhwanul Muslimin, Mudzakir Arif?! Apakah mereka hendak mendakwahinya dan menasehatinya agar keluar dari kungkungan Hizbiyyahnya Ikhwanul Muslimin?! Tidak wahai Calmas Abdullah Taslim!! Bahkan mereka (“Salafy-mu”) bergandengan tangan menyukseskan acara Program Diklat Tauhid ke-3nya “Al-Sofwa Al-Muntada”!! Organisasi tong sampah yang engkau katakan tentang yayasan Al Sofwah, terus terang ana tidak begitu banyak tahu tentang yayasan ini, dan berita-berita yang sampai kepada ana tentang yayasan ini sangat simpang siur. Jadi mungkinkah “Salafymu” bercampurbaur dengan “Ikhwanimu”?! Mungkin saja, kenapa?! Karena Dinar kalian dan dinar mereka tidaklah berbeda!! Bukankah hal ini adalah contoh yang bagus untuk menunjukkan betapa eratnya kaitan antara dinar hizbiyyah dengan penyimpangan manhaj organisasi Hizbiyyah?!

Mungkinkah organisasi Hizbiyyah yang dikenal memiliki permusuhan yang keras terhadap Salafiyyin dan dakwah Salafiyyah kemudian menolong Salafiyyin dan dakwahnya?! Tentu Sururiyyin akan menjawab:Apa yang tidak mungkin? Jelas-jelas mereka Ikhwani dan kami adalah “Salafy” tetapi toh kita bisa bergandengan tangan dalam berdakwah…bukankah aqidah (baca:PRODIT/Program Diklat Tauhid) kami dan aqidah mereka sama?! Yang beda kan cuma bajunya, kita “Salafygaul” dan mereka “Ikhwani”. Allahu yahdik!!

Dan kenapa informasi tentang Al-Sofwa Al-Muntada sampai saat ini bagimu masih tetap simpangsiur, padahal situs Al-Sofwa on-line setiap saat memamerkan jejak langkah Hizbiyyahnya, di dalam Al-Sofwa engkau bisa dapatkan orang Sururi, ada juga yang Ikhwani, tidak ketinggalan pula yang berpaham Takfir! Karena engkau hanya mengambil informasi dari serdadu-serdadu bayaran Al-Sofwa dan da’i-da’i Hizby lainnya yang memang sejalan dengan mereka!! Yazid, Abdul Hakim, Aunur Rafiq, bukankah mereka adalah Hizby yang selama ini memang terlibat dengan organisasi simpangsiur itu?! Ya tentu saja sampai kapanpun status Al-Sofwa Al-Muntada di sisimu tetap simpangsiur!! Walaupun bukti-bukti kesesatannya telah terpampang di depan wajahmu!! Sekali lagi, Allahu yahdik!!

 

* Tulisan ini data sampai 26 Desember 2006

 

Comments are closed.