Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Abdurrahman bin Mar’iy Mencoba Untuk Masuk Menemui Syaikh ‘Ubaid, Akan Tetapi….

Bismillahirrohmanirrohim. o

Abdurrahman al Mar'i di tolak menemui syaikh ubaid al jabiri

‘ABDURRAHMAN BIN MAR’IY MENCOBA UNTUK MASUK MENEMUI SYAIKH ‘UBAID, AKAN TETAPI….

===========================
TRIAL AND ERROR: USAHA GAGAL Abdurrahmanbin Mar’iy untuk Menemui asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiry hafidzahullah..
===========================
Ditulis Oleh : (Asy-Syaikh) Abul ‘Abbas Yasin bin Ali al-‘Adeniy -hafidzahullah-
Malam Selasa, 13 Ramadhan 1436 H

updated 01-07-2015

✹✹✹

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على النبي الكريم ، وآله وصحبه ومن اهتدى بهديه إلى يوم الدين

 أمــــا بعــــد :

Sesungguhnya aku memuji Allah yang menampakkan bagi Ahlussunnah dan orang-orang awam mereka di seluruh dunia tentang hakikat makar Abdurrahman bin Mar’iy.

Tidaklah berlalu suatu hari yang Abdurrahman menduga itu bermanfaat baginya KECUALI ternyata menyingkap hakikat dan membongkar aibnya.

Inilah dia di hari-hari ini kabur ke negeri Mamlakah (Kerajaan Arab Saudi) setelah negeri Yaman menjadi sempit baginya dimana ia telah mengusir saudara-saudara kita ghuroba’ (orang-orang asing) dan menelantarkan mereka.

Dan ia memohon dukungan dari orang-orang pemerintahan –yang mereka berloyalitas kepada ROFIDHOH HUTSIYYUN- untuk menjalankan aksinya tersebut. Dan masih saja hari-hari ini sedang “mengandung” berbagai fadho’ih (terbongkarnya aib).

Aku sungguh telah mengabarkan kepadamu –wahai saudaraku karena Allah- dalam ucapan di tulisan-tulisan terdahulu bahwa Abdurrahman bin Mar’iy berusaha masuk menemui ULAMA KIBAR untuk menunjukkan kepada orang-orang yang lemah hati (mudah terpengaruh) bahwa ia berada di atas al-Haq.

Maka Abdurrahman telah mencoba (LAGI!) pada hari Sabtu yang lalu untuk masuk menemui Asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiriy. Hal itu dilakukannya di ruangan Masjid ar-Ridhwan yang Syaikh biasa duduk di dalamnya setelah selesai pelajaran untuk menerima para tamu dan utusan dari berbagai penjuru dunia.

NAMUN asy-Syaikh ‘Ubaid MENOLAK UNTUK MENERIMANYA..

Saudara kami asy-Syaikh yang mulia, Doktor Arafat al-Muhammadiy yang mengabarkan kepadaku tentang peristiwa itu.

Maka asy-Syaikh Ubaid TIDAK mempersilahkan masuk kepadanya seorang pembuat makar dan suka bermain-main (dalam urusan diin) sehingga tidak menyia-nyiakan waktunya bersama mereka ini.

BAHKAN aku telah mendengar ucapan itu dari beliau (secara langsung) ketika aku beserta Masyaikh ‘Aden masuk menemui beliau.
SEHINGGA aku adalah seorang yang menasihati bagimu wahai Abdurrahman bin Mar’iy MAKA aku katakan:

SEMOGA KESEMPATAN TIDAK BERGANTI (SIRNA), para ulama yang telah mencelamu masih hidup. Dan inilah engkau sedang berada di negeri mereka. MAKA atasmu untuk bertaubat dari kesalahan-kesalahanmu.

Juga hendaknya engkau mengambil nasehat ULAMA KIBAR dan Masyaikh Ahlussunnah di ‘Aden.

Dan engkau ubahlah metode yang PENUH MAKAR karena itu tidak bermanfaat bagimu, demi Allah.

Tidakkah engkau telah mendengar ucapan Salman al-Farisiy –semoga Allah meridhoinya- :

(إن الأرض لا تقــدّس أحـــداً ، وإنمــــا يقـــدس الإنسان عملــــه)

“Sesungguhnya bumi (suatu tempat) tidak menyucikan seseorang, tidak lain yang menyucikan seseorang adalah amalannya!”

SEHINGGA wajib atasmu:

1. أولاً : أن تحذر باستمرار من أهل التحزب والبدع والأهواء ، جماعات وأفراداً

PERTAMA: untuk mentahdzir secara kontinyu orang-orang pelaku hizbiyyah, bid’ah, dan pengikut hawa nafsu, baik jama’ah atau individunya.

2. ثانياً : أن تحث طلبتك بالرجوع إلى الأكابر لا سيما في أوقات الفتن والنوازل.

KEDUA: menghasung santri-santrimu untuk merujuk kepada ULAMA KIBAR terlebih di waktu-waktu fitnah dan permasalahan-permasalahan kontemporer (terkini).

3. ثالثاً : أن تذكر لطلبتك أسماء هؤلاء العلماء الأكابر

KETIGA: menyebutkan kepada santri-santrimu nama-nama para ULAMA KIBAR ini (yang menjadi rujukan umat)

4. رابعاً : أن تتبرّأ من وثيقة محمد الإمام مع الحوثيين

KEEMPAT: BERLEPAS DIRI dari WATSIQOH milik Muhammad al-Imam bersama Hutsiyyun.

5. خامساً : أن تتوب من تلك الجريمة الشنيعة ، والفعلة القبيحة ، وهي طرد الإخوة الغرباء من المركز بل من اليمن ، وطلب السماح منهم والعفو

KELIMA: engkau bertaubat dari kriminalitas yang jelek dan perbuatan busuk yaitu MENGUSIR ikhwah ghuroba’ dari ma’hadmu bahkan dari negeri Yaman. Dan engkau memohon kemaafan dan ampunan dari mereka.

Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mulia Rabb Pemilik Arsy yang agung untuk memberi taubat kepada kita seluruhnya dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang jujur, shalih, dan memperbaiki.

✲✹✲

Sumber:
MAJMU’AH AL-BAROKAH MA’A AKAABIRIKUM
Alih Bahasa :
Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidany (Solo) hafidzahullah [FBF-5]

_______________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

***

PENJELASAN & PELURUSAN KISAH ABDURRAHMAN AL MAR’I DITOLAK BERTEMU SYAIKH UBAID

بِسْم الله الرحمن الرحيم
ففي ليلة الأحد 12/رمضان/1436 وفي غرفة مسجد الرضوان استأذن عبد الله بن مرعي على شيخنا عبيد، وشاء الله فسبق لساني وقلت: عبدالرحمن بن مرعي.
-مع معرفتي بعبدالله بن مرعي- فامتنع الشيخ من استقباله؛ لظنه أنه عبدالرحمن صاحب الفيوش.
ومضی الأمر علی ذلك دون انتباه مني؛ لانشغالي بترتيب الأمور مع كثرة الطلبة، والله الموفق.
كتبه:عبدالواحد بن هادي المدخلي.
ليلة الأربعاء 15/رمضان/1436.

Pada malam Ahad, 12 Ramadhan 1436 H di sebuah ruangan masjid Ar-Ridhwan, Abdullah bin Mar’i meminta izin untuk menemui guru kami Asy-Syaikh Ubaid. Namun Allah menghendaki lisan saya salah menyebut dengan mengatakan ‘Abdurrahman bin Mar’i’, padahal saya mengenal Abdullah bin Mar’i. Maka Asy-Syaikh pun tidak mau menemuinya karena beliau menyangka yang datang tersebut adalah Abdurrahman pemilik markiz Fiyusy. Perkaranya berlalu begitu saja tanpa saya sadari, karena kesibukan saya mengurusi berbagai urusan disamping banyak murid. Allah saja yang memberi taufiq.

Ditulis oleh: Abdul Wahid bin Hady Al-Madkhaly
Malam Rabu, 15 Ramadhan 1436 H

Sumber: Majmu’ah al-Barokah Ma’a Akaabirikum

** Catatan dan Faedah penting:

1. Menunjukan sikap ilmiyah dan kejujuran Ahlussunnah wal Jama’ah, ketika terjadi kesalahan langsung rujuk dari kesalahan tersebut dan menjelaskan atau menyampaikan klarifikasi.

2. Ketegasan sikap Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry terhadap Abdurrahman bin Mar’i, bahwa beliau tidak mau menemuinya ketika disampaikan kepada beliau bahwa Abdurrahman bin Mar’i ingin bertemu dengan beliau.

WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>