Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Hukum Bergabung Dengan Firqoh-Firqoh Untuk Memperbaiki Dari Dalam

بسم الله الرحمن الرحيم

HUKUM BERGABUNG DENGAN FIRQOH-FIRQOH
UNTUK MEMPERBAIKI DARI DALAM
Oleh:
Asy-Syaikh Abu Yasir Kholid Ar-Radadiy Hafizahullah

Pengantar:

Segala puji hanya bagi Allah Rabb alam semesta, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi akhir zaman, keluarganya, para sahabatnya, serta ummatnya hingga akhir zaman.

Amma Ba’du:

Berikut adalah nukilan Tanya jawab Al-Ustadz Wildan dengan Asy-Syaikh Abu Yasir Kholid Ar-Radadiy tentang beberapa permasalahan. Kami nukilkan disini bagian dari fatwa Syaikh Kholid Ar-Radadiy tentang HUKUM BERGABUNG DENGAN FIRQOH-FIRQOH DENGAN ALASAN UNTUK MEMPERBAIKI DARI DALAM.


Telah berkata kepada kami dan kepada Abu Zaid Anang*) Abu Muhammad Amin Abdul Ma’bud Al-Indonisiy**) sbb:”Jika kalian hendak memperbaiki Jama’ah ini –yakni Ikhwanul Muslimin dan Jama’ah Tabligh-, maka kalian masuklah kedalam jama’ah ini”.

Perkataan beliau ini (Abu Muhammad Amin) ulangi sebanyak dua kali baik kepada kami maupun kepada Abu Zaid Anang. Dalam pandangan kami, jelas perkataan ini tidaklah benar tetapi dalam pandangan Abu Zaid Anang beliau menganggapnya sebagai angin lalu saja. Maka, untuk menimbang kebenaran perkataan da’I Ihya’ut Turots Al-Hizbiyyah ini berikut kami nukilkan Fatwa As-Syaikh Kholid Ar-Radadiy. Semoga dengan adanya fatwa ini akan menjadi jelaslah permasalahannya,اللهم آمين.

0 0 0 0 0

Tanya (Ustadz Wildan) :

Apa bantahan Anda terhadap perkataan sebagian da’i tentang bolehnya bergaul dengan firqah-firqah atau jama’ah-jama’ah yang ada dengan alasan untuk memperbaiki dari dalam ?

Jawab (Syaikh Kholid) :

Yang pertama, perbaikan dari dalam bukan berarti bahwa engkau tetap bersamanya. Bentuk pengingkaran paling kecil adalah tindakanmu memisahkan diri darinya. Pengingkaran terkecil itu adalah tindakanmu memisahkan diri darinya, tidak bergaul dengannya. Adapun apabila engkau tetap bersama mereka, bergaul dengan mereka, mendiamkan kemungkaran-kemungkaran mereka, maka tidak akan terjadi perbaikan pada diri mereka dan tidak pula pada dirimu.

Jadi, perkataan seperti itu adalah perkataan yang tidak benar. Khususnya jika disana ada saudara-saudara salafiyyun, hendaknya saudara-saudara kita yang salafiyun tersebut menyeru, menda’wahi mereka dan menasehati mereka dari/dalam keadaan jauh dari mereka. Apabila mereka menerima nasehat tersebut, dan juga apabila diantara mereka ada yang menerima kebenaran, Alhamdulillah …(ada perkataan yg tidak jelas)… bahwa bentuk pengingkaran yang paling kecil adalah memisahkan diri dari mereka. Tidak bersama mereka dan tidak bermajlis dengan mereka sebab tidak akan tercapai bentuk pengingkaran apabila seseorang itu tetap bersama mereka, mereka/kaum muslimin tidak memahami ketika seseorang tetap bersama suatu kelompok yang mempunyai penyimpangan, bahwa orang tersebut mengingkari manhajnya.

Ketika meninggal Abu Rawwaad, manusia pada waktu itu melihat Sufyan ats-Tsaury, mereka mengatakan “Sufyan (Sufyan ats-Tsaury) akan menyolatkan orang tersebut”.

Kemudian ketika Sufyan tidak menyolatkan orang tersebut ditanyakan kepada beliau: “mengapa kamu tidak menyolatkannya”. beliau menjawab, “agar manusia tahu bahwa ia seorang mubtadi’”.

Jadi, agar manusia tahu bahwa ia seorang mubtadi’, terutama apabila orang yang tidak menyolatkan tersebut adalah seorang yang mempunyai kedudukan dan derajad yang tinggi di tengah-tengah masyarakat.

Catatan Kaki:

*) Salah seorang perawat Indonesia yang bekerja di Kuwait yang mana pada awalnya beliau aktif di Jama’ah Tabligh kemudian beliau mengikuti ta’lim dengan da’I dari Jum’iyyah Ihya’ut Turots Al-Hizbiyyah sampai sekarang.

**) Seorang pegawai Jum’iyyah Ihya’ut Turots Al-Hizbiyyah Lajnah Junub Syarq Asia, lulusan Universitas Al-Azhar, Cairo-Mesir. Beliau juga bekerja di Kementrian Auqof (DEPAG) Kuwait.

Sumber: Tanya Jawab Ustadz Wildan dengan Asy-Syaikh Kholid Ar-Radadiy pada tanggal 17 Dzulhijjah 1423 H/19 Februari 2003 M

Sumber: http://abdurrahman.wordpress.com/2008/03/07/hukum-bergabng-dgn-firqoh-girqoh-untuk-memperbaiki-dari-dalam/

Comments are closed.