Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Jama'ah Tabligh Lebih Utama Daripada Kibar Ulama?!

JAMA’AH TABLIGH LEBIH UTAMA DARIPADA KIBAR ULAMA?!

Pengantar
Telah kita ketahui bersama bahwa kelompok-kelompok hizbiyyah seperti Ikhwanul Muslimin, Sururiyyah, Ihya’ At-Turats dan Jama’ah Tabligh dalam memuluskan ambisinya tidak segan-segan untuk mencomot dan berlindung di belakang fatwa para ulama. Dulu, fatwa Syaikh Bin Baaz rahimahullah pernah digunakan oleh Jama’ah Tabligh untuk melariskan dagangan kesesatannya sebelum pada akhirnya beliau rahimahullah berbalik mentahdzir Jama’ah ini setelah informasi kesesatan-kesesatannya sampai kepada beliau. Tanpa mengenal lelah dan putus asa, (sekali lagi) untuk melariskan dagangan kesesatannya, merekapun –Jama’ah Tabligh- merasa “menang’ setelah mengantongi dan menyebarkan kepada umat “tazkiyah” dari Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi (semoga Allah meluruskannya). “Keajaiban” yang lebih besar lagi adalah orang-orang yang mengaku dirinya Ahlus Sunnah, Anti Haddadi yang tidak Ghulat justru berada satu barisan bersama Jama’ah Tabligh dan para pembelanya dalam menikam dan merendahkan Salafiyyin (dan para ulamanya seperti halnya Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi hafidhahullah) dengan julukan Haddadiyah Jadiidah, Ghulat dan mendzalimi ulama. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Siapakah yang mendzalimi ulama? Siapakah yang menginjak-injak kehormatan ulama? Dan siapakah yang menjadi pahlawan kesiangan Jama’ah Sumbu wal Kompor (baca: Jama’ah Tabligh)?
Selengkapnya…………

Asy-Syaikh Abi Hamam Muhammad bin ‘Ali Ash-Shuma’i Al-Baidhani Al-Yamani berkata:
Ketahuilah wahai para pembaca, bahwa risalah ini sebelum saya keluarkan, terlebih dahulu saya berkunjung ke Madinah –kota Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam- dan saya sempatkan untuk bertemu langsung dengan Asy-Syaikh Abu Bakr (Jabir) Al-Jazairi. Ketika itu terjadi pada tanggal 26 Ramadhan 1424H.

Saat itu saya bertanya kepadanya:
“Apakah engkau bersedia untuk mencabut pujianmu kepada Jama’ah Tabligh yang kau katakan:[“Sesungguhnya di dunia Islam ini tidak ada Jama’ah yang semisal Jama’ah Tabligh…]

Ia menjawab:

“WALLAHI, aku tidak akan rujuk dari pernyataanku”

Aku katakan:
“Engkau kemanakan fatwa-fatwa (berisi tahdzir terhadap Jama’ah Tabligh-pent) dari kalangan ahlul ilmi semisal (Asy-Syaikh) Ibnu Ibrahim, Ibnu Baaz, Al-Albani, Al-Wadi’i (Syaikh Muqbil-pent) serta Hai’ah Kibar Ulama?”

Ia menjawab:
”Mereka –yaitu Jama’ah Tabligh- lebih utama dibanding para ulama”

Aku katakan kepadanya:
“Dari mana datangnya keutamaan itu?”

Jawabnya:
“Karena Jama’ah Tabligh melakukan khuruj sementara para ulama tidak melakukannya.”

Aku berkata kepadanya:
”Tetapi ilmu mereka (para ulama) menyebarluas ke berbagai penjuru yang tak terjangkau oleh Jama’ah Tabligh”

Jawabnya:
“Mereka tetap lebih utama dibanding ulama dari segi pahalanya..”

Aku katakan kepadanya:
“Seandainya Jama’ah Tabligh lebih utama, tentu mereka telah mewariskan ilmu kepada masyarakat (tetapi realitanya tidaklah demikian-pent). Lalu apa dasarnya engkau unggulkan orang-orang jahil di atas para ulama? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
“Allah mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS.Mujadilah:11)

Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi ini sejurus terdiam. Namun kemudian dengan tetap berkeras hati ia berkata:

“Para ulama tidak lebih utama dibanding Jama’ah Tabligh”

Maka akupun meninggalkan dia dan akhirnya aku tahu, ternyata dia adalah orang yang ta’ashub kepada Jama’ah Tabligh. Wallahul Musta’an.
(Ta’liqul Baligh ‘Ala Raddi Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi ‘Ala Maadih At-Tabligh…hal.2)

Inilah peringatan keras yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah terhadap fatwa tazkiyah Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir terhadap Jama’ah Tabligh yang ada di kitab tersebut di atas:

Bismillahirrahmanirrahim
Telah berkata Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullahu Ta’ala:

Salah seorang ikhwah Salafi telah menunjukkan kepadaku sebuah fatwa yang dilontarkan oleh Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi yang berisi perkataannya:
“Sesungguhnya Jama’ah Tabligh –demi Allah- tak didapati di dunia Islam ini sebuah jama’ah-pun yang lebih baik daripada Jama’ah Tabligh dalam hal penyebaran dakwah Islam serta pembinaan pribadi”
Demikianlah Abu Bakr mengucapkannya dengan sumpah yang keji: “(katanya) Sesungguhnya di dunia Islam ini tak didapati sebuah jama’ahpun yang lebih baik dari Jama’ah Tabligh”

Aku katakan dengan sangat menyesal:
“Wahai Abu Bakr, sungguh aku tak menduga bahwa perkataan yang rendah ini terucap olehmu hingga melampaui batas dimana engkau unggulkan Jama’ah Tabligh yang Sufiyyah, Quburiyyah, Khurafiyyah, Ad-Duyubandiyyah dan Musyrikah.

Bukankah engkau tahu bahwa pendiri jama’ah ini kuburnya ada di dalam masjid(?)

Bukankah engkau tahu bahwa pendirinya (Muhammad Ilyas-pent) sering duduk di sisi kuburan tokoh-tokoh sufi dalam rangka mencari siraman rohani(?)

Bukankah engkau tahu bahwa Jama’ah Tabligh dibangun di atas empat sendi tarekat sufiyyah(?)

Bukankah engkau tahu sesungguhnya mereka tiada henti-hentinya memusuhi ahli tauhid(?)

Apakah engkau tidak mendengar bahwa Rabbmu telah berfirman kepada Nabi-Nya:
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-nabi) yang sebelummu; jika kamu mempersekutukan (Allah) niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Az-Zumar:65)

Apakah engkau tidak pernah mendengar bahwa Rabbmu telah berfirman kepada Nabi-Nya:
“Maka janganlah kamu menyeru tuhan yang lain disamping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diadzab” (QS. Asy-Syuara:213)

Apakah engkau tidak bertaqwa kepada Allah, wahai Jabir, dengan sebab anggapanmu ini serta sumpahmu atasnya, (hal ini) telah menjelma menjadi peperangan baru terhadap aqidah Tauhid, di negeri Tauhid, dalam pemerintahan Tauhid dan di kota hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, Rasul Tauhid(!)

Engkau beranggapan telah menafsirkan Kitabullah[1]. Apakah engkau tidak mengambil pelajaran dari makna-makna yang terkandung di dalam Kitabullah tentang larangan berbuat syirik dan perintah berdakwah kepada tauhid?

Apakah engkau tidak bertaubat wahai Jabir?
Sesungguhnya aku memastikan, bahwa jika engkau melakukan ratapan di hadapan Allah sementara engkau tetap saja memegangi fatwamu, niscaya kelak tempat berpijak kakimu di hadapan Allah adalah tempat berpijak yang sulit.

Maka bertaubatlah kepada Allah senyampang belum tertutup pintu taubat.
Namun jika engkau menyombongkan diri serta enggan bertaubat maka aku tidak berpendapat kecuali: “Berlepas diri darimu!”
Wabillahit taufiq

Ditulis oleh yang menasehatimu,
dan yang menaruh kasihan kepadamu,

Ahmad bin Yahya An-Najmi
——selesai————
(Diterjemahkan oleh Abu Nusaibah Syamsu Muhajir)

Alhamdulillah bahwa kami tidak akan menutup mata jika ada isi terjemahan di atas yang kurang tepat atau bahkan keliru dari saran dan masukan antum semua terutama dari orang-orang yang pandai berbahasa arab yang tidak pernah mennerjemahkan FAKTA kepada kami dari tulisantulisan dan fatwa para ulama- betapa jahatnya Ihya’ At-Turats dan jaringannya, Al-Sofwa Al-Muntada, Al-Irsyad dan betapa jahatnya Jama’ah Tabligh). Sekali lagi kami tidak akan merasa gengsi untuk rujuk kepada kebenaran manakala kebenaran itu telah nyata di hadapan kami. 

Tetapi, apa kata mereka:
Abu Salma berkata:” Lebih kejam lagi, mereka ini mulutnya busuk dan hati mereka terbakar oleh kedengkian dan waswas syaithan, mereka gemar sekali mencela ulama… menuduh Syaikh Abu Bakr al-Jazairi sebagai tablighi, allohumma…
Semoga Alloh membalas segala kejahatan mereka dan memberikan petunjuk bagi mereka-2 yg masih dirahmati Alloh…
Bak gayung bersambut…
Anti Haddadi berkata,”Abu Bakar Jabir al-Jazairi —> (kata Haddadi FAlsu tAK NyaTa & fitnah) = tablighi
Nampaknya beliau sekarang semakin pede dengan “sedikit membocorkan” nama samarannya: Abu Ahmad Anti Haddadi berkata:”Dalam artikel “Siapakah Al Bilaly” tulisan Abu Abdillah Ibrahim [http://fakta.blogsome.com/2006/11/22/siapakah-al-bilaly/], orang zhalim dan jahil ini menuduh Syaikh Abu bakar sebagai “tablighi”, perhatikan ucapan kejinya berikut :“Albilaly juga memposting pada posting ke 04177, BOLEHKAH RUQYAH SEBAGAI PROFESI. Salah satu sumber bacaannya adalah Aqidah Mukmin, karya Abu Bakar Al Jazairi seorang Tablighi.” La hawla wa quwwata illa billah.
Demikianlah, karena sederet kalimat: “karya Abu Bakar Al Jazairi seorang Tablighi” maka anti haddadi sampai keluar dari sarangnya untuk membela sang pendekar seribu helah Ketua Lajnah Dakwah Al-Irsyad LIAR dan mengajari kita semua contoh-contoh manhaj MLMnya Ihya’ At-Turatsnya serta menggelari kami sebagai Ghulat, Haddadiyah, Fitnah (tanpa menyodorkan bukti fitnahnya). Pun juga berlagak di depan umat sedang membela “seorang ulama yang kami dzalimi” dengan meletakkan dirinya di barisan para pembela Jama’ah Tabligh!! Dan penghina Kibar Ulama!! Dan jangan pura-pura tidak tahu bahwa anda sedang membela dakwah “Pan Islamisme Jadiidah, pengawal pilkadal demoskratos, dan ajaran pembangkangan berjama’ah” atas nama dakwah salafiyyah.
Kalau memang benar dakwah bijaksana bijaksini yang mereka slogankan, tentulah mereka terlebih dahulu bertanya kepada kami:
“Kenapa kalian mempublikasikan tulisan bahwa Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi adalah seorang Tablighi?
Atau …
Apa bukti “tuduhan” kalian bahwa beliau Tablighi?
Catatan: Kalimat yang paling tepat adalah sebagaimana perkataan Asy-Syaikh Abi Hamam Muhammad bin ‘Ali Ash-Shuma’i Al-Baidhani Al-Yamani tentang Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi (semoga Allah meluruskan beliau):“…ternyata dia adalah orang yang ta’ashub kepada Jama’ah Tabligh!”
Dan kalimat lain yang lebih tegas adalah sebagaimana ucapan Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi hafidhahullah:”Apakah engkau tidak bertaqwa kepada Allah, wahai Jabir, dengan sebab anggapanmu ini serta sumpahmu atasnya, (hal ini) telah menjelma menjadi peperangan baru terhadap aqidah Tauhid, di negeri Tauhid, dalam pemerintahan Tauhid dan di kota hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, Rasul Tauhid(!)”
Dan lihatlah kelicikan si ular berbisa ketika berusaha meMALINGkan UMAT DARI PERMASALAHAN KEMUNGKARAN YANG DAHSYAT seperti ini dengan berkelit ke tuduhan “tablighi”kami!!

Dan silakan para pembaca sekalian berfikir sehat dengan akal yang jernih, manakah yang lebih berat timbangannya antara ta’yin “tablighi” ataukah “ta’yin” Syaikh Ahmad An-Najmi :”dengan sebab anggapanmu ini serta sumpahmu atasnya, (hal ini) telah menjelma menjadi peperangan baru terhadap aqidah Tauhid, di negeri Tauhid, dalam pemerintahan Tauhid dan di kota hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, Rasul Tauhid(!)
Serta ta’yin beliau berikutnya:” Sesungguhnya aku memastikan, bahwa jika engkau melakukan ratapan di hadapan Allah sementara engkau tetap saja memegangi fatwamu, niscaya kelak tempat berpijak kakimu di hadapan Allah adalah tempat berpijak yang sulit.
Maka bertaubatlah kepada Allah senyampang belum tertutup pintu taubat”
Pembaca sekalian rahimakumullah, anda sekalian telah menjadi saksi bagaimana si ular berbisa ini mendramatisir “tuduhan dan ta’yin” tablighi dari kami sebagai sebuah tuduhan yang sangat tidak beradab demi legalitas gelar Haddadiyah untuk kami dan secara licik berkelit dari “tuduhan dan ta’yin” Syaikh Ahmad An-Najmi yang jauh dan jauh lebih besar dan lebih dahsyat bahwa Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir telah “mengibarkan” peperangan baru terhadap aqidah tauhid dst… Serta memastikan –jika beliau tidak bertaubat- niscaya kelak tempat berpijak kakimu di hadapan Allah adalah tempat berpijak yang sulit!!

Dan silakan bandingkan pula antara “ta’yin” tablighi dengan ta’yin fatwa Syaikh Abu Bakr Jabir:”“WALLAHI, aku tidak akan rujuk dari pernyataanku” dan “ta’yin” beliau lainnya:””Mereka –yaitu Jama’ah Tabligh- lebih utama dibanding para ulama” serta “ta’yin” beliau lainnya mengenai kenapa Jama’ah Tabligh As-Sufi lebih utama daripada para ulama :”“Karena Jama’ah Tabligh melakukan khuruj sementara para ulama tidak melakukannya.” serta “ta’yin” beliau:”“Para ulama tidak lebih utama dibanding Jama’ah Tabligh”!!

Manakah yang lebih parah timbangannya wahai “orang yang bijaksana yang tidak ghulath dan tidak haddadi”? Manakah yang lebih “kejam” antara kedua ta’yin di atas?!
Insya Allah bagi pembaca sekalian yang tidak pernah belajar dan diajari kelicikan niscaya akan terlalu mudah untuk merasakan keculasan dan kelicikan manhaj helahnya!!

Seorang salafiyyin tentulah dengan mudah akan memahami bahwa fatwa Syaikh Ahmad An-Najmi tersebut tidaklah sependek nukilan si ular berbisa bahwa beliau  “Apabila engkau tidak bertaubat maka aku tidak berpendapat kecuali: Berlepas diri darimu!”
Haihata, haihata kenapa tidak anda nukil peperangan beliau Syaikh Abu Bakr Jabir terhadap akidah Tauhid, di negeri Tauhid, di pemerintahan Tauhid dan di negeri Rasul Tauhid? Dan…pembelaan anda terhadap orang yang ta’ashub kepada Jama’ah Tabligh? Untuk seorang Abduh, seorang Halawi dan Al-Thalibi si kacang goreng saja, anda telah “sedemikian rupa” dan sedemikian “ilmiyahnya” serta detilnya memberikan komentar-komentar yang bahkan sampai dipuji oleh Khalid Syamhudi salah seorang tokoh besar MLM Ihya’ At-Turats di negeri ini! Sementara fatwa & pembelaan yang sedemikian dahsyat munkarnya terhadap Jama’ah Tabligh anda cuma berkelit bahwa itu hanyalah dilemparkan oleh para haddadiyin yang tidak ada arti(bahaya)nya sama sekali bagi umat?!!
Apakah anda tidak menyadari bahwa anda sedang menyodorkan “hidangan kebinasaan” kepada umat ketika untuk kesekian puluh kalinya anda melakukan kelicikan untuk (lagi-lagi) meMALINGkan umat dari peringatan Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi dengan berkata penuh kesombongan:

“Sekiranya ada ulama yang melakukannya, seperti Syaikh Ahmad Yahya an-Najmi (tmsk murid beliau Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiri), namun tidak mengharuskan kami mengikuti semua ucapan beliau. Setiap ucapan diambil dan ditolak kecuali Rasulullah… ka`inan man kaana”
Wallahi ini adalah kelicikan anda yang sangat luar biasa yang selalu anda ulang-ulang ketika TIDAK LAGI BISA BERKUTIK menghadapi fatwa para masyayikh salafiyyin!!

Syaikh Yahya Al-Hajuri hafidhahullah dan Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri juga telah anda perlakukan sedemikian “kurang ajarnya” sebagaimana “kurangajarnya” anda terhadap fatwa Syaikh Ahmad An-Najmi!!

Berikut rekaman kejahatan anda terhadap fatwa para ulama:

“Mampukah kalian menegakkan hujjah secara ilmiyyah wahai Abu Salma?!
Justru karena kita tahu benar sikap tegas Syaikh Muhammad bin Hadi terhadap Ihya’ut Turots dan kroni-kroninya!!
Dan kita tahu benar bahwa Muhammad Arifin yang dulu telah berbeda dengan Muhammad Arifin yang sekarang!!
Kedua, wajib engkau ketahui –wahai tuan- bahwa permasalahan asatidzah kami yang engkau jadikan “dalih” ini telah diselesaikan oleh Masyayikh yang datang ke Indonesia atas persetujuan Syaikh Rabi’ dan beliau telah mendapatkan bukti pernyataannya!! Ustadz kami yang engkau sebutkan itu telah rujuk di hadapan Masyayikh dan siap meninggalkan pendapatnya!! Camkan wahai Abu Salma!! Telah datang hujjah kepadanya dan beliau telah menyatakan rujuk!!
Dan sekarang lihatlah dirimu!! Kita berikan bukti persengkongkolan Ihya’ut Turots dengan Syi’ah, konspirasi Ihya’ut Turots dengan Ikhwanul Muslimin!! Dengan Takfiriyyin!! Apa sikap yang seharusnya dilakukan oleh orang yang telah menyatakan:”Jika nasehat itu benar maka tak ada halangan untuk menerimanya namun jika nasehat itu tidak benar, maka yang haq lebih kami cintai untuk diikuti“, Rujuk kepada Al-Haq adalah bukti kelurusan jiwamu!! Lalu apa yang menghalangimu menerima bukti kebenaran yang disodorkan oleh Abu Muhammad Abdurrahman?!
Ingat pula bahwa dirimulah yang menukil pernyataan Syaikh Al-Albani tentang Syaikh Rabi:
” Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Albani ketika ditanya oleh Syaikh Abul Hasan al-Ma’ribi di dalam kaset Silsilah Huda wa Nur ttg pendapat Syaikhul Albani thd Syaikh Rabi’ sebagaimana termuat dalam kitab Syaikh Rabi’ yang berjudul Nashrul Aziz…
“…(Setelah memuji Syaikh Rabi’, Syaikh al-Albani berkata)… Namun saya nasehatkan kepada Syaikh Rabi’ untuk memperlunak ushlub dakwahnya… dan sungguh saya lihat ada beberapa kaum yang menisbatkan diri kepada dirinya (Syaikh Rabi’) yang dibakar oleh semangat jahiliyah…”
Nah, siapakah yang dimaksud oleh Syaikhul Albani ini???
Tiada lain dan tiada bukan, para ashaghir atau bocah-2 ingusan yang dangkal pemahamannya dan fanatik buta kepada beliau, dan mereka inilah orang-2 yang memiliki semangat jahiliyah…
Wal’iyadzubillah…”
Kita katakan:’Hat burhanakum inkuntum shadiqun!! Tentu saja bocah2 ingusan itu ingin tahu dengan apa engkau menegakkan hujjah atas mereka bahwa mereka adalah Ahlul Bid’ah yang dangkal pemahamannya dan fanatik buta kepada Syaikh Rabi’?! Mana bukti ilmiyyahnya?! Dalam masalah apa mereka fanatik buta kepada Syaikh Rabi’?1 Adapun sekedar membuat pernyataan dan tuduhan tanpa disertai bukti dan burhan yang nyata? Tidakkah anak SD-pun mampu melakukannya?!
 Sepak terjang “Hizby-Fanatik” ini ternyata tidak berhenti sampai disini, dia terus jauh melangkah menginjak-injak medan ilmiyyah dan fatwa para masyayikh lainnya dengan kilah dan kilah dan bukannya dengan bukti dan hujjah sebagaimana jalan yang harus ditempuh oleh orang yang masih menghargai kehormatan dirinya.

——

1) Bagaimana dengan keadaan kalian sendiri yang begitu “heroik” meng’amin”kan dan mempertahankan gelar Syaikh Salafy Irsyadi kepada As-Sudani sementara kalian sendiri tidak mengetahui apapun tentangnya kecuali sangat sedikit?! Benarkah As-Sudani hanya terpengaruh Abduh dan Rasyid Ridha? Ke mana Al-Afghani Ar-Rafidhi bersembunyi? Benarkah As-Sudani hanya seorang diri ketika itu dalam berdakwah di negeri ini? Tidakkah ini ungkapan yang berlebihan dan mengingkari kenyataan? Tahukah kalian tentang halalnya lotre Belanda kafir penjajah di sisi As-Sudani dan Irsyadnya? Tahukah kalian jabatan kerennya sebagai Syaikh pejabat penjajah Belanda? Mars Surkati yang Perkasa?! Ba’iat Irsyadiyyah? Teriakan Hizbul Irsyad? Dan..dan…dan… Kenapa kalian diam begitu saja dan menelan mentah-mentah semua yang ada? Benar-benar Tidak tahu? Pura-pura tidak tahu? TIdak mau tahu…?!! Atau… pokoknya sudah di-Syaikh Salafykan!!
Siapa mereka ini?! Katakan –wahai Abu Salma- dengan lantang dan kemantapan yang sempurna:” Tiada lain dan tiada bukan, para ashaghir atau bocah-2 ingusan yang dangkal pemahamannya dan fanatik buta kepada beliau, dan mereka inilah orang-2 yang memiliki semangat jahiliyah…Wal’iyadzubillah…”
Jadi kenapa Syaikh Rabi’ Hafidhahullah harus dilibatkan dalam permasalahan fanatik jahiliyyah dan fanatik buta itu?!

————-

Siapa lagi yang menjadi korban “Fanatikus Irsyadi ini”? Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafidhahullah!!
Dari Kuwait –lagi-lagi- Abu Muhammad Abdurrahman mengirimkan “lahar panas” yang menerjang Hizbiyyun Ahlul Bathil berupa fatwa Syaikh Ubaid Al-Jabiri tentang penyimpangan manhaj Usamah Al-Qushiy dan keterkaitannya dengan Abul Hasan wal Fitan Al-Ma’ribi Al-Mishri.

“Senjata” apalagi yang dihadangkan oleh Abu Salma Irsyadiyyun LIAR untuk menghadapi fatwa Syaikh Ubaid Hafidhahullah?! Bukanlah hujjah ilmiyyah sebagaimana sikap “orang yang berisi”, tetapi kelicikan dan kelicinan bak seekor belut dan ikan Salmon.
Awalnya, sama seperti ketika menghadapi tahdzir Syaikh Yahya Hajuri Hafidhahullah (ketika menjelaskan tentang penyimpangan Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawaz, Aunur Rafiq, dan Abu Nida’ maka “pepesan kosong” ini menyalah-nyalahkan si penanya dan pertanyaannya tetapi dia sendiri tidak mampu menyebutkan dan membuktikan di mana kesalahan si penanya dan pertanyaannya!) , dia menyatakan terlebih dahulu bahwa:”anna Syaikh Ubaid al-Jabiri ahadun min masyaikhina salafiyin, yu’khadz wa yutrak kalamuhu. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu’khadz wa yutrak”
Kita katakan sebagaimana yang dinyatakan oleh Shahabat Ali :”Kalimatul Haq urida bihal bathil!! Kalimat Haq yang digunakan untuk melindungi kebatilan!! Licik!!

Hanyalah karena kelicikannya yang luar biasa sehingga lisannya masih mampu menahan diri dari ucapan :”Innahum rijal wa nahnu rijal!!” Mereka (para masyayikh itu) lelaki  dan kami juga lelaki!! Tetapi walaupun samasama manusianya yang tidak ma’shum- dia hendak membodohi kita bahwa dirinya tidaklah “dita’yin keutamaannya” oleh Allah Ta’ala sementara para ulama itu telah Allah firmankan:”“Allah mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS.Mujadilah:11)

Sungguh bagi orang yang dikaruniai oleh Allah Ta’ala kejernihan hati dan kelurusan jiwa dalam berpegang kepada Al-Haq akan benar-benar merasakan bahwa ucapannya terhadap para ulama Salafiyyin tersebut tidaklah keluar dari orang yang memiliki adab dan sopan santun Islami, tidaklah muncul kecuali dari orang yang rendah dan hina kehormatannya!! Orang khabits suu’ yang telah mencampakkan manusia-manusia yang telah diberi keutamaan oleh Allah Ta’ala!!

Bantah secara ilmiyyah fatwa Syaikh Ubaid!! Dengan filter apa dirimu –wahai gembel- dalam menerima dan menolak fatwa para Masyayikh Salafiyyin?! Fulus Ihya’ut Turots?! Ataukah hawa nafsu licikmu yang jauh meninggalkan rasa malu dan kehormatan dirimu?! Sungguh Hizby-Irsyadi ini telah menyebarkan kebinasaan dengan “fatwanya” ini!!
Dan belum selesai episode kelicikan Hizbiy Khabits ini, Abdurrahman telah meluncurkan kembali oleh-oleh dari Kuwait berupa fatwa Syaikh Yahya Al-Hajuri Hafidhahullah terhadap Syaikh Usamah Al-Qushiy!!
Apakah engkau –wahai Abu Salma- akan menyatakan juga bahwa:” :”anna Syaikh Yahya Al-Hajuri ahadun min masyaikhina salafiyin, yu’khadz wa yutrak kalamuhu. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu’khadz wa yutrak”? (Badai Fitnah Ihya’, Sub Bab 23.7.4 AL-IRSYAD LIAR MENENTANG & MENANTANG KEPUTUSAN PEMERINTAH  (MAHKAMAH AGUNG RI)!)

Dengan semua “lahar panas di atas”, apakah engkau wahai “orang besar”, masih pula nekad berkata:
”anna Syaikh Yahya Al-Hajuri wa Syaikh Rabi’ wa Syaikh Muqbil wa Syaikh Khalid Ar-Raddadi wa Syaikh Muhammad bin Hadi wa Syaikh Ahmad An-Najmi wa Syaikh Ubaid l-Jabiri wa Syaikh…wa Syaikh… kulluhum min masyaikhina salafiyin, yu’khadz wa yutrak kalamuh. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu’khadz wa yutrak”?
Dan katakan dengan penuh kemantapan dan kecongkakan yang sempurna wahai Abu Salma:
”Adapun ana? Adalah salah satu Kibar dari Masyayikh Hizbiyyin!! YUTRAK WA YUTRAK KALAMIY!! Tinggalkan dan jangan dekati ana wahai saudaraku kaum Muslimin yang mengharapkan kebaikan dan mencintai kebenaran!! Ana adalah Hizbi-Fanatik hasil didikan Hizbiyyun-Sururiyyun-Surkatiyyun!! Tiada manfaat bukti kebenaran yang kalian sodorkan!! Berkilah adalah keahlian ana! Berkelit adalah hal yang biasa! Adapun helah? Apa susahnya! Silakan anda sodorkan kepada ana seribu satu hujjah dan FAKTA dan cukup akan ana lemparkan kepada umat helah yang ke1002 dan seterusnya!! Tidak usah khawatir, masih banyak stok helahnya!! Cukuplah kalau hanya untuk menghadapi anak-anak ingusan itu!!
Dan bantahlah mereka secara “ilmiyyah” dengan ucapan masyhurmu:
“Laa yadhurru as-sahaaba nubaahul kilaabi
“Tidaklah berbahaya gonggongan anjing-anjing bagi awan.”
Dan cukuplah ana sampaikan :
Da’awtu al-Kilaaba tanbaah wa qofilatu tasiiru
Kutinggalkan gonggongan-gonggongan anjing toh kafilah masih tetap akan berlalu”
(Tanggapan: Abu Muslim, Email, Website,     
November 2nd 2005, 01:20:47 PM, Judul Komentar : Anda Penakut.. atau?, Asal : Yogyakarta)
Allahu yahdik!
Lihatlah wahai saudaraku sekalian yang semoga dirahmati Allah, siapa saja para masyayikh kita yang telah menjadi korban “kaidah khabitsnya” bahwa dirinya adalah manusia sebagaimana para masyayikh Salafiyyin juga manusia, tidaklah maksum dan terlepas dari kesalahan, bisa diterima dan ditolak fatwa mereka!!

Parameter dan filter apa yang digunakannya untuk menegakkan kaidah “kejinya” itu? Statusnya sebagai Ketua LAJNAH DAKWAH PC, PW Jawa Timur Al-Irsyad yang telah dinyatakan liar oleh pemerintah!! Iya, Al-Irsyad pembangkang!!

Haihata, haihata…siapakah yang mempermainkan para ulama?! Kami ataukah dia?!

Setelah semua sopan santunnya yang luar biasa dan diluar kebiasaan terhadap para ulama kita itu, masih pula dia punya nyali untuk berkata bahwa “gonggongan anjing tidak akan membahayakan awan!”

Apakah dirinya sang penghadang “gununggunung kokoh Salafiyyin” sekaliber AsySyaikh Ahmad An-Najmi, Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri, Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi, Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi dan Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuri hafidhahumullah- ini tidak mau tahu bahwa awan hitam yang pekat adalah pertanda akan turunnya hujan lebat? Masihkan mampu anjing itu melanjutkan “pekerjaannya” (agar tidak dituduh pengangguran)? Tidak akan mampu, bahkan “si anjing” itu harus lari terbirit-birit karena si awan telah turun menjadi hujan lebat!! Sekarang menjadi pengangguran Al-Irsyad? Kenapa tidak..

Pembaca sekalian rahimakumullah, jangan anda merasa terkejut dengan hobi dan kelihaiannya dalam menghina para ulama kita!! Sejak Al-Irsyad dan Surkati berkiprah di negeri ini ternyata “jiwa penyeleweng dan pembangkang serta penghina para ulama pewaris para nabi” telah diwariskannya!!

Surkatilah yang menghina dan melecehkan dakwah Tauhid Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai Wahhabi-Musyaddid/Ekstrem!! Dan “keturunannya”telah mengcopy-paste tuduhan ini kepada kami!!

Dulu As-Surkati-lah yang berupaya menyatukan firqah-firqah sesat di dalam barisan dakwah Pan-Islamisme Irsyadinya!! Ketika negeri kita ini dijajah, kaum muslimin Indonesia diinjak-injak kehormatannya oleh penjajah kafir Belanda, dimana As-Surkati berdiri? Justru dialah yang menjadi Syaikhnya para penjajah kafir harbi najis Belanda!! Surkatilah yang “menghisap” fulus lotre halal penjajah najis tersebut!! Kemudian “darah jahat” ini diturunkan kepada murid-muridnya yang begitu jahatnya menginjak-injak kehormatan dan kemuliaan para ulama pewaris para nabi tanpa kecuali!! “Darah jahat” ini menurun lagi dengan keberanian luarbiasa sang direktur mubahalah ustadz Abdurrahman Tamimi ketika mendustai dan membohongi sekitar seribu penuntut ilmu dan para ulama di muktamar Al-Albani di Yordania!! Dan darah jahat” ini menurun lagi ke pejabat rendahan Al-Irsyad pembangkang yakni si ular berbisa yang tanpa memiliki rasa malu sedikitpun telah menginjak-injak fatwa para ulama dengan kaidah khabitsnya bahwa para ulama tersebut adalah orang-orang yang tidak makshum, bisa ditolak dan diterima perkataannya!! ini adalah FAKTA yang membuktikan bahwa kesombongannya telah menjulang menembus angkasa!!

“Lha kok” komunitas pembangkang terhadap pemerintah muslim kayak gini-gini ngakunya menjadi pembela ulama Salafi dan pengibar bendera dakwah Salafiyyah!! Pengibar dakwah bijaksana dan bijaksini!! Pegiat dakwah lemah lembut!!

Salafiyyah model apa “KANG IBNU BURHAN” yang ngajari kita semua agar “membangKANG” kepada pemerintah muslim? Sebaiknya Akang dengan memamerkan jabatannya sebagai Ketua Lajnah Dakwah PC. AlIrsyad LIAR-tidak usah berbelit-belit kata dan sibuk berhelah ria ke sana kemari dengan tujuan agar kita semua melupakan FAKTA-FAKTA kejahatan yang kita pampangkan! Umat “udah” tau kok posisi As-Surkati (dalam perjungan umat Islam di negeri ini) yang dibangga-banggakan oleh Al-Irsyad LIAR akang, juga dibanggakan oleh kubu Al-Irsyad lawan akang (yang SAH), pun juga dibangga-banggakan oleh “Ma’had Al-Irsyad As-Salafi” pembesar akang!! Bukankah umat telah membaca FAKTA yang selama ini disembunyikan oleh akang-akang sekalian dari kalangan komunitas Hizbul Irsyad? Simak aja rekaman ulangan di bawah ini tentang Syaikh Salafy akang:

“Wahai saudaraku kaum Muslimin, garis perjuangan apa yang telah dia luruskan ? Kesyirikan macam apa yang telah dia enyahkan sementara sejak hari pertamanya dia mendirikan Al-Irsyad, dia telah ridha dengan Syi’ah yang penuh dengan kesyirikan dan kekufuran sebagai golongannya?! Dia telah ridha dengan Khawarij anjing-anjing neraka sebagai kelompoknya!! Dia telah ridha dengan para penganut Khurafat sebagai bagian dari anggota koalisi dakwahnya!!  Dia telah melandasi perjuangan “Pan Islamisme Al-Irsyad” dari dana lotre penjajah kafir Belanda!!? Dia telah menjabat sebagai Syaikhnya para pejabat penjajah kafir harbi Belanda!!
Sungguh kita tidak pernah bersyukur dengan munculnya orang semacam ini! Jangankan dengan sekte-sekte sesat itu, bahkan dengan pejabat kolonial Belanda (yang jelas-jelas kafir harby-pun) Syaikh Salaf-i Surkati menjalin persahabatan dan (lebih dari itu) dia mengangkat mereka sebagai murid-muridnya!! Lepas dari apakah dia yang mengangkat para pejabat penjajah kafir tersebut sebagai muridnya ataukah sebaliknya, para pejabat penjajah kafir Belanda itu yang mengangkat Surkati sebagai Syaikhnya. Yang jelas Hussein Badjerei telah mengemukakan fakta yang sungguh sangat mengejutkan, kemesraan (baca :rifqan) antara Surkati dan Hizbul Irsyadnya dengan…Penjajah kafir harbi Belanda !! Allahul Musta’an
Kenyataan di atas telah mendustakan tulisan dia sendiri ketika berusaha mempersatukan berbagai sekte sesat itu :” menitikberatkan dan memusatkan perhatian UNTUK MELAWAN ORANG KAFIR LEBIH WAJIB DAN LEBIH PENTING dibandingkan mengarahkan perlawanan terhadap kelompok-kelompok ini”
Kita katakan:
Orang kafir mana wahai Surkati yang engkau hadapi dan engkau lawan ?! Penjajah kafir harby Belanda di depan matapun tiada pula engkau berani menunjukkan kebencian setitikpun sebagaimana layaknya sikap seorang Muslim (apalagi untuk orang yang digelari sebagai Syaikh Salafy yang meluruskan garis perjuangan!!) yang gagah berani menentang dan melawan orang-orang kafir yang menginjak-injak kehormatan kaum Muslimin dan merampok sumberdaya negeri kaum Muslimin saudaranya !! Bahkan engkau angkat para pejabat penjajah kafir itu sebagai murid-muridmu!! Dan mereka Angkat dirimu –wahai Surkati- sebagai Syaikh mereka!! Dan lihatlah generasi penerusmu! Tidakkah engkau merasa bangga bahwa dengan segala cara mereka membela, menutupi dan melindungi dakwah (sesat) mu!! Tetapi anak-anak ingusan itu sungguh percaya dan yakin bahwa dirimu tidaklah bahagia apalagi merasa bangga dan tertolong dengan perbuatan mereka!! Hal yang akan menjadikanmu semakin berat perhitungannya di Yaumul Hisab!!Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Berbagai bukti di atas jelas-jelas membuktikan tidak adanya Al-Wala’ dan Al-Bara’ di sisi Surkati dan Hizbul Irsyadnya baik terhadap kekafiran dan orang-orang kafir maupun terhadap Khawarij Anjing Anjing Neraka, Syi’ah dan Khurafiyyun!!” (Badai Fitnah IT, sub bab 18.9.1 RIFQAN SURKATI DENGAN PENGANUT KHURAFAT)

Udah kuno “trik-trik dan jurus” yang akang keluarkan sampai berkeringat-keringat itu!! “Lha wong” tetap aja sama, cuma diputar ulang terus-menerus agar (sekali lagi) kita terlena dan terlupa dari FAKTAnya bahwa akang ini sama sekali belum membantah bukti-bukti FAKTA yang langsung kita online-kan di FAKTA ini!!

Kami contohkan kelicikannya yang sama sekali “tidak canggih” agar orang-orang yang selama ini terkagum-kagum dengan “keahliannya” sedikit terbelalak mata hatinya.

Seorang akhwat bertanya kenapa dia tidak membantah tulisan ustadz Askari, maka apa “helah kuno” yang dilemparkannya:”Tulisan Ustadz Askari hafizhahullahu menurut kami adalah ilmiah, tenang, jernih di dalam berfikir, memiliki adab yang baik dan sikap seperti ini lebih bisa untuk diajak berdiskusi. Namun, bukan artinya semua tulisan beliau diterima, karena ada beberapa point yang sebenarnya bisa dikomentari. Adapun Ana tidak membantah tulisan beliau, karena ada yang lebih layak untuk membantahnya dan insya Alloh lebih baik, ilmiah, dan lebih bisa diterima daripada ana yang membantahnya.”

Saudaraku sekalian yang semoga antum semuanya dirahmati Allah, telah kami paparkan bukti dan FAKTA bagaimana orang sombong ini menginjak-injak medan ilmiyyah dengan kaidah khabitsnya ketika berpaling dari fatwa para ulama dengan mengedepankan keberanian hawa nafsunya sebagai seorang lelaki sebagaimana para ulama Ahlussunnah yang dibungkusnya dengan label “tidak ma’shum”. Tetapi bagaimana mungkin sekarang ketika menghadapi seorang “ustadz” saja dia berkilah bahwa ada orang yang lebih utama untuk membantah ustadz Askari??!! Dengan begitu heroik hizbiyyah LIARnya dia berani menginjak-injak fatwa para ulama dan sekarang hanya seorang “ustadz” Askari dia berhelah ria sedemikian”bodohnya”? “Pepesan kosong” ini hanya bilang ada beberapa poin yang sebenarnya bisa dikomentari”? Haihata,haihata kalau memang benar dia memiliki poin-poin itu tentu sudah dihidangkannya kepada kita!! Adapun tong kosong? Tentulah nyaring bunyinya!! Jadi hanya dua kemungkinan, imma dia “tidak berkutik dengan tulisan ilmiah ustadz Askari wa illa dirinya dan orang-orang yang dikatakannya “lebih bisa diterima, lebih layak” itu sedang menunggu buku baru (baca:durian Ihya’- Al-Kuwaiti yang runtuh) yang “sangat mungkin” dikeluarkan dan diterbitkan secara gratis oleh Kantor pusat Ihya’ At-Turats Kuwait!! Tunggulah wahai para pemimpi!! Dan tidak akan pernah kalian bisa membantah bukti-bukti Ahlussunnah dengan buku propaganda Ihya’ At-Turats!!

Tunjukkan BURHAN dan FAKTA akang kalau memang punya!! Kalau tidak punya, lebih baik duduk di rumah untuk mencari pekerjaan lain setelah di-PHK dari Al-Irsyad LIAR oleh pemerintah kita!!

Karena tidak berkutik dengan scan bukti dan FAKTA yang disodorkan “lha kok” scan bukti dan FAKTAnya yang dihina!! Buruk muka “lha kok” pabrik cermin yang disalah-salahkan!! Haihata, haihata..

Tidaklah suatu kelicikan dibongkar kekejiannya kecuali dia harus menutupinya dengan kelicikan berikutnya!! Demikian seterusnya kecuali dia bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tidak ada rasa berat bagi kami untuk mencabut dan rujuk dari fakta-fakta baru yang sangat mungkin tidak kami ketahui tentang keadaan para masyayikh yang tersebut di atas jika benar mereka telah rujuk kepada Al-Haq (dan ini adalah nikmat yang harus kita syukuri), adapun hanya sekedar ucapan:

“ustadz Firanda sendiri telah menyampaikan dari menantu Syaikh Abu Bakar, bahwa Syaikh Abu Bakar telah ruju’ dari kesalahan ini”.

Apa yang mewajibkan kami mempercayai si “Lerai Pertikaian” yang menaiki kuda tunggangan yang dibuat oleh Markas besar Ihya’ At-Turats di Qurtuba dalam mentalbis umat dari kejahatan Ihya’ At-Turats? Bukankah beliau ini pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu dengan kejahatan dan kekejian Ihya’ At-Turats dan hendak membikin kita semua terlena dengan sinterklas dakwah Ihya’ Turats-nya yang telah banyak membantu dakwah hizbiyyahnya? Fatwa Syaikh Ahmad An-Najmi ada di depan mata dan ucapan sumpah keji syaikh Abu Bakr Jabir (semoga Allah meluruskannya):”“WALLAHI, aku tidak akan rujuk dari pernyataanku” dan anda hendak menghapus begitu saja dengan sanad dari Firanda? Bukankah orang ini yang menyemburkan fitnah keji yang berasal dari gurunya yang hizbi kepada ustadz Ibnu Yunus bahwa Asy-Syaikh Rabi hafidhahullah diusir dari Madinah?!! Haihata, haihata…

Kalaulah anda menghargai slogan anda sendiri “jika para pendakwa tidak menopang dalilnya dengan teks dalil, Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil”. Bukankah anda sendiri telah mencampakkan slogan anda ini? Apa bukti rujuknya Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir dari peperangannya terhadap ulama Tauhid di negeri Tauhid di kota Rasul Tauhid? Sementara fatwa para ulama yang mentahdzir beliau masih terus terpampang sampai saat ini?’

Tetapi sekarang kami sangat yakin bahwa anda benar-benar tidak mau tahu dengan apa yang anda tulis sendiri!! Kalau demikian, apa kami harus menggubris orang yang hanya bermodalkan anak panah yang bermimpi hendak naik ke bulan sementara dia sendiri tidak mau tahu bahwa mimpinya itu tidak akan pernah terwujud menjadi kenyataan? 
Tetapi tampaknya manhaj fanatikus Al-Irsyad LIAR “jarh wa tanfir” dengan gaya pembangkangan berjama’ah terhadap pemerintah yang lebih dominan, tergesa-gesa menuduh fitnah tanpa minta bukti dan mengatakan DUSTA tanpa membawa bukti sehurufpun serta  kebencian yang mendarah daging telah membutakan mata dari bukti-bukti NYATA yang kami hadirkan!
Kalaulah dengan itu saja anda sudah merasa mantap menggelari kami sebagai Haddadiyah dan Ghulat, maka apa gelar yang tepat bagi manusia-manusia perusak yang mempermainkan para ulama dari Markas Al-Albani dengan permainan Al-Irsyad LIARnya? Membohongi seluruh peserta Muktamar di Markas Al-Albani sendiri!! Mencatut nama Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab demi keSalafiyyahan dakwah Surkati dengan PAN-Islamisme Irsyadisme Al-Afghani Ar-Rafidhinya? Merendahkan para ulama pewaris para nabi (tanpa kecuali!!) dengan Himpunan Tiga Risalahnya? Bukankah anda masih menjadi “setan bisu” dari kasus-kasus di atas? Apa pula julukan yang tepat bagi orang yang membela orang yang merendahkan Kibar Ulama? Merendahkan Syaikh Ibnu Ibrahim, Ibnu Baaz, Al-Albani dan bersikeras memuliakan Jama’ah Tabligh?!! Adapun buktinya? Bukankah kami tidak lupa untuk menyertakannya?.
Kalau anda wahai anti haddadi alias abu ahmad anti haddadi alias Abu Ahmad Abdul ‘Alim Ricki Kurniawan Al Mutafaqqih adalah orang yang berbeda dengan Ricki Kurniawan yang berdomisili di kota Malang, maka selesai sudah permasalahan ini dengan bukti di atas yang telah kami hadirkan. Tetapi kalau anda adalah orang yang sama, satu pernyataan dan satu pertanyaan besar telah menunggu jawaban anda!
Bukankah anda juga hadir ketika acara “Pembantaian Salafiyyin dan Dakwah Salafiyyah” yang dilakukan oleh seorang moderator merangkap da’i Ikhwani, Abduh ZA, Takfiri Halawi Makmun dan ustadz pujaan Anda sendiri Abdullah Hadrami?!
Haihata, haihata…bukankah anda belum memberikan sumbangsih sehurufpun untuk memperingatkan umat dari kejahatan ustadz anda dan orang-orang yang sehaluan dengannya ketika tragadi jahat itu terjadi? Bukankah anda –kalau benar-benar anti haddadi- seharusnya sudah menjadi saksi atas kejahatan ustadz anda sendiri bersama barisan da’i hizbi Ikhwaninya dan Takpirinya?! Salah besar kalau kami menuntut anda agar membela ustadz Luqman Ba’abduh dari serangan-serangan keji para teroris dakwah tersebut!! Beliau dan Salafiyyin sama sekali tidak pernah menuntut dan tidak butuh anda untuk membelanya!! Sama sekali!! Hanyalah pengakuan anda sebagai anti haddadi dan tidak ghulat telah menuntut anda untuk bersikap sebagaimana seorang lelaki bersikap!! Jelaskan kepada umat bahwa ustadz pujaan anda sangatlah berbahaya bagi Salafiyyin!! Justru karena pengakuannya sebagai da’i Salafy dan murid ulama besar Ahlus Sunnah!! Silakan anda memilih, tetap menjadi “setan bisu” ataukah menjadi Salafi yang sejati!! Jangan hanya koar kaor gembar-gembor gombar gamber menjadi anti haddadi yang hendak menumpas haddadi, padahal ustadz Ikhwani – si corong Aidh Al-Qarni- ahli nadhar wanita-wanita muda wal jama’ah ibu-ibu pengajian rutinnya di depan matapun tiada berani anda menasehati!!

Ataukah anda tahu bahwa acara bedah buku itu memiliki “energi potensial” yang benar-benar luar biasa dan diluar kebiasaan dari seorang da’i yang mengaku dirinya sebagai penyeru dakwah Salafiyyah dan lebih dari itu –mengaku dengan bangganya telah bermulazamah selama 4 tahun- sebagai seorang murid ulama besar Ahlus Sunnah, Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah? “Energi Potensial dahsyat’ yang bisa membangkrutkan dakwah “Salafiyah”nya sehingga para hulubalang raja berlomba-lomba menutup makar kejinya?

Ataukah anda sedang mengajari kami semua manhaj copi paste hermaprodit si ular berbisa pujaan anda?
Satu contoh ini saja –tragedi bedah buku- sudah merupakan FAKTA paradoksial “setan bisu” yang sangat mengerikan, jauh lebih mengerikan daripada manhaj MLM Ihya’ At-Turats anda, apalagi paradoks-paradoks yang anda contohkan!!
Tetapi tampaknya “kelicikan” itu sudah mendarah daging sedemikian parahnya sehingga andapun berkata:”Bahkan mereka mentahdzir terang-terangan PUSTAKA AL-KAUTSAR, dikarenakan keluarnya buku Abduh ZA yang lulusan Al-Azhar Al-Mishri (Abu Abdillah Al-Mishri-pengantar penerbit buku Dakwah Salafiyyah Dakwah Bijak) yang membantah Ustadz kebanggaan mereka yang mereka fanatiki… Lantas Pustaka Al-Kautsar dihantam habis-habisan”.
Ajarkan kepada kami makna dan definisi fanatik? Bukankah anda orang yang pandai berbahasa arab sebagaimana pejabat rendahan Al-Irsyad LIAR itu? Bagaimana mungkin dakwah Salafiyyah dan ulama Ahlus Sunnah, ayat-ayat Al-Qur’an, serta sunnah Rasul yang direndahkan dan ditertawakan kemudian anda yang mengaku anti haddadi mengecilkan permasalahan besar seperti ini sekecil ucapan: “..dikarenakan keluarnya buku Abduh ZA yang membantah Ustadz kebanggaan mereka yang mereka fanatiki…”. Manakah bukti-bukti FAKTA betapa fanatiknya kami kepada ustadz-ustadz kami?
Bukankah penerbit-penerbit tertentu itu yang kami publikasikan adalah buku-buku lain yang mereka cetak dan terbitkan ditulis oleh orang-orang yang tidak jelas manhajnya ataupun para tokoh-tokoh hizbi yang sudah anda kenal pula kiprahnya dalam menyesatkan umat?
Lalu di mana anda dapatkan perkataan kami yang mengatakan:”Mereka mentahdzir bahwa menukil buku dari penerbit selain penerbit mereka adalah HARAM dan BERBAHAYA..?” Di artikel mana kami mengharamkan seperti ini?  Ataukah anda tidak sepakat bahwa buku-buku yang mereka terbitkan dan terjemahkan yang jelas-jelas bermanhaj menyimpang tidaklah berbahaya bagi umat? Apakah anda sepakat dengan pustaka Al-Kautsar dan At-Tibyan serta buku-buku jahat yang diterbitkannya? Salah besar kalau anda mengira bahwa kami menuntut anda agar membela Asatidzah dari serangan-serangan keji para teroris dakwah tersebut!! Beliau dan Salafiyyin sama sekali tidak pernah menuntut dan tidak butuh anda untuk membelanya!! Sama sekali!! Hanyalah pengakuan anda sebagai anti haddadi dan tidak ghulat telah menuntut anda untuk bersikap sebagaimana seorang lelaki bersikap!! Jelaskan kepada umat bahwa ustadz pujaan anda sangatlah berbahaya bagi Salafiyyin!! Justru karena pengakuannya sebagai da’i Salafy dan murid ulama besar Ahlus Sunnah!! Silakan anda memilih, tetap menjadi “setan bisu” ataukah menjadi Salafi yang sejati!! Jangan hanya koar kaor gembar-gembor gombar gamber menjadi anti haddadi yang hendak menumpas haddadi, padahal ustadz Ikhwani – si corong Aidh Al-Qarni- ahli nadhar wanita-wanita muda wal jama’ah ibu-ibu pengajian rutinnya di depan matapun tiada berani anda menasehati!!
Ataukah anda tidak sepakat bahwa buku-buku yang mereka terbitkan dan terjemahkan yang jelas-jelas bermanhaj menyimpang tidaklah berbahaya bagi umat?
Apakah pernyataan anda menunjukkan bahwa anda sepakat dengan sang ustadz kebanggaan, Abu Ihsan Al-Atsari ketika mempromosikan Al-Qaradhawi, Abdurrahman Abdul Khalik, Muhammad Al-Ghazali, Hasan Al-Banna dengan buku “Syaikh Al-Albani dalam kenangannya At-Tibyan? Apakah anda sepakat dengan Abu Ihsan yang membawa pesan Quthbiyyun Abul Fitan Al-Ma’ribi Al-Mishri dengan “269 Prinsip Kaidah Manhaj Salaf”nya At-Tibyan? Apakah anda juga sepakat dengan “Syarah Nawaqidul Islam”nya At-Tibyan milik Sulaiman Nashir Al-Ulwan seorang gembong sururi lapis kedua setelah Salman?! Kami tegaskan sekali lagi, apakah anda juga sepakat dengan “Ath Thoghut”nya At-Tibyan, karya Abdul Mun’im Musthafa Halimah yang diterjemahkan oleh Abu Fudhail dimana isinya merujuk pada ucapan Sayyid Quthb, Muhammad Quthb, Fi Dhilalil Qur’an, Thariqud Da’wah fi Dzilalil Qur’an?!
Haihata, haihata FAKTA-FAKTA BERBAHAYA inikah yang tidak mampu anda bantah sehingga membuat anda menjadikan kami sebagai kambing hitam yang telah MENGHARAMKAN penerbit selain penerbit kami?
Sungguh kami tidak habis pikir bagaimana mungkin anda yang mengaku kepada umat sebagai anti haddadi yang tidak ghulat justru tidak sepakat dengan kami bahwa-buku-buku tersebut BERBAHAYA bagi umat!!

Ataukah kepandaian anda tidak hanya pandai berbahasa arab tetapi juga pandai ‘memelintir” bukti dan FAKTA?
Kalau benar yang anda FITNAHkan, tentulah tidak sulit bagi anda mengajukan bukti dan FAKTAnya agar semua tuduhan anda tidak berbalik kepada diri anda sendiri!! Dan sungguh kami curiga bahwa anda adalah salah satu penyusup yang hendak mencabik-cabik Salafiyyin dan dakwahnya!!
Haddadi bersembunyi di balik topeng anti haddadi?
Pembela orang yang membela Jama’ah Tabligh berlagak membela satu ulama yang kami dzalimi?

Pembela organisasi yang telah melecehkan dan menginjak-injak kehormatan para ulama pewaris para nabi berlagak jadi pembela seorang ulama?
Barisan pembangkang Al-Irsyad LIAR yang bersembunyi di balik pembela dakwah Salafi?
“Setan bisu”nya ustadz kebanggaan yang difanatiki Abdullah Hadrami berlagak jadi anti fanatik?
“Setan bisu”nya ustadz Agus Hasan sang penghina dan peleceh para ulama pewaris Para nabi bersama barisan Al-Irsyadnya plus majalah Qiblatinya berlagak jadi pembela ulama yang didzalimi?
Haihata, haihata tidak adakah kejujuran yang tersisa?
Ular LIAR berbisa itupun menutup acara dengan berkata:
“Jazzakallohu Khoyr… resume yang cukup bagus. Semoga yang lainnya dapat mengambil faidah…”. Alhamdulillah.

Tetapi jangan anda terus keras kepala tidak mau tahu dan pura-pura tidak tahu dengan tikaman keji murid-murid As-Surkati yang diceramahkan secara dusta oleh Ustadz Abdurrahman Tamimi di Yordania di hadapan seribu lebih penuntut ilmu dan sejumlah ulama (dan ini adalah FAKTA lain betapa DUSTAnya si PENDUSTA kelas kakap itu akan hakekat dakwah Tauhidnya As-Surkati dan Hizbul Irsyadnya):”Dakwah beliau meliputi seluruh negeri dan beliau telah mencetak kader yang menolong dan membantu dakwah beliau di seluruh jazirah Indonesia” (Neo-AdzDzakhiirah, ed.10, th.II, 2004, 1425H, hal.13). Seperti apakah murid-murid As-Surkati “bal Syaikhus Salafi” , kader yang menolong dakwahnya? Inilah FAKTA hasil karya mereka..

“SEBENARNYA YANG BERTANGGUNG JAWAB TENTANG PERBEDAAN DAN PERSELISIHAN YANG MEMALUKAN INI (ANTARA RU’YAH DAN HISAB-PENY) ADALAH ULAMA. PARA ULAMA SENDIRILAH YANG MEMIKUL BEBAN DOSANYA, bukan umat yang awam. KARENA ULAMA YANG BERSTATUS SEBAGAI PEWARIS PARA NABI1, TELAH LENGAH DALAM MENGEMBAN TUGAS YANG DIPIKULNYA.. PARA ULAMA TIDAK MENGULURKAN KEPADA UMAT APA YANG WAJIB UNTUK DIULURKAN, SEPERTI NASEHAT YANG SEMESTINYA, AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR DAN MEMPERBAIKI HUBUNGAN ANTAR UMAT. Sesungguhnya agama itu adalah nasehat, JUSTRU MEREKA (PARA ULAMA PEWARIS PARA NABI-PENY) DIAM TIDAK MENGAMBIL TINDAKAN PENYELAMATAN,…AKAN TETAPI SANGAT DISAYANGKAN, MEREKA (PARA ULAMA PEWARIS PARA NABI-PENY) TIDAK MENDAPATKAN TAUFIQ UNTUK ITU, DAN INI BENAR-BENAR NASIB SIAL BAGI UMAT ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN.”2 (HIMPUNAN TIGA RISALAH, MAJELIS IFTA’ DAN TARJIH JAM’IYYAH AL-IRSYAD, DITERJEMAHKAN OLEH AGUS HASAN BASHARI, Lc, PP. AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH, kata pengantar FAROUK BAJDABIR, Sya’ban 1425H/Oktober 2004M, hal.104-105).
1 Demikianlah, arah tikaman ini secara jelas terarah sebagaimana yang tertulis di buku yang diterjemahkan dan diterbitkan di bulan Oktober 2004 M tanpa ada catatan apapun atau keterangan apapun yang bisa memalingkan maksud dan arah tikaman tersebut kecuali hanya tertuju kepada “para ulama pewaris para Nabi”!!
Bahkan di buku tersebut, dalam isi sambutan Farouk Zein Badjabir selaku Ketua Umum PP. Al-Irsyad menyebutkan tujuan dari penerbitan buku ini:”Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah dengan penuh rasa syukur menyambut baik diterbitkannya buku kumpulan tiga masalah penting ini, yang isinya sarat dengan informasi dan penjelasan-penjelasan sekitar masalah yang sering ditanyakan dalam kehidupan kita beragama…untuk itu para juru dakwah, muballigh, asatidz dan ulama lainnya dituntut agar mampu mensosialisasikannya, baik yang tersurat maupun yang tersirat, agar dapat dipahami dengan mudah dan diamalkan dengan kesadaran dan ketulusan dalam kehidupan sehari-hari, hanya karena mencari ridha Allah swt”Benarkah bahwa kita kaum Muslimin menyambut dengan penuh rasa syukur atas penerbitan buku brutal ini?!Bagaimana mungkin kejahatan luarbiasa dan tikaman keji terhadap para ulama pewaris para nabi dituntut agar mampu disosialisasikan dan diamalkan oleh seorang Muslim yang masih memiliki rasa cinta kepada para ulamaNya serta rasa takut akan adzabNya?!
2 Wahai para da’i Salafy Wisma Erni dari seluruh penjuru negeri ini!! Demi Allah di mana kecemburuan kalian terhadap para ulama pewaris para nabi pembawa agama ini?!! Mana pembelaan kalian terhadap para ulama pewaris para Nabi yang diinjak-injak kehormatannya oleh organisasi Salafy-Irsyadi-Demokrasi yang dengannya kalian bersatu padu menyerang Salafiyyin dan dakwahnya?!! Inikah hasil dakwah MUBAROKAH Syaikh Salafi As-Sudani yang telah berdakwah kepada Al-Kitab dan Sunnah di negeri ini?! Patutkah kita kaum Muslimin Indonesia bersyukur kepada Allah atas adzab dan kejahatannya? Kalau kalian tidak tahu dengan semua kejahatan keji dan luar biasa jahat yang telah ditelorkan oleh Hizbul Irsyad sementara kalian bersatupadu bersama mereka, maka ini adalah mushibah!! Bagaimana kalian tidak mengetahuinya sementara kalian telah membelanya sedemikian rupa dakwah dan keSalafiyyahan mereka dan di atas Wala’ inilah kalian menyerang dan memerangi Salafiyyin dan dakwahnya?!!
Saudaraku sekalian, apa yang disodorkan oleh ustadz Abdurrahman Tamimi kepada kita semua mengenai FAKTA KEJAHATAN murid-murid As-Surkati yang dipromosikannnya di hadapan para ulama kita di Yordania? Apakah dia hendak mengajari kita agar meneladani sikap ‘kurang ajar” para pendahulunya? Apakah dia sedang menempuh segala cara agar label “Salafi” bisa melekat di organisasi “Irsyadi”nya walaupun dengan cara berdusta?Ataukah dia menganggap bahwa sikap murid-murid As-Surkati itulah yang harus kita tempuh agar terhindar dari label HADDADIYAH JADIIDAH yang dibikin oleh komunitas PAN-ISLAMISME JADIIDAHnya Al-Afghani Ar-Rafidhi agen rahasia Yahudi Fremasonsy pujaan ASurkati? Jangan engkau bicara lagi tentang ta’yin “tablighi” karena FAKTA di atas adalah ta’yin “KEJI DAN BARBAR” yang telah diajarkan oleh pendahulu anda di organisasi Al-Irsyad anda sendiri!! Bukankah tidak ada pilihan hizbiyyah lainnya kecuali anda harus berlagak blo’on dan pengangguran serta beraksi menjadi “setan bisu” dari kejahatan keji Al-Irsyad ini?!

Jadi, kami tidak akan menggelari mereka sebagai Haddadi, karena gelar ini terlalu ringan untuk orang-orang yang telah menginjak-injak kehormatan dan melecehkan sekian banyak para ulama pewaris para nabi!!

Silakan anda sendiri yang menyodorkan kepada kami dan umat gelar yang tepat dan tidak ghuluw dan tidak haddadi tentang mereka ini!! Dan jangan coba-coba engkau melemparkan jurus helah yang ke seribu dua karena helah kuno anda yang ke seribu satu sudah diketahui kekejiannya oleh umat!! Kalau anda benar-benar seorang lelaki yang gagah perkasa dan pakar tantang menantang, tentulah anda tidak akan berkelit dari “tawaran gelar’ yang kami sodorkan secara cuma-cuma bagi para pendahulu anda di Al-Isyad As-Salafi ini!!

“Lha wong” FAKTAnya jelas-jelas mereka menjadi “setan-setan bisu” dari kejahatan keji ustadz-ustadz kebanggaannya, Ihya’nya dan Al-Sofwa Al-Muntadanya serta organisasi Irsyadinya!! Dan bahkan mencarikan dalih serta helah agar umat terpedaya serta tertutupi dari kesesatan dan penyelewengan manhajnya!!
Sebenarnya ini kan sangat cukup sebagai FAKTA dan BUKTI bahwa orang kayak gini-gini ini TERBUKTI FANATIK pada ustadz dan jaringan organisasinya,  “lha kok” anak-anak ingusan yang difanatik-fanatikkan!!
Apa ya kami-kami ini TERBUKTI sedang membela kesesatan ustadz-ustadz kami? Apa ya kami ini termasuk orang-orang yang keras kepala berpegang teguh dengan FAKTA kesesatan kami dan ustadz-ustadz kami?
Apa ya kami-kami ini jenis manusia yang suka menertawakan dan menghina BUKTI dan FAKTA kebenaran yang disodorkan kepada kami?
Apa ya kami-kami ini jenis manusia yang memiliki kelicikan luar biasa untuk berkelit dan berhelah dari fatwa para ulama?
Apa ya kami-kami ini jenis manusia “pemimpi” yang seperti ustadz Aun yang begitu gagah beraninya memberikan wasiat “petir di siang bolong” kepada (saksi hidup!!) ustadz Haryadi-Surabaya dengan tahdzirnya terhadap salah satu Masyayikh salafiyyin sebelum berangkat ke Universitas Madinah dengan ucapan dahsyatnya:”Hati-hati dengan orang yang bernama Duktur Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali!”

Dan lihatlah wahai saudaraku bahwa ular berbisa ini mengambil kisah dongeng di atas dari seorang preman majhul bernama Abu A’liy!! Seorang Preman anak didik ustadz Agus Hasan Qiblati yang siap untuk menghunuskan pedangnya terhapad muslim lainnya!! Preman Sururi haus darah inilah yang telah mengancam Abu Dzulqarnain Malang akan menggunakan pedangnya jika Abu Dzulqarnain tidak bisa menjaga mulutnya!! Inilah sandaran sanad si ular berbisa!! Kenapa wahai ikhwah sekalian dia sedemikian marahnya? Karena dirinya yang menjadi pimpinan pemasaran majalah Qiblati tidak terima ketika kedustaan ustadznya (Agus Hasan Bashari si peleceh dan penginjak-injak kehormatan para ulama pewaris para nabi bersama Al-Irsyad) dibongkar kedustaannya oleh Abu Dzulqarnain (Lihat artikel Agus Hasan Qiblati Terperosok Helah Sendiri)!! Kedustaan yang paling nampak dari Abu Salma dan Abu ‘Aliy ini adalah mereka nyatakan bahwa ustadz tersebut “katanya” telah belajar di Yaman selama DELAPAN tahun!! Kata siapa wahai ular berbisa dan preman haus darah?! Apakah kata da’i muda itu? Ataukah kata anda berdua?!! Dari satu sisi ini saja jelas-jelas mereka telah melakukan kedhaliman dan melemparkan hidangan kedustaan kepada kita semua!! Maka katakan dengan ucapan anda sendiri:”bagaimana dengan yang lain?”

Di atas landasan “dongeng DUSTA preman sururi haus darah” inilah si ular berbisa tetap keras kepala berteriak-teriak memproklamasikan dirinya sebagai “pengamal” ajaran MUBAHALAH-HADDADIYAH, padahal di artikel lainnya telah kita buktikan penjelasan masyayikh bahwa inilah salah satu ciri dakwah Haddadiyah- (lari tunggang langgang dari medan pembuktian secara ilmiah dan bersembunyi di balik ajaran Mubahalah!) dan bahkan sambut-menyambut dengan fanatikusnya menggelari kami sebagai serigala banci, tetapi siapakah yang lebih tepat diumpamakan sebagai anjing/srigala?

”   Ingatlah wahai Abu Salma bahwa anjing melolong adalah pekerjaannya. Tidaklah pernah si anjing mewajibkan  dirinya untuk membawa bukti dan burhan ketika melakukan “pekerjaannya”, tidak akan ada hasil dan pengaruhnya kecuali manusia di sekitarnya menjadi tahu bahwa didekatnya ada anjing yang sedang “bekerja” , ini “aku” ada di sini sedang “bekerja”!! Melolong (dan menggonggong) adalah rutinitasku!? Jangan minta pada diriku untuk berikan bukti dan burhan seperti yang kamu lakukan, aku hanyalah aku, melolong adalah pekerjaanku! Allahul Musta’an.
Tetapi kalau seekor anjing sudah mulai berani menggigit, bahkan para ulama Ahlussunnah yang hendak digigitnya maka bersiap-siaplah! Kutimpuk kepalamu dengan “batu”!! Cukup batu burhan dan hujjah yang akan menghinakanmu!! Membongkar aurat Hizbiyyahmu!! Sehina-hinanya!! Walaupun kami tahu benar bahwa engkau hanyalah engkau, melolong adalah pekerjaanmu! Adalah kewajiban bagi seorang Muslim untuk membela Ulama dari gigitan si ular jahat!!
Berapapun engkau dibayar, orang Mukmin telah dibeli oleh Allah dengan surganya!!

Buruk muka…. janganlah cermin yang disalahkan!
Hanya bisa berkilah…janganlah Abdurrahman Sarijan yang direndahkan!

Belajarlah bersikap jujur mulai dari diri sendiri wahai Abu Salma alias Mad alias Muhammad alias Muhammad Rachdi Pratama alias Ibnu Burhan alias Abu Hudzaifah alias Die alias Abu Amman alias…(silakan diisi sendiri)! Alias “bemper” si Hizby Pendusta!! Walaupun memegang surat kuasa Masyayikh Yordan!! Pendusta tetaplah pendusta!! Hizby tetaplah Hizby!! Baju? Bisa saja menyamar sebagai Salafy!! Adapun bau? Ikhwani!! Tidak diragukan lagi!! Allahu Yahdik! (Badai Fitnah, sub bab 23.7.4 AL-IRSYAD LIAR MENENTANG & MENANTANG KEPUTUSAN PEMERINTAH  (MAHKAMAH AGUNG RI)!!)

“Lha kok” anak-anak ingusan itu yang dituduhnya ikut-ikutan metodenya CIA? Bukankah sebagian besar bukti itu dikumpulkan dari komunitas “unik” lintas manhaj anda sendiri? Yang dipublikasikan dan disiarkan sendiri untuk umum? Kenapa anda menjadi “raja tega” dengan menyebutnya sebagai informasi dusta? Sadarlah wahai saudaraku seagama! kepada siapa anda mendustakannya? “Lha kok” Ibrahim yang disalah-salahkan!! Bukankah dia hanya menjadi “pelayan” yang menghidangkan “masakan dan racikan” yang dibuat oleh “koki-koki” komunitas “lintas manhaj” anda sendiri? Apakah anda juga pura-pura lupa bahwa tuduhan ini metode CIA adalah manhaj “copy paste” Abdurrazzaq Asy-Syaiji (murid Abdurrahman Abdul Khaliq) ketika menuduh Syaikh Rabi’ Hafidhahullah yang kemudian diaminkan oleh dr. Haidar Bawazeer seorang pentolan PKS Al-Ikhwani di kota Malang (lihat lagi transkrip dialog Syaikh Rabi Hafidhahullah dengan ustadz Usamah tentang kejahatan Ihya’ dan kroni-kroninya di negeri ini)? Haihata, haihata, “manhaj lalat” telah anda “copas” dari Sururiyyun di Madinah dan sekarang anda mempertontonkan lagi manhaj “copas” murid-muridnya Abdurrahman Abdul Khaliq dan Partai Ikhwanul Muslimin?!
Apa ya kami-kami ini suka mempromosikan gembong-gembong kesesatan hizbiyyin?
Apa ya kami-kami ini TERBUKTI berkomplot dengan dedengkot-dedengkot hizbiyyin bahkan mendo’akan mereka?!
Apa ya kami-kami ini TERBUKTI bersatu bersama gembong Ikhwani dan Takfiri menyerang Salafiyyin dan Dakwahnya?
Apa ya kami ini –walaupun masih ingusan- mempublikasikan BUKTI dan FAKTA hasil rekayasa kami sendiri?
Apa ya kami-kami ini memiliki “potongan” seperti “bajingan-bajingan Khawarij” seperti teriakan salah satu lulusan Madinah:
”From Forum Konsultasi Terpadu Al-Islam Sun Sep 25 23:53:13 2005
[email protected]
ass.wr.wb,
kalian memang orang-orang Berkepala Batu Dan Tahu Malu (???!-peny). serta Tidak Punya Muka And Muka Tembok(???!-peny).
JADI RENUNGKANLAH BAJINGAN-BAIJNGAN KHAWARIJ. sebelum Allah membuka borok-borok kalian yang menjijikkan.
Atau KALO KALIAN MASIH PUNYA NYALI DAN JANTAN MANA PEMBESAR-PEMBESAR KALIAN, YA BAJINGAN KHAWARIJ YANG MENGAKU SALAFY, INILAH TANTANGAN RANDI FIDAYANTO, jika kalian memang orang-orang yang benar.

(dengan bukti dan FAKTA di atas, ma’ap saja kalau kami lebih “sreg” menyebut mereka ini (penantang) sebagai komunitas “pegulat, petinju, pesumo” dari pada komunitas penuntut ilmu). “Lha kalau” memang FAKTA yang kami ungkapkan itu seperti sarang laba-laba bukankah sangat mudah bagi mereka untuk menghadirkan bukti dan FAKTA pembanding untuk mendustakannya? Silakan pembaca sendiri yang menyaksikan, berapa banyak bukti pembanding yang telah disodorkannya?! Sekali lagi, tidak akan pernah “si anjing” mewajibkan dirinya untuk membawa bukti dan burhan ketika melakukan “pekerjaannya”!
Apa ya kami-kami ini model-model manusia berdarah dingin yang tidak memiliki rasa belas kasihan sebagaimana teriakan bapak direktur Ma’had LIAR Al-Irsyad :
“Matilah kalian dengan kemarahan kalian”1)
(di bawahnya tertulis: Abdurrahman At-Tamimi)
 Kalaulah beliau ini merasa yakin dengan kebenaran yang dipeganginya serta merasa mampu untuk mematahkan bukti dan FAKTA yang kami sodorkan “rasanya” tidak ada alasan secuilpun bagi beliau untuk menggunakan “bahasa kematian”!!                                                                                                                                 Apa ya ucapan dan tulisan kami ini lebih jahat, lebih kasar, lebih brutal dan lebih barbar dari tulisan keji dan sangat kejiii Majelis Ifta’ dan Tarjih organisasi yang “disalaf-salafken” oleh tuan Abdurrahman Tamimi dan cs-nya itu?
Wallahi, silakan kaum muslimin sendiri yang menjawabnya dan untuk kesekian kalinya kami katakan bahwa Allah Ta’ala adalah sebaik-baik saksi atas kejahatan dan kekejian mereka!!
Lha daripada berkeringat-keringat mencari helah kan lebih terhormat bagi bapak-bapak yang terpandang itu untuk membuktikan statemen-statemen di atas daripada sekedar menghiasi lisan dan tulisannya dengan kalimat-kalimat yang tidak berFAKTA SAMA SEKALI
Haihata, haihata tidak adakah kejujuran yang tersisa?
Kami menyadari bahwa metode pembuktian artikel di FAKTA ini (walaupun bukan yang pertama) tetapi cukup menjadikan hizbiyyin dan komunitasnya sebagai pasien dengan terapi kejut-kejutan yang menjadi-jadi terkejutnya. Dan semoga shock terapi semacam ini menjadikan mereka segera tersadar akan FAKTA-FAKTA di belakang layar yang kami yakin tidak akan mungkin pernah disodorkan oleh ustadz-ustadz mereka!! Artikel-artikel yang kami tampilkan langsung diiringi dengan BUKTI dan FAKTA yang bisa didonlot saat itu juga!! Dan sampai saat ini –walhamdulillah- walaupun berbuih-buih helah diteriak-teriakkan ke sana ke mari dan berbusa-busa “lantai” dilicik licinkan tetapi tidak satupun bukti dan FAKTA yang kami tampilkan yang bisa mereka DUSTAkan apalagi dijungkirbalikkan sebagaimana “akrobat manhaj’ yang dipertontonkan oleh ustadz-ustadz kebanggaannya!!
Bagaimana mereka hendak mendustakannya “Lha wong” komunitas mereka sendirilah yang mempublikasikan FAKTA dan BUKTInya kepada kita!! Akhirnya…hanyalah teriakan putus asa… DUSTA…FITNAH YANG KEJI yang timbul tenggelam ditelan gelombang aliran hizbi!!
Mana bukti DUSTAnya? Apa bukti FITNAH kejinya?
Bagaimana mereka sempat dan menyempatkan diri menggunakan akal sehatnya, “lha wong” arus aliran hizbi itu sedemikian deras menghanyutkan dan menenggelamkannya!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Seluruh kaum muslimin HANYA akan menjadi saksi atas kegagahan tantangan Mubahalah anda yang tiada laku dijual kepada Salafiyyin!! Anak-anak ingusan itu “tidak memiliki keberanian” untuk menggadaikan manhajnya dengan mengamalkan (baca:membeli) manhaj “Mubahalah Haddadiyah” bapak direktur Abdurrahman Tamimi dan ular berbisanya hanya untuk mengejar label “berani, punya nyali dan tidak banci!” Dan anda tidak perlu lagi kuatir, bahwa manhaj Mubahalah Haddadiyah inipun tidak lebih dari “trik kuno” pendahulu anda Syarif Hazza’ yang sudah terbongkar “kelicikannya” yang hendak mempermainkan akal-akal kaum muslimin yang awam dalam permasalahan ini! (baca lagi Badai Fitnah, 10.1GURU KENCING BERDIRI, ANAK MURID KENCING KESANA KEMARI)

Ketika tidak mampu lagi menghadirkan bukti ilmiyah untuk mendustakan bukti-bukti dari kami maka Mubahalah inilah satu-satunya helah “terakhir” anda! Bukankah anda ingin agar umat “meyakini” bahwa jika ustadz Abdurrahman Tamimi dan “bodyguard”nya sang ular berbisa itu benar-benar berdusta maka bagaimana mungkin mereka berani menantang sumpah laknat mubahalah? Lari tunggang langgang dari medan pembuktian secara ilmiyah dan bersembunyi di balik sikap nekad laknat mubahalah!! Inilah yang kami katakan bahwa trik licik anda sudah “terlalu terbelakang”!! Pada dasarnya tidak ada keberanian bagi orang-orang yang nekad dan gelap mata!! Justru hal ini adalah bukti kelicikan dan “kepengecutan anda”!! Anda tidak “berani” mengakui dan membenarkan bukti-bukti yang kami sodorkan!! Ini hanyalah sikap seorang pengecut! Anda hanya bisa berkilah dan berhelah dari bukti yang kami hadirkan!! Anda tidak berani mengakui bahwa Al-Bayan bukan hanya sekadar “koleksi perpustakaan” Ma’had Bukhari, Al-Irsyad Tengaran dan Qalbun Salim Malang!! Jauh lebih jahat dari pada itu!! Inilah benang merah organisasi dan yayasan-yayasan yang memiliki link dan jaringan dana dengan Al-Sofwa Al-Muntada dan Al-Muntada Al-Islami London!! Bukankah anda tidak berani mengatakan bahwa Daftar Khatib Jum’ah di Markaz Dakwah anda yang lalu bukanlah hasil rekayasa kami? Bukankah anda tidak mampu juga mendustakan bukti kejahatan keji Hizbul Irsyad terhadap para ulama pewaris para Nabi?

Ini semua adalah sikap pengecut wahai Ibnu Burhan!! Ketika anda menertawakan dan mencampakkan burhan dan bukti maka sebenarnya anda telah berbuat lacur dengan slogan anda yang berbunyi:”Ahlus Sunnah Akan Jaya Sampai Hari Kiamat” karena “Ahlus Sunnah Tidak Akan Pernah Dijayakan Oleh Tukang-tukang Mubahalah dan “organisasi” peleceh dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, organisasi Pan Islamisme-Irsyadisme yang berupaya menyatukan sekte-sekte sesat Khurafat, Syi’ah dan Khowarij dalam formasi dakwahnya, organisasi yang menginjak-injak kehormatan para ulama pewaris para Nabi pun seorang tokoh yang menjadi Syaikhnya penjajah kafir harbi Belanda! Sebuah pertanyaan bebas, sebebas anda-anda yang memiliki kecintaan kepada kebenaran dan para pembawanya, apakah anda akan percaya bahwa Ahlus Sunnah Akan Jaya jika meyakini ucapan seseorang yang berkata kepada seorang gembong besar PKI (tahukah anda PKI? PKI adalah kepanjangan dari Partai Komunis Indonesia), tokoh besar yang di Syaikh “salaf-salafken” ini berkata kepada Semaun (di sela-sela acara Kongres Al-Islam Pertama di Cirebon tanggal 31-10-1922 s/d 2-11-1922): “Ana Uhibbu Haadzar Rajuula Katsiiraa”, ucapan keji yang justru keluar ketika Ahmad Surkati tidak mampu meyakinkan kepada Semaun PKI bahwa komunis adalah ajaran sesat-kafir buatan manusia! Kecintaannya kepada Semaun yang murtad menjadi seorang PKI “karena keyakinannya yang demikian kokoh dan jujur bahwa hanya dengan komunisme-lah tanah airnya dapat dimerdekakan”! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” . Haihata, haihata dan lihatnya bagaimana para “pembebeknya” mati-matian sampai setengah mati, berpeluh-peluh dan berkeringat-keringat menggelari kami sebagai GHULAT, HADDADI, MUNAFFIRIN YG RUSAK MANHAJNYA, BLO’ON DAN PENGANGGURAN “hanya kerena” umat sekarang mengetahui kecintaan dan wala’ Syaikh Salafinya itu kepada gembong PKI!! Tahukah anda kepanjangan dari PKI? Haihata, haihata, Ahlus Sunnah Tidak Akan Pernah Dijayakan oleh Pecinta Gembong PKI dan para pembela fanaTIKUSnya!!

Benarkah anda pembela ulama Salafiyyin ataukah sekadar penutup topeng tambalan-tambalan kesesatan hizbiyyin dan organisasi hizbiyyahnya yang terkuakkan?!!

Cukuplah Allah sebaik-baik saksi atas kejahatan dengan kelicikan “kuno” anda, walhamdulillah.

1)Bukankah ucapan yang berbau kematian dari bapak Direktur ini adalah sikap dakwah yang sangat bijak wahai Abu Abdirrahman Al-Thalibi (dan Abu Salma si Ular LIAR berbisa yang sok lemah lembut kepada Abduh ZA, Abu Abdirrahman Al-Thalibi, dan “takpiri” Halawi Makmun)!!) sehingga tidak perlu engkau “bijaksanakan” dalam buku bijakmu?! Bahkan ayat Al-Qur’an-pun dicomotnya untuk mendukung kemarahan Hizbiyyahnya!! Maka selayaknya bagi Syaikh Abdurrahman At-Tamimi al-Liari untuk merenungkan apa yang ditulis oleh  saudaranya sendiri/syahida syahidun min ahliha Firanda dalam buku Emas IT-nya:”Renungkanlah sikap Ibnu Taimiyyah berikut ini sebagaimana yang dituturkan oleh murid beliau yang sangat berbakti…Beliau melanjutkan,”Aku sama sekali tidak pernah melihatnya berdo’a kejelekan kepada seorangpun dari musuh-musuhnya. Beliau senantiasa mendo’akan kebaikan bagi mereka (Firanda berkata:Patutlah kiranya kita bertanya pada diri sendiri, “Pernahkah kita mendo’akan agar orang yang kita sanggah mendapat petunjuk?” Sungguh, sikap seperti ini merupakan tanda-tanda keikhlasan dalam mengkritik). Suatu hari aku mendatanginya dengan  menyatakan bahwa aku membawa kabar gembira tentang kematian salah seorang musuh besarnya yang paling keras penentangan serta permusuhannya, dan yang paling sering menyakiti beliau, maka beliaupun menghardik dan mengingkari perbuatanku, kemudian beristirja’ –yaitu mengucapkan: Inna lillahi wainna ilaihi raji’un-. Selanjutnya beliau bangkit dan menuju rumah musuhnya yang meninggal tersebut…(Lerai…, hal.177-178).
Kita katakan :Bagaimana sikap Firanda setelah mengetahui bahwa bapak direktur ini ternyata tidak mendo’akan kebaikan apatah lagi do’a petunjuk kepada “musuhnya” yang masih Muslim itu, namun justru memberikan “hadiah” do’a yang sangat mengerikan…KEMATIAN!! Bukankah Ibnu Qayyim yang berkata:… maka beliaupun menghardik dan mengingkari perbuatanku, kemudian beristirja’ –yaitu mengucapkan: Inna lillahi wainna ilaihi raji’un-.!! Allahu yahdik.

Comments are closed.