Syaikh Shalih al-Fauzan Tentang Pernyataan bahwa Allah Tidak Mampu Melakukan Segala Sesuatu
Ulama senior Muslim, Asy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan Hafidhahullah (semoga Allah menjaganya) ditanya:
Ada seorang dai terkenal yang dakwahnya menjangkau seluruh dunia. Ia mengatakan bahwa Allah tidak mampu melakukan segala sesuatu. Ia juga mengatakan bahwa ia mengetahui seribu hal yang tidak bisa dilakukan oleh Allah Yang Maha Tinggi. Apakah orang ini termasuk penyeru ke pintu-pintu neraka? Haruskah kita memperingatkan umat darinya?
Syaikh menjawab:
Orang ini adalah seorang mulhid (orang yang menyimpang) [1], orang yang mengatakan hal-hal semacam ini adalah seorang mulhid dalam hal Nama-nama dan Sifat-sifat Allah.
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٨٠)
“Dan milik Allah-lah nama-nama yang indah, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpangkan nama-nama-Nya. Mereka akan mendapatkan balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”
(Surah al-A’raaf [7]: 180)
إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا أَفَمَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ خَيْرٌ أَمْ مَنْ يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ .. (٤٠)
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari kami. Maka Apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat?
(Surah Fussilat [41]: 40)
Seseorang mengatakan bahwa Allah tidak mampu melakukan segala sesuatu…
Maha Suci Allah! Allah berfirman:
.. وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٢٨٤)
“Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(Surah al-Baqarah [2]: 284)
Berapa banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menyatakan:
“Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,” atau
“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”?
Berapa banyak ayat seperti itu!? [5]
Allah tidak pernah menyebutkan adanya batasan terhadap Kekuasaan-Nya. Dia memiliki Kemampuan yang tidak terbatas, atas segala sesuatu. Dia Maha Mampu atas segala sesuatu. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dia, Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, tidak menyebutkan adanya batasan apa pun.
Dan kamu datang lalu membatasi ini?!
Apakah kamu akan berkata:
“Tidak, ada beberapa hal yang tidak Allah ketahui, dan aku mengetahuinya!” [6]
Ini adalah bentuk ilhaad [1], penyimpangan terhadap Nama dan Sifat Allah.
Tidak setiap dai berada di atas kebenaran. Dengarkan sabda Rasulullah:
دعاة على أبواب جهنم
“Penyeru-penyeru di pintu-pintu Neraka…” [7]
Tidak setiap dai berada di atas kebenaran.
[Akhir dari perkataan Syaikh al-Fauzan Hafizhahullah]
Fatwa Al-Allamah Al-Fauzan hafizhahullah Tentang Statemen Zakir Naik:
Sumber: Rekaman audio ini (bahasa Arab)
Terjemahan dan catatan kaki oleh Moosaa Richardson
CATATAN KAKI:
[1] Mulhid adalah orang yang melakukan ilhaad terhadap Nama dan Sifat Allah, baik dengan menolaknya secara langsung, atau dengan memutar maknanya menjadi sesuatu yang tidak layak bagi Allah. Ilhaad juga mencakup memberikan nama kepada Allah yang tidak digunakan-Nya untuk diri-Nya sendiri. Lihat kitab Qawaa’idul-Muthlaa karya Syaikh Ibn ‘Utsaimin (hlm. 49-50).
Kata “mulhid” juga bisa diterjemahkan sebagai “kafir” atau “penolak,” dan Allah-lah yang Maha Mengetahui.
[2] Surah al-A’raaf [7:180]
[3] Surah Fussilat [41:40]
[4] Surah al-Baqarah [2:284]
[5] Ada lebih dari 35 ayat Al-Qur’an yang menyatakan hal serupa! Contoh ayat: 2:20, 106, 109, 148, 259, 284; 3:26, 29, 165, 189; 5:17, 19, 40, 120; 6:17; 8:41; 9:39; 11:4; 16:77; 18:45; 22:6; 24:45; 29:20; 30:50; 33:27; 35:1; 41:39; 42:9; 46:33; 48:21; 57:2; 59:6; 64:1; 65:12; 66:8; 67:1; 85:16.
Sebagaimana tercantum dalam artikel ini
[6] Perhatikan bahwa Syaikh menyebutkan ilmu dalam contoh ini. Ia mungkin bermaksud menunjukkan betapa tidak masuk akalnya jika seseorang mengklaim bahwa Allah tidak mengetahui segalanya, lalu ia mengaku mengetahui sesuatu yang tidak diketahui Allah. Maka demikian pula, setiap Sifat Allah yang telah Dia tetapkan untuk diri-Nya, seperti Ilmu, Kekuasaan, dan lainnya, tidak boleh dibatasi oleh akal atau filsafat. Dan Allah-lah yang Maha Mengetahui.
[7] Hadits shahih dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu tentang akan munculnya orang-orang sesat dan fitnah di masa mendatang. Sabdanya:
“Akan ada penyeru-penyeru di pintu-pintu neraka, dan siapa yang memenuhi seruan mereka akan dilemparkan ke dalamnya…”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 7084) dan Muslim (no. 1847).
Diterjemahkan dari https://www.bakkah.net/en/shaykh-saalih-al-fowzaan-on-the-claim-that-allaah-cannot-do-all-things.htm
