Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Kedunguan Lain Dari Salah Satu Dedengkot Sha’afiqah Sejati Abdullah Al-Ahmad: Memamerkan Kegembiraannya Dengan Berpaling Dari Peringatan Keras Ulama Kibar Atas Tuduhan-tuduhan Dusta dan Dzalim Dr. Muhammad bin Hadi!!

bismillahirrohmanirrohim

KEDUNGUAN LAIN DARI SALAH SATU DEDENGKOT SHA’AFIQAH SEJATI ABDULLAH AL-AHMAD: MEMAMERKAN KEGEMBIRAANNYA DENGAN BERPALING DARI PERINGATAN KERAS ULAMA KIBAR ATAS TUDUHAN² DUSTA & DZALIM DR. MUHAMMAD BIN HADI!!

Sha’afiqah sejati, Abdullah al-Ahmad mengatakan:

“Sha’afiqah mengeluarkan catatan-catatan guru kita al-Allamah Rabi’ dan tahdzir asy-Syaikh Ubaid!! Lalu apa?!!
Apakah Salafiyyun terpengaruh? Salafiyyun terus dalam ilmu dan dakwah, dan mereka telah meninggalkan Sha’afiqah di belakang mereka tanpa menengok dan menoleh ke arah mereka…”

Jika Sha’afiqah sejati ini memaksudkan Salafiyyun yang tidak terpengaruh adalah dirinya dan orang-orang yang semodel dengannya, seperti Ruzaiq, Ibnu Athaya, dan yang lainnya, maka dia telah benar, karena sesungguhnya mereka seperti orang-orang yang telah mati, atau seperti orang yang tuli ketika mendengar perkataan para ulama besar Rabi’ dan Ubaid.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ.

“Sesungguhnya engkau tidak akan mampu menjadikan orang-orang yang mati bisa mendengar, dan tidak akan mampu menjadikan orang-orang tuli bisa mendengar jika mereka berpaling pergi.” (QS. An-Naml: 80)

Juga firman-Nya:

إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَالْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ.

“Hanyalah orang-orang yang mendengar yang bisa menjawab seruan, sedangkan orang-orang telah mati akan Allah bangkitkan, kemudian hanya kepada-Nya mereka akan dikembalikan.” (QS. Al-An’am: 36)

Dan alangkah bagusnya ucapan orang yang mengatakan:

Orang yang rendah mudah melakukan perbuatan yang rendah
Karena luka itu tidak akan menyakiti orang yang telah mati

Yang aneh engkau justru bergembira ria karena tidak terpengaruh dengan perkataan para ulama besar, subhanallah engkau akan sampai mana dan di lembah yang mana engkau akan terperosok?!

Kita memohon keselamatan dan kekokohan kepada Allah.

Sha’afiqah sejati, Abdullah al-Ahmad juga mengatakan:

“Alhamdulillah yang telah menyibukkan kita dengan ilmu dan bayyinat (al-Qur’an dan as-Sunnah), dan memalingkan kita dari orang-orang yang bodoh dan sibuk dengan bayanat (pengumuman berlepas diri dari fitnah Muhammad bin Hady dan ikut bimbingan para ulama besar –pent).”

Bahkan engkau sibuk dengan kebathilan, fanatik membelanya, dan berpaling dari kebenaran dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya. Dan ini merupakan hukuman dari Allah seandainya engkau menyadari. Kemudian keadaanmu yang tidak menyadari hal itu sebagai hukuman, bahkan engkau justru merasa senang dengan keadaanmu, sampai-sampai engkau memuji Allah atasnya, ini semua merupakan bentuk hukuman yang lain dari Allah.

Ketika menjelaskan firman Allah Ta’ala:

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ.

“Setiap kelompok merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka.” (QS. Ar-Ruum: 32)

Asy-Syaikh al-Fauzan hafizhahullah berkata dalam kitab Masail al-Jahiliyyah hlm. 34:

وهذا من تمام العقوبة والابتلاء كون الإنسان يفرح بما هو عليه من الباطل.

“Ini termasuk sempurnanya hukuman dan bencana, yaitu seseorang justru merasa senang dengan kebathilan yang ada pada dirinya.”

✒️ Ditulis oleh: Munir as-Sa’dy

📅 5 Syawwal 1439 H

🌐 Channel Telegram = https://t.me/jujurlahselamanya

🖥 Sumber = https://t.me/sa3afi9a/2951

من هم الصعافقة ؟!
Siapa yang Sha’afiqah kalau begitu?

#celaan #muhammad_bin_hadi #rabi_bin_hadi #akmal_askari #shaafiqah #sudah_jelas_yang_kobarkan_tuduhan_shaafiqah_dituntut_imam_rabi_minta_maaf_taubat

🔆👣🔆👣🔆👣🔆👣🔆
⚔️🛡Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
📠 Channel Telegram: http://telegram.me/tp_alhaq
🌎 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com
•┈┈•┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈•┈┈••

 

 

 

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.