Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkhali Melarang Menghadiri Majelis Syaikh Muhammad bin Hadi Sampai Dia Bertaubat

bismillahirrohmanirrohim

ISI LENGKAP PERTEMUAN DENGAN ASY-SYAIKH RABI’ YANG DI DALAMNYA BELIAU MELARANG DARI MENGHADIRI MAJELIS ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN HADY SAMPAI DIA BERTAUBAT

بسم الله الرحمن الرحيم
والصلاة والسلام على خاتم الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وبعد:

Allah telah memudahkan saya dengan ditemani oleh beberapa saudara-saudara saya untuk berkunjung ke Samahatul Walid al-Allamah Rabi’ bin Hady al-Madkhaly semoga Allah selalu melindungi beliau dan memberikannya kesehatan.

Kami menjumpai beliau seperti biasanya beliau berbaring di atas tempat tidur dan di sekitar beliau terdapat kitab-kitab yang beliau baca, yang hal itu termasuk yang membantah tuduhan orang-orang yang mencela beliau yang tidak menghargai perkataan dan fatwa-fatwa beliau dengan ucapan mereka bahwa beliau telah tua renta dan tidak bisa mengingat dengan baik, serta celaan mereka yang lain.

Setelah kami mengucapkan salam dan beliau membalas salam, beliau meminta kami untuk memperkenalkan diri kami dan jurusan kuliah yang ditempuh oleh masing-masing dari kami. Maka masing-masing dari kamipun memperkenalkan diri dan menyebutkan jurusan kuliah yang dia tempuh.

Lalu beliau bertanya kepada saya negara asal saya, maka saya jawab bahwa saya berasal dari Maroko. Beliau mengucapkan sambutan, “Hayyakumullah.” Dan saya katakan kepada beliau, “Anak-anak Anda di kota Meknes (Maroko) menyampaikan salam untuk Anda, mendoakan kebaikan untuk Anda, dan mereka mengatakan bahwa mereka mencintai Anda karena Allah.”

Maka beliau menjawab, “Sampaikanlah salam saya kepada mereka dan katakan kepada mereka semoga Allah mencintai kalian yang karena-Nya kalian mencintai kami.”

Kemudian beliau segera bertanya kepada saya tentang keadaan dakwah di Maroko, maka saya jawab, “Demi Allah wahai Syaikh, keadaannya tidak seperti yang Anda ketahui seperti sebelumnya.”

Beliau bertanya, “Perpecahan?”

Saya jawab, “Ya.”

Beliau berkata, “Ceritakan kepada saya apa sebabnya?”

Saya jawab, “Kami tidak tahu bagaimana kami menyikapi ikhwah yang fanatik kepada ucapan asy-Syaikh Muhammad bin Hady dalam menghujat sebagian penuntut ilmu dengan julukan Sha’afiqah dan yang lainnya tanpa hujjah dan tanpa bukti?”

Beliau menjawab, “Nasehatilah mereka dan jelaskan kepada mereka!”

Saya jawab, “Kami sudah menasehati mereka, menjelaskan kepada mereka, dan telah kami nukilkan kepada mereka perkataan Anda dan ulama yang lain seperti al-Allamah al-Walid Ubaid al-Jabiry dan al-Allamah Abdullah al-Bukhary, tetapi mereka tidak menerimanya dan terus menyerukan sikap mereka dan mentahdzir saudara-saudara mereka yang mengambil perkataan Anda dan para ulama yang lain.”

Maka beliau berkata, “Jelaskan kepada mereka dan nasehatilah mereka lagi, jika mereka masih tetap tidak menerima maka tahdzirlah mereka dan tinggalkanlah mereka!”

Kemudian saya bertanya kepada beliau tentang hukum mentahqiq manuskrip sebagian orang-orang yang menyimpang yang berasal dari madzhab Maliki dalam masalah-masalah aqidah yang mereka sepakat dengan Ahlus Sunnah?

Beliau menjawab, “Jika mereka adalah orang-orang Shufi maka tidak boleh, cukup dengan kitab-kitab Ahlus Sunnah seperti kitab-kitab Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Ahmad, dan yang lainnya.”

Saya bertanya lagi, “Pada masalah-masalah fiqih apakah sama hukumnya?!

Beliau menjawab, “Ya, pada kitab-kitab ulama sudah mencukupi.”

Kemudian ikhwah yang berasal Aljazair bertanya kepada beliau, “Syaikh kami, apakah boleh kami menghadiri majelis asy-Syaikh Muhammad bin Hady?”

Beliau mengatakan kepadanya dengan menunjukkan keheranan, “Apakah engkau akan menghadirinya?!”

Ikhwah tersebut menjawab, “Tidak, tidak.”

Maka beliau menjawab, “Jangan menghadirinya, sampai dia bertaubat dari celaannya!!”

Kemudian kami mengucapkan salam kepada beliau dan meminta izin untuk pamit dan beliau mengizinkan.

Dan pertanyaan-pertanyaan ini di hadapan al-Akh Umar putra dari asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah dan asy-Syaikh Abdul Mu’thy ar-Ruhaily.

Yang hadir adalah:
– Murad Abu Maryam al-Maknisy
– Amrusy al-Jazairy
– Izzudin al-Baidhawy
– Faishal al-Baidhawy
Dan selain mereka.

CATATAN:
Ikhwah yang hadir tidak mengenal mana asy-Syaikh Abdul Ilah ar-Rifa’iy, jadi ada salah satu ikhwah yang menyangka bahwa beliau ada, tetapi ternyata menjadi jelas bahwa yang hadir adalah asy-Syaikh Abdul Mu’thy ar-Ruhaily, dan beliau telah menelaah ulang apa yang ditulis dan membenarkannya, dan beliau mengatakan, “Siapa yang ingin memastikan kebenarannya, silahkan menelpon saya untuk saya pastikan kebenarannya kepadanya!”

Dan hal itu terjadi pada malam ketujuh dari bulan Rajab 1439 H

🖥 Sumber = https://t.me/kibarolama/794

🌐 Channel Telegram || https://t.me/jujurlahselamanya

✳️ KLARIFIKASI DAN PENJELASAN ASY-SYAIKH ABDUL MU’THY AR-RUHAILY HAFIZHAHULLAH ✳️

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه أما بعد:

Telah selesai baru saja penelponan dengan Abdul Mu’thy ar-Ruhaily, dan kami kabarkan kepada beliau tulisan yang telah tersebar yang isinya:

“Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah menegaskan agar tidak menghadiri majelis asy-Syaikh Muhammad bin Hady, sampai dia bertaubat dari celaannya terhadap Salafiyyun, dan hal tersebut dihadiri oleh asy-Syaikh Abdul Ilah ar-Rifa’iy dan Umar putra asy-Syaikh Rabi’ waffaqahumallah.”

Maka beliau mengatakan kepada kami:

1⃣ Saya telah menyampaikan kepada asy-Syaikh Rabi’ di malam kunjungan ikhwah tersebut tentang isi tulisan yang telah tersebar yang isinya larangan asy-Syaikh Rabi’ dari menghadiri majelis Dr. Muhammad bin Hady, maka asy-Syaikh Rabi’ membenarkan hal tersebut.

2⃣ Ikhwah yang menulis penjelasan tersebut salah paham mengira saya adalah Abdul Ilah, padahal sebenarnya sayalah yang hadir waktu itu.

3⃣ Asy-Syaikh Rabi’ mengatakan, “Jika dia –maksud beliau Dr. Muhammad bin Hady– bertaubat dan mengumumkan taubatnya, maka tidak masalah.” Yaitu untuk belajar kepadanya.

وصلى الله وسلم وبارك على نببنا محمد وعلى آله وصحبه وأتباعه بإحسان والحمد لله رب العالمين.

🖥 Sumber = https://t.me/Nataouan/6856

🌐 Channel Telegram = https://t.me/jujurlahselamanya

🔆👣🔆👣🔆👣🔆👣🔆
⚔️🛡Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
📠 Channel Telegram: http://telegram.me/tp_alhaq
🌎 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com
•┈┈•┈┈•⊰✿✒️✿⊱•┈┈•┈┈•

 

 

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>