Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Membungkam Orang-orang Yang Menyebarkan Kedustaan Bahwa Asy-Syaikh Rabi’ Menjadi Mainan Orang Yang Mereka Hujat Sebagai Sha’afiqah

bismillahirrohmanirrohim

MEMBUNGKAM ORANG-ORANG YANG MENYEBARKAN KEDUSTAAN BAHWA ASY-SYAIKH RABI’ MENJADI MAINAN ORANG YANG MEREKA HUJAT SEBAGAI SHA’AFIQAH

بسم الله والحمد لله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Allah telah mengaruniakan kepada saya untuk bisa mengunjungi orang tua yang penyayang dan penasehat yang terpercaya al-Allamah al-Muhaddits al-Mujahid an-Naqid al-Imam asy-Syaikh Profesor Doktor Rabi’ bin Hady Umair al-Madkhaly hafizhahullah, semoga Allah menjadikan beliau sebagai kebahagiaan (bagi Ahlus Sunnah) dan memberi umur panjang di atas ketaatan-Nya, pada malam Rabu, 3 Rajab 1439 H yang bertepatan dengan 20 Maret 2018 setelah isya’ di rumah beliau yang selalu ramai dikunjungi.

Perlu diketahui bahwa kunjungan tersebut adalah kunjungan ketiga dari kunjungan saya kepada beliau, dan saya tidak menjumpai petugas keamanan atau penjaga pintu yang menghalangi saya untuk masuk, seperti yang diisukan dan kita dengar pada hari-hari ini.

Bahkan pada kunjungan yang kedua saya pulang sendiri ketika saya melihat rombongan besar yang mencapai lebih dari 70 orang, karena saya tidak ingin memperbanyak jumlah orang yang mengunjungi beliau hafizhahullah, dan mereka semua masuk satu persatu tanpa ada yang menghalangi.

Pada kunjungan pertama saya masuk menemui beliau setelah shalat isya’ hingga jam 10.30 atau sekitar 2 jam, juga ada orang-orang lain yang menemui beliau.

Beliau membaca semua data yang sampai ke beliau, meneliti sendiri, meminta penjelasan, menegaskan dan memastikan benar tidaknya data-data tersebut.

Ketika giliran saya tiba, beliau membaca data yang saya bawa sebanyak 13 halaman, beliau membaca kata demi kata dengan suara beliau, dan beliau meluruskan hingga kesalahan-kesalahan dalam penulisan. Beliau mengajak diskusi dan meminta rujukan atau sumber bukti.

Maka saya sangat heran terhadap apa yang kita dengar dari sebagian orang yang mengklaim bahwa beliau lemah, tua renta, dan menjadi mainan di tangan orang-orang yang dicap sebagai Sha’afiqah!!

Sangat berbeda dengan keadaan beliau hafizhahullah yang masih penuh perhatian, baik dalam memahami ucapan, dan konsentrasi.

Sedangkan kunjungan yang sekarang ini adalah kunjungan terakhir sebagai perpisahan karena saya akan meninggalkan Kerajaan Arab Saudi untuk kembali ke negeri saya Pakistan, semoga Allah melindungi keduanya dan seluruh negeri kaum muslimin.

Seperti biasanya saya mengucapkan salam kepada beliau dan saya menjumpai beliau dalam keadaan sehat wal afiat. Setelah saya memberi tahu beliau tentang rencana kepulangan saya, beliau bertanya kepada saya tentang keadaan dakwah di Pakistan, maka saya menyampaikan kepada beliau dengan sangat sedih bahwa dakwah di sana lemah dan kurang bagus. Lalu beliau menanyakan sebabnya, maka saya jawab, “Karena yayasan Ihya’ at-Turats masuk ke sana dan para dai masuk ke politik, parlemen, mencela pemerintah, demonstrasi, dan seterusnya.”

Maka beliau berkata, “Jika Ihya’ Turats ada di sana maka semua hal-hal yang engkau sebutkan setelahnya adalah pengaruhnya dan akibat-akibat buruknya, dan Ihya’ at-Turats telah menghancurkan dakwah di India, Pakistan, dan di semua tempat!”

Lalu saya bertanya, “Bagaimana kami menyikapi mereka?”

Beliau menjawab, “Nasehatilah mereka, jika mereka tidak menerima nasehat maka hajr-lah mereka (menjauhi, meninggalkan dan memutus hubungan) dan gabungkanlah mereka dengan Ihya’ at-Turats, karena sesungguhnya mereka adalah ahli bid’ah!”

Lalu beliau bertanya kepada saya apakah tidak ada Salafiyyun? Maka saya jawab, “Alhamdulillah ada beberapa orang yang tersebar di kota-kota besar seperti Islamabad, Karachi, Lahore, Kashmir yang merdeka, dan selainnya.”

Beliau bertanya, “Berapa jumlah mereka?”

Saya jawab, “Di setiap kota ada sekitar 20 hingga 30.”

Beliau bertanya, “Orang-orang yang bersama Ihya’ at-Turats lebih banyak dibandingkan kalian?”

Saya jawab, “Jauh lebih banyak, salah satu madrasah mereka saja ada yang murid-muridnya lebih dari 10.000 orang.”

Maka beliau merasa heran, lalu beliau bertanya kepada saya tentang dakwah yang kami lakukan. Lalu saya kabarkan kepada beliau bahwa kami alhamdulillah memiliki 3 masjid, yang pertama di Lahore, yang kedua di Kashmir, dan yang ketiga di Sindi, dan kami sedang berusaha membangun masjid yang lain di Karachi dan Islamabad.

Saya juga mengabarkan kepada beliau bahwa diantara kami tidak ada mahasiswa lulusan universitas Islam atau yang pernah berguru kepada masyayikh, tetapi diantara kami ada beberapa ikhwah yang bisa bahasa Arab dengan baik yang menerjemahkan kitab-kitab para ulama Salaf disertai dengan penjelasan-penjelasan masyayikh, kami membacakannya dalam pelajaran-pelajaran kami dan kami sebarluaskan kepada orang lain, dan terakhir yang kami terjemahkan adalah kitab Ushulus Sunnah karya al-Imam Ahmad rahimahullah beserta penjelasannya, dan manusia banyak mendapatkan faedah darinya. Maka beliau bergembira dengan hal tersebut.

Kemudian saya meminta nasihat kepada beliau, maka beliau berkata, “Lanjutkan apa yang kalian lakukan, dan sebarkan kitab-kitab Salaf seperti kitab-kitab hadits dan as-Sunnah beserta penjelasannya, seperti kitab asy-Syari’ah!” Saya katakan kepada beliau bahwa beliau memiliki kitab penjelasannya yang berjudul adz-Dzari’ah, beliau menimpali, “Ya.” Dan beliau bertanya kepada saya apakah saya memiliki naskahnya, lalu saya jawab tidak. Kemudian beliau bertanya kepada ikhwah apakah masih ada naskahnya, kemudian salah seorang dari mereka menjawab bahwa hanya ada satu naskah yang tersisa. Maka beliau menyuruh untuk memberikannya kepada saya sebagai hadiah dari beliau, semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan.

Kemudian beliau mengatakan, “Ajarkanlah kepada manusia!” Beliau juga mengatakan bahwa ada kitab-kitab yang ditulis yang isinya menyingkap keadaan Ihya’ at-Turats dan menjelaskan bahwa mereka menjalin hubungan dengan Rafidhah, lalu beliau berkata, “Terjemahkanlah dan sebarkanlah agar manusia mewaspadai mereka!” Maka saya sampaikan kabar gembira kepada beliau bahwa insyaallah akan kami lakukan.

Kemudian saya bertanya kepada beliau hafizhahullah tentang siapa dari masyayikh yang kami jadikan rujukan dalam urusan agama kami? Beliau menjawab, “Asy-Syaikh al-Fauzan, asy-Syaikh al-Luhaidan, asy-Syaikh Ubaid, asy-Syaikh Rabi’, dan asy-Syaikh Abdullah al-Bukhary.”

Lalu saya bersyukur kepada beliau atas bimbingan, nasehat, perhatian, dan waktu beliau, dan saya meminta doa kepada beliau agar kami diberi taufiq, maka beliau berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberi taufiq untuk kami.

Kemudian saya sampaikan kepada beliau salam dari keluarga saya dan dari Salafiyyun di Pakistan, maka beliau membalasnya dan meminta saya agar menyampaikan salam beliau kepada mereka juga. Dan bersamaan ini saya meminta izin kepada beliau, maka beliau mengajak saya untuk makan malam, namun saya meminta maaf kepada beliau lalu beliau pun mengizinkan saya pergi.

Maka pada penutup tulisan ini dan di akhir perjalanan saya ke negeri Dua Tanah Suci yang mulia, saya menyampaikan syukur kepada masyayikh dan ikhwah yang mulia atas baiknya muamalah dan jamuan mereka, waktu mereka yang berharga, nasehat mereka yang bermanfaat, dan bimbingan mereka yang bernilai, terkhusus kepada:

Al-Allamah al-Walid Rabi’ al-Madkhaly
Al-Allamah al-Walid Ubaid al-Jabiry
Al-Allamah Abdullah al-Bukhary
Asy-Syaikh Abdullah azh-Zhafiry
Asy-Syaikh Arafat al-Muhammady
Asy-Syaikh Abdul Wahid al-Madkhaly
Asy-Syaikh Abdul Ilah al-Juhany
Asy-Syaikh Muhannad al-Ghamidy
Al-Akh Abdul Ilah al-Hamamy
Al-Akh Uwais ath-Thawil
Al-Akh Abu Miftah Adil
Dan selain mereka, semoga Allah melindungi mereka semua.

Dan saya memohon kepada Allah yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa, agar mengokohkan kita di atas kebenaran dan petunjuk, dan mengumpulkan kita semua di surga Firdaus yang tertinggi bersama para nabi, orang-orang shiddiq, para syuhada, dan orang-orang shalih, dan mereka adalah sebaiknya teman dekat.

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

✒️ Ditulis oleh: Az-Zubair bin Muhammad bin Husain Abbasy

🕌 Al-Madinah an-Nabawiyyah, Kerajaan Arab Saudi

📆 Rabu, 3 Rajab 1439 H bertepatan dengan 20 Maret 2018

🖥 Sumber tulisan = https://t.me/Nataouan/6805

🌐 https://t.me/jujurlahselamanya/176

#shaafiqah #tuduhan_tanpa_bukti #zhalim #dusta #taqlid_buta #rabi_almadkhali #abdullah_bukhari

🔆👣🔆👣🔆👣🔆👣🔆
⚔️🛡Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
📠 Channel Telegram: http://telegram.me/tp_alhaq
🌎 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com
•┈┈•┈┈•⊰✿✒️✿⊱•┈┈•┈┈•

 

 

 

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.