Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Melaporkan Kesalahan Ulama Kepada Pemerintah Jika Tidak Bertaubat Ada Contohnya Dari Salaf

bismillahirrohmanirrohim

MELAPORKAN KESALAHAN ULAMA KEPADA PEMERINTAH JIKA TIDAK BERTAUBAT ADA CONTOHNYA DARI SALAF!!

(MENJAWAB SYUBHAT & TUDUHAN KEJI SHA’AFIQAH SEJATI¹ INDONESIA)

🔊 Asy-Syaikh Abdullah al-Bukhary hafizhahullah berkata:

لما قال الإمام الحسن بما ذكرنا بالقدر وانزلق لسانه بذلك راجعه وناصحه في هذا القول من؟ ليس من القسم الأول ولا هو من القسم إيش؟ الثاني، هو من القسم الوسط، أهل العلم والسنة، جاءه الإمام بن عون رحمه الله، قال نازلتُ الحسن مِرارًا يعني في القدر، نازلتُ أي ناصحتُ، نازلتُ الحسن في القدر مرارًا حتّى خوفته بالسلطان، يعني إن لم ترجع أرفع أمرك إلى السلطان ليحاكمك على هذه المقالة الفاسدة، فقال الإمام الحسن: أستغفر الله وأتوب إليه لا أعود إلى هذا، لا أعود. ما كابر ، ما عاند، ما قال: أنا الحسن أنا الحسن، الإمام الحسن كان آية في التعبد والتنسّك والزهد والعلم والتواضع، آية، ومع هذا يغلط وغلط ورجع عن الغلط ما أصر ولا كابر.

Ketika al-Imam al-Hasan (al-Bashry) mengucapkan ucapan yang telah kita sebutkan berkaitan dengan taqdir dan lisan beliau tergelincir, beliau dinasehati tentang ucapan tersebut oleh siapa? Bukan dari kelompok pertama (para pengingkar taqdir atau Qadariyyah yang menyebarkan kedustaan bahwa al-Imam al-Hasan al-Bashry adalah pemimpin mereka agar kesesatan mereka diterima oleh manusia –pent), dan juga bukan dari kelompok yang mana? Bukan dari kelompok yang kedua (orang-orang yang membenci beliau lalu memfitnah bahwa beliau mengingkari taqdir –pent), tetapi dari kelompok pertengahan yaitu para ulama Ahlus Sunnah.

Al-Hasan al-Bashry didatangi oleh al-Imam Ibnu Aun rahimahullah dan beliau menceritakan, “Saya membantah al-Hasan berkali-kali.” Maksudnya berkaitan ucapan beliau tentang taqdir. Saya membantahnya, maksudnya saya menasehatinya.

Ibnu Aun rahimahullah berkata, “Saya menasehati al-Hasan berkali-kali berkaitan tentang taqdir hingga saya menakut-nakuti beliau dengan pemerintah.” Maksudnya: “Jika Anda tidak bertaubat maka saya akan mengangkat urusan Anda kepada pemerintah agar mengadili Anda tentang ucapan yang rusak ini.”

Maka al-Imam al-Hasan berkata, “Saya memohon ampun kepada Allah dan saya bertaubat kepada-Nya, saya tidak akan mengucapkannya lagi, saya tidak akan mengucapkannya lagi.”

Jadi beliau tidak menyombongkan diri dan tidak keras kepala, beliau tidak membantah dengan mengatakan, “Aku adalah al-Hasan, aku adalah al-Hasan.” Al-Imam al-Hasan dahulu merupakan teladan besar dalam ibadah, zuhud, ilmu, dan tawadhu’. Beliau adalah panutan besar, namun beliau terjatuh dalam kesalahan dan bertaubat dari kesalahan tersebut, dan beliau tidak terus menerus dalam kesalahannya dan tidak pula menyombongkan diri.

Potongan dari ceramah asy-Syaikh Abdullah al-Bukhary hafizhahullah dalam pertemuan dengan ikhwah dari Maktabah Salafiyyah Inggris, pada malam Ahad 16 Jumadal Akhirah 1439 H

Versi lengkap download di sini

Sumber || https://t.me/Nataouan/6421

🅾️ Catatan:

Al-Imam al-Hasan al-Bashry tidak mengingkari taqdir, tetapi beliau tergelincir dengan mengatakan:

الخير بقدر والشر ليس بقدر.

“Kebaikan terjadi karena taqdir, sedangkan keburukan bukan karena taqdir.”

📚 Lihat: https://t.me/Nataouan/6440 (pent)

🌐 Channel Telegram = https://t.me/jujurlahselamanya/97

📝Catatan kaki (tukpencarialhaq.com)
(1) Semisal dengannya adalah orang yang bernickname Alif al-Andunusy dan “kakek”nya yang memiliki sekian banyak nama alias, yakni Abu Amira Khairunnisa (AAK) a.k.a Kak Radhie Taufik dll yang gencar menghujat Salafiyun Indonesia sebagai Sha’afiqah tanpa membawakan selembarpun fatwa ulama yang memvonis/mentahdzir Ahlussunnah Indonesia sebagai Sha’afiqah, bahkan kawan mereka, Muhammad Raihan membuat status ejekan WSI sebagai WhatsApp Sha’afiqah Indonesia!! Na’udzubillah.
Kita katakan: Haat burhanakum fatwa ulama yang Mentahdzir Ahlussunah Indonesia sebagai Sha’afiqah agar kalian nampak jujur tatkala bertopeng di bawah bimbingan ulama kibar wahai para pendusta!

#melaporkan_kesalahan_ulama_jika_tidak_bertaubat_ada_salafnya

🔆👣🔆👣🔆👣🔆👣🔆
⚔️🛡Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
📠 Channel Telegram: http://telegram.me/tp_alhaq
🌎 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com
•┈┈•┈┈•⊰✿✒️✿⊱•┈┈•┈┈•

 

 

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>