Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Para Da’i Fitnah Yang Memfatwakan Bolehnya Melakukan Aksi-Aksi Peledakan LEBIH BERBAHAYA Daripada Orang Yang Melakukan Aksi Tersebut SECARA LANGSUNG

PARA DA’I FITNAH YANG MEMFATWAKAN BOLEHNYA MELAKUKAN AKSI-AKSI PELEDAKAN¹ LEBIH BERBAHAYA DARIPADA ORANG YANG MELAKUKAN AKSI TERSEBUT SECARA LANGSUNG

 

Pertanyaan : Manakah yang lebih berbahaya; para pelaku peledakan ataukah orang-orang memfatwakan kepada mereka dengan fatwa-fatwa yang menyesatkan?

Jawaban Asy-Syaikh Al ‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan حفظه اللّٰه :

“كلهم سواء…وقد يكون الذين أفتاهم أشد منهم لأنهم كذبوا على اللّٰه وقالوا على اللّٰه بغير علم، هذه ناحية.
والناحية الثانية : أنهم سببوا الجريمة فلولا فتواهم ما وقع في جريمة”.

“Semuanya sama-sama berbahaya, bahkan orang yang memfatwakan kepada mereka (tentang bolehnya melakukan aksi peledakan tersebut) lebih berbahaya dari dua sisi:

1⃣ Sisi yang pertama: Dikarenakan mereka berdusta atas nama Allah dan berkata atas nama Allah dengan tanpa ilmu.

2⃣ Sisi yang kedua: Mereka sebagai penyebab terjadinya kejahatan berupa aksi peledakan tersebut dikarenakan para pelaku peledakan tersebut tidaklah melakukan aksi teror mereka melainkan disebabkan fatwa yang menyesatkan tersebut”.

Sumber : http://ar.alnahj.net/audio/1763

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
telegram.me/dinulqoyyim

Catatan Kaki
(1) Diantara aksi-aksi peledakan adalah metode peledakan bom bunuh diri yang difatwakan keabsahannya oleh dedengkot Ikhwanul Muslimin, Teroris Yusuf al-Qaradhawy yang dilindungi dan dimuliakan di Qatar.
https://youtu.be/UIr4fu1J-6M

TERORIS SEKARANG LEBIH PARAH DIBANDINGKAN KHAWARIJ ZAMAN DAHULU

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

‏هؤلاء أشد من الخوارج، هؤلاء خوارج، ومفسدون في الأرض، وهم أشبه بالقرامطة، والذي يدافع عنهم حكمه حكمهم.

“Mereka itu lebih jahat dibandingkan Khawarij, mereka juga Khawarij, para perusak di muka bumi, mereka paling menyerupai sekte Qaramithah, dan siapa saja yang membela mereka maka dia dihukumi sama dengan mereka.”

Majmu’ Rasail Manhajiyyah, hlm. 371

Sumber || https://twitter.com/aljuned77/status/878555173769158658

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram|| http://bit.ly/ForumSalafy

Baca artikel terkait:

#qatar #saudi #arab #hutsy #houthi #pemberontak #ikhwanulmuslimin #isis #alqaeda #jabhahnusrah #firanda #salimafillah #sayyidquthb #qaradhawi #qaradhawy #hasanalbanna #iran #syiah #rafidhah #sururi #halabi #rodja #hamas #emirqatar #wahabi #sufi #teroris
#teroris #biadab #takfiri #antiwahabi #IM #qaradhawy #ikhwanulmuslimin #bombunuhdiri #ajyad #kiblat #kabah #mekah #masjidilharam

🔆👣🔆👣🔆👣🔆👣🔆
⚔️🛡Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
📇 Klik ➡️JOIN⬅️ Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
🌎 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com

 

 

 

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.