Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

AMBISI KHUMAINI UNTUK MENGUASAI DUNIA DENGAN PAHAM REVOLUSI SYIAH IMAMIYAH IRANNYA (Khumaini Telah Lama Membongkar Kebohongan KH. Nurul Alam Al-Bantani Sebelum Dia Berbicara)

Bismillahirrohmanirrohim. o

AMBISI KHUMAINI UNTUK MENGUASAI DUNIA DENGAN PAHAM REVOLUSI SYIAH IMAMIYAH IRANNYA

(KHUMAINI TELAH LAMA MEMBONGKAR KEBOHONGAN KH. NURUL ALAM AL-BANTANI SEBELUM DIA BERBICARA)

 

Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan, tokoh yang getol berupaya mempersatukan Syiah dengan NU untuk menciptakan musuh bersama bernama “Wahabi Salafy”. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Konferensi Internasional Gerakan Ekstimisme dan Takfiri dalam Pandangan Ulama Islam, di kota Qom, Republik Islam Iran, pada 23-24 November 2014.

nurul alam saat hadiri konferensi

Gambar 1. Nurul Alam saat hadiri konferensi
Url bukti:
http://ahlulbaitnabisaw.blogspot.co.id/2014/11/galeri-photo-abna-350-ulama-islam-dari.html
http://2.bp.blogspot.com/-fEB6EKaahcU/VHtDo-gEnjI/AAAAAAAAL-c/C-aRtsIWGjI/s1600/a8.jpg

Nukilan:

“Selaku Ketua Tim Aswaja Center Lembaga Takmir Masjid Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (LTM) PBNU, ia aktif terlibat dalam mensosialisasikan bahaya gerakan takfiri, baik di mimbar ataupun seminar, ataupun melalui buku. Hingga saat ini, tidak kurang dari 40 judul buku karyanya telah diterbitkan, salah satunya; Kyai NU Meluruskan Fatwa Merah MUI dan LDII.

Berikut ini adalah wawancara dengan Kyai al-Bantani, seperti yang dikutip dari Kantor Berita Abna;

Bagaimana pendapat Bapak Kyai tentang Republik Islam Iran, yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah?

Iran adalah sebuah negara yang didirikan oleh pendirinya untuk membangkitkan citra Islam. Terlepas bahwa penduduk mayoritas Iran adalah bermazhab Syiah, tapi yang diperjuangkan oleh Iran adalah bukan untuk mengembangkan mazhab Syiah, tapi untuk membangkitkan semangat perjuangan kaum muslimin.

anggota delegasi

Gambar 2.  Tampak pada gambar, KH. Alawi Nurul Alam al Bantani, delegasi dari PB Nahdatul Ulama, Prof. Dr. H. A. Qadir Gasing, Rektor UIN Alauddin Makassar dan Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, MA Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.

Bahwa sesungguhnya musuh-musuh Islam tidak pernah berhenti untuk menghancurkan dan melemahkan kaum muslimin dan kejayaan Islam. Dan ini yang tidak dimengerti oleh banyak orang. Itu disebabkan sibghah [celupan] Allah itu sudah hilang, sehingga ghirah atau semangat keislaman itu tidak ada. Dan jika ghirah sudah tidak ada jadi untuk berpikir Islamiah itu sudah tidak ada. Sehingga orang-orang kemudian sekedar disibukkan untuk menghidupi keluarga, yang dipikirkan hanya untuk kepentingan perut. Padahal sesungguhnya jika kita bertanya, apa yang telah dipersembahkan untuk Islam, maka jawabannya ada di Iran, sejak tahun 1979 sampai sekarang. Itu jawaban untuk pertanyaan yang pertama.

Yang kedua, tidak ada masalah terhadap mazhab Syiah sebetulnya. Selama kita bisa memahami kurikulum Syiah dari orang-orang yang memang terbaik dari kalangan Syiah. Sebab di Syiah sendiri ada takfirinya, sebagaimana di Sunni juga ada takfirinya. Perlakukan beberapa gelintir orang tidak bisa mewakili semuanya, bahkan pendapat ulama itu sendiri tidak serta mewakili semuanya. Bedanya di Iran atau di mazhab Syiah itu lembaga ulama lebih terstruktur sehingga dikenal ada istilah ulama marja dan sebagainya, beda dengan di Sunni yang lebih banyak corak pada pola berpikirnya.

Banyaknya kaum muslimin yang belum mengenal dan mengerti mazhab Syiah, terutama tentang pemikiran ulama-ulamanya itu disebabkan karena kurangnya interaksi mereka dengan buku-buku dan pemikiran-pemikiran Syiah. Karenanya alangkah baiknya, saran saya, lembaga-lembaga keagamaan Syiah mengirimkan buku-buku mereka ke organisasi-organisasi Sunni dan menyatakan, ini lho karya-karya kami, bahkan kalau perlu membuat perpustakaan-perpustakaan yang berisi kitab-kitab Syiah yang mudah diakses masyarakat Sunni. Sehingga antara kedua mazhab ini bisa saling berinteraksi, tukar wawasan dan saling bersinergi, sehingga kemungkinan bersitegang itu bisa diminimalisir.

Al Bantani dalam upayanya mempersatukan NU dan Syiah

Gambar 3. Sang Komprador, buku karya Al Bantani dalam upayanya mempersatukan NU dan Syiah dengan menciptakan musuh bersama…

Pandangan Pak Kyai terhadap pihak yang berbeda perspektif dalam memandang Iran dan Syiah? Misalnya pandangan yang menyebut Iran itu hanya hendak menghancurkan Islam dan Syiah itu bukan bagian dari barisan kaum muslimin.

Itu hanyalah omongan-omongan orang yang tidak mengerti. Jika kita dihadapkan dengan suatu masalah, harusnya yang bicara hanyalah para ahlinya. Lha ini, yang banyak bicara justru orang yang tidak mengerti sama sekali, mereka bukanlah peneliti, bukan pula ulama. Dan ini kita harus pahami, bahwa gerakan seperti ini sudah ada sejak dulu. Mereka justru menjadi benalu dalam Islam.” -selesai penukilan-

Kebohongan Sang Kyai

Gambar 4. Kebohongan Sang Kyai: …yang diperjuangkan oleh Iran adalah bukan untuk mengembangkan mazhab Syiah

Perhatikan pernyataannya:

“….tapi yang diperjuangkan oleh Iran adalah bukan untuk mengembangkan mazhab Syiah..”

“Yang kedua, tidak ada masalah terhadap mazhab Syiah sebetulnya. Selama kita bisa memahami kurikulum Syiah dari orang-orang yang memang terbaik dari kalangan Syiah. Sebab di Syiah sendiri ada takfirinya, sebagaimana di Sunni juga ada takfirinya. Perlakukan beberapa gelintir orang tidak bisa mewakili semuanya, bahkan pendapat ulama itu sendiri tidak serta mewakili semuanya.”

Lihatlah pula bagaimana dia berupaya memuluskan ambisi menSyiahkan Ahlussunnah Indonesia dengan dalih:

“Banyaknya kaum muslimin yang belum mengenal dan mengerti mazhab Syiah, terutama tentang pemikiran ulama-ulamanya itu disebabkan karena kurangnya interaksi mereka dengan buku-buku dan pemikiran-pemikiran Syiah. Karenanya alangkah baiknya, saran saya, lembaga-lembaga keagamaan Syiah mengirimkan buku-buku mereka ke organisasi-organisasi Sunni dan menyatakan, ini lho karya-karya kami, bahkan kalau perlu membuat perpustakaan-perpustakaan yang berisi kitab-kitab Syiah yang mudah diakses masyarakat Sunni. Sehingga antara kedua mazhab ini bisa saling berinteraksi, tukar wawasan dan saling bersinergi, sehingga kemungkinan bersitegang itu bisa diminimalisir.”

Pernyataan di atas sudah cukup mewakili Apa tujuan yang ingin diraihnya dalam mempersatukan Islam dengan Syiah.

Maka sekarang kita tampilkan “ulama terbaik” Syiah yang secara resmi diakui sebagai rujukan oleh negara IRAN, dialah yang menjadi pencetus dan pimpinan rohani Revolusi Iran, Revolusi Khumaini dan silakan pembaca perhatikan kebohongan KH. Nurul Alam al-Bantani yang menyatakan bahwa yang diperjuangkan oleh Iran adalah bukan untuk mengembangkan mazhab Syiah benar-benar didustakan oleh Khumaini sendiri.
Orang-orang Syiah sendiri yang mempublikasikan dan menyebarluaskan ambisi Khumaini tersebut.

وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا

“Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian..” (QS. Yusuf: 26)

Khumaini menyatakan:

Revolusi Islam ini Akan Kami Eksport ke Segenap Penjuru Dunia (Dalam rangka memperingati 30 Tahun Revolusi Islam di Iran).

“Revolusi Islam telah menemukan hakekatnya di dunia, dimana semua kekuatan Adi Daya merasa ngeri dengannya”. (Sahifeh-e Nur Jil: 15 Hal: 223).

“Bangsa yang mulia dan pengikut kebenaran Imam (Husein AS) melalui tetesan darahnya mampu mengubur silsilah Iblis Pahlavi di pekuburan sejarah, serta mampu mengibarkan bendera Islam di seluruh negeri, bahkan di seantero dunia.”. (Sahifeh-e Nur Jil: 4 Hal: 9).

“Revolusi Kita akan kita eksport ke segenap penjuru Dunia.”. (Sahifeh-e Nur Jil: 11 Hal: 266).

“Secara bertahap, sebagaimana adanya, revolusi Kita harus kita eksport ke luar (negeri).”. (Sahifeh-e Nur Jil: 13 Hal: 68 ).

“Kita semua berkewajiban untuk mengenalkan Islam ke segenap penjuru dunia.” (Sahifeh-e Nur Jil: 18 Hal: 102)

“Saya berharap, Kita dapat mengibarkan bendera Islam dan Republik Islam di segala penjuru dunia.”. (Sahifeh-e Nur Jil: 8 Hal: 267).

Dengan menyebarkan revolusi kita yang pada hakekatnya adalah penyebaran revolusi sejati dan menjelaskan ajaran Muhammad, akan mampu mengakhiri hegemoni penzalim dan lintah darat dunia. Dan dengan pertolongan Ilahi (revolusi) kita akan berujung pada kedatangan juru selamat dunia (Imam Mahdi AJ)”. (Sahifeh-e Nur Jil: 20 Hal: 132).

“Revolusi Kita tidak terbatas pada Iran saja. Revolusi bangsa Iran sebagai titik pertama dari revolusi agung di dunia Islam dimana Allah telah menghendaki bahwa panji Imam Al-Hujjah (Al-Mahdi AJ) akan berkibar di hadapan segenap kaum muslimin dan penduduk dunia. Semoga kedatangannya akan segera muncul di era sekarang ini.”. (Sahifeh-e Nur Jil: 21 Hal: 108 ).

Ambisi Khumaini untuk mengeksport revolusi Syiah Iran

Gambar 5. Ambisi Khumaini untuk mengeksport revolusi Syiah Iran ke pelbagai penjuru dunia sehingga dapat mengibarkan bendera Republik Syiah Iran di segala penjuru dunia.

Kita lihat ungkapan Khumaini selanjutnya:

“Kita berharap, kebangkitan ini, dan Revolusi ini akan berujung pada kemunculn Imam Zaman (Al-Mahdi AJ). Dan Kita berharap, Revolusi ini akan tertular kepada semua masyarakat dunia dan kaum yang tertindas (mustadzafin).”. (Sahifeh-e Nur Jil: 13 Hal: 21).

“Kita berharap, Revolusi ini menjadi revolusi dunia sehingga menjadi mukadimah bagi kemunculan Baqiyatullah (Imam Mahdi AJ)”. (Sahifeh-e Nur Jil: 16 Hal: 88 )

“Ya Tuhan, anugerahkan kepada Kami dan jadikanlah Revolusi Kami ini sebagai mukadimah dari runtuhnya semua istana angkaramurka dan jatuhnya usia gemilang para penzalim di semua penjuru dunia.”. (Sahifeh-e Nur Jil: 20 Hal: 118 ).

“Masa depan sebegitu cerah. Kita semua dalam penantian untuk melihat Mentari itu (Imam Mahdi)”. (Sahifeh-e Nur Jil: 20 Hal: 59).

Ambisi Mensyiahkan dunia tersebut diposting sendiri oleh Syi’i dalam akunnya:
https://m.facebook.com/notes/bukhori-supriyadi-yadi/imam-khomeini-revolusi-islam-ini-akan-kami-eksport-ke-segenap-penjuru-dunia-insy/501933336558003

Bukti nyata di depan mata yang bisa kita saksikan dari upaya Iran menSyiahkan dunia adalah (bagaimanapun cara Iran bertaqiyyah -berdusta adalah bagian dari agama mereka- tidak mengakui dukungan terhadap pemberontakan yang dilancarkan oleh Syiah Hutsi Yaman adalah dirudalnya kapal Iran selagi memasok persenjataan buat pemberontak Hutsi Yaman seperti pada link berikut ini:

https://youtu.be/_I0CpBsE4nQ

Walhamdulillah.

Baca artikel terkait:

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>