Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Perbedaan Antara Seorang Yang Lemah Kesalafiyahannya Dengan Seorang Mumayyi’ (Yang Lembek Manhajnya)

Bismillahirrohmanirrohim. o

perbedaan antara seorang yg lemah kesalafiyahannya dgn seorang mumayi

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)

“Mutiara Pesan Asy-Syaikh Rabi’”

 

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah tentang apakah perbedaan antara seorang yang lemah kesalafiyahannya dengan seorang yang lembek manhajnya?

Beliau –barakallahu fihi– menjawab:

Seorang yang lemah kesalafiyahannya adalah seorang yang pada dasar prinsipnya adalah salafiyyah. Prinsipnya sama dengan prinsip kita bahwa firqah ikhwaniyyah, firqah tablighiyyah dan firqah-firqah lainnya adalah firqah yang sesat, yang berhak mendapatkan hajr (pemboikotan), dia membenci mereka, akan tetapi dia lemah dalam bersikap.

Sebagai contoh dia berjabat tangan dan memberi salam kepada seorang ikhwany dengan keyakinannya bahwa mereka di atas kesesatan. Akan tetapi dia melakukan hal tersebut kepadanya karena adanya suatu hubungan tertentu, hubungan pertemanan, hubungan bisnis, karena perasaan malu (tidak enak), atau karena adanya sebuah mashlahat yang dia sangka baik padahal sebenarnya adalah buruk. Maka dikatakan bahwa orang tersebut lemah dalam bersikap.

Adapun orang yang lembek manhajnya adalah seorang yang dasar prinsipnya rusak dan dia menampakkan dirinya dengan pakaian salafiyyah, sementara dia meyakini bahwa manhaj ahlus sunnah adalah luas, mencakup di dalamnya ikhwaniyyah, tablighiyyah dan yang lainnya dan meyakini bahwa mereka termasuk ahlus sunnah. Dia juga berupaya menetapkan dan mempromosikan (prinsipnya tersebut) di tengah-tengah salafiyyin/ahlus sunnah dengan penetapan dan kaidah-kaidah yang bathil. Dia ingin menghancurkan pagar pembatas antara ahlus sunnah dan ahlul bid’ah, menghancurkan prinsip al-bara` (berlepas diri dari kebid’ahan dan pelakunya, pent.) dari ahlul bid’ah dengan kaidah-kaidah yang rusak. Dia ingin menetapkan secara berbeda manhaj al-wala` wal bara`, serta berupaya untuk menampakkan diri dengan kesalafiyahan.

Seperti ‘Adnan ‘Ar-ur dan Al-Ma`riby, mereka merusak para pemuda salafi dengan cara menetapkan kaidah-kaidah yang rusak yang melenyapkan manhaj al-wala` wal bara`.

Maka perbedaan (di antara keduanya) sangat jelas barakallahu fiikum.


Pertanyaan ini diajukan kepada beliau pada pertengahan bulan Rabi’uts Tsani 1425 H.

Sumber artikel: Situs Sahab As-Salafiyyah.

Alih Bahasa : Al- Akh Umar Ubadah

Salafy Lintas Negara

Teks arab

#الفـرق بين السلفي الضعيف و المـميع#
من درر ربيع السنَّة
الشيخ العلامة الوالد أبو محمد ربيع بن هادي المدخلي
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على خاتم النبيين وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان إلي يوم الدين..
فهذا سؤال وجه للشيخ ربيع حفظه الله عن ما هو الفرق بين السلفي الضعيف و المميع؟
فقال بارك الله فيه : السلفي الضعيف من كانت أصولهُ سلفية فهو معنا على أن الإخوان و التبليغ و غيرهم من الفِرَق أنهم فِرَقٌ ضالةٌ، و أنَّهم يستحقون الهجر، و أنَّه يُبغضهم ، و لكنه يضعف في موقف، فمثلاً يصافح و يسلّم على إخواني مع اعتقاده أنَّهم على ضلال ، و لكنه فعل ذلك مع هذا الشخص لعلاقة أو صداقة أو معاملة تجارة أو خجل أو مصلحة ظنها صالحة و هي فاسدة، فهذا يقال أنَّه ضعف في هذا الموقف، أمَّا المُميّع فهو الذي أصوله فاسدةٌ أصلاً و يلبس ثوب السلفية و يتظاهر بذلك ،و هو يعتقد أن منهج أهل السَّنة و اسعٌ يسع حتى الإخوان و التبليغ و غيرهم و أنهم من أهل السّنة، و يسعى في تقرير ذلك بين السلفيين بتأصيلات و قواعد باطلة ، فهو يريد أن يهدم السور الواقي بين السلفيين و أهل البدع ، أن يهدم البراء من أهل البدع بقواعد فاسدة، يريد أن يقضي على التمايز على منهج الولاء و البراء و يستغل كونه يتظاهر بالسلفية ، مثل عدنان عرور و مثل المآربي فهؤلاء يعيثوا في الشباب السلفي فساداً بتأصيل قواعد فاسدة تُميتُ منهج الولاء و البراء ، فالفرق واضح بارك الله فيكم.

تاريخ السؤال منتصف ربيع الثاني عام 1425 هـ
المصدر شبكة سحاب السلفية

مــا هو الفـرق بين السلفي الضعيف و المـميع.من درر ربيع السنَّة – المنبر الإسلامي – شبكة سحاب السلفية –

[# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat!http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=128231

.

 

 

 

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.