Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Daya Rusaknya Manhaj Mutalawwin Dzulqarnain Dkk Bersama Hajuriyun

Daya Rusaknya Manhaj Mutalawwin Dzulqarnain Dkk Bersama Hajuriyun

Bismillah.

Pada makalah yang lalu telah kita nukilkan bagaimana Arif M. Sunusi menuding secara tendensius bahwa penegasan tahdzir Asy Syaikh Rabi’ serta pengungkapan bukti-bukti kejahatan saudaranya (Dzulqarnain M Sunusi) adalah sebagai bentuk ghibah. Maka di sini kami nukilkan risalah singkat seputar syubhat yang dia lemparkan tersebut dari WhatsApp Salafy Lintas Negara, semoga ada guna dan faidahnya, amin.

arif m sunusi

Gambar 1. Screenshot Arif M.Sunusi Menggiba saudaranya sendiri

CATATAN RINGAN

>>itu bukanlah ghibah,tapi nashihat<<

Sering kita mendengar sebagian para ulama mentahdzir seseorang. Mengatakan, fulan sesat, fulan mubtadi’, dan seterusnya.

Lalu sebagian orang-orang yang jahil mengatakan ungkapan-ungkapan:

Bukankah ini ghibah??

Bukankah ini membongkar aib seorang muslim di depan umum??

Bukankah ini haram??

Dan seterusnya dari ungkapan-ungkapan yang mereka katakan.

Lalu……

Apakah begitu kenyataannya?

Apakah ini termasuk ghibah?

Ternyata jawabannya, “TIDAK”.

Hal ini bukanlah ghibah, bahkan ini adalah nashihat.

Ghibah –sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama-, adalah menyebutkan orang lain dengan hal2 yang ia membencinya……

Berkata al Imam Ibnu Rajab rahimahullah dalam Syarh ‘Ilal at Tirmidzi:

“Sebagian orang yang tidak punya ilmu menyangka, bahwa hal tersebut termasuk dari ghibah, tapi tidaklah demikian. Karena penyebutan aib seseorang apabila ada mashlahat padanya, walaupun sifatnya khusus, seperti kritikan terhadap persaksian seseorang yang dusta, adalah hal yang diperbolehkan tanpa ada perselisihan.

Dan pada hal-hal yang adanya adanya mashlahat bagi kaum muslimin secara umum lebih utama –untuk diperbolehkan-.

Demikian pula diperbolehkan menyebutkan kejelekan orang lain jika padanya ada mashlahat khusus. Seperti misalnya seseorang yang meminta pendapat dalam pernikahan atau mu’amalah.

Dan hal ini ditunjukkan oleh sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha: ” Adapun Mu’awiyah, ia orangnya miskin, tidak punya apa-apa. Adapun Abu Jahm, dia tidak pernah meletakkan tongkatnya dari atas pundaknya”.

Dan demikian pula Rasulullah meminta pendapat kepada Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid ketika berniat  menceraikan istrinya ketika ahlul Ifk mengatakan apa-apa yang mereka katakan –tuduhan zina kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha-.”

Kemudian al Imam Ibnu Rajab rahimahullah menyebutkan beberapa atsar dari para imam ahlul hadits….

Al Imam Syu’bah bin Hajjaj berkata: “kemarilah, kita ghibah di jalan Allah sesaat”, yakni  menyebutkan al Jarh wat Ta’dil –celaan dan pujian terhadap perawi hadits-.

Al Imam Ibnul Mubarak menyebutkan keadaan seorang perawi dan mengatakan tentangnya: “Ia berbuat dusta”. Maka ada seseorang berkata kepadanya: “Wahai abu Abdurrahman –kunyah Ibnul Mubarak-, engkau mengghibahinya”.

Maka dijawab oleh Ibnul Mubarak: “Diamlah kamu, jika kita tidak menjelaskannya, bagaimana akan diketahui al haq dari kebatilan”.

Dan diriwayatkan dari al Imam Sufyan bin ‘Uyainah,bahwa ia berkata: “Sesungguhnya ini adalah amanah dan bukanlah ghibah”.

Dan Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata: “Abu Turab an Nakhsyabi datang kepada ayahku –al Imam Ahmad-, lalu ayahku berkata: “fulan dha’if, fulan tsiqah” maka Abu Turab berkata: “Wahai syaikh, jangan engkau mengghibahi ulama!”. Maka ayahku menoleh kepadanya dan berkata: “Celaka kamu, ini adalah nashihat, dan bukanlah ghibah”.

Muhammad bin Bundar as Sabbak al Jurjany berkata: Aku berkata kepada Ahmad bin Hambal: “Sesungguhnya diriku merasa berat untuk mengatakan ‘fulan dha’if, fulan pendusta’.

Maka Imam Ahmad berkata: “Jika aku diam dan kamu juga diam, maka kapan seorang yang jahil akan mengetahui yang shahih dari yang tidak shahih?”

Dan tentunya perkataan para ulama salaf dalam hal ini sangatlah banyak. Dan terlalu banyak untuk disebutkan dalam tempat yang terbatas ini. Tapi kiranya apa yang telah disebutkan bisa mencukupi.

Kesimpulannya…….

Maka faedah yang bisa kita petik dari perkataan para ulama salaf di atas, bahwa menyebutkan kejelekan seseorang apabila padanya ada mashlahat bagi kaum muslimin hukumnya diperbolehkan, dan hal itu tidak termasuk dalam ghibah yang diharamkan, bahkan merupakan sebuah nashihat.

Terlebih lagi apabila dengannya terjaga kemurnian agama ini, misalnya ketika menyebutkan kesesatan para ahlul bid’ah, maka hal ini lebih utama untuk diperbolehkan, bahkan terkadang menjadi hal yang dianjurkan….

Wallahu a’lam bish shawab……

Lihat Syarh ‘Ilal at Tirmidzi hal 44-47.

Akhukum fillah

Abdulaziz bantul

-salah satu pelajar di Darul Hadits Fuyusy, Yaman-

 

Contoh Riil Daya Rusaknya Manhaj Bunglon yang dikobarkan oleh Dzulqarnain dkk.

Pada makalah yang telah lalu (http://tukpencarialhaq.com/2014/02/27/manhaj-mutalawwin-dzulqarnain-dan-sikap-main-mainnya-bersama-hajuriyun/) telah kita paparkan bukti dan faktanya bagaimana Dzulqarnain beserta jajarannya dan pengekornya bersatu padu bersama Hajuriyun dalam memerangi Ahlussunnah dan ulamanya, bahkan menjadi corong utama mereka.

Dan setelah kita buktikan kejahatan Al Hajury dan pengekornya benar-benar memerangi Ahlussunnah dan dakwahnya, pada tulisan ini kami akan tunjukkan bagaimana pada perkembangan berikutnya orang yang setingkat ustadz (yang menjadi kawannya Dzulqarnain) menjadi berubah total 180 % dalam menyikapi kebrutalan fitnah Hajuriyah dan bahkan berbalik arah dari sikap yang sebelumnya dia yakini.

Perhatikan bukti screenshot di bawah ini, sebagian isi surat terbuka yang dikirimkan kepada Yahya Al Hajury dan utusannya pada tanggal 23 Jumadats Tsaniyyah 1430 H (17 Juni 2009):

surat terbuka kepada al hajury dan utusannya

Gambar 2. Screenshot Surat Terbuka kepada Al Hajury dan utusannya

Dan berikut adalah sebagian nama yang termaktub pada surat yang dikirimkan kepada Al Hajury dan utusannya:

harits aceh sebelum terpapar

Gambar 3. Screenshot Haris Aceh sebelum terpapar

Dan perhatikanlah sekarang bagaimana Haris Aceh telah berubah sikap secara total, menjadi “sadar” bahwa jalan yang ditempuh oleh asatidzah dalam upayanya membendung dan melindungi umat dari serangan brutal Hajuriyun selama ini ternyata adalah jalan kotor dan dzalim yang dia menentangnya dengan keras.

Screenshot arsip email dari Haris Aceh

Gambar 4. Screenshot Haris Aceh setelah terpapar

Nampak dari isi e-mail di atas:

Haris menegaskan bahwa membantah dan menyingkap bukti-bukti kejahatan MUJAHIRIN Jafar Salih adalah sikap yang tidak punya adab kepada duat Salafiyyah yang telah menghabiskan umurnya (perhatikan gayanya yang berlebihannya dalam menyifati orang yang masih hidup namun dikatakan “menghabiskan umurnya” (di facebook) untuk melemparkan syubuhat dan talbisat serta pembelaannya (baca:difa’) terhadap hizbiyyah dan corong-corongnya dengan tak luput menghantam duat Ahlussunnah dalam keadaan Haris benar-benar mengetahui sendiri bukti-bukti penyimpangannya dan mengakui kesalahannya:

“…dan terus terng ana katakn sikap antum kepada ustad ja’far,sikp yang tdk punya adab seorng salafy kpd du’at assalafiyyah yang telh mnghbskan umurnya untuk menuntut ilmu dan difa’ dari sunnah,yang mungkin kita belum melkukan apapun,apa yang telh dilakukan ustd ja’far sholeh hafidhahullah…apa yang antum sebutkan bukti2 tersebut,alhamdulillah ana sdh tau dan sebgiannya ana meliht sndri………dan alhamdulillah ana telh memberikan bebrpa masukan kpd ustad ja’fr dgn cara dan adab yang baik kpd seorng da’i ahlisunnah…..jdi ya akhi kariim,ini adlh keslhn ustad ja’fr dlm perkra ini,semg allah mengampuni dosa2 beliau dan memberi petunjuk kpd beliau…”

Silakan simak kembali jawaban seputar syubhat yang dilontarkan Haris Aceh tersebut dalam tema:

SIKAP AHLUSSUNNAH TERHADAP KESALAHAN YANG TERSEBARLUAS

Dan perhatikan sekarang bagaimana Haris yang namanya pada tahun 2009 masih tercantum dalam surat asatidzah kepada Al Hajury dan utusannya yang hendak ke Indonesia, pada email tahun 2011 yang dia kirimkan tersebut telah berubah amat sangat total sikapnya terhadap asatidzah dan salafiyin secara umum (dan bahkan menyerang dan memvonis dengan tuduhan-tuduhan yang sangat luar biasa lagi khabits dan kasar!!!) dalam menyikapi dan melawan kebrutalan dakwah Al Hajury dan para pengekornya:

…yang sangt disyangkan di barisan kita, sebagai pembela syikhuna Abdurrahman,ato asatidzah di Indonesia, memaki cra2 hajuriyun, yang ana memandang ini sma saja jaln merka,jln yang lotor dan keji,dan kedholiman terhdp manhaj assalafiyyah…dan ana memndang orng2 seprti ini tdk mengrti apa itu fitnah diyamn,siapapun mrka…

Bantahan-bantahan terhadap penyimpangan dan kesesatan Al Hajury dan Hajuriyun telah tersebar luas di situs-situs Ahlussunnah, sebagian ulama bahkan telah berbicara dan Haris telah memvonis itu semua sebagai “memaki cra2 hajuriyun, yang ana memandang ini sma saja jaln merka,jln yang lotor dan keji,dan kedholiman terhdp manhaj assalafiyyah…dan ana memndang orng2 seprti ini tdk mengrti apa itu fitnah diyamn,siapapun mrka…” dalam keadaan Dzulqarnain dan kelompoknya telah berkomplot bersama mereka!!

La haula wala quwwata illa billah, Hadza buhtanun ‘adzim.

Sembari Haris melemparkan syubhat:

“…kalo kita meliht membela hajuri,mash bnyak ulama yang menghormati hajuri…bukan kah bgt?tpi apanya sodaraku?cara2 yang merka pakai dlm menyikapi khilaf ini yang sangt kita ingkari….alhalim ya’rif bil isyarah….ato gaya2 yang dipakai oelh ja’far umar tholib yang sebgain mash tersisa dalm sof kita pemikiranya..allahu almust’an!w ana telh berbicara dgn bebrapa asatidzah,sya menentang keras skp megobati permaslhn ini dgn disebt di ta’lim apakah dgn terus terang ato dgn isyarah,krn itu akn muncul mudhart yang lebh besar dan memch belh shof ahlisunnah….”

Lihatlah bagaimana Haris terang-terangan menutup mata dari kejahatan Al Hajury yang telah dibantah dan diungkap oleh Ahlussunnah dari pelbagai negara ketika itu, bahkan berupaya membela dan melindunginya dengan ucapan “mash bnyak ulama yang menghormati hajuri”!!

Siapakah yang berdekatan dengan Jafar Umar Thalib wahai Haris??? Siapa yang menyambut hangat “acting” taubatnya? Siapa yang berbuka bersama dan beramah tamah dengan Jafar Umar Thalib di bulan Ramadhan di Masjid Fatahillah sehari atau dua hari sebelum team jalsah Qurtubi Travel-Dzulqarnain berangkat ke Mekah dengan disaksikan para jama’ah shalat Maghrib? Kalau engkau tidak mau tahu, maka itu adalah musibah dan jika engkau memang ingin mendapatkan kebenaran akan kisah ini maka tanyakanlah kepada Cahyo dan Ali Basuki, siapa saja mereka itu yang bergaya-gaya dengan Jafar Umar Thalib yang menyimpang di depan para jama’ahnya! Bercerminlah dahulu sebelum melempar kotoran pada orang lain. Allahul musta’an.

Bukankah surat terbuka asatidzah (yang di dalamnya juga tercantum namamu) tersebut membawa amanah dari Syaikh Rabi’ dan dipublikasikan kepada umat sebagaimana Hajuriyun secara terbuka menyerang secara brutal Ahlussunnah? Lalu bagaimana engkau bisa berubah total dengan berucap “w ana telh berbicara dgn bebrapa asatidzah,sya menentang keras skp megobati permaslhn ini dgn disebt di ta’lim apakah dgn terus terang ato dgn isyarah,krn itu akn muncul mudhart yang lebh besar dan memch belh shof ahlisunnah”?

Bahkan yang kami ketahui dengan yakin berdasarkan bukti dan data sebagaimana dipaparkan dalam makalah sebelumnya, shof kalianlah (yang bersama Dzulqarnain) yang bersatupadu dengan Hajuriyun demi “kemaslahatan” yang lebih besar (dalam memerangi Ahlussunnah dan dakwahnya) dan bahkan menjadi corong utama mereka sementara untuk membantah syubhuhat dan talbisat Hajuriyun engkau nyatakan tanpa ragu “sya menentang keras skp megobati permaslhn ini dgn disebt di ta’lim apakah dgn terus terang ato dgn isyarah”?!! Lalu bagaimana kami bisa menerima penawaran jual belimu yang rusak?

Jadi, dimana kami bisa mendapatkan bayan rujukmu dari sikapmu yang terdahulu (surat terbuka kepada Al Hajuri dan utusannya)? Bukankah engkau mengingkari dan menentang keras “skp megobati permaslhn ini dgn disebt di ta’lim apakah dgn terus terang”?

Dan lihatlah kenyataan bahwa di setiap daerah yang ada satu atau dua orang saja yang teracuni oleh fikrah Hajuriyun telah cukup untuk membuat kacau dan resah Salafiyin dan Salafiyat di daerah tersebut karena sms-sms terror mereka?

Haris melanjutkan paparan syubhatnya:

“semntra disna ada cara yang lbh baik yang bisa ditempuh dgn cara sembunyi2 ato melalui telp sebgaimna naseht syaikh robi’ kpa abul hasan ato yang lainya,dan bertahun2 lamanya…”

Dan lihatlah dengan cermin ucapanmu sendiri sekarang bagaimana kalian dalam menyikapi tahdziran Asy Syaikh Rabi’ terhadap Dzulqarnain!! Menerimanya? Menolak mentah? Menentang dan menantang dan merendahkan beliau????

Perhatikan pula bagaimana Haris memvonis Ahlussunnah yang membantah Al Hajuri dan pengekornya secara terbuka dengan tuduhan-tuduhan besar lagi khabits (padahal bantahan-bantahan ilmiyah terhadap fitnah Hajuriyah telah pula bertebaran di situs wahyain dan selainnya) dan berupaya mengilzamnya dengan sikap Syaikh Rabi’ terhadap Abul Hasan Al Ma’riby yang bertahun-tahun lamanya. Dan tentu pembaca masih ingat dengan sikap Syaikh Rabi’ dalam satu kali jalsah (bukan bertahun-tahun lamanya!!!) di Mekah yang memutuskan tahdziran beliau terhadap Rodja setelah mendapatkan kejelasan dari kedua belah pihak terkait Rodja dan para da’inya.

Dan pada poin terakhir dari e-mailnya, Haris mengaku telah mengadukan pada Syaikh Abdullah Al Mar’i terkait fitnah Rodja yang dibahas sebagai tema pada daurah Cileungsi tersebut yang sebagian syubhat dan tipu daya mereka ALHAMDULILLAH telah diungkap, dibongkar dan dijawab oleh asatidzah.

Berikut beberapa file pada daurah Cileungsi yang membongkar kejahatan Rodja dan syubuhat para pembelanya yang berbaju salafy:

Tanya jawab terkait Hizbi Rodja – Ust. Askari

atau download di sini

Rodja Sururi Turatsi

atau download di sini

Bibi ane dapat hidayah dari Radio Rodja

atau download di sini

Mubarak Bamualim melanjutkan kuliah di IAIN setelah dari Universitas Madinah

atau download di sini

Siapakah Yazid Jawas

atau download di sini

Rodja Hizbi Sururi – Ustadz Muhammad

atau download di sini

jafar salih ngamuk

Gambar 5. Screenshot Jafar Salih ngamuk hebat setelah dikirimkan link audio 3 asatidzah dengan tema BAHAYA SURURIYYAH

Haris Aceh dan Keterlibatannya dalam Grup BBM KIIJ

Untuk melengkapi gambaran bukti proses perubahan sikapnya, berikut ini kami lampirkan keterlibatannya dalam grup BBM KIIJ agar para pembaca bisa menyaksikan betapa benarnya:

الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat/berteman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)

Berikut sebagian isinya:

Milis Blackberry Messenger yang bernama BBM KIIJ dimana didalamnya ada setidaknya 3 ustadz yang bercokol (bersama Jafar Salih dan Abdullah Sya’roni) . Berikut contoh isi milis yang disebarkan tanpa ada komentar, peringatan apalagi pencegahan:

Tanggal 24 Des 2010, jam 22.12 WIB, Ratih Tri Wulandari mengirim kepada seluruh anggota KIIJ, tulisan berikut :

Dari “tetangga”
Assalamualaikum. Siklus tahunan gangguan terhadap aqidah muslimin telah dimulai dalam beberapa hari terakhir ini dan akan mencapai puncaknya besok 25 Desember 2010 dan juga akhir tahun 2010 ini. Bentengi aqidah saudara dengan ilmu. Silahkan baca artikel-artikel di link-link berikut ini dan semoga bermanfaat.

http://muslim.or.id/manhaj/selamat-natal.html

http://muslimah.or.id/aqidah/bolehkah-mengikuti-natal-bersama-dan-tahun-baru.html

http://muslim.or.id/aqidah/selamat-natal-bolehkah-sanggahan-untuk-al-qardhawi.html

http://muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html

http://radiomuslim.com/fatwa-mui-tentang-mengikuti-perayaan-natal-bersama/

http://ahlussunnah.info/tag/natal/

http://alqiyamah.wordpress.com/2010/12/17/hukum-mengucapkan-selamat-natal/

http://al-atsariyyah.com/fatawa-seputar-perayaan-natal.html

http://konsultasisyariah.com/jual-beli-untuk-natal

http://ahlussunnah.info/blog/2009/12/23/artikel-ke-21-ayat-natal-dalam-al-quran/

http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/12/23/fatwa-ulama-hukum-hadiah-natal-dan-tahun-baru/

http://jilbab.or.id/archives/467-fatwa-mui-tentang-perayaan-natal-bersama/

http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/12/20/tanya-jawab-hukum-jual-beli-untuk-kepentingan-natal/

http://abangdani.wordpress.com/2010/12/23/sejarah-natal-menurut-sumber-dan-pengakuan-penganut-kristiani-sendiri/

http://artikelassunnah.blogspot.com/2009/10/fatwa-ucapan-natal_18.html

http://maramissetiawan.wordpress.com/2007/12/24/menyikapi-perayaan-natal/

http://ibnuramadan.wordpress.com/2009/03/18/antara-natal-dan-maulid-nabi/

Komentar:

Situs-situs sururi turotsi disebarluaskan tanpa peringatan apapun. Mereka menyebut Sururi sebagai “tetangga” yang “baik”, buktinya kejahatan manhaj semacam inipun dibiarkan saja oleh para ustadz tersebut.

Catatan penting:

http://salafiyunpad.wordpress.com adalah situs hizbi yang secara resmi diminta oleh Abdullah Taslim menyebarkan klarifikasi terkait tahdzir Syaikh Abdullah Bukhari terhadap Firanda dimana di dalamnya berisi pembelaan terhadap Firanda, penghinaan (perendahan) terhadap para masyayikh yang diundang dalam dauroh tahunan di Bantul, Allahul musta’an.

Tgl 6 Jan 2011. Jam 23.37 WIB. Arwine Aldrin :
Info Pengajian Da’i Center :
Assalamu’alaikum Wr Wb. Undangan !!!
Kepada semua kaum muslimin muslimat dimanapun berada…Hadirilah Tabligh Akbar Istighotsah Kubro “Doa untuk negeri” bersama Indonesia bertauhid di kediaman Moehhay Attaly dalam rangka launching DA’I CENTER pada :
Sabtu Malam, 8 Jan 2011, Jl. Raya Utama Pemda Cibinong Bogor. Pembicara :

Prof. DR. KH. Syukron Ma’mun
Ust Jefry Al Buchori
Ust Yusuf Mansur
Ust Amirul Senjayadin
Habib Mahdi Alatas
Habib Abdurrahman Khirid
Ust Aswan Faisal
Ust Nurul Huda Haem
Ust Mujib Chudlori
Ust Jaka Tingkir
Ust Bucep Jamhur
Ust Solmed
Ust Zacky Mirza
Ust Koko Liem
Ust Iwan Zawawi
Ust Ahmad Bachir
Dan Da’i lainnya.

MC : Hafidz Salim
Ust Ali Limau

Besar harapan kita untuk menghadiri acara ini demi agama Allah dan syiarnya. Bismillah !!!
Wassalaamu’alaikum Wr Wb

Ttd,

Uyad Al Bantani & Moehhay Attaly

Kesimpulan:

Jelas, tanpa perlu penjelasan lagi hasungan mengikuti acara bid’ah istighotsah Kubro di dalam BBM KIIJ.

 

7 Jan 2011. 14.19 WIB. Mulyadi Djailani :
Oia ustd Harist, bs berikan sdikit pencerahan ga ya utk temen2 di grup ini yg blm mengenal secara keseluruhan kpd prinsip ASWJ…

7 Jan 2011. 14.21 WIB. Harist (Mukhlis) :
Ahlaan… Misalnya…?

7 Jan 2011. 14.34 WIB. Mulyadi Djailani :
Ahlan bik ya ustd. Apa aja deh yg penting bs dimengerti dgn mudah oleh kawan2 kita di grup ini. Mngkin bagi anggota grup ini yg msh blm tahu persis perkara sunnah bs layangkan pertanyaan. Terserah pertanyaannya apa saja yg terkait dgn pemahaman sunnah.

7 Jan 2011. 14.38 WIB. Berliana Bermawi :
Iya, jgn malu bertanya..semoga kita tdk sesat di jalan..

7 Jan 2011. 14.38 WIB. Mulyadi Djailani :
(memberikan acungan jempol)

7 Jan 2011. 14.39 WIB. Berliana Bermawi :
Ada ustd Abdullah, ustd Ja’far, dan ustd Harits… insya Allah siap ya… ditanya.

Kesimpulan :

Ini menunjukkan bahwa ke 3 asatidz di atas merupakan anggota KIIJ.

Lalu pada tanggal 11 Januari 2011 Haris mengirimkan e-mail yang isinya nampak pada bukti screenshot gambar 4. Allahul musta’an.

Maka demikianlah salah satu contoh realitas dari daya rusaknya manhaj Bunglon Dzulqarnain dkk. bersama Hajuriyun dan Halabiyun terhadap seorang yang bernama Haris Aceh, dampak buruk hasil pergaulan dan pertemanannya dan kita senantiasa berdo’a agar diberi ketetapan hati untuk istiqamah di jalan Al Haq sampai ajal menjemput, berlindung kepada Allah dari kejahatan makar mereka, baik yang nampak maupun tersembunyi. Allahu a’lam.

wahai Rabb kami janganlah engkai simpangkan hati kami setelah Engkau bei petunjuk kami

Gambar 6. Screenshot kita memohon kepada Allah agar meneguhkan kita semuanya di atas Al Haq.

2 comments to Daya Rusaknya Manhaj Mutalawwin Dzulqarnain Dkk Bersama Hajuriyun

  • Al Faqir ilallah

    Diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud radhyallahu anhu : “Nilailah manusia berdasarkan kawan-kawan dia karena seseorang itu tidak akan berkawan kecuali bersama seseorang yang dia senang kepada karakternya, kepada akhlaknya kepada manhajnya.”
    Maka cukup jelas mereka bersama dengan kawan akrabnya (yg mereka istilahkan “tetangga”).sayang menyayangi dengan berta’awun menyebarkan acara kebid’ahan mereka. Subhanallah..
    jazaakallahu khoyron akh atas bukti-bukti kesesatan mereka yang di tampilkan untuk menjaga manhaj dan akidah umat.
    Baarakallahu fiyk.

  • abu najla

    Allahul Musta’an…!!!

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.