Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Hanan Bahanan Overload Bag.1

Bismillahirrohmanirrohim. o

Jual Beli Manhaj Murahan (Diskon 50%)

Dedengkot Quthbiyyun di Wajah Hanan Bahanan (Data dan Fakta)

updated 23 Dzulqa’dah 1433 H/ 09-10-2012 M

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Hanan Overload 001

Huwa Sayyi’ (Sebuah Pengantar untuk Menjawab Tuduhan)

Sejatinya makalah ini telah tersusun dan terpublikasikan sekitar sebulan yang lalu (jadi bukan makalah baru setelah terjadi polemik antara saudara facebooker HB dengan saudara Abu Alifah, jadi sebelum melontarkan tuduhan serampangan mohon dicermati dengan seksama dan tenang tanggal makalah ini selesai diketiknya tanggal updatenya dan tanggal dipublishnya di box.com). Makalah ini telah pula dijadikan sebagai FOOTnote (Catatan Kaki) dalam artikel berjudul http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2012/09/14/masalah-ihya-at-turats-belum-selesai/. Dalam footnote satu-satunya pada makalah ini merupakan tanggapan kami seperlunya atas tuduhan dusta isnat kepada kami bahwa kami memiliki akun-akun facebook dengan pelbagai nama samaran (sang facebooker lagi-lagi tidak menggunakan akal sehatnya dengan menantang orang yang tidak memiliki akun facebook untuk berhadapan melalui arena facebook? Padanya terdapat pepatah bagai pungguk merindukan bulan). Dengan alasan itu pula kami tidak merasa terlalu perlu untuk mencantumkan nama kami sebagai penyusunnya karena tuduhan tersebut tidak ditujukan selain kepada kami pribadi. Kalaulah kami sengaja tidak mencantumkan nama kami dengan tujuan menyembunyikan identitas atau agar tidak ingin dikenali oleh saudara facebooker HB hadahullah tentulah kami tidak akan memasang footnote (satu-satunya) tanggapan terhadap tuduhan yang dilontarkan kepada kami (dan bukan kepada orang lain), tentu saja ini menjadi pertimbangan yang wajar bagi orang yang masih berakal jernih. Di dalam makalah ini terdapat bukti-bukti nyata bahwa saudara kita facebooker HB hadahullah tidaklah memiliki rasa malu untuk memamerkan  promo dahsyat Jual Beli Manhaj Murahan (dengan diskon 50%) Dedengkot Quthbiyyun dari kawan facebook-nya, hizbi At Tibyan. Pun saudara kita facebooker Al Ilmu Darussunnah tak merasa canggung mengawal ketat secara terbuka perjuangan beliau dengan begitu gigih bersemangat.

alilmu dan firanda friends

Gambar a. Screenshot Fergaulan Bebas. Berteman dengan dedengkot Turatsi Rodjai Halabiyyun. Mencampakkan fatwa Asy Syaikh Abdullah Al-Bukhari, Asy-Syaikh Khalid Kuwait dan disepakati oleh Asy-Syaikh Robi’hafizhahumullah. Huwa Sayyi’

Dukungan ramai dari para facebooker Hizbiyyun benar-benar terasa begitu menghangatkan suasana facebooknya.

fergaulan bebass

Gambar b. Screenshot Fergaulan Bebas. Berteman dengan dedengkot Turatsi Rodjai Halabiyyun. Mencampakkan tahdzir Asy Syaikh Abdullah Al-Bukhari, Asy-Syaikh Khalid Kuwait dan disepakati oleh Asy-Syaikh Robi”hafizhahumullah. Huwa Sayyi’

Tentu saja tidak ada alasan syar’i bagi kita untuk merasa minder (apalagi ketakutan) dalam menyebarkan fatwa para Masyayikh Ahlussunnah hafizhahumullah kepada umat yang menyingkap dan membongkar kesesatan dedengkot Quthbiyyun yang dipromojual belikan di wajah saudara facebooker HB sebagai sebuah ikhtiar sebatas yang kita mampu agar semoga tidak ada diantara saudara-saudara kita yang tertipu apalagi terkecoh dengan mengelu-elukan tokoh-tokoh penyesat umat.

Padanya mengandung penyebaran berita bohong dan menyesatkan, pengelabuan publik dan penipuan umat. Sekian banyak pasal (baca: ayat) Al Qur’an yang dilanggar oleh saudara facebooker HB. Dan ini tidak ada kaitannya dengan urusan pribadi atau kehormatan diri, sama sekali. Dan tidak selayaknya kita berbicara tentang kehormatan diri-diri  kita manakala penyesat umat dijajakan di depan mata, ya penyesat umat yang telah diperingatkan oleh para ulama Ahlussunnah.

Kalaulah kehormatan diri yang memang harus dibela tentulah kehormatan diri para ulama Ahlussunnah tersebutlah (yang telah berfatwa memperingatkan umat dari kesesatan dedengkot Quthbiyyun) yang paling layak untuk dibela dan bukannya kehormatan diri-diri kita. Bukannya malah si pemilik rumah si empunya yang mempromojualkan gembong Quthbiyyun tersebut (dengan diskon 50%!!!!) yang nyata-nyata memfasilitasi penyebaran kesesatan malah merengek-rengek minta didukung dan dibela kehormatan dirinya!!!

Raja, Kerajaan, dan Singgasana, Antara Bualan Pendusta dan Kenyataan

Diantara tuduhan-tuduhan besar yang dilancarkannya dia menyatakan “namun kita yakin orang-orang semisal mereka ini masih banyak yang menjadi kaki tangan pembawa misi orang-orang tertentu guna menjatuhkan orang-orang yang dianggap lawannya didalam medan dakwah ini.” Bukankah dirinya diwajibkan oleh syariat islam untuk membawakan bukti nyata dari apa yang dia tuduhkan dan bukankah syariat itu tidak mengecualikan saudara HB?. Apakah dia hendak memamerkan kepada kita semuanya seluruh kaum muslimin bahwa dirinya adalah orang yang memiliki kelebihan dalam mengetahui sesuatu yang ghaib untuk membaca hati-hati seorang hamba. Ataukah dia telah membelah dada-dada mereka, sehingga dengan merasa ringannya tanpa merasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala melemparkan tuduhan-tuduhan tanpa bukti dan fakta ataukah kebenciannya kepada satu dua orang telah membuat dirinya tidak bisa lagi bersikap adil dan ilmiah. Sesungguhnya syariat Islam itu berlaku dan mengikat kita semuanya tidak terkecuali facebooker HB. Ataukah dirinya merasa memiliki kepuasan tersendiri jika dipanggil oleh orang lain sebagai seorang pendusta?. Maka wajib bagi dirinya untuk membawakan bukti-bukti semua tuduhannya jika dia memang orang yang benar dan sedang mendakwahkan kebenaran (bukan qila wa qola)!!!

Haihata…haihata…..Bukankah fatwa para ulama telah jelas dan kemuliaan kehormatan merekapun -jazahumullahu khairan- telah nyata dasar hukumnya dari sisi syari’at lalu datang  si facebooker besar kepala yang masih sulit untuk memisahkan dirinya -yang hidup di alam nyata- dengan bualannya tentang sosok seorang raja/kerajaan yang memusuhinya (yang sesungguhnya tokoh fiktif ini adalah hasil rekaannya sendiri yang kemudian ditimpukkannya kepada orang yang dia benci) yang membawa bendera Fergaulan Bebasnya Manhajnya mencampakkan bimbingan masyayikh tersebut dan membiarkan hizbiyyun ahlul batil bebas mencoreti FACE-nya dan memasang jual beli manhaj dedengkot Quthbiyyun penyesat umat di dalam wajahnya facebooker HB dengan iming-iming (agar umat ngiler) diskon 50%  dan masih tega pula dia berbicara tentang bagaimana memperjuangkan kehormatan dirinya?? Ya subhanallah…..bukankah dakwah lebih berharga daripada kehormatan diri-diri kita wahai facebooker?

Jika dari dalam facebookmu tertampung berbagai macam syubhat dan dipromosikannya gembong hizbiyyin ahlul batil dan penyimpangan yang menyebar ke penjuru alam lalu ada seorang muslim yang membantah dan berupaya meluruskan sebatas kemampuannya maka tinggalkan berbagai macam hilah karena kewajiban kita hanyalah ruju’ kepada Al Haq dan bukannya malah sebaliknya, bersikap angkuh, sombong dari mengakui penyimpangan yang ada apalagi malah menghasung dan memprovokasi seluruh kaum muslimin untuk membela kehormatan dirimu!!

Sadarlah wahai saudaraku hadahullah dari bualanmu, khayalanmu pun rekaan fiktifmu yang engkau dan pengawalmu sebarkan tentang keberadaan raja ataupun kerajaan bualan karena Rajaku adalah Rabbul ‘Alamin!! Rabb Yang Maha Perkasa. Tidakkah engkau takut kepada Allah Ta’ala dari kebiasaan burukmu dalam melemparkan dusta dan kebohongan kepada orang lain? Ini adalah tulisanku, tanpa suruhan siapapun apalagi bayaran sepeserpun dan ini menjadi tanggungjawabku. Aku tidaklah membutuhkan beking lain kecuali diri-Nya. Aku juga bukan seorang hamba sahaya dari seorang raja manusia, apalagi penerima order DARI SIAPAPUN (baik dari kalangan manusia maupun jin!) untuk menghabisi kehormatanmu. Wal’iyadzubillah, hadza buhtanun ‘adzim. Wahai pendusta yang licik, takutlah engkau kepada Allah Ta’ala Yang Maha Pedih SiksaanNya. Wallahi sungguh Rabbku Yang Maha Perkasa mengetahui kebenaran ucapanku.

alilmu munajat dan tuduhan ngawurr

Gambar c. Screenshot fb si guru yang pandai membual maka si murid-pun ilmunya juga lihai sebagai pembual. Dia yang bikin DPC DPD bualan dan dia pula yang timpukkan pada yang lainnya. Nampak Ilmu kerjasama terbuka yang selaras, hangat, erat dan harmonis dengan Hizbi Sururi Badrimin Abu Adziem Bali dalam menyerang dan menikam Ahlussunnah dengan tuduhan-tuduhan kotor.

Lalu siapakah sebenarnya yang memberikan order untuk menuliskan makalah ini? Bukankah engkau ingin mengetahuinya wahai facebooker HB dan engkaupun ingin mendapatkan jawaban dari hamba dengan garansi 100% tanpa tipu daya dan dusta? Order itu datangnya bukanlah dari raja bualan paduka tetapi order ini datangnya dari CORETAN WAJAH paduka sendiri, ya dari dalam wajah paduka!!! Yang WAJAHMU engkau pamerkan kepada umat manusia yang tertulis padanya AT-TIBYAN…yang tercantum padanya MUHAMMAD bin SHALIH AL-MUNAJJID dan iming-iming manhaj Quthbi DISKON 50%!!!

Sungguh sejak saudaraku rahimahullah masih hidup, kami berdua telah mengetahui siapa itu Hizbi At-Tibyan lengkap dengan bukti faktanya yang dia ini menjadi temanmu.

Adapun masalah kehormatan yang engkau persoalkan, berikut beberapa nukilan dari bimbingan para ulama Ahlussunnah terhadap kita:

Asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata:

“Jika seseorang menampakkan kesalahannya atau kebatilannya maka kaidah menurut para ulama adalah siapa saja yang menampakkan hal tersebut (maka dia) tidak memiliki kehormatan lagi. Dan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah berkaitan dengan orang yang menampakkan kebid’ahan dan kesalahan yang telah menyebar di tengah-tengah manusia yaitu dengan membantahnya dan memasyhurkan dan juga menyebarkan bantahan tersebut sebagaimana kesalahan itu telah menyebar di tengah-tengah manusia karena orang yang fasiq itu tidak memiliki kehormatan dan kemudian dinasehati.

Asy-Syaikh Abdullah Al Bukhari hafizhahullah

Pertanyaan: Apakah menasehati merupakan syarat sebelum mentahdzir seseorang yang terjatuh pada kesalahan?

Jawab: Kaidah syar’iyah menyatakan bahwasanya kesalahan itu harus dibantah orang yang mengatakannya karena tidak ada seorangpun kecuali dia ini bisa diambil dan ditinggal perkataannya kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi kita harus mengagungkan kebenaran. Setelah itu tinggal masalah menasehatinya.

Kesalahan itu memiliki dua keadaan

Pertama, kesalahan yang tersembunyi, yang tidak nampak dan tidak tersebar. Yang seperti ini tidak diragukan lagi bahwa menasehati lebih utama. Tetapi bukan berarti bahwasanya sebuah ungkapan yang salah tidak boleh dibawakan untuk dibantah secara mutlak karena terkadang ungkapan yang salah tersebut telah menyebar. Di sinilah menasehati lebih utama.

Keadaan kedua, kesalahan yang nampak, menyebar, meluas, di sinilah wajib bagi siapa saja yang mengetahui keadaannya untuk membantah kebatilan tersebut dan membantah orang yang mengucapkannya karena Allah telah memerintahkan kita untuk menyatakan kebenaran dan memerintahkan kita untuk tidak menyembunyikan kebenaran.

Jika permasalahannya demikian, tinggal masalah menasehati antara engkau dengan dia, ini adalah masalah yang utama.

Menurut kami, sebuah kesalahan wajib untuk dijelaskan dan menurut kami menasehati termasuk perkara yang afdhal kita lakukan.

Jadi menurut kami ada amalan yang utama dan ada amalan yang wajib, tentunya kita tidak akan mendahulukan amalan yang utama untuk menggugurkan amalan yang wajib.

Dan sebagian orang menggunakan amalan yang utama ini untuk menggugurkan kewajiban dalam membantah kebatilan padahal kesalahannya telah menyebar, ini adalah pemahaman yang salah.”

Asy-Syaikh Jamal bin Furaihan hafizhahullah:

“Siapa saja yang kesalahannya telah menyebar di ufuk maka membantah orang tersebut wajib sebelum menyampaikan nasehat kepadanya, kemudian dinasehati jika memungkinkan sebagaimana tidak mengharuskan untuk rihlah menempuh jarak yang panjang untuk menasehatinya.

Penjelasan selengkapnya dari para ulama yang lainnya silakan buka:

http://vb.noor-alyaqeen.com/t26762

Teriring harapan, akan lebih bermanfaat bagi kita semuanya jika saudara facebooker HB dengan segala kelebihan ilmunya mencurahkan perhatiannya dengan menerjemahkan semua penjelasan para ulama pada link di atas dan memberikan tanggapan secara ilmiah terhadap makalah ini daripada membuat status-status curhat yang tidak ilmiah hanya untuk membela-bela dan menonjolkan harga dirinya semata.

Oleh karena itulah sebagai wujud penghargaan kepada beliau di atas maka kami dalam kesempatan ini menaikkan statusnya dari FOOTnote (Catatan Kaki) menjadi FACEnote (Catatan Wajah) agar lebih jelas dibaca dan disaksikan bukti faktanya. Sesungguhnya kami siap untuk ruju’ dan bertaubat kepada Allah Ta’ala jika ada kesalahan di dalamnya. Adapun jika engkau hendak berbicara tentang kehormatan pribadi maka berbicaralah sehendakmu. Karena bukan untuk tujuan yang rendah itu (membela kehormatan pribadi) hamba menuliskan makalah ini. Urusan dien jauh lebih mulia dan jauh lebih berharga dari pada itu semua. Semoga ada guna dan manfaatnya, amin.

Bukan untuk memperkenalkan diri jika dalam kesempatan ini kami menyebutkan nama kami secara lengkap hanya saja teriring harapan agar tidak ada lagi orang yang berhasrat membaui dan mencium kami menjadi salah sasaran karena hanya sebatas bermodalkan dugaan. Ittaqillah bahwa hamba adalah seorang lelaki dan andapun setahu saya juga lelaki dan diantara kita ada pagar syar’i yang tak boleh sama sekali untuk dikebiri. Wallahul musta’an.

Akhukum fillah, Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al Malanji.

***

AdekQu (Ada Dedengkot Quthbiyyah) di wajah Hanan Bahanan

Jalan yang penuh marabahaya…  mengancam MANHAJ pengendaranya, butuh konsentrasi penuh dan kewaspadaan ekstra tinggi saat melewatinya. Jangan melamun! Jangan mengantuk! Dan jangan maboek (kendaraan)! Tak cukup hanya punya nyali tanpa bekal diri. Jangan paksa membaca goresan-goresan pena di wajahnya jika tak siap menampik syubhatnya. Banyak dinding-dinding runcing hizbiyyah bersyubhat tajam mematikan dan jurang kesesatan di sekitarnya yang siap menelan korban. Semuanya tidak mengenal ampun bagi pengemudi yang tidak hati-hati. Tinggalkan dan jauhi, itu lebih menyelamatkan hati.

Hidup di dunia hanya sekali. Hidayah adalah permata mulia tak ternilai harganya yang harus dijaga sampai mati. Jangan main-main dengan fbnya walau fergaulan bebas manhaj telah menjadi gaya hidup trendy bagi sebagian manusia.

Belum lagi para asatidzah pulang dari tanah suci, tiba-tiba kita dikejutkan dengan sebuah genderang sumbang yang ditabuhnya. Statemen yang sangat tendensius, murahan, penuh luapan amarah tak terkendali pasca pertemuan di Mekah. Sebuah cerminan watak berangasan, arogan, kampungan yang sangat mungkin tak bisa dia luapkan sebebas-bebasnya di depan majelis mulia Asy Syaikh Rabi’. Jadilah facebook sebagai ajang pelampiasan kesumatnya terhadap du’at Ahlussunnah. Namanya juga usaha, barangkali… ada yang tertarik dengan syubhat serapahnya. Semangkin menguatkan trade marknya selama ini yang lekat dengan gaya centeng pasaran.

Duat Ahlussunnah dicerca kesumatnya

Tetapi lihatlah wahai saudaraku rahimani rahimakumullah…

Tibyan Corong Hizbiyyah Turatsiyyah Ikhwaniyyah & Pentol Quthbiyyah tertulis jelas di

(face) wajahnya

Tak sebanding dengan genderang sumbangnya yang ditabuhkan untuk menyerang duat Ahlussunnah

Ke mana si malu lari dari dalam kalbu?

buruk muka cermin tetangga yang dipecah

Gambar 1. Buruk Muka Cermin Tetangga yang Dipecah

Kalau saja ucapannya bersesuaian dengan kebenaran tentulah akan banyak yang mendukung ucapannya. Hanya saja membaca dialognya malah semangkin membongkar jati dirinya yang hanya seorang pecundang bermodal rebusan emosi dan luapan kesumat pribadi semata yang kemudian dipolesnya seolah dien dan kecemburuannya terhadap Al Haq yang diperjuangkan.

http://goo.gl/nvdEA

Tuduhan-tuduhan ngawur tanpa ditakar dan ditimbang benar-benar menjadi sensasi murahan yang tak layak mendapat pujian pun acungan jempol sebelah kaki sekalipun. Ucapannya kontradiktif, tumpang tindih, centang perenang, carut marut saling gunting dalam lipatan tak karuan dengan kenyataan bopeng-bopeng hizbiyyah yang mencoreti wajahnya.

Walaupun demikian… Hanan Bahanan memang telah mengeluarkan segala upaya meskipun aksi yang dipamerkannya kepada kita semua hanyalah sekelas Boipung (Koboi Kampung) penunggang kambing hitam yang bergaya bak seorang pendekar maboek yang tengah uplek menebas bayangannya sendiri. Belum lagi menghadapi orang lain, bilakah berhasil mengalahkan  bayangannya (sendiri) walau setimba keringat sekalipun yang membasahi bajunya berhasil diperas keluar?

jatuh bangun bersama bayangan.

Gambar 2. Jatuh bangun bersama bayangannya. Kapan bisa mengalahkannya?

Dianya yang menuliskan dan memamerkannya kepada kita semua sebagian nasehat-nasehat mulia Asy Syaikh Rabi’ (nasehat manhajiyahnya mana? Lagi bersembunyi?) dan dianya pula yang menginjak-injak sendiri nasehat tersebut. Ironis, memalukan (kalau masih tersisa rasa malunya) dan memilukan yang tak layak sama sekali dijadikan sebagai sisir teladan.

Barangkali dengan tulisannya dia mengira bisa meyakinkan pembacanya akan  hilahnya dalam memotong pembicaraan seorang ulama besar (yang ini, memotong pembicaraan merupakan perbuatan syaithan) agar terhindar dari stigma GALIL  ADAB yang disematkan oleh lawan bicaranya. Tetapi Hanan sebagai orang yang dipanggil ustadz  rupanya “lupa” untuk meyakinkan kepada kita-kita yang membaca dialog keduanya bahwa dalil memotong pembicaraan yang divonis sebagai perbuatan syaithan tersebut datangnya dari Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Jelas sudah siapa sesungguhnya yang sedang dia lawan dengan hilah-hilahnya untuk menutupi adabnya yang jongkok memprihatinkan bagi ukuran seorang yang memangku dakwah mulia.

Teringatlah hamba dengan sebuah pepatah…

Ekor Kambing takkan bisa menutupi pantatnya

Di sini saya akan menghadirkan beberapa contoh bukti nyatanya bahwa Hanan Bahanan BILA ADAB terhadap ULAMA’ bukanlah isapan jempol bayi semata yang bisa dengan mudahnya ditutupi dengan kedua belah tangan sang bunda.

Bukti Pertama,

Terkait kunjungan ke Dhamar Yaman (setelah hadir di majelisnya Al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi Al Madkhali), telah diposting oleh salah satu ikhwah (jazakumullahu khairan) nasehat mulia dari Asy Syaikh Utsman As Salimi hafizhahullah.

nasehat syaikh utsman as salimy

Gambar 3. Screenshoot link nasehat berharga Asy Syaikh ‘Utsman As Salimi hafizhahullah kepada rombongan Hanan Bahanan (disave ulang pada tanggal 31 Agustus 2012, pasca pertemuan Mekah)

Saatnya sekarang kita menyaksikan….Jalan ishlah, bersalaman dan berangkulan model  apakah gerangan yang dipamerkan di lembaran-lembaran buku (book) wajah (face) Hanan Bahanan (salah satu anggota kafilah Qurthubi Travel) pasca pertemuan di majelis Al ‘Allamah Rabi’ dan berkunjung ke Asy Syaikh ‘Utsman As Salimi hafizhahumallah di Dhamar Yaman?

Simak kiriman bukti file dari ikhwana (jazakumullahu khairan) [1] di bawah ini:

wajah fb hanan

Gambar 4. Screenshoot wajah fb Hanan Bahanan (disave pada 30 Agustus 2012 malam, pasca pertemuan Mekah)

attibyan di fb hanan

Gambar 5. Screenshoot tulisan promosi penerbit Hizbiyyah dengan ulama panutannya, pentolan hizbiyyah Quthbiyyah di wajah Hanan Bahanan yang dijajakan di fbnya ke umat (disave pada 30 Agustus 2012 malam, pasca pertemuan Mekah)

Saatnyalah kita baca fatwa kedua ulama hafizhahumallah yang baru saja dikunjungi oleh Hanan Bahanan untuk mengukur sejauh mana itikad baik fergaulan bebas manhajnya sehingga begitu leluasa memberi kebebasan kepada elemen-elemen hizbiyyah untuk berpromosi ria menyesatkan ratusan  anggota facebooknya dari dalam wajah(face)nya sendiri….

Namun demikian, untuk mengantisipasi bukti-bukti kejahatan manhajiyah tersebut dihilangkan dan agar kami tidak dikatakan pendusta, tentu saja telah kami simpan arsip file bukti yang dikirimkan oleh para ikhwah sekalian (jazakumullahu khairan katsira).

Telah ditanyakan kepada Asy Syaikh ‘Utsman As Salimi Al Yamani perihal Muhammad Shalih Al Munajjid

(Soal:)

Apakah boleh kita mendengarkan pelajaran-pelajaran Muhammad Shalih Al Munajjid?

Kami katakan:

Orang ini memuji-muji kitab-kitabnya Sayyid Quthub rahimahullah. Maka kami menasehati kalian agar menjauhi siapa saja yang keadaannya seperti dia. Jika keadaan seseorang seperti dia ini maka jauhilah karena sebagian mereka ada yang memprovokasi untuk mengafirkan penguasa, memprovokasi para pemuda untuk melakukan revolusi, kekacauan. Maka siapa saja yang menyerukan hal-hal semacam ini jauhilah pelajaran-pelajarannya. Allaahul musta’aan…

Sumber:

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=123634 dan

http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=21669

Link suara beliau: http://goo.gl/pMJnZ

Catatan: dalam arsip file tersebut beliau masih menyebut nama Syaikh Ibrahim Ar Ruhaily yang pada perkembangan terakhir telah diungkap dan dibantah penyimpangan-penyimpangannya oleh Masyayikh Ahlussunnah hafizhahumullah semisal Asy Syaikh ‘Ubaid, Asy Syaikh Muhammad bin Hadi dan terakhir Asy Syaikh Rabi’ bahkan telah menulis satu kitab khusus bantahan terhadap penyimpangannya yang berjudul بيان ما في نصيحة إبراهيم الرحيلي من الخلل والإخلال .

bantahan syaikh rabi atas ibrahim arruhaili

Gambar 6. Scan cover kitab terbaru Asy Syaikh Rabi’ dalam menyingkap penyimpangan-penyimpangan Ibrahim Ar Ruhaily (pengajar di masjid Nabawi sebagaimana promosi Abdullah Taslim Al Hizbi ketika menghina para Masyayikh yang didatangkan dalam daurah Nasional di Bantul yang tidak mengajar di Masjid Nabawi)

Link pdf kitab di atas (11.4MB): http://goo.gl/5k8Lj

link arruhaili di majelis albarokah

Gambar 7. Pasca pertemuan Mekah bersama Asy Syaikh Rabi’ dan masyayikh lainnya Ramadhan kemarin, situs resmi tempat Hanan Bahanan mengajar, sampai hari ini masih melink Profesor Doktor Ibrahim Ar-Ruhaili yang telah ditahdzir dan diungkap penyimpangannya oleh beberapa Masyayikh Senior Ahlussunnah diantaranya, Asy Syaikh Rabi’ (yang baru saja dikunjunginya), Asy Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri (yang baru saja mengisi Daurah Nasional di negeri kita), Asy Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali (yang mengundang ke Saudi Arabia, setahu saya Hanan Bahanan tidak masuk dalam list undangan beliau, Allahu a’lam) hafizhahumullah serta para penuntut ilmu dari kalangan Salafiyyin

Perhatikanlah ya ikhwah keluhuran budi pekerti, kekokohan manhaj orang-orang dekat Hanan Bahanan hadahullah dalam menjauhkan umat dari fitnah, menjaga persatuan dan menghindari sebab-sebab perselisihan, sesama Ahlussunnah? Jangan dulu mudah percaya slogannya jauhi qila wa qala sebelum membaca deretan bukti di bawah ini..

situs fadhel ahmad dengan link situs surury

Gambar 8. Dzulwajhain Fadhel Ahmad, pengajar resmi Majelis Al Barokah Semarang unjuk hizbi

Perhatikanlah hakekat manhaj Muhammad Abduh Tuasikal (Ustadznya Fadhel Ahmad) dari link di bawah ini:

http://rumaysho.com/pusat-informasi/website-islam/2750-situs-para-ustadz-rujukan-bertanya-tentang-islam.html

1.rujukan fadhel ahmad

2.rujukan fadhel ahmad

Gambar 9. Screenshoot rujukan manhaj terpercaya ustadznya Fadhel Ahmad Majelis Al Barokah Semarang

Sebelum pembaca menyaksikan paparan bukti selanjutnya, kami hanya ingin menegaskan bukti BILA ADABnya Fadhel Ahmad yang mana gerakan kotornya untuk menggiring Ahlussunnah masuk ke lubang-lubang fitnah Hizbiyyah adalah dengan mencomot nama Al Ustadz Qamar hafizhahullah berikut Ma’had Temanggungnya. Tidakkah anda merasa cukup mantap dengan sederetan nama pengajar Majelis Al Barokah Semarang untuk meyakinkan korbanmu akan kebenaran dan kelurusan manhajmu wahai Fadhel Ahmad sehingga menempuh cara kotor seperti ini? Mencomot nama asatidzah yang jelas-jelas tidak semanhaj dengan deretan para tokoh hizbiyyun yang anda jajakan kepada umat? Allahul musta’an.

blog fadhel ahmad dan arifin baderi

(Url: http://alkendali.blogspot.com/2012/08/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html)

blog fadhel ahmad dan firanda

(Url: http://alkendali.blogspot.com/2012/07/dauroh-ilmiyah-selama-2-hari-pada-hari.html)

Gambar 10. Dzulwajhain Fadhel Ahmadnya Hanan Bahanan unjuk hizbi Muhammad Arifin Baderi dan Firanda As-Soronji yang telah ditahdzir Syaikh Abdullah Al-Bukhari hafizhahullah

blog fadhel ahmad dzulwajhain

Url: http://alkendali.blogspot.com/search?updated-max=2012-06-29T17:58:00-07:00&max-results=7&start=21&by-date=false

Gambar 11. Dzulwajhain Fadhel Ahmad sodorkan syubhat manhaj sepaket dedengkot Hizbiyyah

blog fadhel ahmad dzulwajhain dgn ali musri

Url: http://alkendali.blogspot.com/2012/06/tinjauan-moderat-tentang-hukum-syariat.html

blog fadhel ahmad dzulwajhain dgn ahmad sabiq

Url: http://alkendali.blogspot.com/2012/06/tholaal-badru-alaina-senandung-penduduk.html

Gambar 12. Dzulwajhain Fadhel Ahmad sodorkan duet Ali Musri dan Ahmad Sabiq pada umat

Wahai Hanan Bahanan,

Demikiankah cara menyambut bimbingan dan nasehat para ulama di Saudi dan Yaman untuk menjaga persatuan sesama Ahlussunnah?

Demikiankah cara menjauhkan umat dari fitnah wahai Hanan?

Demikiankah upaya untuk menyibukkan umat dari menuntut ilmu?!

Demikiankah…demikiankah…dan demikiankah wahai Hanan?! Tidak bahkan ini adalah bukti kuat bahwa nasehat tersebut tidak tampak bermanfaat.

Sebenarnya telah sekian lama para ikhwah memberikan informasi tentang ulah BILA ADAB temannya Hanan Bahanan ini dan kamipun telah menyimpan arsip bukti kejahatan hizbiyyahnya (yang bahkan lebih vulgar dan lebih parah daripada yang nampak sekarang ini setelah nama orang ini kami sebut-sebut sehingga dia berupaya mempercantik polesan syubhatnya dengan menyembunyikan bopeng-bopeng kanker hizbiyyahnya) dengan harapan ada perubahan ke arah kebaikan dalam menerima nasehat ulama apalagi setelah terwujudnya pertemuan di Mekah.

dzulwajhain fadhel ahmad

Gambar 13. Dzulwajhain Fadhel Ahmadnya Hanan Bahanan sedang menyingkirkan sebab-sebab yang bisa menjadi perselisihan antara Ahlussunnah dengan Hizbiyyun, kita belum menyaksikan bukti secuilpun Hanan membuktikan ucapannya bahwa dirinya juga paham tentang Sururiyah, apalagi membantah syubhatnya. Apakah mereka ini Salafy wahai Hanan Bahanan?

dzulwajhain fadhel ahmad inilah dia

Gambar 14. Dzulwajhain Fadhel Ahmadnya Hanan Bahanan merealisasikan persatuan bersama […] Penyakit kronis manhaj seperti inilah yang menjadi sumber bencana fitnah yang merobek-robek barisan Ahlussunnah

Jadi inilah wahai para ikhwah bukti keluhuran budi, ketinggian akhlaq dan kekokohan manhaj Hanan Bahanan dan teman-temannya dalam menyambung tali silaturrahimnya (dan merealisasikan nasehat berharga) dengan para masyayikh Mamlakah dan Masyayikh Yaman semisal Asy Syaikh ‘Utsman As Salimi Al Yamani hafizhahullah yakni dengan memamerkan wajahnya yang bebas ditulisi promosi dan atau mempromosikan para dedengkot hizbiyyun Indonesia, penerbit hizbi At Tibyan yang dengan angkuhnya memamerkan dan menyerukan untuk membeli buku pelajaran Muhammad Shalih Al Munajid seorang pentolan Quthbiyyin bahkan pimpinannya sebagai ulama panutannya. Duhai betapa celakanya saudara-saudara kita yang tersesat manhajnya karena tertipu dengan syubhat-syubhat hizbiyyah yang bertaburan di buku wajahnya Hanan Bahanan dan temannya. Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayahNya kepada mereka semua, amin.

Dan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca rahimakumullah dari ketidaknyamanan di atas jika ada yang merasa mual apalagi ingin muntah karena merasakan dan menyaksikan bau tak sedap menyengat dari sekian banyak bukti-bukti  kejahatan hizbiyah manhajiyah yang mungkin sama sekali tidak terbayangkan sedemikian ngeri dan parahnya oleh pembaca. Tetapi arogansi, keangkuhan, kesewenang-wenangan, ancaman berbau premaniyah kepada bani Adam dari Hanan Bahanan  yang semangkin menjadi-jadi (pasca pertemuan Mekah) telah memaksa hamba untuk mengeluarkan dan memamerkan  isi tong sampah hizbiyyah yang melekat di wajahnya dan orang dekatnya yang selama ini hamba simpan agar tidak ada lagi diantara kita yang memiliki prasangka jelek apalagi buruk bahwa asatidzah kita hafizhahumullah tidak memiliki niat baik sama sekali untuk menjalin persatuan seperti yang saat ini digembar-gemborkan oleh centeng pasaran ini. Wal’iyadzubillah.

Saudaraku rahimakumullah,

Asy Syaikh ‘Utsman hafizhahullah telah menasehati kita semua agar menjauhi siapa saja yang keadaannya seperti Muhammad Shalih Al Munajid serta menjauhi pelajaran-pelajarannya namun datang Hanan Bahanan memamerkan isi wajahnya yang berpromosi mengenai tokoh kesesatan ini agar kita mendekat dan membeli pelajaran hasil karyanya dengan iming-iming DISKON 50%!!  Betapa murahannya wahai Hanan engkau menjual kesesatannya dan masih adakah Ahlussunnah yang ngiler untuk menukar hidayahNya dengan dagangan murahan yang dijajakan di wajah Hanan Bahanan??! Duhai…betapa sopan akhlaqnya terhadap Asy Syaikh ‘Utsman yang baru dikunjunginya.

Berikut kami sertakan pula link tahdzir Asy Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri hafizhahullah (beliau adalah ulama Ahlussunnah yang baru saja mengisi acara Daurah Nasional di kota Bantul Jogjakarta) terhadap Quthbiy Muhammad Shalih Al Munajid:

http://goo.gl/R00qS

Akan kita sempurnakan pertemuan pertama ini dengan berkenalan lebih dekat bersama buku wajah Hanan Bahanan dalam menyambut hangat nasehat Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah yang baru saja diziarahinya….

Sebelum itu, pada tahun 2008 silam telah diposting jawaban Al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullahu Ta’ala tentang Muhammad Shalih Al Munajid, sosok pentolan Quthbi yang dipromojualkan di wajah Hanan Bahanan :

Penanya:

Apakah yang dikatakan terhadap mereka itu semisal Muhammad Shalih Al Munajjid?

Syaikh:

Dia adalah pentolan mereka. Pentolan Al Quthbiyyah, jelas sekali tanpa kesamaran. Dan salah seorang pemikir mereka….

(Sumber: http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=4481)

Yang terakhir kami majukan adalah penjelasan dari Asy Syaikh Abu Ibrahim bin Sulthan Al Adnani hafizhahullah dari kitab beliau yang masyhur, Al Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha:

قال الشيخ أبو إبراهيم ابن سلطان العدناني : واقرأ ما سطّره محمّد صالح المنجد في رسالته: <أربعون نصيحة لإصلاح البيوت ص (23 ـ 25) حيث قال: كما أنّ هناك عددًا من الكتب الجيدة في المجالات المختلفة، فمنها: كتب الأستاذ سيّد*قطب -رحمه الله*- مثل: المستقبل لهذا الدين، هذا الدين، معالم في الطريق، خصائص التصور الإسلامي ومقوماته. وكتب الأستاذ محمّد قطب مثل: منهج التربية الإسلامية 1*ـ*2، واقعنا المعاصر، رؤية إسلامية في أحوال العالم المعاصر، قبسات من الرسول، معركة التقاليد، هل نحن مسلمون، جاهلية القرن العشرين، ومذاهب فكرية معاصرة. ومن كتب الأستاذ أبي*الأعلى المودودي، تفسير سورة النور، والحجاب، والجهاد. وللأستاذ أبي*الحسن الندوي، مثل: ماذا خسر العالم بانحطاط المسلمين، والصراع بين الفكرة الإسلامية، والفكرة الغربية.*اه

تنبيه : كتاب القطبية أثنى عليه جمع من أهل العلم منهم العلامة الفوزان والعلامة النجمي

Berkata Asy Syaikh Abu Ibrahim bin Sulthan Al Adnani:

Dan bacalah apa yang ditulis oleh Muhammad Shalih Al Munajjid dalam risalahnya yang berjudul أربعون نصيحة لإصلاح البيوت halaman 23-25 dimana dia mengatakan: “Sebagaimana di sana terdapat beberapa kitab yang bagus di berbagai bidang diantaranya kitab-kitab karya Al Ustadz Sayyid Quthb rahimahullah seperti: المستقبل لهذا الدين، هذا الدين، معالم في الطريق، خصائص التصور الإسلامي ومقوماته . Juga kitab-kitabnya Al Ustadz Muhammad Quthb seperti منهج التربية الإسلامية 1*ـ*2، واقعنا المعاصر، رؤية إسلامية في أحوال العالم المعاصر، قبسات من الرسول، معركة التقاليد، هل نحن مسلمون، جاهلية القرن العشرين، ومذاهب فكرية معاصرة . Juga kitab-kitabnya Abul A’la Al Maududi, تفسير سورة النور، والحجاب، والجهاد  . Juga kitab-kitabnya Al Ustadz Abul Hasan An Nadwi seperti ماذا خسر العالم بانحطاط المسلمين، والصراع بين الفكرة الإسلامية، والفكرة الغربية .

Perhatian: Kitab Al Quthbiyyah telah dipuji oleh sekian banyak para ulama diantara Al ‘Allamah Al Fauzan dan Al ‘Allamah An Najmi. (sumber sda)

Catatan: sebagaimana dimaklumi, dalam arsip lama ini sengaja tidak kami sertakan terjemahan ucapan Al Hajury dan Salim  Al Hilaly As Sarik.

Pertanyaan kepada Hanan Bahanan:

Empat Masyayikh Ahlussunnah telah kami majukan untuk membongkar penyesatan manhaj yang ada di wajahmu wahai Hanan (dan seabrek sampah hizbiyyah yang ada di sekelilingmu). Dan bukti-bukti penyesatan manhaj itu disave setelah pertemuan di Mekah bersama Asy Syaikh Rabi’. Dan bukanlah bagian dari ishlah dan keadilan adalah kami wajib diam membisu sementara engkau dan teman-temanmu berhak berpadu berasyik masyuk tanpa malu memamerkan FB-M (Fergaulan Bebas Manhaj) dan mempromosikan para dedengkot Hizbiyyin Sururiyyin Quthbiyyin (yang telah ditahdzir oleh Asy Syaikh Rabi’, Asy Syaikh ‘Ubaid, Asy Syaikh Abu Ibrahim dan Asy Syaikh ‘Utsman As Salimi Al Yamani hafizhahumullah) bebas menari-nari di wajahmu dan wajah kawanmu yang siap untuk mencari dan memangsa korban manhajiyah.

alsofwa rekom muhammad al munajjid

Gambar 15. Al Sofwa Al Muntada, corong resmi Sururiyyun Indonesia sampai sekarang masih terus menampilkan dedengkot Quthbiyyun Al Munajjid sebagai mufti kebanggaannya (76 artikel!!), termasuk diantaranya juga adalah si Dajjal Hizbi, Doktor Thariq As-Suwaidan [http://goo.gl/GiDZ5] yang masih terus dipelihara sampai saat ini walaupun telah ditampilkan tulisan khusus yang membongkar kejahatan mereka ini.

http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2009/12/25/ada-dajjal-di-yayasan-al-sofwa-majalah-qiblati/

alsofwa rekom thariq as suwaidan

Gambar 16. Gembong besar Hizbiyyun, Thariq Suwaidan selama bertahun-tahun juga terus dipelihara oleh  Al Sofwa Al Muntada untuk menyesatkan umat (bukti disave pada tanggal 2 September 2012)

Al Sofwa telah berubah menjadi lebih baik wahai Abu Haidar As Sundawi Ar Rodjai Al Hizbi??!  Baca lagi  http://goo.gl/Nm4WX dan http://goo.gl/Z3Cjc

Beberapa tahun sebelumnya (pada sekitar tahun 2005), bukti kejahatan manhajiyah Al Sofwa Al Muntada seperti satu contoh di atas sudah dikirimkan kepada Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah (beliau juga memerintahkan agar dikirimkan ke Markaz Al Albany di Yordan) dalam beberapa bundel terpisah yang salah satu bundel khususnya berjudul: Malaf Al Sofwa.

Sekian tahun telah berlalu dan Inikah bukti sambutanmu terhadap nasehat Al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi agar menjauhi sebab-sebab yang bisa mengantarkan perselisihan, yakni menyeru kepada pihak lain agar menyambut jabatan tanganmu dan rangkulanmu (agar terkesan bahwa engkaulah sebenarnya yang lebih menginginkan kebaikan) dalam keadaan engkaupun tanpa malu memamerkan ishlah, jabat tangan dan rangkulan mesramu bersama para hizbiyyin Quthbiyyin dan corong-corongnya bahkan pentolannya wahai Hanan? Sama sekali belum nampak bagi kami bahwa engkau telah membuka lembaran baru dalam dakwah, bahkan ini adalah bukti lembaran lama yang masih sulit kalian tinggalkan.

Bukankah hal di atas merupakan bukti dikedepankannya hawa nafsu yang tak peduli dengan bimbingan dari ulamanya?

Ucapanmu memang tampak manis tetapi adakah artinya jika tak bersesuaian dengan bukti kenyataannya?

Ataukah engkau menuntut agar Ahlussunnah menyambut uluran nasehat Asy Syaikh Rabi’ dengan cara diam membisu dari ishlah, bersalaman dan berangkulan dengan pentolan hizbiyyin Sururiyyin Indonesia serta Quthbiyyin ahlul batil (yang telah ditahdzir secara tegas oleh Asy Syaikh Rabi’!!) berikut syubhat manhajnya yang bebas engkau demonstrasikan di lembaran-lembaran buku wajahmu wahai Hanan? Allaahul musta’aan.

Tidak wahai Hanan, walau engkau ancam sekalipun tak mungkin bagi kami dan saudara-saudara kami lainnya untuk diam membisu sementara nampak di depan mata sekian ratus saudara-saudara kami kaum muslimin membaca iming-iming ditawarkannya manhaj hizbi murahan dengan harga DISKON 50% di wajahmu agar umat tertipu sehingga menjelma menjadi pengagum dan pengekor dedengkot Quthbiyyun!

bukti bahwa dari sejak awal tahun 2004

Gambar 17. Screenshot bukti bahwa dari sejak awal tahun 2004 (lebih dari 8 tahun yang lalu!) asatidzah telah memperingatkan umat dari tokoh-tokoh hizbiyyun penyesat umat semisal Muhammad Shalih Al Munajid. Adapun di wajah Hanan Bahanan pada tahun 2012 ini justru tampak terang benderang dipromosikan gembong besar Quthbiyyun tersebut. Bacalah wahai Hanan bahwa ini adalah masalah manhajmu!!! Inna lillah

Selengkapnya baca transkripnya di:

http://www.salafy.or.id/manhaj/bahaya-jaringan-ji-dari-kuwait-dan-at-turots-3/

Saya menyadari sepenuhnya bahwa tulisan ini tidak akan menggembirakan para pendukung dan teman-temanmu dari kalangan Hizbiyyin Sururiyyin Turatsiyyin Quthbiyyin tetapi inilah pilihanku daripada mengomentari isi tulisan di wajahmu dengan ucapan pujian dan dukungan penuh -dari para anggota grup fb Sururi Turatsi Letakkan Tahdzir Pada Tempatnya– semisal Langsung skak mat..!!♏ɑΩttªªªªªªfff (maksudnya, yang Salafy telah mat dan ♏ɑΩttªªªªªªfff menjelma jadi pengagum dan pembeli manhaj dedengkot Quthbiy setelah membaca isi fb Hanan Bahanan As-Solowi)!

pendukung dari grup fb Sururi

Gambar 18. Sudah kelihatan bodohnya dari awal. Screenshoot beberapa pendukung dari grup fb Sururi Turatsi Letakkan Tahdzir Pada Tempatnya lagi bersahut-sahutan memompa semangat Al Ustadz Hanan (disave pada tanggal 31 Agustus 2012, pasca pertemuan Mekah)

Terimalah uluran tanganku ini sebagai upaya ala kadarnya membantu hajat saudara Hanan Bahanan sebatas ilmu dan kemampuan setelah membaca tulisannya yang dipampangkan di wajahnya: “…seakan2 tidak ada yang mengerti tentang fitnah sururiyah kecuali dirinya, seakan2 tidak ada orang yang paling cemburu terhadap bid’ah dan ahlinya kecuali dia, seakan2 tidak ada orang yang paling mengerti tentanag syubhat dan bantahannya kecuali dia…”

Aku tidak memiliki hajat dalam kesempatan ini untuk membela tetapi aku hanya ingin meminta tanggung jawabmu setelah ku membaca kiriman dari para ikhwah bukti nyata bahwa di wajahmu bertaburan syubhat dan dukungan teman-teman hizbiyyunmu tanpa engkau berikan klarifikasi dan bantahannya, setelah ku membaca pula penerbit Sururiyyah yang menjadi temanmu bebas mempromosikan dedengkot ahlul bid’ah Quthbiyyah yang tampak jelas terukir di wajahmu.

Dengan model gaya wajah seram seperti inikah wahai Hanan Bahanan engkau ingin juga diakui oleh umat sebagai orang yang juga memiliki kecemburuan terhadap bid’ah dan ahlinya? Mengerti tentang fitnah Sururiyyah? Dan mengetahui pula tentang syubhat dan bantahannya? Duhai….

Wahai saudaraku, demikiankah cara paduka merealisasikan nasehat mulia dari ulama sebagaimana yang anda sebarluaskan?

sibukkan diri dengan ilmu

Gambar 19. Screenshoot sibukkan diri dengan ilmu (maksudnya tentu saja ulama bukannya menyuruh kita berpromosi, berjual beli manhaj agar menuntut ilmu dari buku seorang dedengkot Quthbiyyah yang dijual di wajahnya Hanan Bahanan)

Bukankah bagian dari ilmu adalah menyebarkan fatwa ulama Ahlussunnah tentang kejahatan para ulama suu’ yang menyeru kepada jahannam agar saudara-saudaranya selamat tidak tertipu dengan promo Quthbiyyah yang terpampang bebas di wajahmu? Tentu saja tuduhan ini bukanlah bagian dari qila wa qala karena bukti faktanya kami sertakan pula. Dan bukanlah bagian dari menjaga persatuan adalah berdiam diri membiarkan umat Islam tertipu dan dibodohi dengan suguhan pentolan Quthbiyyin dalam keadaan mereka menyangka bahwa dia merupakan salah satu ulama Ahlussunnah karena terpampang promosinya di wajah seorang dai Hanan Bahanan. Dan yang pasti tindak kejahatan manhaj tersebut bukanlah upaya untuk menjauhkan umat dari fitnah tetapi bahkan upaya untuk mendekatkan serta menceburkan umat ke dalam fitnah Hizbiyyah Quthbiyyah. Bukankah demikian wahai Hanan Bahanan?

Dedengkot Quthbi

Gambar 20. Dedengkot Quthbi, mufti Sururi Al Sofwa Al Muntada sedang beraksi

Kalau engkau tidak tahu wahai saudaraku maka ini adalah mushibah dan kalau engkau mengetahui dan membiarkannya maka mushibahnya lebih besar karena ini merupakan bagian dari pengkhianatan terhadap umat dan pengkhianatan terhadap para ulama sebagaimana yang telah engkau sebarluaskan nasehat mereka hafizhahumullah.

Saya masih menyimpan arsip bukti bahwa dulu dirimu telah dinasehati dan digugat oleh sebagian ikhwah karena menyaksikan pertemananmu dengan penerbit Sururi tersebut, At Tibyan. Tetapi sekarang saya harus menyaksikan kenyataan pahit bahwa nasehat tersebut ternyata engkau campakkan dengan bukti pameran kesombongan yang tampak jelas di wajahmu, engkau bebaskan wajahmu untuk dicoreti tulisan promosi penerbit hizbi tersebut bahkan menjadi ajang jual beli manhaj karya seorang dedengkot Quthbiyyah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Saudaraku hadahullah, aku hanya ingin sedikit membantumu mencongkel dan membuang tahi dan lalat hizbiyyah mengerikan yang bertengger mengotori wajahmu wahai Hanan dengan “pisau-pisau bedah tajam” dari para spesialisnya, Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi, Asy Syaikh ‘Utsman As Salimi, Asy Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri dan pemilik kitab Al Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha (kitab ini dulu dihina dan dilecehkan oleh salah satu guru besar para ustadz Sururindo Turatsindo, Syarif Hazza’ Al Misri dengan memplesetkan judulnya menjadi Al Quthbiyyah Huwal Fitnah Fa’rifuha) Asy Syaikh Abu Ibrahim bin Sulthan Al Adnani hafizhahumullah agar wajah manhajmu menjadi tampak lebih bertanggungjawab, lebih tampan dan tentu saja lebih ramah dan menyejukkan.

membantah tuduhan menjawab tantangan

Gambar 21. Arsip Data Buku Sejarah Kejahatan Sururiyah, cover depan dan belakang, cetakan Shafar 1417 H. Untuk nama yang paling atas akan ada pembahasan tersendiri keadaan terkininya yang (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) telah menjadi tokoh pluralis lintas agama, insya Allah.

arsip sejarah kejahatan Sururiyyah di Al Irsyad Tengaran

Gambar 22. Ketikan ulang file .doc yang tersebar dari arsip sejarah kejahatan Sururiyyah di Al Irsyad Tengaran, buku putih I Membantah Tuduhan Menjawab Tantangan halaman 73-74 pada buku aslinya terbitan Salafy Press, Shafar 1417 H

arsip sejarah kejahatan Sururiyyah di Al Irsyad Tengaran2

Gambar 23. Ketikan ulang file .doc yang tersebar dari arsip sejarah kejahatan Sururiyyah, buku putih I Membantah Tuduhan Menjawab Tantangan halaman 74-75 pada buku aslinya terbitan Salafy Press, Shafar 1417 H [http://goo.gl/SYjnG]. Telah ada penjelasan tersendiri terkait nama Hizbi Irsyadiyyun Surkatiyyun Yazid Jawas, Abdurrahman At Tamimi dan Chalid Bawazer yang disebut-sebut dalam buku ini.

Benar bahwa paduka Hanan tidak bisa lagi diibaratkan anak TK yang kencing aja masih perlu ditathur sudah berani berbicara ini dan itu, bahkan paduka pandai berbahasa arab (memotong pembicaraan Asy Syaikh Al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi Al Madkhali adalah bukti yang paling jelas akan kepandaiannya ini), membaca Al-Qur’an dlsb. Oleh karena itulah penampakan, promosi dan jualbeli manhaj Quthbiyyun Muhammad Shalih Al Munajid -yang telah ditahdzir oleh sekian banyak para ulama Ahlussunnah- yang tertulis di wajah AL USTADZ Hanan Bahanan benar-benar merupakan urusan besar  yang tidak bisa dipandang dengan sebelah mata.

Bukankah jika para ulama besar telah angkat bicara tentangnya maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk mengecilkan masalahnya wahai AL USTADZ? Sehingga saya yang miskin ini –Allahummaghfirli- sangat berharap paduka tidak menghindar, menolak dan berhilah dari fatwa para ulama di atas (tentang dedengkot Quthbiyyah yang tertulis jelas di wajah anda) dengan ucapan anda semisal: “…ibarat anak tk yang kencing aja masih perlu ditathur sudah berani berbicara ini dan itu tentang urusan besar … laa haula wala quwwata illa billah.” Wallahul musta’an.

Bukankah surat Al Mulk adalah hujjah/bantahan bagi orang-orang yang sombong, arogan, dan merasa hebat, serta merendahkan orang lain wahai Hanan?

Screenshoot Al Mulk hujjah bagi orang yang sombong arogan

Gambar 24. Screenshoot Al Mulk hujjah bagi orang yang sombong, arogan

Apakah AL USTADZ  Hanan Bahanan pura-pura lupa bahwa (setahu saya) para masyayikh yang bangkit berdiri dan memperingatkan umat dari kesesatan & penyimpangan Muhammad Shalih Al Munajid –yang terukir di wajah paduka- tersebut lebih tua umurnya, lebih dalam keilmuannya, lebih kokoh manhajnya, lebih pandai berbahasa Arab dan lebih mumpuni dalam membaca Al Qur’an daripada paduka??! Adakah yang berani mengingkari hal ini?

Terakhir, faidah ilmu yang sarat manfaat ketika kita membaca…

Maka hal ini juga sekaligus peringatan keras bagi para du’at yang selalu mengajak manusia dalam kebaikan namun dia melupakan dirinya sehingga dia menyelisihi manusia, atau orang yang suka melarang manusia dari kejahatan sementara dia sendiri melakukannya. Ingatlah di sana Allah تعالى  berfirman;

text 1

 “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan. Demikian besar kemurkaan di sisi Allah jika kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.”

Dan Allah تعالى  berfirman;

text 2

 “Apakah kalian memerintahkan manusia dengan kebaikan dan kalian melupakan diri-diri kalian padahal kalian membaca Al-Kitab? Tidakkah kalian berakal?”

Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits Anas yang dishahihkan oleh Al-Albany;

text 3

Aku datang pada malam aku di isra’kan kepada suatu kaum bibir-bibir mereka dipotong dengan gunting dari api neraka, setiap kali dipotong sempurna lagi. Maka aku berkata:”Wahai Jibril, siapa mereka itu?” Dia berkata: “Mereka adalah tukang khutbah dari kalangan umatmu, yang mana mereka berkata sesuatu yang tidak mereka amalkan, mereka membaca kitabullah tapi tidak mengamalkannya.”

Maka sifat seorang pengajar adalah menjadi contoh bagi manusia dengan tindakan dan amalannya bukan dengan ucapannya, berdakwah kepada manusia dengan amalannya dan akhlaqnya sebelum berdakwah dengan pelajaran dan khutbahnya.

Abu Ad-Darda’ Radhiallahu ‘anhu berkata: “Kecelakaan bagi orang yang tidak tahu.” Satu kali ucapan. “Dan kecelakaan bagi orang yang tahu ilmu kemudian tidak mengamalkan ilmunya.” Diucapkan tujuh kali.

Sufyan bin ‘Uyainah Rahimahullah berkata: “Seorang ‘alim itu bukanlah yang hanya mengetahui yang baik dan yang buruk. Seorang ‘alim adalah yang mengetahui kebaikan kemudian mengikutinya dan mengetahui kejelekan kemudian menjauhinya.”

Seorang penyair mengatakan:

Wahai orang yang mengajari orang lain

Tidakkah engkau mengajari dirimu?

Mulailah dengan dirimu, laranglah dirimu dari kejelekannya

Jika engkau telah melaksanakannya, maka engkau orang yang bijak

Janganlah engkau melarang seseorang padahal engkau melakukannya

Sungguh besar aibnya jika engkau berbuat demikian.

(Sumber: http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/10/21/amalkan-ilmumu-dan-beri-teladan-orang-dengan-amalanmu/)

(bersambung…Insya Allahu Ta’ala)

Selesai diketik pada: 15 Syawal 1433 H – 2 September 2012

Penyusun: Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al Malanji

Catatan Kaki:

[1] Ada yang menuduh bahwa hamba adalah seorang pes boker yang memiliki sekian banyak nama samaran di dunia facebook. Cukup hamba katakan bahwa itu adalah tuduhan dusta. Memang  ada ikhwah yang pernah membuatkan akun facebook tetapi sampai sekarang tidak pernah sekalipun hamba sentuh dan gunakan sehingga nama dan paswotnya-pun hamba tidak ingat lagi. Jadi kalau si penuduh bertanya: apakah nt pernah membuat/membuka akun facebook nt? Maka ana jawab: tidak pernah, hamba-pun tidak bisa membuat akun facebook apalagi menambah teman HIZBY, meminta dijadikan teman HIZBY dan menghapus pertemanan. Allah Ta’ala adalah sebaik-baik saksi. Cukuplah puji syukur kita panjatkan kepada Allah Ta’ala dengan adanya sekian banyak ikhwana thayyibin yang secara suka rela tanpa dipaksa apalagi dibayar (jazakumullahu khairan katsira) yang  telah mengirimkan berbagai bukti kejahatan di dunia facebook. Keliru besar jika mereka menyangka bahwa para ikhwah hafizhahumullah tidak memiliki ghirah dan kecemburuan ketika membaca dan melihat berbagai keanehan manhaj yang ada di depan matanya sehingga hanya seorang hamba ini yang akhirnya terbayang di benak-benak mereka (yang sok tahu) memiliki sekian banyak kelebihan ini dan itu dalam memata-matai  atau tuduhan lainnya seperti ucapan lebih daripada intel padahal…..membuat akun facebook-pun hamba tidak bisa!!!! Sadarlah wahai penuduh bahwa hamba adalah orang yang penuh kelemahan bahkan mungkin anda malah lebih canggih dan lebih segala-galanya daripada hamba yang miskin ini. Janganlah hamba dipuji-puji dengan sesuatu yang hamba sendiri tidak memilikinya bahkan tidak pula layak menerimanya. Walhamdulillah.

pdf File dalam bentuk pdf download di  http://goo.gl/PZDme atau http://www.box.com/s/a4ge38pqjln1ot31eb68

11 comments to Hanan Bahanan Overload Bag.1

  • Abu Kahfy

    Bismillah,
    ana masih ingat pertanyaan Abu Abdillah di FB yang ditujukan kepada HB :
    Kita hanya ingin tahu apa sikap manhajmu ya HANAN.. tentangYAZID JAWAS, FIRANDA, MAUDUDI ABDULLAH, RODJA, dll. Apakah Hizbi atau SALAFY?
    sampai hari ini TIDAK PERNAH KITA saksikan jawaban dari HB ini
    Dalam keadaan kita semua tahu keadaan orang2 yang ditanyakan oleh Abu Abdillah ini
    Tapi bandingkan kalau dia diatanya tentang orang2 yang dibencinya, dalam keadaan kita mengenal orang tsb da’i ahlus sunnah dan membenci ahlul bid’ah, ana yakin tanpa ditanya pun dia akan menghujat dan menyikatnya (ana punya bukti ucapannya tsb)
    Kasus dengan Badrimin Bali sebagai salah satu bukti tambahan kalau HB ini mempunyai timbangan yang aneh dalam pergaulan dan menilai,ditambah lagi dengan ucapan syaikh Abdullah al mar’i yang paaasssssssssssss buangeeeeettttttt untuk Hanan Bahanan

  • abdun min ibadillah

    Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah berkata: “Membantah orang yang menyelesihi alhaq termasuk prinsip dasar dari agama ini, karena Allah yang pertama kali melakukan bantahan dan dzat yang paling agung yang membantah siapa saja yang menyelisihi Rasulullah shallallahu alaihi was salam dan Dia sendiri yang membatah mereka. Jadi membantah orang yang menyelesihi alhaq termasuk ibadah yang paling mulia. Syaikhul Islam berkata: “Membantah orang yang menyelesihi alhaq termasuk jenis jihad yang paling agung.” Pernyataan beliau ini benar, bahkan terkadang keutamaannya mengalahkan jihad melawan orang-orang kafir. Maksudnya berjihad melawan musuh dari dalam (orang-orang munafik atau kaum muslimin yang menyimpang) lebih utama dibandingkan melawan musuh dari luar. Karena musuh dari luar jelas permusuhannya. Adapun musuh dari dalam ini yang kadang tersembunyi. Dan termasuk bentuk permusuhan yang terbesar adalah munculnya di tengah-tengah kaum muslimin seseorang yang menyeru kepada selain manhaj salaf, seperti menyerukan berbagai kebid’ahan, syirik, manhaj-manhaj yang sesat seperti rafidhah dan khawarij. Maka tidak diragukan lagi bahwa membantah mereka termasuk ibadah yang paling mulia. Seperti membantah ahli khurafat, orang-orang shufi, ahli thariqoh dan semisalnya. Membantah mereka termasuk ibadah yang paling utama dan termasuk ketaatan yang paling agung serta termasuk jenis jihad yang wajib. Allah Jalla wa Alla berfirman:
    «فَلَا تُطِعْ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا») الفرقان:52(
    “Maka janganlah engkau mentaati orang-orang kafir dan berjihadlah melawan mereka dengan Al-Qur’an ini dengan jihad yang besar.” (QS. Al-Furqan: 52)
    Jadi berjihad melawan mereka dengan Al-Qur’an dan ilmu termasuk jenis jihad yang paling agung. Adapun membiarkan dan mendiamkan mereka, maka kapan alhaq akan diketahui. Jika orang yang mengetahui bersikap diam tidak mau menjelaskan kesesatan orang-orang yang sesat, maka kapan alhaq akan diketahui?! Karena wajib atas kita untuk menjaga agama. Agama bagi kita lebih berharga dibandingkan pribadi-pribadi (yang menyimpang). Jika dengan bantahan terhadap si fulan -yang menyimpang ini- akan menjaga agama ini dan tidak muncul kerusakan yang lebih besar seperti pertumpahan darah dan yang semisalnya, maka wajib membantahnya. Karena membantah orang yang menyelesihi alhaq termasuk prinsip dasar dari agama ini tanpa diragukan lagi.”
    rekaman dan transkripnya bisa didapatkan di: http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=41593

  • abu abdillah cibar

    Bismillah..
    Gambar 18. kok di save th 2001? salah ketik po?
    Setelah Syeikh Muhammad bin Hadi di angkat jadi pengajar dan mufti Masjid Nabawi, si mulut kotor abdulloh taslim berubah nggak ya ocehannya terhadap para ulama’ sunnah kita??!!! atau malah mau ganti standar gandanya jadi standar miring!!
    Barokallohufik.

    Comments:
    Iya salah ketik, Jazakallah khair atas koreksinya.

  • Abdul Ghofur al Malanji

    As Syaikh Abdullah Al Mar’i menyatakan: “amma hanan, maa ‘indahu ‘ilm maa ‘indahu akhlaq”
    Dengan pernyataan beliau tersebut jangan sampai ada yang memahami bahwa beliau sedang melakukan pembunuhan karakter terhadap saudara facebooker HB atau berprasangka bahwa ana telah menerima order dari beliau untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya, tetapi sesungguhnya tingkah polah karakter ilmu dan akhlaq saudara Hanan sendirilah yang menyebabkan rusaknya kepercayaan Ulama dan ummat terhadap dia. Wallahu a’lam.
    Jadi untuk kaum muslimin dimanapun berada, sekarang menjadi jelas singgasana “raja” siapakah yang sedang digoncang oleh orang yang tidak berilmu dan tidak berakhlaq ini. Dan maukah anda sekalian dititahi orang semacam ini untuk mencari tahu (baca: meng INTELI ) seorang Abdul Ghofur? padahal Abdul Ghafur sudah sejak lama mengenal Hanan Bahanan.
    Malang bukan kota asing bagi dirinya bahkan anak juga dilahirkan ibunya di kota Malang. Terlalu mudah baginya untuk mencari orang yang sudah mengenalnya, datangi saja pak RT dimana hamba tinggal atau tanyakan alamat ana pada teman-teman lamanya di kota Malang.
    Tetapi memang dah overload kadang bikin HANG sampaipun kaum muslimin dimanapun berada dia seru untuk membantu dirinya hanya untuk mengeroyok SATU ORANG Abdul Ghofur yang kurus kecil ini. Allahu Akbar!

    • Abdul Aziz bin Abdurrahman As Sundawy

      Bismillah Saudara-saudaraku fillah bersabarlah dari kekurangan dan kenylenehan HB,kita harus berlapang dada dengan kekurangan dia toh dia manusia yang memiliki berjuta kekurangan Cukuplah Ucapan Asysyaikh Abdullah Al Mar’i bagi kita untuk menilai siapa dia,Jahil Dungu dan galil adab mmang itu akhlak nya,wlwpun pd ksmpatan yg lain trkadang kroco2nya yang dkat dngan dia slalu mmbawakan ucapan syaikh Abdullah Al Mar’i untuk menjadikan legalitas penyimpangan mrk (trkait ucpan beliau tntng rodja yang di nukil tdk lngkap olh pmilik blog $$$$$$$online.wordpress.com).Mlalui blog ini atau ada ikhwah yang baca dan mempunyai kemampuan menyampaikan ke si empunya blog $$$$$$$online.wp tlng sampaikan padanya sudahkah dia menasehati ustadz2 dia yang mmiliki pnyimpangan tersebut,klo tidak mengingat pesan dan nasehat ayahanda tercinta Asy syaikh Rabi (Semoga Allah menjaganya) yang mlarang kita harusnya menjaga persatuan pastinya mudah bagi kita menanggapi (membantah) syubhat murahan dia ketika menanggapi pnjlasan hasil umrah yang di sampaikan oleh salah satu asatidzah ahlussunnah.Untuk Al Akh Abdul Ghafur maju dan jangan mundur dengan omong kosong nya HB Ingatlah Allah yang akan menjaga agamanya dari berbagai penyimpangan dan kerusakan yang di usung oleh duat Ila abwabi jahanam

  • Moslem Salafy

    Setelah ana membaca makalah al Akh Abdul Ghafur (jazakallah khairan atas usaha antum dalam membongkar wajah buruknya), Nah sekarang gimana tuh pak Hanan Bahanan? (ana males manggil antum ustadz, dah tahu ana jeleknya perangaimu kepribadianmu di alam nyata). Bisakah anda menampilkan bantahan yang ilmiah terutama tentang kerajaan, raja, atau apalah yang anda tuduhkan itu?
    Atau anda akan menempuh cara premaniah dengan mencari, mendatangi, atau bahkan hendak mencederai orang yang mengkritik dirimu?.
    Kini para Turobiyyun Hajurindo sedang memperhatikan tingkah polahmu sambil melihat dan memilah-milah mana yang bisa mereka ambil. Karena mereka sedang menghadapi “musuh yang sama”!!!.

    • abu ibrahim bin abdurrahman

      ana jadi khawatir kalo mereka memakai “kaidah”: “musuh dari musuhku adalah sekutuku”

  • aboeghifary

    Bismillah,

    Saya sendiri memilih berlepas diri dari segala macam corong hizbiyyun assofwa, rodja, muslimorid dan semisalnya. Masih banyak sumber-sumber ilmu ahlus sunnah wal jama’ah jadi buat apa kita harus merujuk ke sana ? terlebih di sana terselip tulisan-tulisan dedengkot hizbi dan ulama suu seperti al munajid.

    allohu musta’an

  • Abdurrahman bin Adam

    Bismillahirrohmanirrohim.
    Sangat memalukan! orang yang kehormatannya diunggul-unggulkan (dirinya sendiri), memamerkan jual beli manhaj sesat tokoh besar Qutbiyyun sampai-sampai mengeluarkan titah UNTUK KAUM MUSLIMIN DIMANAPUN BERADA hanya untuk menghadapi SEORANG ABDUL GHAFUR! betul-betul keberanian yang hebat. Dia khayalkan dirinya ini siapa? Raja di muka bumi sebagaimana tuduhan tanpa buktinya yang berbalik menghinakan dirinya sendiri? Apakah dia pikir KAUM MUSLIMIN DIMANAPUN BERADA adalah rakyat jelatanya yang begitu saja menuruti kemauannya? Membuang-buang waktu didepan akun Facebook menunggu uluran tangan dan simpati para suporternya dari kalangan hizbiyyun? Allahumma, betapa banyak waktu luangnya untuk bermain-main facebook dengan membuat-buat status yang tidak berguna yang sekiranya bisa menarik simpati pembacanya. Benar saja banyak waktu nganggurnya sampai2 undangan Hizbi untuk mengisi di pulau Bali juga diterimanya. Mantaf gan, itung2 dapat order pekerjaan mengerjai Salafiyyun Bali! Luar biasa… Bukannya malah rujuk dan bertaubat dari penyimpangannya dan ini adalah point luar binasanya.

  • Abdullah

    Bismillah,
    Ngeri.. Orang seperti ini rela wajahnya dicoret-coret, bahkan anehnya bila ada mengkritik wajahnya yang coreng moreng itu, justru disingkirkan, diancam, dan.. suporter setianya siapa lagi kalo bukan dari kalangan hizbiyyun sururiyyun dengan penuh semangat memberikan koor sokongan dukungan tak terkira dengan berbagai macam ucapan dan komentar, tapi sekali lagi anehnya tak meluncur bantahan untuk para suporternya itu manakala jelas-jelas mereka melemparkan dan meniupkan syubhat-syubhat baik yang jelas maupun samar.
    Allahu musta’an..

    • aboeghifary

      na’am apa yang antum kemukakan itu memang benar terjadi dan menimpa saudara kita sampai-sampai dengan sangat terpaksa saudara kita itu harus meminta maaf agar masalah tidak sampai menjadi panjang dan berlarut.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>