Translator

saudiarabia inggris francis cina koreautara japan jerman belanda.

penjelasan thdp nasehat yg ditulis ibrahim arruhaili
bongkar fitnah alhalabi

Download

E-Books Free

Mutiara Salaf

أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah berkata:

“Engkau memperbanyak jumlah Ahlu Dholal (adalah) jika engkau melihat mereka namun engkau diam (tidak mengingkari mereka). Engkau (adalah) pendukung dan supporter mereka jika engkau melihat mereka melakukan kerusakan di muka bumi, namun engkau hanya membisu” (Majmu’ Fatawa 14/280)

"سنناطح ونجادل وندافع عن السنة وعن ديننا وليقل الأعداء ما يشاؤون"

Al-Imam Muqbil Al-Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Kami akan terus menghadang dan membantah (kesesatan) dan kami akan terus membela as-Sunnah dan agama kami. Dan silahkan para musuh mengatakan apa saja yang mereka inginkan." [Kaset "Adh-Dhargham as-Sady"]

Tulisan Terbaru

tukpencarialhaq versi android new

Al Ustadz Dzulqarnain dan Gembong Hizbi Irsyadi

Si Mujahirin Hizbi Irsyadi-pun “Menolak” Pembelaan

Al Ustadz Dzulqarnain Hadahullah

Firman Allah Ta’ala:

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, Maka Sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS Al Ahzab: 58)

Barangsiapa yang mengetahui dengan jelas perjuangan, jasa dan keutamaan sahabat dan saudara kami Ibrahim Rahimahullah di masa hayatnya pastilah akan menyadari sepenuhnya bahwa dia memiliki kewajiban untuk membela kehormatan Rahimahullah dari tuduhan keji dan dusta yang dilontarkan oleh Al Ustadz Dzulqarnain hadahullah.

Demikian inilah petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam menolong saudaranya yang melakukan kedhaliman:

(( انْصُرْ أخَاكَ ظَالماً أَوْ مَظْلُوماً )) فَقَالَ رجل : يَا رَسُول اللهِ ، أنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُوماً ، أرَأيْتَ إنْ كَانَ ظَالِماً كَيْفَ أنْصُرُهُ ؟ قَالَ : (( تحْجُزُهُ – أَوْ تمْنَعُهُ – مِنَ الظُلْمِ فَإِنَّ ذلِكَ نَصرُهُ )) رواه البخاري .

“Tolonglah saudaramu yang dzalim maupun yang terdzalimi”. Adaseorang laki-laki bertanya: “Wahai Rasulullah, kami menolongnya jika dia terdzalimi, bagaimana pendapatmu kalau dia orang yang dzalim, bagaimana kami menolongnya?” Rasulullah menjawab: “Cegahlah dia dari melakukan kedzaliman, karena hal itu cara menolongnya.

Sekarang simaklah bukti kedhaliman Al Ustadz Dzulqarnain hadahullah yang beliau lontarkan secara terbuka di depan umat:

http://www.4shared.com/mp3/yIw6_oqF/blog_fakta.html

“… terhadap ahlul bid’ahpun ahlissunnah ndak mencari-cari kesalahan. Mereka hanya hukum yang tampak saja, apa yang kelihatan tersebar di tengah manusia karena maksud mereka adalah nasehat. Karena itu yang tersebar, itu yang mereka terangkan kesalahannya. Adapun mencari-cari kesalahan orang sampai orang itu kuliah dimana, dia di daftar murid nomor sekian, juga..tahu, Subhanallah. INI LEBIH DARIPADA INTEL!(kemudian beliau menghiasi tuduhan dusta dan dhalim tersebut dengan membacakan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk meyakinkan pendengarnya).

Kami tegaskan lagi bahwa data tentang “kuliah dimana, dia di daftar murid nomor sekian juga..tahu, Subhanallah.” [http://www.4shared.com/office/-4HoMb1i/kuliah_dimana_daftar_murid_nom.html] pertama kali dipublikasikan oleh saudara kami Ibrahim rahimahullah di blognya (www.fakta.blogsome.com). Dan bukti ini pula yang digunakan oleh sebagian asatidzah hafizhahumullah untuk menerangkannya kepada umat sebagai bukti kejahatan Irsyadi Mubarak (yang setelah belajar langsung kepada para masyayikh dan lulus dari Universitas Islam Madinah rela berfilsafat ria hanya demi mendapatkan gelar S2nya di IAIN), teman dekat Yazid Jawas (yang menurut fatwa Al ustadz Dzulqarnain bahwa dia ini beliau tazkiyah sebagai SALAFY -walau dengan embel-embel GONCANG-).

Perhatikan pula wahai saudaraku yang semoga Allah merahmatimu ucapan Al Ustadz Dzulqarnain yang begitu yakinnya menuding: “INI LEBIH DARIPADA INTEL!

Kami katakan:

Tidaklah ucapan ini dilontarkan kecuali dari dua jenis manusia, minimalnya.

Pertama,

Dia adalah seorang pakar intelijen (baik yang sudah pensiun ataupun masih aktif berdinas) yang benar-benar mengetahui seluk beluk dunia intel sehingga dia bisa mengklasifikasikan bahwa cara kami mendapatkan data tersebut dia golongkan “LEBIH DARIPADA INTEL!”[1] Sudah kita maklumi bersama bahwa secara umum kredibilitas kerja intelijen (apalagi pakar intelijen!) didasarkan atas data-data akurat (A1) yang dia kumpulkan dan miliki.

Maka ini adalah kesempatan emas bagi Al Ustadz Dzulqarnain untuk membuktikan kepada umat bahwa beliau memang memiliki kapabilitas kefaqihan ilmu per-intel-an dan bahkan di atas ilmu per-intel-an sehingga umat bisa memahami secara ilmiyah lontaran tuduhan “LEBIH DARIPADA INTEL!” tersebut memang benar-benar didukung dengan data dan saksi yang akurat dengan kualifikasi A1 (sekarang diam bukan lagi emas ya ustadz tetapi diamnya paduka adalah loyang bergoncang alias tak ada isi dan bobot ilmiyahnya).

Wallahu a’lam, pendapat pertama ini dha’if jiddan karena statemen (tanpa bukti dan data ilmiyah yang bisa dipertanggungjawabkan) yang dilontarkan oleh Al Ustadz tidaklah mencerminkan pandangan seseorang yang memiliki keluasan, kedalaman dan kefaqihan pengetahuan tentang intelijen apalagi memiliki kemampuan untuk menakar, menimbang dan mengklasifikasikan keahlian seseorang sebagai “LEBIH DARIPADA INTEL!

Kedua,

Tidaklah ucapan itu terlontar kecuali dari seorang yang Asbun (asal bunyi) dan asal-asalan yang lainnya. Dan tentu Al Ustadz memaklumi bahwa tidaklah perlu untuk menjadi Al Faqih terlebih dahulu untuk merajihkan pendapat asbun semacam ini.

Memang benar bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak diutus untuk membelah hati-hati manusia dan kita menghukumi hanya dengan apa yang dhahir keluar dari lisan al ustadz Dzulqarnain hadahullah bahwa beliau telah menempuh salah satu Al-Kabaair, dosa besar yang diharomkan oleh syari’at Islam dalam merobek kehormatan muslim, memfitnah. Maka kami ingatkan kepada setiap orang yang menelan mentah-mentah ucapan beliau dengan firman Allah Ta’ala:

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ (١٥)

“(ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (QS. An Nuur: 15)

Apakah al ustadz Dzulqarnain lupa bahwa ayat Allah Ta’ala ini berlaku bagi kita semua termasuk di dalamnya al ustadz?

 وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ

“Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta”.

Apakah al ustadz Dzulqarnain tidak ingat bahwa ayat Allah Ta’ala di bawah ini tidak dikecualikan jika pelakunya adalah al ustadz Dzul?

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

“yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah”

Dan bukan itu saja, setelah melemparkan tuduhan keji dan dusta tersebut masih tega pula al ustadz hiasi fitnahnya dengan hadits-hadits mulia dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk meyakinkan pendengarnya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Maka tidak selayaknya seorang muslim merasa ketakutan hanya karena menyodorkan bukti dan bersaksi dengan nama Allah Ta’ala bahwa si fulan atau allan adalah fattan yang menipu umat dalam keadaan beliau (sendiri!) tidak merasa takut dan ragu untuk merobek kehormatan saudaranya dan melantangkannya di depan khalayak umat yang kemudian disebarluaskan pula di dunia maya. Yang hadir dan mendengarkannyapun pulang, menceritakan apa yang dia dengar dan menyebarluaskannya di dunia nyata. Hanya kepada Allah Ta’ala kita mengadu.

Dan tidak selayaknya pula sikap seorang ustadz yang lari dari medan pembuktian ilmiyah untuk kemudian memilih melemparkan ancaman hanya karena kami melaksanakan kewajiban yang harus kami penuhi untuk bersaksi, membela dan melindungi kehormatan saudara kami Rahimahullah (dan blognya) yang dicabik-cabik secara dhalim oleh Al Ustadz Dzulqarnain hadahullah terkait data kejahatan hizbi yang dipublikasikannya kepada umat.

Maka lihatlah -wahai ustadz blackberry messenger pengancam- bahwa gertakan paduka tidaklah membuat kami gemetar dan ketakutan kecuali semakin menjadi pendorong kuat bagi kami untuk segera menyampaikan bukti dan keterangan yang nyata kepada umat demi menyingkap kebatilan dan kedhaliman Al Ustadz Dzulqarnain hadahullah agar jangan ada lagi yang tertipu bahwa fitnah kejam yang beliau daurahkan adalah nasehat dan bimbingan kepada umat untuk meraih jalan keselamatan di dalam Islam.

Firman Allah Ta’ala:

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلا اللَّهَ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا (٣٩)

“(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat perhitungan.” (Al Ahzab : 39)

Apakah al ustadz Dzulqarnain juga lupa dengan berita Allah Ta’ala:

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ (٢٢١)تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ (٢٢٢)يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ (٢٢٣)

Apakah akan aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan- syaitan itu turun?

Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,

Mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu,

dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta (Asy Syu’araa:221-223)

Penting juga kami ingatkan kepada ikhwana sekalian (agar kita tetap mewaspadai makar jahat hizbiyyah sururiyyah irsyadiyyah) bukti otentik sejarah hampir 6 tahun yang lalu (yang saya save as html pada 09 April tahun 2006) betapa kebencian dan permusuhan yang sangat keras dari hizbi Irsyadi terhadap asatidzah kita dan dakwah yang hafizhahumullah emban untuk kemudian kita bandingkan dengan  “fiqih muamalah fitnah” al ustadz Dzulqarnain terhadap sesama Ahlussunnah dan “fiqih muamalah udzur sururiyah hizbiyah” yang telah beliau persembahkan kepada salah satu pembesar Hizbul Irsyad tersebut.

[http://www.4shared.com/document/VMr6V-pB/Abu_Salma_Al-Atsari_tuduh_asat.html]

Berikut jawaban kami (bersama shahabat dan saudara kami Abu Abdillah Ibrahim Rahimahullah dan ini adalah potongan file dokumentasi rahimahullah pertanggal/tahun dimaksud) ketika itu:

[http://www.4shared.com/office/a6uHBVjM/jawaban_singkat_lama_tidak_OL.html]

Dan inilah pula arsip bukti audio tahdzir Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri hafizhahullah terhadap pendiri Al Irsyad dan seruan dakwah sesatnya serta Hizbul Irsyad (yang salah satu gembongnya telah dicarikan fiqih udzur bukti kejahatannya oleh Al Ustadz Dzulqarnain hadahullah):

http://www.4shared.com/mp3/TW3FY9Dl/sheikh_ubaid_usamah_hizbul_irs.html

Kami tutup tulisan ini dengan pemaparan bukti lanjutan (untuk menyempurnakan bukti dan kesaksian kami sebelumnya tentang tuduhan dusta Al Ustadz Dzulqarnain) bahwa si hizbi ini benar-benar Mujahirin, apa yang diyakini oleh si Hizbi Irsyadi sendiri bahwa kuliahnya (di IAIN) bukanlah kesalahan apalagi aib baginya.

Simak bahwa Mubarak secara resmi membanggakan dan memamerkan (kepada khalayak ramai) hasil kuliahnya dan dimana dia berkuliah…

http://www.4shared.com/photo/9_yM-_6U/MujaHIrin_S2_IAIN.html

Berikut halaman bukti html-nya:

http://www.4shared.com/document/sTX2Qf_j/stai_staf_pengajar.html

Dengan bukti resmi di atas hendaknya kita mengingat firman Allah Ta’ala…

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (١٣٥)

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (An Nisa’:135)

Firman-Nya pula:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (٨)وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ (٩)

 “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al Maidah :8-9)

Sadarlah wahai al ustadz bahwa walaupun paduka telah menempuh cara yang diharomkan oleh syara’ (baca:memfitnah) hanya demi mencarikan fiqih muamalah udzur hizbiyah bagi kejahatan si pembesar Hizbi Irsyadi (sebagai mukadimah untuk menikam dan merusak kehormatan saudara paduka sesama Ahlussunnah) ternyata pengorbanan kehormatan diri paduka merupakan tindakan yang sia-sia karena si Mujahirin hizbi sendiri lebih merasa bangga mempertontonkan SECARA RESMI “kesalahannya” kepada segenap khalayak umat. Allahul musta’an. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

(Malang, Senin dini hari, 4 Rabi’ul Akhir 1433 H bertepatan dengan 27 Februari 2012)

Catatan kaki:

[1]Sungguh ini pujian terhadap kami, hanya “sayang” syari’at Islam tidak mengajarkan kepada kami untuk mengakui apalagi berbangga dengan apa yang tidak kami miliki. Jadi, baju kepalsuan ini kami kembalikan lagi kepada si empunya, Al Ustadz Dzulqarnain hadahullah.

Download dalam bentuk:

File doc:

http://www.4shared.com/office/2Tev24A8/SI_MUJAHIRIN_HIZBI_IRSYADI.html

File pdf:

http://www.4shared.com/office/JX1dJLMh/SI_MUJAHIRIN_HIZBI_IRSYADI.html

3 comments to Al Ustadz Dzulqarnain dan Gembong Hizbi Irsyadi

  • Abu muhammad

    ALLAHU AKBAR… Babat terus syubhat,…. Dan smoga Allah bimbing kita

  • Abu Abdillah As Sundawy

    Bismilah sungguh benar apa yang di katakan Rasulullah ‘alaihi Sholatu wa Salam bahwasannya seseorang di sore hari dalam keadaan mukmin dan di pagi harinya dalam keadaan kafir begitupun di pagi hari dalam keadaan mukmin dan sore hari nya dalam keadaan kafir.Syubhat begitu menyambar2 di tiap pagi siang sore atau bahkan malam hari tidak akan ada yang selamat kecuali orang yang di tolong Allah dan terus istimrar Thalabatul ‘ilmi.Yang parah adalah ketika Syubhat di tebarkan oleh orang yang di anggap alim se misal Al-Ustadz Al Faqih (afwan Fiqh kelembutan bersama Hizbiyyun dan Mutasyadid terhadap Ahlussunnah) di forum ini ana hanya ingin mengajak ikhwanuna merenungi ucapan Al-Imam Ibnu Sirin yang di bawakan Al-Imam Muslim dalam Muqadimah Shahih Nya :”Sesungguhnya ilmu itu agama,maka lihatlah/telitilah dari siapa kalian mengambil atau mempelajari agama kalian untuk admin Jazaakumullah Khoiron Babat terus setiap Syubhat dan Istiqamahlah,sesungguhnya Allah Bersama orang2 yang membela agamanya

  • Alhamdu lillaah cukup jelas . Memang ternyata Mubarok -hadaahu-llaah- mujaahir dan Ustadz Dzul -hadaahu-llaah- salah dalam hal ini.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>